Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

UBH Akan Dirikan Fakultas Kedokteran

Universitas Bung Hatta (UBH) berencana men­dirikan Fakultas Kedokteran (FK) dalam rangka pengem­bangan universitas. Rencana itu bukan sekedar wacana lagi, namun sudah mencapai titik serius. Rektor UBH, Prof. Dr. Niki Luk­viar­man, SE, Akt, MBA melalui Kepala Badan Perencanaan Pengem­bangan d....

Ujian Akhir Semester Ganjil 2014/2015

Selamat melaksanakan Ujian AKhir Semester Ganjil 2014/2015 yang berlangsung dari 22 Desember 2014 hingga 9 Januari 2015. Informasi mengenai kalender akademik dapat dilihat <a href='http://bunghatta.ac.id/kalender.html'>disini</a> (**Ubay-Humas UBH)....

Sosialisasi Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Bersama BNSP

Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta mengadakan pertemuan dalam kegiatan “Pemantapkan Manajemen TUK Dalam Rangka Menyongsong MEA 2015 dan Sosialisasi Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 1 bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)....

Workshop Penulisan Proposal Penelitian LPPM UBH

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta melaksanakan Workshop Penulisan Proposal Penelitian Tahun 2015 yang bertempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (19/12/2014). Direktur LPPM Universitas Bung Hatta, D....

Tim Bridge UBH Juarai Kejuaraan Nasional

Tim Bridge Universitas Bung Hatta yang diwakili oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini berhasil memperoleh 4 kemenangan dalam Kejuaraan Nasional Bridge Mahasiswa XVI yang diselenggarakan PB GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) di Asrama Haji....

Musisi Jepang Akan Tampil di UBH

Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Asia Timur Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta akan menghadirkan penampilan akustik duet musisi asal Jepang yaitu KURI (Katsu dan Miho) yang akan berlangsung di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 5 Januari 2015 mendatang. ....

Selasa 03 Desember 2013 - 14:22:43

Ka. BNPB Syamsul Maarif: Penanggulangan Bencana Perlu Utamakan Kearifan Lokal
Ka. BNPB Syamsul Maarif: Penanggulangan Bencana Perlu Utamakan Kearifan Lokal
bunghatta.ac.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan, dalam bencana ada kebijakan publik yang perlu diperhatikan. Syamsul Maarif menyebutnya sebagai sisi kearifan lokal.

Hal itu disampaikan Syamsul saat memberikan kuliah bagi mahasiswa Pascarsarjana Management Resiko Bencana Universitas Bung Hatta dengan materi “Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas di Indonesia”, Kampus I UBH Ulak Karang, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan, kearifan lokal yang dimaksud adalah pendekatan kepada pimpinan tertinggi dalam kelompok sosial. Ia memberikan contoh seperti halnya kearifan lokal “smoong” di Simeleu Aceh.

Ditambahkannya, kearifan-kearifan lokal di setiap daerah sebenarnya mempunyai pesan-pesan tersendiri terhadap kebencanaan.

“Di Sumatera Barat, ada banyak kesenian dan budaya masyarakat Minang yang menyampaikan pesan-pesan tentang kebencanaan, seprti kesenian randai, rabab pasisia maupun petatah petitih dan pantun-pantun orang Minang”, ujarnya.

Disebutkan Syamsul, untuk melakukan perubahan paradigma tentang kerentanan bencana, tidak lah sulit jika pimpinan tertinggi dari suatu kelompok masyarakat tersebut yang dipengaruhi sehingga warga dan orang di sekitarnya pasti akan berubah dan masyarakat akan mengikuti dan patuh apa yang disampaikan pimpinan tersebut.

Kegiatan kuliah bersama Ka.BNPB tersebut di ikuti oleh semua mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Universitas Bung Hatta, tidak ketinggalan Walikota Padang Drs. Fauzi Bahar,MSi serta Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,AKt,MBA pun ikut membaur bersama mahasiswa mengikuti materi kuliah yang diberikan secara sistimatis, santai dan lebih banyak berdiskusi. Dr. Syamsul Maarif sendiri adalah salah satu Dosen di Program Pascasarjana Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Universitas Bung Hatta, sejak di luncurkan beberapa waktu yang lalu.**Indrawadi-Humas.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 01 Desember 2013 - 15:21:58

Budi Isman: Jadi Pengusaha sukses? Mulailah Bermimpi Besar
Budi Isman: Jadi Pengusaha sukses? Mulailah Bermimpi Besar
bunghatta.ac.id - Pertanyaan sederhana mengapa kita tertarik menjadi entrepreneur? Jawabanya mudah saja, ingin memiliki uang banyak, kebebasan, menjadi bos sendiri, passion, menciptakan lapangan kerja, karena hobi hingga ingin membantu orang tua.

Demikian dikatakan Budi Satria Isman, CEO International Busnisse Coach, Sosial Preneur saat memberikan materi Seminar Wirausaha Nasional dengan tema “Dream Big Start Small” yang diadakan oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (29/11/2013).

Budi membahas cara cerdas membangun bisnis dengan memulai bermimpi besar karena di antara kita semua memulainya dengan mimpi tapi dimulai dengan hal-hal yang kecil. "Sayangnya untuk memulai usaha itu banyak orang yang takut," ungkapnya.

Ia mengatakan resiko tinggi, gagal, tidak punya modal, tidak tahu caranya, tidak punya bakat, tidak punya produk dan apakah ketika melakukan usaha itu harus jualan. Itu semua bisa menjadi hambatan ketika ingin memulai usaha.

"Padahal dari setiap masalah yang dihadapi manusia adalah peluang sebuah usaha karena setiap manusia ingin solusi dari permasalahannya. Misalnya ketika haus kita akan membeli air minum merek tertentu," ujarnya.

Smatrpreneur Businees telah melakukan pemetaan dalam berbisnis dengan membuat konsep playing field, market landscape dan operational profitability.

Dikatakan Budi, jangan hanya berbisnis di sektor mikro saja tapi kita harus bisa lebih tinggi minimal jadi usaha kecil atau menengah. Belajar bersama dan cari pelatih bisnis untuk mengembangkan dan bila ingin berwirausaha yang jelas lakukan dan latih keterampilan kita.

"Sekitar 85 persen kegagalan usaha itu di tahun pertama kemudian 50 persen pada tahun kelima dan 35 persen pada tahun kesepuluh," ucapnya dihadapan 100 lebih mahasiswa ini

Ia berpesan kesabaran dan pantang menyerah merupakan kuncinya, tentunya kita harus konsisten dan disiplin walaupun lambat asal terus bergerak usahanya tapi bila kita berhenti pastiakan gagal.

"Bangun jaringan usaha dan pertemanan kita dengan siapapun. Orang sukses percaya walaupun belum ada bukti, selalu positif dan percaya diri. Learn success share, yes we can,” tambahnya.(**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 01 Desember 2013 - 15:06:53

BEMM UBH Gelar Seminar Wirausaha Dream Big Start Small
BEMM UBH Gelar Seminar Wirausaha Dream Big Start Small
bunghatta.ac.id - Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Seminar Wirausaha Nasional dengan tema “Dream Big Start Small” bersama Budi Satria Isman yang dilaksnakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (29/11/2013).

Budi Satria Isman merupakan CEO International Busnisse Coach, Sosial Preneur membahas bagaimana memulai peluang usaha itu.

Wido Aries Tyo Prabowo Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan seminar wirausaha ini kita gelar guna menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan yang ada dalam diri mahasiswa. Tak hanya untuk mahasiswa juga tapi untuk seluruh masyarakat di Universitas Bung Hatta.

“Untuk melakukan usaha itu memang tidaklah mudah membutuhkan proses maka kita bisa mulainya dengan hal-hal yang kecil dulu. Diharapkan para mahasiswa yang mengikuti seminar ini bisa mendapatkan ilmu mengenai kewirausahaan dan merubah mindset mengenai dunia usaha,” ujar mahasiwa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Fashly Eka Putra menyampaikan melakukan wirausaha itu bukan menjual sesuatu yang kecil-kecil saja tapi dari hal yang kecil ini bisa menjadi besar. Tantangan terbesar ketika ingin memulai berwirausaha itu skills dan menghilangkan rasa malu dan gengsi.

“Rasa malu dan gengsi itu menjadi dinding penghalang yang besar ketika mau memulai usaha tapi bila semua itu telah bisa kita lewati maka bisa mengembangkan usaha kita,” ungakapnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Bung Hatta menyampaikan pemateri kita ini memiliki hubungan dekat dengan kampus kita ini, sebab ia merupakan anak dari salah satu pendiri kampus swasta yang masih terbaik se-Sumatra Bagian Tengah ini.

“Mindset di masyarakat sekarang sulit untuk diubah, masih memegang konsep me too dalam berjualannya. Ketika orang jual teh poci yang lain ikut pula jualan teh poci begitu juga ketika ingin berjualan es tebu sekarang sudah ada dimana-mana,” ujar Niki.

Dikatakan Niki, penelitian menunjukan kelemahan dari orang Padang itu kerjasama rendah biasa kerja sendiri, kemampuan berkomunikasi yang kurang baik, tidak percaya diri dan emosional yang tidak terkontrol. Terpenting itu bila ingin memulai usaha itu memiliki skills dan kemapuan berkomunikasi yang baik.

“Sayang bila tidak dimanfaatkan kesempatan seminar ini untuk bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari pemateri kita ini. Kuncinya dalam berwirausaha itu memilki nyali dan berani mengambil keputusan,” pesan dia.(**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 29 November 2013 - 11:02:19

LKMM-TD FTI: Bangkitkan Pemimpin Demokratis, Kreatif dan Inovatif
LKMM-TD FTI: Bangkitkan Pemimpin Demokratis, Kreatif dan Inovatif
bunghatta.ac.id - Membangkitkan pemimpin yang demokratis, kreatif dan inovatif tidaklah mudah memerlukan proses dan latihan-latihan khusus. Untuk itu, Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universita Bung Hatta mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar yang dilaksanakan di Gebung B Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 29 November-01 Desember 2013.

Menurut Arifatul Chair Ketua Pelaksana kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengingkatkan pemahaman dan pengetahuan para mahasiswa mengenai kepemimpinan. Kegiatan ini juga dapat menjawab apa itu pemimpin, bagaimana menjadi pemimpin dan kenapa saya harus menjadi pemimpin.

“Tentunya dengan pelatihan kepemimpinan ini bisa menjawab kondisi dan pertanyaan di antara para mahasiswa mengenai cara berorganisasi dan kepemimpinan. Semoga para peserta dapat mengikuti acara dengan serius hingga selesai dan dapat mengambil ilmu serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini.

Gubernur BEMM FTI Doni Irfan mengatakan pelatihan kepemimpinana ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan BEMM FTI untuk daapt menciptkaan calon pemimpin yang dapat memimpin negeri ini kedepannya. “Pelatihan ini penting sekali diikuti oleh mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa pemimpin dan berkarakter seperti Bung Hatta yang jujur, disiplin, santun dan sederhana meskipun kita itu memimpin diri sendiri,” ungkap Doni.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Fashly Eka Putra menjelaskan pelatihan kepemimpinan ini sebagai upaya untuk regenerasi kelembagaan mahasiswa dalam menciptakan pemimpin yang berkualitas dan mirinsnya dari lebih 10 ribu mahasiswa Universitas Bung Hatta bisa dibilang hanya 5 persen saja yang mau iktu berorgansiasi baik tingkat jurusan, fakutas, universtias hingga unit kegiatan mahasiwa.

“Bangkitkan dulu kelembagan di jurusan dan fakutlas kemudian bila kita memiliki kemampuan yang sudah cukup baru terjun di tingkat universitas. Berkecimpung di organisasi itu tidak akan menghambat perkuliahan dan nilai akademik malah membantu terutama dalam berkomunikasi, cara analaissi dan berfikir akan berbeda dengan teman yang tidak ikut beroganaisasi,”tegasnya.

Ir. Drs.Mulyanef, M.Sc Dekan FTI Universitas Bung Hatta yang membuka acara ini menyampaikan rugilah bila para mahasiswa tidak belajar ilmu organisasi. Kita yakin setelah kulus kuliah nantinya kita tidak hanya menengandalkan ilmu yang disamapaikan dosen saat di bangku kuliah tapi kemampuan berorgansisasi dan memimpin itu penting.

“Keuntungan jadi ketua bisa mengorganisir organiasi, dari latihan kepemimpinan kita belajar itu dan bergabung dalam suatu oragansiasi itu aplikasinya. Selain pelatihan kepemimpinan kita juga akan diajarkan bagaimana membuat proposal. Bila ingin buat kegiatan tentu akan membuat proposal, ucapnya.

Ia menambahkan untuk kegiatan mahasiswa yang bisa membantu pendanaan salah satunya dengan membuat proposal PKM dari Dikit. Universitas Bung Hatta telah memfasilitasi mahasiswa untuk pembuatan proposal PKM. Bila dari perusahaan ada juga program CSR yang disisihkan sebagian keuntungan perusahaan tersebut.

“Hanya bermodal proposal kita dapat meminta dana untuk melakukan kegiatan. Saya mengkritik kepada kelembagaan mahasiswa perlu penyempurnaan dalam pembuatan proposalnya agar lebih menarik lagi mesksipun untuk permintaan dana dari kampus apalagi bila meminta sponsor diluar kampus,” jelasnya.

“Pemimpin itu tidak hanya memiliki jiwa demokratis, kreatif dan inovatif tapi kita juga harus menjadi pemimpin yang jujur sesuai dengan karakter Bung Hatta,” tambahnya.

Sebanyak 60 peserta akan mendapatkan materi dalam pelatihan ini berupa membedah karakter mengenal diri sendiri, keperibadiana dan kepercayaan diri, perumusan gagasan awal, teknik pengendalian motivasi, asministrasi dan kesekretariaan, manajemen kepemimpinan dan organisasi, perencanaan penyusunan dan pelaksanana program kerja, retorika berupa teknik berpidato, teknik persidangan hingga manajemn aksi.

Pematerinya berasal dari alumni dan dosen FTI Universitas Bung Hatta yang pernah menjadi aktivis saat menjadi mahasiswa bahkan saat berkarir di organisasi profesinya seperti Aidil Ikhsan ST, MT, Ir. Imam Satria, MT, Ir. M .Nursyaiti Yulius M.Tech, Mgt, Yusrizal Bakar ST, MT, Ir. Ija Darmana MT, Ir. Suryadimal, MT, Beni Fitra, ST, Reza Pahlevi Djuanini, ST dan Zulkifli. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 28 November 2013 - 14:21:37

Direktur Keuangan Pertamina Retail Mengajar Mahasiswa UBH
Direktur Keuangan Pertamina Retail Mengajar Mahasiswa UBH
bunghatta.ac.id - Pertamina Mengajar, kegiatan terbaru PT. Pertamina (Persero) dalam rangka mengedukasi mahasiswa sekaligus untuk menyambut hari ulang tahun perusahaan energi terbesar di Indonesia yang ke-56 pada 10 Desember 2013 mendatang dengan melibatkan jajaran Direksi dan Manajemen PT. Pertamina beserta seluruh jajaran Direksi Anak Perusahaan PT. Pertamina akan melakukan kegiatan mengajar kepada beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Universitas Bung Hatta mendapat kesempatan menjadi tempat mengajarnya Direktur Keuangan PT. Pertamina Retail, Tenny Rusdi, SE, Akt, MM. Kegiatan mengajar ini bertemakan “Ayo Indonesia Mendunia” yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (28/11/2013).

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Drs. Suparman Khan, M.Hum menyampaikan kita sangat senang dengan kedatangan petinggi-petinggi PT.Pertamina ke Kampus Proklamator ini. PT.Pertamina selain mengurusi minyak juga peduli dengan anak muda sebagai generasi penerus bangsa dengan melakukan kegiatan kuliah umum untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa.

“Kita bangga dengan Pertamina, banyak perubahan dan kemajuan yang telah dilakukan oleh perusahaan terkaya di Indonesia ini. Banggsa kita patut bangga dengan Pertamia karena secara tidak langsung telah menduniakan Indonesia. Tak hanya itu para mahasiswa juga bisa memperhatikan dengan cermat serta dapat mengambil ilmu dari penyampaian pemateri dari Direktur Keuangan PT. Pertamina Retail ini,” ujar Suparman.

Tenny Rusdi mengatakan kuliah umum yang diberikan ini Memberikan edukasi (pengetahuan) kepada para peserta mengenai Pertamina dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada para peserta untuk terus berprestasi. Kita telah tahu banayak tokoh minangkabau yang berprestasi pada zaman dulu seperti Bung Hatta, H Agus Salim dan tokoh lainnya yang telah berkontribusi untuk negara ini.

“Pertamina dengan menurunkan para petinggi-petingginya, untuk mengajak generasi muda Indonesia terutama Minangkabau dapat mengangkat kembali marwah Sumatra Barat dengan melahirkan tokoh-tokoh baru di tingkat nasional dan kita juga tahu dulunya Sumatra Barat sebagai pengekspor guru untuk mengajar di negara tetangga,” ungkap Tenny berasal juga dari Minangkabau ini.

Ia memulai perkuliahannya dengan siklus 7 abad Indonesia, Indonesia saat ini, Indonesia menuju negara besar 2030, sekilas Pertamina, transformasi Pertamina, aspirasi bisnis Pertamina, tanggung jawab sosial dan prestasi Pertamina,

“Ada beberapa paradok tentang negara kita saati ini seperti kita kaya tapi miskin, kekayaan SDA melimpah, tapi miskin penghasilan. Kita besar tapi kerdil, amat besar wilayah dan penduduknya, tapi kerdil dalam produktivitas dan daya saing. Kita kuat tapi lemah, kuat dalam anarkisme, lemah dalam tantangan global dan kita indah tapi buruk, indah dalam potensi dan prospeknya, namun buruk dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Tenny menjelaskan, Indonesia merupakan negara no. 4 dengan penduduk terbanyak dan sumber daya manusia itu merupakan aset teramat penting akan tetapi kualitasnya masih kalah saing dengan negara-negara lainnya. Bahkan menurut McKinsey tahun 2012 Indonesia diperkirakan akan menjadi negara besar ketujuh dunia pada tahun 2030.

“Program CSR terintegrasi dengan tema Pertamina Sobat Bumi berupa empat bidang yaitu bidang Pendidikan Bright With Pertamina Beasiswa Sobat Bumi, Pertamina Soccer School, Sekolah Sobat Bumi, Olimpiade Sains Nasional Pertamina dan Peningkatan Kualitas Pendidikan, bidang kesehatan Pertamina SEHATI, Desa Binaan Green Vilage dan Pembinaan Kewirausahaan Eco-preneurship,” jelasnya.

“Sebagai generasi muda tentunya kita harus bisa menunjukan siapa diri kita dengan prestasi-prestasi dan miliki karakater ke-Indonesia-an,” tambahnya.

Kuliah Umum ini diikuti oleh lebih 270 peserta yang berasal dari tujuh fakultas dan kelembagaan mahasiswa se-lingkungan Universitas Bung Hatta. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 27 November 2013 - 15:39:35

BNN Sumbar dan UBH Sosialisasikan Pentingnya Pencegahan dan Bahaya Narkoba
BNN Sumbar dan UBH Sosialisasikan Pentingnya Pencegahan dan Bahaya Narkoba
bunghatta.ac.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatra Barat mengadakan Advokasi dan Sosialisai Pencegahaan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pengedaran Gelap Narkoba (P4GN) bagi aktivis mahasiswa Universitas Bung Hatta yang dibuka langsung oleh Kepala BNN Provinsi Sumbar bertempat di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (27/11/2013).

Drs. Suparman Khan, M.Hum Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta mengatakan kita berterimakasih kepada BNN yang sudah rutin dan konsisten mengadakan penyuluhan narkoba di Kampus Universitas Bung Hatta. Narkoba memang menjadi masalah kita bersama terutama masalah ini banyak dihadapi generasi muda saat ini.

