Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Seminar Kampus Siaga Bencana Awali Kegiatan Pelatihan SAR Nasional KSR-PMI Proklamator UBH

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Drs. Suparman Khan M.Hum membuka secara resmi mengadakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Penyelamatan di Air Nasional I KSR PMI Unit Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR-PMI Proklamator Universita....

Alumni Teknik Industri UBH Akan Gelar Reunian dan Mubes

Ikatan alumni bukanlah sesuatu yang baru untuk dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Keberadaannya telah mewarnai dan menorehkan jejak dalam penyelenggaraan pendidikan. Bagi sebuah perguruan tinggi, ikatan alumni menjadi bagian penting dalam pengelolaan pendidikan dan harus memperoleh perhati....

Mahasiswa Teknik Kimia UBH Belajar Aplikasi Software Jurusannya

Himpunan Masyarakat Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengadakan Pelatihan Software Teknik Kima yang dilaksanakan di Ruang Sidang FTI Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 28 Februari – 1 Maret 2015. Ketua Pelaksana Ary Susanto mengatakan keg....

Mahasiswa Teknik Industri UBH Pilih Ketua HMMJ Baru

mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung hatta mengadakan pesta demokrasi untuk melakukan pergantian kepengurusan lembaga mahasiswa ditingkat juruasan. Kegiatan tersebut dalam bentuk Musyawarah Masyarakat MAHASISWA Jurusan (MMMJ) dengan mengangkat tema “Menuj....

Rektor UBH Buka Krida FKIP 2015

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE , Akt, MBA membuka kegiatan Krida Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta yang diperuntukan untuk mahasiswa angkatan 2014. Kegiatan pembukaan ini diladakan di Aula Pertemuan lantai 4 Gedung 6 Blok B Kampus Proklamator ....

Peserta KKN-PPM 2015 Universitas Bung Hatta Akan Disebar ke 54 Kenagarian

Universitas Bung Hatta tengah mempersiapkan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) untuk periode ke-5 yang akan dilaksanakan pada bulan Juni hingga awal Agustus 2015 mendatanng. Demikian dikatakan Ketua Pengelola KKN-PPM Universitas Bung Hatta Tahun 2015, Ir....

Selasa 06 Mei 2014 - 08:44:49

Martin Sigeret, B.Sc Motivasi Mahasiswa Teknik Untuk Berbahasa Inggris
Martin Sigeret, B.Sc Motivasi Mahasiswa Teknik Untuk Berbahasa Inggris
bunghatta.ac.id - Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung hatta mengadakan Kuliah Umum English Motivation in Engingeering bersama Martin Sigeret, B.Sc dari Technical University Braunsweig Jerman yang bertempat di Ruang Sidang FTSP Gedung F Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (05/05/2014).

Martin Sigeret, B.Sc merupakan mahasiswa Technical University Braunsweig Jerman yang magang di Kampus Proklamator Universitas Bung Hatta dengan bimbingan Yulcherina, ST, M.Sc.

Ferdiansyah Hazmi Malik Ketua Pelaksana kuliah umum ini mengatakan kegiatan ini juga bertujuan agar para mahasiswa dari jurusan teknik dapat termotivasi untuk berbahasa Inggris karena nantinya saat kita tamat kemampuan bahasa Inggris ini sangat penting. Dengan kuliah umum ini para mahasiswa teknik mendapatkan manfaat dari motivasi yang disampaikan oleh pemateri," ungkapanya.

Sementara Lain Gubernur BEMM FTSP, Rioni Rizki Aldiansyah menyampaikan kuliah umum ini salah satu program dari BEMM yang bertujuan agar para mahasiswa termotivasi untuk belajar mengenai bahasa Inggris.

