Lewati ke konten utama
FEB Universitas Bung Hatta Lantik KPUM dan Panwaslu, Siapkan Pemiluraya Fakutlas Kemahasiswaan
Jumat, 06 November 2026
Ubay

Bagikan:

FEB Universitas Bung Hatta Lantik KPUM dan Panwaslu, Siapkan Pemiluraya Fakutlas

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Hatta membentuk dan melantik Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) untuk menyukseskan Pemilihan Raya (Pemiluraya) FEB 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/11/2026) di Ruang Sidang FEB, Kampus II Universitas Bung Hatta, Air Pacah, Padang, tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan proses demokrasi mahasiswa untuk memilih Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB.

Sebanyak 24 mahasiswa dipercaya menjadi bagian dari kedua lembaga penyelenggara tersebut, terdiri atas 21 mahasiswa dalam kepengurusan KPUM dan tiga mahasiswa dalam kepengurusan Panwaslu. Kedua lembaga ini memiliki peran penting dalam memastikan seluruh tahapan Pemiluraya berlangsung secara tertib, transparan, jujur, dan adil.

KPUM bertanggung jawab menyelenggarakan seluruh rangkaian tahapan Pemiluraya, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga proses pemilihan. Sementara itu, Panwaslu bertugas melakukan pengawasan terhadap setiap tahapan untuk memastikan penyelenggaraan pemilihan berjalan sesuai ketentuan dan menjunjung tinggi prinsip demokrasi.

Adapun susunan pengurus inti KPUM FEB Universitas Bung Hatta Periode 2026 terdiri atas Adam Akbar Ayuda dari Program Studi Manajemen sebagai Ketua Pelaksana, Debi Lestari dari Program Studi Ekonomi Pembangunan sebagai Sekretaris, dan Siti Hidayati dari Program Studi Akuntansi sebagai Bendahara.

Sementara itu, kepengurusan Panwaslu FEB Universitas Bung Hatta Periode 2026 diketuai oleh Gilbran Rivero dari Program Studi Akuntansi, dengan Elsa Janua Fitri dari Program Studi Akuntansi sebagai Sekretaris dan Mutiara Jenwolker dari Program Studi Manajemen sebagai Anggota.

Dekan FEB Universitas Bung Hatta, Dr. Hj. Listiana Sri Mulatsih, S.E., M.M., CEAP, menyampaikan bahwa pembentukan KPUM dan Panwaslu merupakan bagian dari proses pendidikan dan pembinaan mahasiswa dalam berorganisasi serta mengembangkan jiwa kepemimpinan.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam penyelenggaraan Pemiluraya menjadi kesempatan untuk memahami tata kelola organisasi, proses demokrasi, serta fungsi kelembagaan, termasuk peran legislatif dalam organisasi kemahasiswaan.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin melatih mahasiswa agar terbiasa berlembaga, memiliki jiwa kepemimpinan, serta memahami dinamika organisasi dan fungsi legislatif. Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga kontinuitas lembaga kemahasiswaan. Jangan sampai terjadi kekosongan peminat mahasiswa untuk berorganisasi dan melanjutkan estafet kepemimpinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dekan menyampaikan rasa syukur bahwa sepanjang sejarah FEB Universitas Bung Hatta, belum pernah terjadi kekosongan kepengurusan maupun regenerasi pada lembaga kemahasiswaan, baik Badan Ekesekutif Mahasiswa(BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), maupun Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).

Ia berharap tradisi positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan. Dengan demikian, Pemiluraya FEB 2026 tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya demokrasi, memperkuat regenerasi, dan menyiapkan calon pemimpin mahasiswa yang bertanggung jawab.

Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Bermutu) melalui pembelajaran demokrasi, kepemimpinan, dan penguatan kompetensi mahasiswa dalam berorganisasi.