“Universitas Bung Hatta berencana menuju kampus yang bebas narkoba karena kampus merupakan tempat belajar dan menempa ilmu maka kampus perlu bertanggungjawab untuk melakukan pencegaahnya. Mungkin bila ada segelintir mahasiswa kita yang terlibat memakai narkoba kita akan lakukan proses-proses pencegaahan secara dini,” ungkapnya.

Menurutnya kegiatan ini sangat penting diikuti para mahasiswa karena sebagai generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus dan pelanjut bangsa ini. sebagai generasi muda kita juga bisa memberikan saran dan solusi yang cerdas terkait maslah narkoba ini.

“Kita berharap para mahasiswa bisa menjauhkan diri dan tidak mau mencoba menggunakan narkoba dan marilah kita mengisi semua akitvitas yang berguna sehingga kita dapat berkarya dan berprestasi,” tambahnya.

Penyuluhan P4GN yang dimoderatori Raymond SE, MM ini menghadirkan dua pembicara yaitu Konbes Arnowo, SH, M.Si Kepala BNN Provinsi Sumbar yang membahas kebijakan BNN di wilayah Sumbar dan Ir. Eddy Soesilo, M.Eng Anggota BNN Provinsi Sumbar yang juga dosen Universitas Bung Hatta yang menjelaskan mengenai jenis dan bahaya pengunaan narkoba.

Arnowo mengatakan narkoba itu masalah kita bersama jadi secara bersama-sama juga kita harus mencegahnya jangan berpangku tangan saja kepada pemerintah. BNN memiliki tugas untuk melakukan pencegahaan pemberantasan penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba dan memiliki wewenang untuk melakukan penyelidikan yang kedudukannya di bawah serta bertanggungjawab langsung kepada presiden.

“Pemuda sebagai generasi penerus bangsa menjadi sasaran dari pengunaan narkoba. Apalagi saat ini Indonesia memiliki permasalahan yang mendasar seperti tingginya angka kemiskinan, banyak pengangguran, kesenjangan sosial dan ekonomi hingga lemahnya penegakan hukum,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakannya, kondisi seperti ini terus dimanfaatkan oleh elemen masyarakat tertentu untuk mencari keuntungan. Salah satunya dengan narkoba yang sudah menjadi bisnis yang menggiurkan di dunia dan keberadaanya sulit dilacak seperti berada di bawah permukaan gunung es.

“Peredaran narkoba disumbar cukup mengancam sebab daerah kita dijadikan tempat transit, namun juga sudah berkembang menjadi wilayah produsen beberapa tahun lalu ditemukan ladang ganja di Kabupaten Solok Selatan, Solok Pesisir Selatan dan 50 kota. Hampir setengah dari penghuni lapas terkait kasus narkoba dan sebanyak 90% penghuni lapas narkoba merupakan pencandu dan sisanya 10% pengedar dan produsen,” ujarnya.

Penangan hukum pecandu narkoba dapat dilakukan rehabilitasi melalui wajib lapor, proses hukum dan vonis hakim sesuai UU No 35 Tahun 20009 tentang Narkotika. Sumbar memiliki Institusi Penerima wajib Lapor (IPWL) yaitu RSUP M Jamil Padang, RSJ HB Saanin Padang, RSUD Dr Ah mad Muchtar Bukittinggi, Puskesmas Sebrang Padang, Puskesmas Andalas Padang, Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi dan Puskesmas Guguk Panjang Bukittinggi.

“Pecandu narkoba itu sudah kehilangan massa lalunya dan massa-massa dia sekarang maka kita harus bantu agar dia tidak kehilangan massa depannya. Untuk itu, bila ada keluarga atau orang-orang di sekitar kita yang menggunakan narkoba silahkan laporkan ke BNN Provinsi Sumbar dan dengan sosialiasi ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas narkoba,” ujarnya. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 27 November 2013 - 07:21:30

Suparman Marzuki, Ketua Komisi Yudisial RI: Kurikulum Pendidikan Hukum Harus Berbasis Kemahairan
Suparman Marzuki, Ketua Komisi Yudisial RI: Kurikulum Pendidikan Hukum Harus Berbasis Kemahairan
bunghatta.ac.id - Keberadaan Fakultas Hukum di Indonesia seakan menjauhkan diri dari peranannya terutama dalam kasus penegakan hukum yang terjadi, seharusnya Fakultas Hukum yang lebih banyak bersuara dan berteriak, namun lebih banyak berdiam diri dan memilih sebagai penonton.

Hal tersebut dikatakan Dr. Suparman Marzuki, SH, M.Si, Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Lokakarya Re-Orientasi Arah Pendidikan Hukum di Indonesia yang bertempat di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bnug Hatta, Selasa (26/11/2013).

Suparman Marzuki mengungkapkan jumlah program studi hukum terus meningkat akan tetapi lulusan dari pendidikan hukum tersebut tidaklah betul-betul memiliki kemahiran hukum dan yuridis. Penyebabnya terletak pada ketidaksiapan kurikulum pendidikan hukum yang menekankan matakuliah kemahiran. Selama ini terpaku pada materi secara teoritis berbasis isi yang hanya mementingkan IPK sebagai salah satu pencapaian lulusanya.

“Seharusnya kurikulum pendidikan hukum di Indonesia itu berorientasi pada kemahiran atau soft skiils para mahasiswanya. Penelitian menyebutkan 80% dari kemampuan soft skills kita yang kita gunakan untuk meraih sukses itu,” ujar Suparman yang juga dosen Universitas Islam Indonesia ini.

Ia menambahkan nantinya dengan adanya forum dekan fakultas hukum ini bisa meramu suatu kebijakan masalah-masalah hukum sebab dalam perkumpulan ini lebih objektif tidak ada kepentingan siapapun didalamnya. Kasus hukum yang terjadi di Mahkamah Konstitusi membuktikan perlunya ada perubahan-perubahan dalam proses pemilihan hakim yang benar-benar berintegritas.

“Lebih dari 100 perguruan tinggi di Indonesia telah melakukan kerjasama dengan Komisi yudisial. Forum dekan ini juga bisa membuat possision paper mengenai arah kebijakan pendidikan hukum di Indonesia dengan perubahan kurikulum dan mengajukan sistem serta mekanisme dalam pemilihan hakim yang lebih profesional, berintegritas dan transparan,” tambahnya.

Seminar dan lokakarya tersebut laksanakan dalam rangka kegiatan Forum Dekan Fakultas Hukum PTN dan PTS se-Indonesia sekaligus dalam agenda Bung Hatta Lectur Series untuk menyongsong Dies Natalis ke-33 Universitas Bung Hatta.

Rektor Universitas bung hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman SE Akt MBA mengatakan Universitas Bung Hatta saat ini sedang melakukan pengembangan untuk memanfaatkan potensi samudra hindia yang berada persis di hadapan kampus ini . kita sangat senang dan bangga atas kedatangan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia dan dekan-dekan Fakultas Hukum di Kampus Proklamator ini.

“Universitas Bung Hatta akan terus kita lakukan dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang berbeda tiap kesempataannya hingga Dies Natalis ke-33 nanti, untuk menambah pengetahuan dosen dan mahasiswa. Setidaknya dengan pertemuan para dekan fakultas hukum ini dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan pendidikan hukum di Indonseia,” imbuhnya.

Usai penyampaian materi dari Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan makalah mengenai perkembangan pendidikan hukum di Indoensia yang disampaikan oleh tiga narsumber yaitu Dr. Uning Pratimaratri SH, MH akademisi dari Universitas Bung Hatta yang memaparkan mengenai tantangan pendidikan hukum di era digital.

Kemudian Dr. Zulfahmi, SH, MH Wakil Pengadilan Negeri Medan mengenai pandangan pendidkan hukum dan narasumber terakhir AKBP Frida Maria, SH, MH sekaligus Advokat berbicara mengenai gagasan kurikulum tambahan sebagai penentu arah pendidikan hukum di Indonesia.

“Fakultas Hukum diharapkan melahirkan lulusan yang terampil secara teknik, jujur, bertanggungjawab, bermoral dan berkarakter Indonesia,” ujar Zulfahmi. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 26 November 2013 - 16:00:19

UBH bersama IKC-Bapomi Gelar Simulasi Praktis Pengurangan Resiko Bencana
UBH bersama IKC-Bapomi Gelar Simulasi Praktis Pengurangan Resiko Bencana
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta melalui jurusan Teknik Arsitekturnya mengadakan kegiatan Deseminasi Program Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Berbasis Komunitas dan Simulasi Praktis dan Pengenalan Model Pengurangan Resiko Bencana yang bekerjasama dengan Inisiatif Kanca Cilik (IKC)- Basis Organisasi Kesiagaan Komunitas (Bakomi) Indonesia, Univeristas Gajah Mada serta Japan Foundation, Selasa (26/11/2013).

Kegiatan ini diadakan di Ruang Sidang Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta dibuka langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta dan diikuti oleh guru dan pelajar Sekolah Dasar, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB Sumatra Barat dan Lembaga Swadaya Masyarakat lainnya yang bertujuan untuk menciptakan dan menumbuhkan masyarakat Sumatra Barat khususnya Kota Padang dalam mengurangi resiko bencana berbasi komunitas.

Nurhadi Tim Bapomi Indonesia menyampaikan semua orang telah tahu indonesia itu negara yang rawan bencana sehingga wajar saja bila disebut supermarket bencana. Meskipun demikian, kita harus siap dan berlatih bersama-sama dalam menanggulangi setiap bencana yang akan datang.

“Walaupun kia berada di kawasan yang rawan bencana tapi kita harus siaga dan bersahabat dengan bencana. IKC-Bapomi sangat apresisasi sekali dengan keinginan Universitas Bung Hatta menjadi motor dalam mengadakan kegiatan deseminasi ini. setelah kegiatan serupa dilakukan oleh Univeritas Gajah Mada untuk murid-murid SD di Yogyakarta,” ujarnya.

Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta, Dr. Ir. Eko Alvarez, MSA mengatakan kita menyadari Sumatra Barat merupakan daerah yang rawan bencana begitu juga dengan kampus Universitas Bung Hatta berlokasi di daerah tepi pantai, untuk itu perlu dipersiapkan kondisi kampus dan mahasiswa yang siaga bencana.