"Kebanyakan para mahasiswa malas untuk mempelajarinya, karena dianggap susah dan kurang mengerti akan kegunaan dari bahasa Inggris itu sendiri. Mengingat saat ini di era globalisasi tentunya kita harus menguasai bahasa internasilonal yaitu bahasa Inggris," sebutnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Ir. Hendri Warman. MSCE mengutarakan kemampuan berbahasa terutama bahasa Inggris itu sangatlah penting terutama bagi mahasiswa teknik. “Umumnya referensi buku mengunakan bahasa Inggris jadi dengan kuliah umum ini peserta mendapat pengalaman dan tambahan ilmu dari kegiatan,” imbuhnya.

Martin Siegert B.Sc menjelaskan hampir sebagian pelajar menganggap mata pelajaran bahasa Inggris itu membosankan dan susah dimengerti, padahal di Indonesia sudah sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi pelajaran ini ada.

“Kebanyakan susah memahami bahasa Inggris karena kita selalu menunggu terjemahaan ke bahasa Indonesia, seharusnya setiap kali mendapat kesulitan langsung cari apa artinya, bukan hanya sekedar menunggu dan dibiarkan saja,” terangnya.

Ia menambahkan kita perlu merubah pandangan bahwa belajar bahasa Inggris itu tidak sulit, tanamkan dalam benak kita semua itu mudah. Kita harus sering melatih kemampuan berbahasa Inggris kita dengan mencari lawan berbicara agar tidak lupa. Minimal setiap hari kita dapat menghafal 5 kosa kata baru. “Belajar bahasa Inggris itu harus dipraktikkan agar terbiasa” tutupnya.

Kuliah umum ini diikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari mahasiswa jurusan Teknik Sipil dan Teknik Kimia. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 05 Mei 2014 - 10:29:30

Smart Preneur dan UBH Gelar Pelatihan Kewirausahaan
Smart Preneur dan UBH Gelar Pelatihan Kewirausahaan
bunghatta.ac.id - Untuk meningkatkan jumlah pelaku wirausaha di kalangan anak muda, Universitas Bung Hatta mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Dalam Bentuk Inkubasi Bisnis bersama Budi Satria Isman, CEO Mikro Investindo/Pro Indonesia yang bertempat di Ruang sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (05/05/2014).

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt MBA mengatakan pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari dosen dan mahasiswa. Kemudian pemateri kita ini juga memiliki hubungan dekat dengan kampus kita ini, sebab ia merupakan anak dari salah satu pendiri universitas yang disebut kampus proklamator ini.

“Mari kita manfaat kesempatan dalam pelatihan ini untuk bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari pemateri kita ini,” pesan dia.

Budi Satria Isman mengatakan pelatihan ini sebenaranya untuk lebih dari 4 hari namun dipadatkan menjadi satu hari yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan mengikatkan kewirausahaan bagi mahasiswa dan pengajar di Universitas Bung Hatta dengan metode pelatihan, pembinaan dan pendampingan sesuai dengan target yang tleah ditetapkan.

“Universitas Bung Hatta sangat tepat untuk melakukan co-branding dan kerjasama dengan Smart Preneur dan Yayasan Pro Indonesia, sebab kita telah mengetahui sosok Bung Hatta itu seorang ekonom yang memiliki konsep ekonomi tersendiri,” jelasnya.

Smart preneur, menurut Budi merupakan sebuah komunitas wirausaha yang berdiri sejak januari 2013 ini dibangun atas dasar memajukan bangsa dari sisi pengembangan ekonomi melalui wirausaha yang memiliki visi oneintwenty yaitu mencetak,membina serta mengembangkan 1 juta pengusaha di Indonesia pada tahun 2020.

“Melalui program kita ini para pelaku usaha dapat mendapat binaan, pendampingan, businerss coaching dan kerjasama dalam pemasaran produk. Diharapkan dengan pelatihan ini dapat memunculkan dan meningkatkan jumlah wirausaha yang berkembang dari kalangan mahasiswa dan lulusan di Universitas Bung Hatta,” ujarnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 05 Mei 2014 - 10:26:55

Pramuka UBH Rayakan HUT ke-24
Pramuka UBH Rayakan HUT ke-24
bunghatta.ac.id - Unit Kegiatan Mahasiswa Racana Pramuka Rasuna Said Universitas Bung Hatta menggelar Apel Besar dalam rangka memperingati hari ulang tahunnya yang ke-24 di Pelataran Parkir Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Sabtu (03/052014).

