Lewati ke konten utama
Dekan FPIK Universitas Bung Hatta Bahas Masa Depan Kelautan Berkelanjutan di Kongres IV ISKINDO 2026 Fakultas
Minggu, 25 Oktober 2026
Ubay

Bagikan:

Dekan FPIK Universitas Bung Hatta Bahas Masa Depan Kelautan Berkelanjutan di Kongres IV ISKINDO 2026

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si., menghadiri Forum Ilmiah dalam rangkaian Kongres IV Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Musyawarah Nasional (Munas) HIMITEKINDO XV Tahun 2026 yang berlangsung di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, pada 23 Oktober 2026.

Kongres IV ISKINDO 2026 mengusung tema “Laut Berdaya, Ekonomi Berdaulat: Peran Strategis Alumni Kelautan dalam Memperkuat Kebijakan Kelautan dan Perikanan serta Menciptakan Lapangan Kerja" ini dihadiri para dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Indonesia, serta perwakilan organisasi profesi dan pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan.

Tema tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi kelautan Indonesia. Pemanfaatan sumber daya laut tidak hanya diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian ekosistem serta kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono hadir dan menjadi keynote speech. Ia memaparkan arah pembangunan kelautan dan perikanan nasional yang berlandaskan prinsip ekonomi biru. Berdasarkan arah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2025–2029, terdapat lima kebijakan strategis yang menjadi landasan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara produktif dan berkelanjutan.

Kelima kebijakan tersebut meliputi perluasan kawasan konservasi laut untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga fungsi ekosistem; penerapan penangkapan ikan terukur berbasis kuota; pengembangan perikanan budi daya berkelanjutan di laut, pesisir, dan darat; penguatan pengawasan serta pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil; serta penanganan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipatif yang melibatkan nelayan. Kebijakan ini diarahkan untuk menyeimbangkan pemanfaatan sumber daya alam, perlindungan ekosistem, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu prinsip penting dalam pembangunan sektor perikanan adalah memastikan bahwa pemanfaatan sumber daya ikan tidak merusak ekosistem laut. Kawasan inti konservasi dan kawasan penyangga perlu dijaga sesuai dengan fungsi dan ketentuan pengelolaannya. Keberlanjutan sumber daya ikan sangat bergantung pada kesehatan habitat, keberlangsungan tempat pemijahan dan pembesaran ikan, serta keseimbangan ekosistem laut.

Kerusakan ekosistem laut juga dapat menimbulkan dampak yang melampaui batas administratif suatu wilayah. Perubahan kondisi habitat, terganggunya siklus hidup ikan, dan penurunan kualitas lingkungan dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya ikan serta aktivitas perikanan di wilayah lain yang saling terhubung. Oleh karena itu, perlindungan kawasan konservasi, pencegahan praktik penangkapan ikan yang merusak, pengendalian pencemaran, dan penerapan prinsip perikanan berkelanjutan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, forum ilmiah ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi bidang perikanan dan kelautan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendorong penerapan teknologi dan praktik pengelolaan sumber daya laut yang bertanggung jawab.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Ir. Yusra, M.Si. dalam forum nasional tersebut merupakan bagian dari keterlibatan Universitas Bung Hatta dalam dialog strategis mengenai masa depan sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang sejalan dengan upaya memperkuat peran tridarma perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang berdampak.

"Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan. Selain itu, melalui penguatan kolaborasi ini, diharapkan lahir gagasan serta langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan sektor kelautan dan perikanan Indonesia," ungkapnya.

Laut yang sehat merupakan fondasi keberlanjutan sektor perikanan dan kehidupan masyarakat pesisir. Menjaga ekosistem laut saat ini berarti melindungi sumber penghidupan nelayan, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, dan memastikan ketersediaan sumber daya kelautan bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini relevan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) , SDG 14 (Ekosistem Lautan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber daya manusia dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia