Lewati ke konten utama
Dosen Manajemen Universitas Bung Hatta Teliti Workplace Deviance Behavior di Lingkungan Kerja Dosen Fakultas
Senin, 02 November 2026
Ubay

Bagikan:

Dosen Manajemen Universitas Bung Hatta Teliti Workplace Deviance Behavior di Lingkungan Kerja Dosen

Dosen Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bung Hatta melaksanakan penelitian mengenai Workplace Deviance Behavior atau perilaku menyimpang di lingkungan kerja dosen perguruan tinggi melalui pendekatan kepemimpinan spiritual, kepemimpinan etis, dan psikologi positif. Penelitian ini mengangkat judul Workplace Deviance Behavior pada Dosen Perguruan Tinggi: Model Terintegrasi Pendekatan Spiritual dan Psikologi Positif.

Penelitian ini diketuai oleh Elfitra Azliyanti, S.E., M.Sc., dengan anggota tim dosen Reni Yuliviona, S.E., M.M., Ph.D. dan Tyara Dwi Putri, S.E., M.Sc. Kegiatan penelitian juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Manajemen, yaitu Diva Anggia Putri dan Suci Virgiola Selvi, sebagai bagian dari penguatan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan dalam membentuk pengalaman, sikap, dan perilaku dosen di lingkungan perguruan tinggi. Kepemimpinan spiritual dan kepemimpinan etis dinilai memiliki keterkaitan dengan terciptanya lingkungan kerja yang positif, bermakna, dan berlandaskan nilai-nilai moral. Namun, hubungan antara kedua pendekatan kepemimpinan tersebut, spiritualitas di tempat kerja, dan perilaku menyimpang dalam lingkungan kerja masih perlu dikaji lebih mendalam.

Ketua tim peneliti, Elfitra Azliyanti, S.E., M.Sc., menjelaskan penelitian ini penting untuk memahami bagaimana kepemimpinan dan nilai-nilai spiritual berperan dalam membentuk perilaku dosen di lingkungan perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi tidak hanya membutuhkan dosen yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga lingkungan kerja yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika, integritas, dan profesionalisme. Melalui penelitian ini, kami ingin mengkaji bagaimana kepemimpinan spiritual, kepemimpinan etis, dan spiritualitas di tempat kerja berkaitan dengan perilaku dosen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan spiritual memiliki hubungan positif dan signifikan dengan spiritualitas di tempat kerja. Temuan ini menjadi masukan penting bagi perguruan tinggi untuk terus membangun lingkungan kerja yang bermakna, suportif, dan berlandaskan nilai-nilai positif,” ungkapnya.

Untuk memperoleh gambaran empiris, penelitian dilakukan terhadap dosen Universitas Bung Hatta pada periode Juni hingga Agustus 2026. Pengumpulan data menggunakan metode proportionate stratified random sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling* (PLS-SEM).

Temuan dari hasil risetnya memberikan gambaran bahwa penguatan kepemimpinan spiritual dapat berkontribusi terhadap pembentukan lingkungan kerja yang lebih bermakna bagi dosen. Namun, upaya mengurangi perilaku menyimpang di lingkungan perguruan tinggi memerlukan kajian dan pendekatan yang lebih komprehensif.

Elfitra Azliyanti menambahkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengelola perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia, khususnya dalam membangun budaya akademik yang sehat, meningkatkan kualitas kepemimpinan, serta memperkuat integritas dan profesionalisme dosen.

Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini menjadi bagian penting dari penguatan budaya riset di lingkungan Universitas Bung Hatta. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses pengumpulan dan pengolahan data, tetapi juga berkesempatan memahami penerapan teori manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi dalam konteks nyata perguruan tinggi.

Penelitian ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui Pengembangan ilmu manajemen, khususnya bidang perilaku organisasi dan manajemen sumber daya manusia.