Ketua Pelaksana, Nobertus Harita dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan rasa persaudaraan antar pramuka dalam menghadapi milenium ketiga, serta dengan adanya malam keakraban akan menjadi suatu ajang baik bagi sesama anggota pramuka maupun masyarakat umum untuk menjalin kebersamaan, dan terciptanya satu kesatuan yang utuh.

"Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan motivasi dalam melaksanakan kegiatan nyata dan produktif untuk meningkatkan kualitas pramuka dan menumbuhkan semangat kepramukaan di lingkungan Universitas Bung Hatta," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Drs. Suparman Khan, M.Hum memberikan apresiasinya terhadap UKM Pramuka yang telah banyak memiliki prestasi dan berbagai program untuk kedepannya juga telah direncanakan demi meningkatkan kualitas UKM Pramuka.

"Pramuka sudah banyak prestasi dan kita telah merencanakan bergagai program agar dapat lebih mengembangkan diri. Atas nama universitas, saya mengucapkan selamat ulang tahun, semoga Pramuka semakin jaya dan dapat memberi arti pentingnya terhadap bangsa," imbuhnya.

Pada apel besar ini juga dilaksanakan pelepasan nomor gugus depan (gudep) yang menandakan peralihan dari anggota menjadi Purna Racana. Dalam hal ini, Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta melepas nomor gudep dua orang anggota UKM Pramuka yang telah diwisuda pada 12 April 2014 lalu. Selain dihadiri lembaga kemahasiswaan dan pihak universitas, apel ini turut melibatkan siswa SD Ulak Karang yang ditutup dengan pemotongan dan makan nasi tumpeng bersama. (**Ubay-Humas UBH/Suci WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 04 Mei 2014 - 15:00:29

bunghatta.ac.id - Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta pada periode ke-IV tahun 2014 ini mengangkat salah satu tema penting yang harus diperdayakan oleh mahasiswa ketika dilapangan yaitu revitalisasi koperasi.

Ir. Eddy Soesilo, M.Eng menyampaikan keberadaan koperasi di tengah-tengah masyarakat sangatlah penting dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari namun keberadaan koperasi di lapangan banyak yang tidak sehat sehingga banyak koperasi yang terancam mati dan bahkan tutup. Untuk itu pemerintah mengeluarkan pedoman untuk merevitalsiasi koperasi.

“Revitalisasi koperasi merupakan rangkaian kegiaan yang diselenggarakan oleh gerakan koperasi, pemerintah baik dari kabupaten hingga provinsi dan pemangku kepentingan lainnya untuk menata kelembaga dan memperkuat usaha koperasi,” jelasnya.

Ia menerangkan Universitas Bung Hatta memiliki matakuliah khusus untuk mengenal dan memahami pokok-pokok pemikiran Bung Hatta yang menjadi nama kampus ini. Salah satu pokok pemikiran Bung Hatta yaitu gagasan koperasi.

“Revitalisasi koperasi tersebut berguna untuk mengorong gerakan koperasi agar tumbuh menjadi pelaku utama ekonomi sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi serta mendapat dukungan secara internal dan eksternal,” jelasnya.

Revitalisasi koperasi, menurut Eddy bertujuan untuk memperkokoh kedudukan koperasi sebagai badan hukum yang sehat, mandiri dan tangguh untuk menghimpun dan menggerakan ekonomi sosial dan budaya sesauai dengan prinsip koperasi.

“Sasaran revitalisasi koperasi adalah untuk terwujudnya kelmbagaan operasi yang kuat, didukung oleh perangkat oragaasiasi koperasi dan terwujudnya koperasi yang sehat mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya.

Nantinya para mahasiswa KKN-PPM Universitas Bung Hatta dapat melakukan revitalsiasai koperasi yang meliputi pembenahan kelembagaan organisasi manajemen dan sumber daya manusia berdasarkan nilai dan prinsip koperasi. Peningkatan usaha yang mencakup aspek sumber daya manusia, produksi, teknologi, informasi, pembiayaan dan pemasaran.

“Perencanan dan pelaksanaan revitalsiasi koperasi yang dilakukan oleh gerakan koperas untuk menginvetarisasi kondisi eksisting koperasi berdasarkan analaisa SWOT, identifikasi kebutuhan dan potensi koperasi hingga pembenahan kelembagaan dan peningkatan kualitas usaha koperasi,” imbuhnya.

Pelaksanaan KKN-PPM Universitas Bung Hatta akan berlangsung dari 07 Juli hingga 13 Agustus 2014 mendatang yang akan disebar ke 51 nagari di 6 kabupaten/kota di Sumatra Barat seperti di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Padang. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 04 Mei 2014 - 10:18:47

KKN-PPM 2014 : Galang Komitmen Dengan Posdaya
KKN-PPM 2014 : Galang Komitmen Dengan Posdaya
bunghatta.ac.id - Sejak penerapan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Universitas Bung Hatta sudah mengambil program KKN Tematik dengan tema bermacam-macam sesuai dengan kondisi lokasi. Namun, pada intinya adalah pada pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Penekanan bukan pada sesuatu yang bersifat fisik, melainkan kompetensi, keberdayaan, budaya yang menyentuh dan mengubah sikap dan perilaku.

Hal tersebut diutarakan Ir. Eddy Soesilo, M.Eng saat penyampaian materi mengenai KKN Tematik Posdaya dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Bung Hatta tahun 2014 di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Minggu (04/05/2014).

Menurut Eddy, pelaksnaaan KKN Posdaya juga merupakan salah bentuk KKN. KKN Posdaya bertujuan untuk menggalang komitmen, kepedulian, dan kerjasama stakeholders baik Pemda, lembaga swasta hingga LSM dalam usaha pengentasan kemiskinan dan mengatasi ketidakberdayaan keluarga/masyarakat.

“KKN Posdaya juga untuk membantu mempersiapkan keluarga dan masyarakat agar memiliki kemampuan untuk memanfaatkan fasilitas dan dukungan yang diberikan mitra kerja pembangunan (dalam perencanaan dan pengelolaan program secara partisipatif,” jelasnya.

Terbentuknya posdaya, menurut Eddy sebagai sarana pemberdayaan keluarga/penduduk untuk pengembangan SDM dan pengentasan kemiskinan. Posdaya menjadi forum bersilaturahim dan budaya peduli. Posdaya menjadi forum pemberdayaan keluarga kurang mampu dan mengembangkan semangat gotong royong.

“Terbentuknya pengurus dengan difasilitasi oleh mahasiswa lewat pemanfaatan potensi SDM dan SDA di dusun/desa. Tersusunnya rencana program dan kegiatan yang berbasis potensi masyarakat Millenium Development Indexs, dapat dilakukan masyarakat secara mandiri, dan permasalahan yang dihadapi,” ungkapnya.

Ia mengatakan pelaksanaan KKN Posdaya yang dilakukan nantinya oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta akan difokuskan di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Padang Panjang sebagai daerah binaan Universitas Bung Hatta .

“Nantinya di tiap lokasi mahasiswa KKN harus terbentuk kelompok-kelompok Posdaya lengkap dengan susunan pengurus dan program/kegiatan yang berangkat dengan basis-basis tertentu misalnya masalah lingkungan, pendidikan seperti PAUD, wajar 12 tahun, ekonomi (usaha kecil, koperasi) , teknik, peternakan, perkebunan, dan lainya,” sebutnya.

Pelaksanaan KKN-PPM Universitas Bung Hatta akan berlangsung dari 07 Juli hingga 13 Agustus 2014 mendatang yang akan disebar ke 51 nagari di 6 kabupaten/kota di Sumatra Barat seperti di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Padang. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 04 Mei 2014 - 09:38:30

Mahassiwa KKN-PPM UBH Dilindungi Asuransi
Mahassiwa KKN-PPM UBH Dilindungi Asuransi
bunghatta.ac.id - Sebanyak 1.516 mahasiswa Universitas Bung Hatta yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) tahun 2014 akan dilindungi asuransi dan jaminan kesehatan selama pelaksanaan di lapangan.

Ketua Pengelola KKN-PPM 2014, Ir. Indra Khaidir, M.Sc mengatakan selama kegiatan berlangsung, mahasiswa didampingi dosen pembimbing lapangan dan dosen koordinator kabupaten/kota serta semua peserta akan dilindungi asuransi dan jaminan kesehatan.

“Mahasiswa KKN akan mendapatkan dua asuransi yaitu asuransi kesehatan dan kecelakaan,” ujar Indra saat pelaksanaan pembekalan KKN-PPM Univesitas Bung Hatta di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung hatta, Minggu (04/05/2014).

Menurutnya jaminan kesehatan yang diberikan berasa dari Klinik Rahmi Hatta yang telah dibayarkan setiap semesternya oleh mahasiswa sedangkan asuransi kesehatan disediakan oleh pengelola KKN-PPM tahun 2014.

“Pemberian asuransi ini mengingat mahasiswa KKN-PPM Universitas bung hatta akan didistribusikan ke 51 kenagarian di enam Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Tanah Datar. Kabupaten Agam, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Bungus Teluk Kabung Kota Padang pada pada 7 Juli sampai dengan 13 Agustus 2014 mendatang,” ucapnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 04 Mei 2014 - 08:53:59

Selama KKN–PPM, Mahasiswa UBH Akan Lakukan 3 Program Pokok
Selama KKN–PPM, Mahasiswa UBH Akan Lakukan 3 Program Pokok
bunghatta.ac.id - Seperti umumnya pada kegiatan akademik yang lain, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) juga wajib dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun secara manajerial melalui suatu bentuk laporan.

Hal ini diungkapkan Dr. Hendra Suherman, ST, MT saat memberikan materi pedoman penyusunan laporan KKN dalam kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Bung Hatta tahun 2014 di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Minggu (04/05/2014).

Hendra Suherman menyampaikan Adapun materi laporan ini meliputi kegiatan-kegiatan dari mulai perencanaan program, perkembangan pelaksanaan, sampai penilaian pelaksanaan secara keseluruhan. Pada dasarnya Laporan KKN PPM didasarkan pada lembar laporan ilmiah yaitu objektif, sistematis, akurat, praktis, dan komunikatif.

“Mahasiswa akan menjalankan tiga program selama pelaksana KKN-PPM yaitu program pokok, program pokok tambahan dan program bantu,” jelasnya.

Ia mengatakan untuk program pokok merupakan program yang sesuai dengan bidang ilmu dimana program ini harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa KKN-PPM atau program individu. Mahasiswa yang bersangkutan bertanggungjawab penuh atas program tersebut baik secara ilmiah maupun operasional.

Kemudian program pokok tambahan merupakan program di luar bidang ilmu para mahasiswa. Program yang menjadi tanggung jawab seorang mahasiswa KKN-PPM, di luar bidang ilmunya dan Program Bantu yang nondisipliner merupakan program kerja yang harus dikerjakan oleh setiap mahasiswa KKN-PPM yang bersifat hanya membantu peserta KKN-PPM lain secara operasional

Pelaksanaan KKN-PPM Universitas Bung Hatta akan berlangsung dari 03 Juli hingga 13 Agustus 2014 mendatang yang akan disebar ke 51 nagari di 6 kabupaten/kota di Sumatra Barat seperti di Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Padang.

“Diharapkan dari laporan yang dibuat oleh mahasiswa peserta KKN-PPM ini akan dapat dilihat dan dievaluasi guna pengembangan dan peningkatan pelaksanaan KKN-PPM sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tertentu,” tutupnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 03 Mei 2014 - 15:33:44

Indra Khaidir: KKN-PPM Harus Beri Nilai Tambah
Indra Khaidir: KKN-PPM Harus Beri Nilai Tambah
bunghatta.ac.id - Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) adalah salah satu program rutin perguruan tinggi sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa mempraktikkan berbagai hasil pembelajaran di kelas sambil memberi sumbangsih kepada masyarakat.

