Fakultas
Jennifer Mahasiswa Baru FEB Warnai Sosialisasi PPKPT PKKMB 2026
Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) menjadi salah satu materi penting yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bung Hatta Tahun 2026.
Materi ini merupakan bagian dari ketentuan dalam Panduan PKKMB Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
Pengenalan PPKPT sejak awal masa perkuliahan menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, humanis, inklusif, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan.
Melalui materi PPKPT, mahasiswa baru tidak hanya diperkenalkan pada hak dan kewajibannya sebagai bagian dari sivitas akademika, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan, upaya pencegahan, serta mekanisme penanganan apabila terjadi kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
Sosialisasi PPKPT dalam PKKMB Universitas Bung Hatta 2026 menghadirkan Ketua PPKPT Universitas Bung Hatta, Dr. Uning Pratimaratri, S.H., M.H., sebagai pemateri. Dalam sesi tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya membangun budaya pencegahan dan penanganan kekerasan sekaligus memahami hak mahasiswa untuk memperoleh lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan.
Sesi tersebut juga menjadi ruang dialog bagi mahasiswa baru untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagai persoalan yang mungkin mereka hadapi selama menjalani kehidupan akademik. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian disampaikan Jennifer, mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta.
Ketika sesi tanya jawab dibuka, Jennifer mengangkat persoalan mengenai relasi kuasa antara mahasiswa dan pihak yang memiliki kewenangan akademik.
“Bagaimana kalau yang melakukan kekerasan adalah dosen atau pimpinan, yang akan memberi nilai kita?”
Pertanyaan tersebut membuka diskusi mengenai kekhawatiran mahasiswa ketika pihak yang diduga melakukan kekerasan memiliki posisi dan kewenangan yang lebih tinggi dalam lingkungan akademik. Pertanyaan Jennifer sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa baru tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi mulai mengaitkannya dengan situasi nyata yang mungkin muncul dalam kehidupan perguruan tinggi.
Keberanian Jennifer menyampaikan pertanyaan tersebut menjadi bagian dari partisipasi aktif mahasiswa dalam sosialisasi PPKPT. Sikap kritis tersebut juga menjadi gambaran bahwa ruang akademik Universitas Bung Hatta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, dan mendiskusikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan kampus.
Jennifer sendiri merupakan mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta yang mencuri perhatian sejak pelaksanaan PKKMB di tingkat fakultas. Dalam kegiatan tersebut, Jennifer dinobatkan sebagai Queen 2026. Namun, dalam sosialisasi PPKPT, perhatian terhadap dirinya tidak hanya muncul karena predikat tersebut, tetapi juga karena keberaniannya mengajukan pertanyaan kritis mengenai persoalan relasi kuasa di lingkungan akademik.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bung Hatta, Listiana Sri Mulatsih, menyampaikan bahwa pengenalan PPKPT merupakan bagian penting dalam membangun budaya akademik yang aman dan saling menghormati.
“PKKMB menjadi ruang awal untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan kampus, termasuk kesadaran mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan. Kampus yang aman merupakan tanggung jawab seluruh sivitas akademika. Dosen harus menjalankan tugas secara profesional, pimpinan harus memberikan keteladanan, mahasiswa harus saling menghormati, dan seluruh sivitas akademika memiliki peran dalam mencegah terjadinya kekerasan,” ujarnya.