Lewati ke konten utama
Dosen PJKR Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Latihan Keterampilan Jurus Tunggal Atlet Pencak Silat Fakultas
Kamis, 08 Oktober 2026
Ubay

Bagikan:

Dosen PJKR Universitas Bung Hatta Kembangkan Model Latihan Keterampilan Jurus Tunggal Atlet Pencak Silat

Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta mengembangkan dan memvalidasi model latihan untuk meningkatkan keterampilan Jurus Tunggal atlet pencak silat di SMAN 1 Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pengembangan ini menjadi bagian dari kegiatan penelitian yang berjudul Pengembangan dan Validasi Model Latihan PERE-SPHL untuk Meningkatkan Keterampilan Jurus Tunggal pada Atlet Pencak Silat SMAN 1 Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan.

Tim peneliti diketuai oleh Dr. Ali Mardius, M.Pd., dengan anggota Alfiqroam Kumar, S.Pd., M.Pd., Dr. Enjoni, M.P., dan Ashabul Khairi, S.Kom., M.Kom. Pengembangan model dilakukan melalui sejumlah tahapan penelitian, mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan model, validasi oleh ahli dan praktisi, hingga pengujian penerapan model kepada atlet.

Ketua tim peneliti, Dr. Ali Mardius, M.Pd., mengatakan dalam prosesnya, tim peneliti mengidentifikasi karakteristik dan kebutuhan latihan atlet, terutama berbagai komponen keterampilan yang dibutuhkan dalam penampilan Jurus Tunggal.

"Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penyusunan model latihan PERE-SPHL agar dapat diterapkan secara lebih terarah dan mampu mengintegrasikan berbagai aspek keterampilan yang diperlukan atlet," ungkapnya.

Ia menyebutkan nomor Jurus Tunggal dalam pencak silat menuntut penguasaan teknik, ketepatan dan kualitas gerakan, koordinasi, keseimbangan, kekuatan, kelentukan, serta kemampuan menampilkan rangkaian gerakan secara sistematis.

"Kompleksitas tersebut membutuhkan metode latihan yang tidak hanya berorientasi pada pengulangan gerakan, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai komponen keterampilan secara terpadu," imbuhnya.

Dr. Ali Mardius, M.Pd., mengatakan bahwa pengembangan model latihan berbasis penelitian diharapkan dapat memperkuat praktik kepelatihan olahraga di tingkat sekolah. Diharapkan dapat menghasilkan model latihan yang tidak hanya memiliki dasar akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara praktis oleh pelatih dan memberikan manfaat bagi peningkatan keterampilan atlet pencak silat.

"Hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi salah satu referensi bagi pelatih, guru pendidikan jasmani, atlet, maupun peneliti dalam mengembangkan metode latihan pencak silat, khususnya pada nomor Jurus Tunggal. Model yang dihasilkan juga diharapkan dapat memberikan alternatif dalam penyusunan program latihan yang lebih efektif dan sesuai dengan karakteristik atlet usia sekolah.

Pengembangan model latihan PERE-SPHL juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan aktivitas dan pembinaan olahraga dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan.