Fakultas
Universitas Bung Hatta dan ASA Germany Dampingi Rehabilitasi Teknis Rumah Terdampak Bencana di Nagari Sungai Batang
Universitas Bung Hatta melalui Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemulihan masyarakat terdampak bencana melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan ASA Programme of Engagement Global Germany dengan fokus pada perencanaan teknis dan estimasi biaya rehabilitasi rumah terdampak bencana hidrometeorologi serta pengelolaan lingkungan.
Kegiatan bertajuk “Assistance in Technical Planning and Cost Estimation for the Rehabilitation of Houses Affected by Hydrometeorological Disasters and Environmental Management in Nagari Sungai Batang, Agam Regency” menjadi bentuk nyata penerapan keilmuan perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat pascabencana. Kolaborasi tersebut melibatkan dosen lintas bidang keilmuan, mahasiswa Universitas Bung Hatta, serta mahasiswa dari Jerman.
Survei lapangan dalam kegiatan ini dilaksanakan pada 4 Oktober 2026 dan akan berlanjut hingga penyusunan laporan akhir. Tim melakukan identifikasi kondisi rumah masyarakat yang terdampak bencana, pengukuran dimensi bangunan, identifikasi jenis dan tingkat kerusakan, dokumentasi kondisi eksisting, serta pengumpulan data teknis sebagai dasar penyusunan perencanaan rehabilitasi dan estimasi biaya. Kondisi lingkungan sekitar bangunan juga menjadi bagian dari pendataan awal.
Tim dosen Universitas Bung Hatta yang terlibat dalam kegiatan PkM Internasional ini diketuai oleh Ir. Nasril S, M.T., dengan anggota Dr. Zulherman, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi; Dr. Rini Mulyani, S.T., M.Sc (Eng.) dari Program Studi Teknik Sipil; Dr. Eng. Yulcherlina, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil; Dr. Dwifitra Y Jumas, S.T., M.Sc. dari Program Studi Teknik Sipil; Dr. Wahyudi P. Utama, B.QS., M.T. dari Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi; Fielda Roza, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi.
Kemudian, Reni Yuliviona, S.E., M.M., Ph.D. dari Program Studi Manajemen; Dr. Eng. Khadavi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil; Dr. Albusyra Fuadi, S.T., M.T. dari Program Studi Arsitektur; Ir. Elfida Agus, M.T. dari Program Studi Arsitektur; serta Duddy Fajriansyah, S.T., M.T. dari Program Studi Arsitektur.
Kolaborasi internasional dalam kegiatan ini turut melibatkan dua anggota tim ASA Programme of Engagement Global Germany, yaitu Sitadevi Zonneveld dari Master Design, HAWK-Hildesheim, dan Mia von Rumohr dari Master Sustainable Management – Alanus University of Arts and Social Sciences (Alanus Hochschule), Alfter, Germany.
Dari mahasiswa Universitas Bung Hatta, kegiatan ini melibatkan Rivaldi Gusri dari Program Studi Teknik Sipil, serta Habib Ahmad, Surya Fauzan Hanif, Bintang Surya Putra, dan Feny Syah Putri dari Program Studi Arsitektur. Tim mahasiswa juga diperkuat Hasya Sabila Zahra dan Siti Khopipah Berki dari Program Studi Teknik Ekonomi Konstruksi.
Ketua Tim PkM Internasional Universitas Bung Hatta, Ir. Nasril S, M.T., mengatakan melalui pendekatan teknis yang dilakukan, proses rehabilitasi rumah masyarakat diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi aktual bangunan dan kebutuhan di lapangan.
"Pendekatan tersebut mencakup identifikasi kerusakan, pengukuran, penyusunan rencana teknis, penghitungan volume pekerjaan, hingga estimasi kebutuhan material, tenaga kerja, peralatan, dan komponen biaya lainnya" ujarnya dosen Arsitektur Universitas Bung Hatta ini.
Menurut Nasril, keterlibatan lintas disiplin dan lintas negara tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik secara langsung sekaligus belajar memahami persoalan pembangunan dan kebencanaan dari perspektif yang lebih luas.
"Kegiatan ini juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan antara akademisi dan mahasiswa Universitas Bung Hatta dengan mitra internasional," ungkapnya.
Nagari Sungai Batang dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kondisi geografis dan lingkungannya memiliki risiko yang perlu mendapatkan perhatian dalam kaitannya dengan bencana hidrometeorologi.
Kerusakan rumah akibat bencana dapat mengurangi fungsi bangunan, mengganggu keamanan dan kenyamanan penghuni, serta berdampak terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Karena itu, rehabilitasi membutuhkan perencanaan teknis yang tepat dan perhitungan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Selain menghasilkan data teknis untuk rehabilitasi rumah, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat agar memahami kondisi bangunan, kebutuhan rehabilitasi, dan pekerjaan yang perlu dilakukan. Identifikasi lingkungan sekitar rumah turut dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan lingkungan pascabencana, jelasnya Nasril.
Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Dr. Zulherman, S.T., M.Sc mengatakan Universitas Bung Hatta turut serta hadir di tengah masyarakat sejalan dengan program Kampus Berdampak dalam memberikan solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dengan berkolaborasi bersama berbagai bidang keilmuan dan lintas lembaga.
"Kolaborasi dengan ASA Programme of Engagement Global Germany sekaligus memperluas ruang kerja sama internasional dan memperkuat pengalaman mahasiswa dalam kegiatan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat," tambahnya.
Kegiatan PKM Internasional ini juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui melalui penguatan perhatian terhadap risiko bencana hidrometeorologi dan pengelolaan lingkungan.