Hal itu di sampaikan Pengelola KKN-PPM UBH Ir. Indra Khaidir,MT, saat memberikan pembekalan bagi mahasiswa UBH yang akan melaksanakan KKN-PPM di Auala Balairung Caraka, Kampus I Ulak Karang, Sabtu (3/5).

Disebutkan Indra Khaidir, Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Bung Hatta disebut sebagai Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat dan harus memiliki nilai tambah kepada tiga lembaga yakni UBH, masyarakat dan pemerintah.

Secara umum, kata Indra, KKN-PPM tidak sama dengan KKN model dulu, dan tidak sama juga dengan Praktek Lapangan atau kuliah Lapangan, tetapi pelaksanaan KKN-PPM harus memiliki daya ungkit terhadap pemerintah. Tujuannya, agar berbagai masalah yang ada di masyarakat dapat dievaluasi. Dengan begitu, mahasiswa bersama-sama dengan masyarakat, bisa bisa mengembangkan ilmu dan menerapkan teknologi.
Ditambahkan Indra, pemikiran lainnya adalah KKN-PPM tidak hanya empat SKS dari kurikulum perkuliahan, tetapi pembelajaran dan pengabdian masyarakat bisa diimplementasikan sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi.

"KKN-PPM harus punya daya ungkit sehingga dapat diperoleh evaluasi dari masyarakat dan Dosen Pendamping Lapangan harus selalu dan memantau dan datang ke tempat dimana mahasiswa ditempatkan sehingga bisa menjadi konsultan, agar bisa mendukung mahasiswa," tuturnya.

UBH menjadwalkan pelaksanaan KKN-PPM pada pada 7 Juli sampai dengan 13 Agustus 2014 mendatang yang akan disebar ke 51 kenagarian di enam Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Tanah Datar. Kabupaten Agam, Padang Panjang, Kabupaten Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Bungus Teluk Kabung Kota Padang.

Selain mahasiswa, dosen pendamping lapangan dan kordinator kabupaten/kota juga mengikuti pembekalan agar lebih terkoordinir dan dapat sejalan saat pelaksanaan KKN di lapangan.(**Indrawadi-Humas).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 03 Mei 2014 - 12:55:54

Pembekalan KKN-PPM 2014: Mahasiswa Harus Berpikir Kreatif
Pembekalan KKN-PPM 2014: Mahasiswa Harus Berpikir Kreatif
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA menegaskan bahwa, kegiatan KKN-PPM merupakan mata kuliah wajib yang harus diikuti oleh mahasiswa sebagai syarat untuk menggapai predikat gelar kesarjanaan. Dalam kegiatan ini para mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan intra disiplioner ilmu yang didapat selama mengenyam pengetahuan di kampus.

Dalam pemaparan materinya “Berpikir Kreatif” pada pembekalan Kuliah Kerja Nyata sekaligus Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), Niki Lukviarman menyebutkan, pada tahapan KKN tersebut mahasiswa diharuskan melakukan interaksi langsung terhadap kehidupan sosial. Mahasiswa diharapkan siap ber¬so¬sialisasi dan membuktikan diri bahwa me¬re¬ka juga merupakan entitas dari masyarakat.

Di tambahkan Niki, persoalan yang mengemuka adalah apakah dengan kegitan KKN tersebut mahasiswa dapat mengaktualisasikan dirinya di tengah-tengah masyarakat? Se¬lain itu, apakah KKN dapat dijadikan sebagai pembuktian bahwa mahasiswa sebagai kalangan akademis juga mampu ber¬interaksi dengan baik. Kalau KKN dapat memberikan manfaat yang besar bagi ma-hasiswa maka mahasiswa harus mam¬pu memberikan makna bagi ke¬giat¬an tersebut.

