Kemahasiswaan
Kenedi Pratama, Mahasiswa Kedokteran Universitas Bung Hatta Juara Harapan 1 Lomba Konten Mahasiswa IDI Padang
Kenedi Pratama, mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Bung Hatta angkatan 2026 berhasil meraih Harapan 1 dalam Lomba Konten Mahasiswa Dokter Masa Depan yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang dalam rangka memperingati HUT ke-76 Ikatan Dokter Indonesia.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Malam Keakraban Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-1 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Padang Tahun 2026, yang berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang pada 31 Oktober 2026.
Kenedi Pratama mengatakan, keterlibatannya dalam lomba tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus menyampaikan pandangan mengenai dokter masa depan.
“Bagi saya, lomba ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan bagaimana seorang dokter masa depan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan klinis, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki empati, dan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar Kenedi.
Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Diana Kartika menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih oleh Kenedi Pratama. Ia merupakan mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta.
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Kedokteran Universitas Bung Hatta, sekaligus menunjukkan potensi mahasiswa angkatan pertama dalam mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, dan wawasan profesional sejak awal perjalanan pendidikan kedokteran.
"Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran perlu dipersiapkan secara utuh, tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi,” ujar Rektor Universitas Bung Hatta.
Pertemuan Ilmiah Tahunan IDI Cabang Padang juga menghadirkan pembahasan berbagai perkembangan ilmu kedokteran, antara lain bidang penyakit dalam, obstetri dan ginekologi, ilmu kesehatan anak, serta ilmu bedah. Kegiatan tersebut turut dilengkapi dengan workshop penggunaan Ultrasonografi (USG) di layanan kesehatan primer atau Puskesmas, pembahasan perlindungan hukum bagi dokter, serta penguatan kemampuan komunikasi antara dokter dan pasien.
Prestasi tersebut juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Bermutu) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kapasitas pendidkan calon dokter yang kompeten dan berorientasi pada masyarakat.