“Universitas Bung Hatta telah memindahkan sebagian fakultasnya ke Kampus Proklamator II di daerah yang cukup aman, kita juga telah memiliki pusat studi bencana bahkan pada program pascsarjana kita juga membuka konsentrasi penanggulangan resiko bencana,” ujarnya.

Untuk mengurangi dampak dari resiko bencana, Eko menambahkan beberapa unit kegiatan mahasiswa di Universitas Bung Hatta telah melakukan simulasi dan pelatihan untuk kesiapsiaggan dalam menghadapi bencana yang akan datang. Beberapa dosen kita juga banyak diundang untuk menjadi pembicara dan pelatih dalam pendampingan kepada masyarakat untuk mengurangi resiko bencana.

“Kampus Prokalamator I Universitas Bung Hatta juga telah dipasangkan satelit pemantau gelombang dari LIPI dan early warning system dari BNPB yang berguna untuk peanggulangan bencana di kemudian hari. Kampus kita juga berkeinginan menjadi kampus yang siaga bencana,” ujarnya.

Sebelum kegiatan simulasi, terdapat penyampaian materi dari Hiruka Nagata dari Japan Foundation yang menjelaskan materi mengenai program Iza Kaeru Caravan. Program tersebut mengenai pelatihan penanggulangan resiko bencana bagi masyarakat di Kobe, Jepang .

“Pada tahun 1995 terjadi gempa besar yang menghancurkan derah Kobe, masyarakat tidak mengetahui di daerahanya tersebut akan terjadi gempa besar. Berdasarkan kejadian itu maka munculah program Iza Kaeru Caravan dengan sasaran pelajar dan masyarakat umum,” ungkapnya.

Program tersebut sebagai upaya penanggulangan bencana dengan mengadakan simulasi dan pembelajaran di ruang terbuka untuk anak-anak. Simulasinya dilakukan secara aktraktif dan dirancang dengan pola permainan dan program tersebut dikenalkan ke Indonesia dengan nama IKC dan Bapomi.

Kemudian materi kedua dari Ika Putra dari Universitas Gajah Mada dan Jonny Wongso dari Universitas Bung Hatta menjalaskan mengenai deseminasi program IKC dan Bapomi simulasi praktis pengurangan resiko bencana.

Menurut Ika Putra, kegiatan ini mengadopsi dari program Iza Kaeru Caravan namun disesuaikan dengan kondisi dan nilai budaya kelokalan masyarakat setempat. Kita juga harus mengetahui jenis bencana apa saja yang akan terjadi di wilayah kita. Misalnya saja untuk gempa, kita harus tahu berapa tahu siklus terjadinya gempa.

“Di Yogyakarta biasanya bersiklus 60-70 tahunan. Untuk di Sumatra Barat dari data yang tercatat siklusnya pendek 17-20 tahunan. Tentunya kita perlu mempersiapkan diri dengan bencana yang akan terjadi,” imbuhnya.

Sementara itu Jonny Wongso mencerikan kegiatan IKC dan Bapomi Sumatra Barat di SDN 03 dan SD 15 Lubuk Alung. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 25 November 2013 - 14:38:00

Pelajar SMK N 2 Pekanbaru Kunjungi Teknik Kimia UBH
Pelajar SMK N 2 Pekanbaru Kunjungi Teknik Kimia UBH
bunghatta.ac.id - Sebanyak 35 pelajar kelas 3 jurusan Kimia Kimia SMK N 2 Pekanbaru yang didampingi 5 guru pendampingnya mengadakan kunjungan dan studi tour ke jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta di Kampus Proklamator III, Senin (25/11/2013).

Lidiana Fitri, M.Si Ketua Juruan Kimia Industri SMK N 2 Pekanbaru mengatakan kunjungan ini bertujuan melakukan praktikum dan untuk meningkatkan pengetahuan para pelajar dan guru-guru mengenai alat-alat industri di laboratorium Operasi Teknik Kimia dan proses kerjanya. Selain itu juga untuk menjalin tali silaturahmi di antara kedua intansi pendidikan ini.

"Di sekolah kita masih minim peralatan untuk laboratorium Operasi Teknik Kimia maka dari itu para pelajar kita ajak ke Teknik Kimia Universitas Bung Hatta untuk prakatik di laboratoriumnya," ungkapnya.

“Kita berharap tiap tahunnya dapat melakukan kunjungan ke Teknik Kimia Universitas Bung Hatta sebab dengan kunjungan ini para pelajar dan guru dapat menggali lebih dalam pengetahuannya melalui kunjungan ke perguruan tinggi," tambahnya.

Sementara Dr. Maria Ulfah, ST, MT, Sekretaris Jurusan Teknik Kimia menjelaskan jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta telah berdiri sejak tahun 1994 dan merupakan jurusan satu-satunya yang berada di Kopertis Wilayah X Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau. Saat ini telah teraktreditasi oleh BAN-PT dengan akreditasi B.

“Jurusan Teknik Kimia sangat senang sekali dengan kedatangan para pelajar dan guru dari SMK N 2 Pekanbaru,” ujarnya.

Kunjungan pelajar SMK N 2 Pekanbaru ini disambut langsung oleh dosen-dosen dan mahasiswa jurusan Teknik Kimia di Laboratorium Teknik Kimia.

Dalam kunjungannya para pelajar dan guru pendamping tersebut mendengarkan penjelasan mengenai profil jurusan dan di dampingi mahasiswa yang sedang praktikum berkeliling melihat-lihat Laboratorium Operasi Teknik Kimia.

Disana para pelajar mendapakan penjelasan mengenai alat-alat industri uyang digunakan untuk keperluan laboratorium seperti rotary drayer, ion exchange, aliran fluida dan alat lainnya.

Yoga Pratama, salah seorang pelajar SMK N 2 Pekanbaru mengatakan senang dapat melihat dan mendapatkan penjelasan dari kakak asisten dan dosen mengenai alat-alat di laboratorium.

“Dari kunjungan ini saya dapat ilmu baru dan bisa melihat secara langgung alat-alat yang dipelajari pada pelajaran operasi teknik kimia,” ucapnya.

Kunjungan Industri

Pada waktu yang bersamaan 25 mahasiswa jurusan Teknik Kimia yang menggikuti matakuliah pengolahan limbah dan proses industri kimia mengadakan kunjungan kuliah lapangan ke industri pengolahan karet PT Lembah Karet di kawasan Bypass Kota Padang.

Dr. Eng Reni Desmiarti, MT dosen pendamping kuliah lapangan ini menjelaskan para mahasiswa perlu dibawa ke lapangan untuk melihat dan belajar di kondisi yang sebenarnya dan tidak hanya terpaku pada materi di bangku perkuliahan.

“Kuliah lapangan ini untuk menambah wawasan dan pengetahuan para mahasiswa mengenai proses-proses apa saja yang terdapat di industri dan seperti apa proses penanganan limbah selama produksi di suatu industri,” ujar Reni yang juga Ketua Jurusan Teknik Kimia ini. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 25 November 2013 - 08:08:59

Membludak, Lomba The Special One of Math PMat UBH
Membludak, Lomba The Special One of Math PMat UBH
bunghatta.ac.id - Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendididkan Matematika Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengadakan lomba matematika dengan tema The Special One of Math untuk pelajar SMP dan MTs se-Kota Padang yang diadakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Sabtu (23/11/2013).

Rika Sri Wahyuni, Ketua Pelaksana Lomba ini menyampaikan perlombaan ini bertujuan untuk menguji pemahamaan dan kemampuan siswa tingkat SMP/MTs se-Kota Padang dan mencari satu orang peserta terbaik yang akan menyandang gelar The Special One of Math dalam perlombaan ini.

“Panitia sempat kewalahan dengan banyaknya pendafar yang mengingkan untuk mengikuti perlombaan ini, semula target 200 peserta tapi kenyataannya membludak hingga 500 lebih peserta. Panitia senang dengan antusias para pelajar dan sekolang yang ingin mengikuti perlombaan kita ini,” jelas Rika.

Dalam sambutan pembukaannya,Dr. Marsis, M.Pd, Dekan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan yang nantinya dapat mempererat tali silaturahmi antara Universitas Bung Hatta dengan sekolah-sekolah yang mengikuti lomba ini.

“Banyak paradigma yang menyatakan pelajaran matemaika itu sulit dan ditakuti oleh banyak pelajar. Padahal semua jenjang pendididkan dari TK hi ngga SMA pasti belajar matematika namun dengan mengikuti lomba ini kita berharap para pelajar dapat mengakrabkan suasana. Pada hakekatnya mengikuti perlombaan ini bukan saja untuk mencari pemenang tapi dapat mengasah dan mempertajam kemampuan para pelajar di bidang matematika,” ujar Marsis.

Matematika bukan saja untuk menghitung angka-angka saja tapi untuk menanamkan pendididkan karaakter kepada pelajar untuk lebih jujur dan berlogika. Pada dasarnya pelajaran matematika sudah akrab dalam keseharian kita.

“Matematika digunakan untuk logika kita, sebagai bahasa dan komunikasi juga. Dengan perlombaan ini kita juga berharap bisa menanamkan karakter Bung Hatta yang displin, jujur, sederhana dan bijakasana,” tambahnya.

Perlombaan ini terdiri dari 3 babak. Untuk babak pertama yaitu penyisisan para peserta mengikuti tes tertulis dan akan dipilih 5 terbaik tiap kelasnya. Kemudian babak kedua yaitu semi final, peserta akan di kumpulkan dalam satu tempat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Peserta yang salah menjawab pertanyaan maka dinyatakan gugur hingga menyisakan 3 peserta yang mampu bertahan.

Di babak terakhir, peserta akan bertarung di babak final untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan cara berpacu menjawab pertanyaan yang diberikan juri.

Peserta yang mengumpulkan poin tertinggi akan meraih juara 1 sekaligus menyandang gelar The Special One of Math yaitu Khairunnisa ananda dari SMP N 1 Padang, juara II Refqi Islami dari SMP N 1 Padang dan Alfiola Alvinda juara III dari SMP N 2 Padang.

Pemenang dalam perlombaan matematika ini mendapatkan piagam uang tunai, tropi dan mendali untuk juara I, II dan III
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.211.113.223