Fakultas
Hilirisasi Riset, Buku Konservasi Penyu Karya Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc. Diserahkan ke KKP RI
Dosen Program Studi Magister Sumberdaya Perairan, Pesisir dan Kelautan (SP2K) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., menyerahkan buku berjudul Konservasi Penyu Pantai Barat Sumatra kepada Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Dr. (Cand.) Sarmintohadi, S.Pi., M.Si..
Buku setebal 234 halaman tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Harfiandri Damanhuri di Kompleks Perkantoran Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Minabahari III lantai 10, Jalan Medan Merdeka Timur, Gambir, Jakarta Pusat pada 8 Agustus 2026.
Penyerahan buku ini menjadi salah satu bentuk hilirisasi hasil pengamatan, pengalaman, dan kajian akademik terhadap penguatan konservasi penyu dan telah dilakukan penulis selama bertahun-tahun di kawasan Pantai Barat Sumatra.
Buku Konservasi Penyu Pantai Barat Sumatra mendapat kata pengantar dari Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Diana Kartika. Dalam pengantarnya, Prof. Diana menyebut buku tersebut sebagai karya penting untuk memperkaya literatur mengenai konservasi penyu yang hingga kini masih relatif terbatas.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Dietriech G. Bengen, DEA, Guru Besar Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB University, menilai buku tersebut memiliki arti penting karena lahir dari perjalanan panjang penulis dalam mendokumentasikan persoalan konservasi penyu. Selama sekitar 25 tahun, sejak 1999 hingga 2026, Dr. Harfiandri secara konsisten menghubungkan data ilmiah dengan realitas lapangan di Pantai Barat Sumatra.
Menurut Dr. Harfiandri Damanhuri, S.Pi., M.Sc., Kawasan Pantai Barat Sumatra memiliki posisi strategis dalam konservasi penyu karena menjadi salah satu koridor reproduksi global bagi empat dari tujuh spesies penyu yang terdapat di dunia. Kondisi tersebut menjadikan dokumentasi ilmiah, pemantauan populasi, serta penguatan praktik konservasi di kawasan pesisir Sumatra memiliki nilai penting bagi keberlanjutan ekosistem laut.
"Bagi seorang akademisi, menulis buku merupakan salah satu bentuk pendokumentasian ilmu dan pengetahuan yang diperoleh melalui proses pengamatan, penelitian, pengalaman, pemikiran, serta pengembangan gagasan," ujarnya.
Ia menyampaikan pengetahuan yang terdokumentasi secara sistematis tidak hanya menjadi referensi bagi sivitas akademika, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, pengelola kawasan konservasi, masyarakat pesisir, komunitas, dan berbagai pihak yang berkepentingan dengan pelestarian sumber daya kelautan.
"Hilirisasi buku ini diharapkan tidak berhenti sebagai produk akademik, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan dan rujukan bagi penguatan kebijakan serta praktik konservasi penyu di Indonesia. Pengetahuan mengenai karakteristik habitat, keberadaan penyu, dinamika kawasan pesisir, serta pengalaman konservasi yang terdokumentasi dalam buku dapat menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan program konservasi di wilayah lainnya," tambahnya Harfiandri Damanhuri,.
Penyerahan buku kepada KKP RI ini relevan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education, SDGs 14: Life Below Water, SDGs 17: Partnerships for the Goals, khususnya dalam mendukung pelestarian ekosistem laut dan keanekaragaman hayati pesisir. Selain itu, hilirisasi karya akademik ini juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) 5, melalui pemanfaatan hasil karya akademik dan kepakaran perguruan tinggi oleh mitra eksternal.
Melalui karya tersebut, Dr. Harfiandri Damanhuri berharap pengetahuan dan pengalaman yang telah dikumpulkan selama lebih dari dua dekade dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi upaya konservasi penyu dan ekosistem pesisir. Buku ini juga diharapkan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, melahirkan inovasi baru, serta direplikasi sebagai referensi dalam pengembangan program konservasi biota laut di berbagai wilayah Indonesia.