Disebutkan Niki, mahasiswa dituntut berpikir kreatif dan kritis me¬nyikapi kondisi lingkungan sekitarnya. KKN bukan ajang main-main dan hiburan semata, apalagi berpikir bahwa KKN beban bagi mahasiswa. Dengan menunjukkan kepekaan dan kesantunan sosial, melakukan interaksi langsung, akan mampu memberikan solusi yang komprehensif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat, maka mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengamalkan ilmunya.

“Interaksi yang dilakukan harus menggunakan pendekatan yang mudah dipahami masyarakat dan benar-benar menyatu dengan kehidupan warga. Maka dari itu, dibutuhkan kreativitas dalam menggunakan ide-ide menarik untuk dapat menuangkan isi dari program-program yang telah dirancang”, jelas Niki.

Dijelaskan Niki bahwa, stigma KKN hanya merepotkan warga, harus dihilangkan oleh mahasiswa itu sendiri. KKN merupakan kesempatan baik untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam interaksi sosial dan membantu permasalahan yang dihadapi masyarakat.(**Indrawadi-humas).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 03 Mei 2014 - 11:41:39

Peserta KKN-PPM UBH, Dibekali Materi Mitigasi Bencana
Peserta KKN-PPM UBH, Dibekali Materi Mitigasi Bencana
bunghatta.ac.id - Sebanyak 1.516 Mahasiswa Universitas Bung Hatta pada bulan Juli depan akan melaksanakan mengikuti Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM), juga dibekali dengan materi tentang mitigasi bencana di Aula Balairung Caraka Kampus I UBH, Sabtu, (3/5).

Peserta KKN-PPM tersebut nantinya akan diturunkan ke ke 51 kenagarian di enam Kabupaten/Kota, yakni Kabupaten Tanah Datar sebanyak 327 mahasiswa pada 11 nagari seperti nagari Pangian, Taluak, Lubuk Jantan, Supayang, Tabek Patah, Talang Tangah, Tanjung Alam, Pagaruyung, Singgalang dan Atar. Untuk Kabupaten Agam sebanyak 294 mahasiswa pada 10 nagari seperti di nagari Tiku Limo Jorong, Tiku Selatan, Tiku utara,Panta Pauh, Matua Hilir, Parik Panjang, Matua Panjang, Geragah, Kampung Tangah, Lubuk Basung.
Menurut pengelola KKN-PPM UBH, Ir. Indra Khaidir, MSc, materi tentang mitigasi kebencanaan itu perlu diberikan karena wilayah Sumatera Barat termasuk daerah yang rawan bencana, terutama bencana gempa.

“Fenomena alam yang terjadi sungguh tak dapat diterka dan sering di luar logika kita. Ini dapat dilihat dalam peristiwa tsunami di Aceh, Mentawai, dan bencana lainnya” imbuh Indra.

Ir. H. Farni,MT yang memberikan materi mitigasi bencana, memaparkan bahwa, bencana alam seharusnya menjadi pembelajaran sekaligus guru yang berharga bagi kita maupun pemerintah, Untuk itu, upaya meminimalisasi korban sangat penting dibutuhkan. Langkah antisipasi perlu disiapkan dari jauh-jauh hari sehingga pada saat bencana alam terjadi, masyarakat siap menyelamatkan diri.

Menurutnya lagi, yang bisa diterapkan adalah pendidikan mitigasi bencana terpadu, yaitu konsep yang merujuk pada satu tindakan mengurangi dampak suatu mengantisipasi, mendidik atau melatih dan menginformasikan adalah kunci untuk mengurangi efek mematikan dari bencana alam.

“Kita berharap, mahasiswa-mahasiswa ini lah yang akan menjadai agen dan pelaku dalam pendidikan mitigasi bencana kepada masyarakat, mereka kita harapkan yang paling depan bagaimana memandu dan menenangkan masyarakat, jika bencana itu datang”, tambah Indra Farni mengakhiri.(**Indrawadi-humas).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2015 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.167.182.81