Fakultas
Prof. Dr. Yusra, M.S, Dekan FPIK Universitas Bung Hatta Bahas Pengelolaan Hasil Mangrove Sumatera Barat
Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Yusra, M.S menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Peningkatan Tata Kelola Kelembagaan dan Kolaborasi Multipihak dalam Pengelolaan Mangrove di Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan di ZHM Premiere Hotel pada 11 Mei 2026.
Dalam workshop tersebut, Prof. Yusra menyampaikan presentasi bertema Pemanfaatan HHBK (Hasil Hutan Bukan Kayu) Mangrove yang membahas berbagai potensi pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkelanjutan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengembangan ekonomi lokal.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Eni Kamal dari Pusat Studi Mangrove Universitas Bung Hatta yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah Provinsi Sumatera Barat.
Prof. Yusra menjelaskan berbagai materi penting terkait ekosistem mangrove, mulai dari pengertian mangrove, pentingnya ekosistem mangrove bagi lingkungan pesisir, hingga berbagai jenis HHBK mangrove yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
"Konsep eco-preneurship berbasis mangrove yang mendorong lahirnya usaha kreatif dan ramah lingkungan melalui pengolahan produk turunan mangrove, seperti pangan olahan, pewarna alami, produk kesehatan, serta produk ekonomi kreatif lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir," sebutnya Prof. Yusra yang selalu mendampingi masyarakat melalui berbagai aktivitas eco-preneurship di wilayah pesisir.
Menurutnya Prof. Yusra, pemanfaatan mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekosistem pesisir, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi kreatif bagi masyarakat apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
"Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui pelestarian ekosistem mangrove sebagai penyerap karbon serta SDG 14 Ekosistem Lautan melalui perlindungan wilayah pesisir dan habitat biota laut," sebutnya.
Selain itu, pemaparan turut membahas potensi ekonomi dan kesehatan dari produk-produk turunan mangrove, teknologi pengolahan HHBK mangrove, hingga strategi pengembangan UMKM berbasis sumber daya mangrove.
Prof. Yusra menegaskan FPIK Universitas Bung Hatta terus berkomitmen menjadi perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan kawasan pesisir dan mangrove melalui kolaborasi multipihak, riset terapan, inovasi teknologi pengolahan HHBK, serta pemberdayaan masyarakat dan UMKM berbasis lingkungan.
"Peran FPIK Universitas Bung Hatta juga dinilai strategis dalam mendukung edukasi dan literasi lingkungan berbasis mangrove. Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan sekolah dan komunitas pesisir, FPIK Universitas Bung Hatta turut memperkuat kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian mangrove," tambahnya.