Alumni
Putri Papua Elvira Yohana Erari Insyur, Wisudawati Sastra Jepang Universitas Bung Hatta, Bagikan Kisah Perjuangan dan Harapan untuk Indonesia
Elvira Yohana Erari Insyur, S.Hum., putri asal Nabire, Papua, menjadi perwakilan wisudawati yang menyampaikan sambutan pada Wisuda Akademik ke-86 Universitas Bung Hatta, Sabtu, 24 Oktober 2026. Lulusan Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, ini membagikan kisah perjuangannya menempuh pendidikan jauh dari tanah kelahiran hingga berhasil meraih gelar sarjana.
Elvira menceritakan perjalanan pendidikan yang dimulai dari SMA Karya Pembangunan Margahayu di Bandung hingga melanjutkan kuliah di Universitas Bung Hatta, Padang. Jarak dari keluarga, kerinduan terhadap kampung halaman, serta berbagai tantangan selama merantau menjadi bagian dari proses yang membentuk ketangguhan dan kemandiriannya.
Elvira merupakan satu dari tujuh mahasiswa asal Tanah Papua yang menempuh pendidikan di Universitas Bung Hatta lewat jalur Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
Elvira mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi bagi mahasiswa asal Papua. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhinggga kepada pemerintah yang telah membuka akses pendidikan tinggi, serta Universitas Bung Hatta yang memberikan ruang bagi dirinya untuk belajar, berkembang, dan mengenal keberagaman.
“Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Bung Hatta. Pendidikan tidak hanya membuka pintu ruang kelas, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal dunia yang lebih luas,” ungkap Elvira.
Perjalanan Elvira bersama Universitas Bung Hatta juga memberinya kesempatan untuk memperoleh pengalaman internasional. Pada 2025, ia bersama empat rekannya mengikuti program magang selama kurang lebih satu tahun di Kota Tomakomai, Hokkaido, Jepang. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada budaya kerja Jepang yang menjunjung tinggi kedisiplinan, kemandirian, dan penghargaan terhadap perbedaan budaya.
Menurut Elvira, pengalaman magang itu menjadi salah satu bekal penting dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Ia menyebutkan bahwa pihak perusahaan tempat mereka magang merasa puas terhadap kinerja para peserta dan berharap kerja sama dengan Universitas Bung Hatta dapat terus berlanjut. Kesempatan tersebut diharapkan dapat membuka jalan bagi mahasiswa lain untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di Jepang.
Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Elvira juga mengajak rekan-rekannya untuk memaknai kelulusan sebagai awal perjalanan baru. Menurutnya, ijazah merupakan bukti pendidikan yang telah diselesaikan, sedangkan sikap, tanggung jawab, dan kontribusi kepada masyarakat akan menentukan makna ilmu yang diperoleh selama kuliah.
“Jangan biarkan tempat kita berasal membatasi sejauh mana kita berani bermimpi,” pesannya kepada para wisudawan, terutama mereka yang menempuh pendidikan jauh dari keluarga. Ia berharap setiap lulusan dapat membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang telah mendukung perjuangan mereka dan menjadikan ilmu sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Momen paling mengharukan dalam sambutannya hadir ketika Elvira menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya, Abner Benhur Erari dan Debora Eklevina Insyur. Ia mendedikasikan pencapaian akademiknya bagi keluarga yang senantiasa memberikan doa, kasih sayang, kepercayaan, dan pengorbanan selama dirinya menempuh pendidikan.
“Mama, hari ini Elvira sudah sampai di titik yang selama ini kita doakan. Terima kasih telah mengizinkan anakmu pergi jauh untuk mengejar cita-cita. Izinkan Elvira mempersembahkan gelar ini sebagai salah satu bukti bahwa doa dan perjuangan kita tidak sia-sia,” tuturnya dengan penuh haru.
Elvira turut menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Erari dan Insyur di Nabire, para dosen Program Studi Sastra Jepang, khususnya para sensei, serta Syarial, S.S., M.Hum., selaku dosen pembimbing skripsi sekaligus dosen pembimbing akademiknya. Ia juga mengapresiasi seluruh keluarga besar Universitas Bung Hatta dan rekan-rekan seperjuangan yang telah menjadi bagian dari perjalanan studinya.
Sebagai putri Papua, Elvira berharap ilmu dan pengalaman yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, menjadi kebanggaan keluarga, serta berkontribusi dalam pembangunan Papua dan Indonesia. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Kota Padang dan Ranah Minang atas keramahan serta pengalaman hidup yang akan selalu dikenangnya.
Sambutannya ditutup dengan ungkapan terima kasih dalam bahasa Jepang kepada Universitas Bung Hatta dan para dosen Program Studi Sastra Jepang yang telah membimbingnya sejak awal perkuliahan, serta kepada rekan-rekan seangkatan yang telah saling mendukung hingga hari kelulusan.
Kisah Elvira mencerminkan pentingnya pemerataan akses pendidikan tinggi, dukungan terhadap mahasiswa dari berbagai daerah, serta kesempatan memperoleh pengalaman internasional yang menjadi keunggulan dari Universitas Bung Hatta.
“Dari Papua, saya membawa harapan. Di Universitas Bung Hatta, saya bertumbuh. Untuk Indonesia, saya ingin memberikan manfaat,” tutup Elvira, menyampaikan tekadnya untuk menjadikan pendidikan sebagai bekal pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.