Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Teknik Kimia UBH Teliti Inulin dari Umbi Bunga Dahlia

Beberapa daerah di Provinsi Sumatra Barat berpeluang mengembangkan bunga dahlia seperti di daerah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah datar serta Kabupaten Solok Selatan karena memiliki iklim dan potensi cukup mendukung sehingga dapat berkontribusi dalam meningkat....

UKM Pramuka dan UKM KSR-PMI Prokamator Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Menyambut bulan suci ramadan 1435 H, dua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Universitas Bung Hatta yaitu Pramuka dan KSR-PMI Proklamator mengadakan kegiatan buka puasa bersama anak Panti Asuhan Aisyah Nanggalo Padang yang bertempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Unver....

Mahasiswa KKN-PPM UBH Rintis Sekolah PAUD

Minimnya sarana pembelajaran pendididkan anak usia dini (PAUD) membuat mahasiswa Universitas Bung Hatta yang melakukan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Jorong Sungai Nibuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam berinisiatif untuk membuat....

Rektor UBH Tinjau Mahasiswa KKN-PPM 2014

Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA beberapa waktu yang lalu mengunjungi mahasiswa Universitas Bung Hatta yang tengah mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Kabupaten Solok.....

Tebarkan Ilmu, Mahasiswa KKN-PPM UBH Terjun Ke Sekolah

Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang mengikuti Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) banyak yang terjun ke sekolah-sekolah untuk melakukan program pokoknya. Seperti di Nagari Gadur Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten P....

Mahasiswa UBH di Puncak Gunung Merbabu

Dua anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR-PMI Proklamator Universitas Bung Hatta berhasil mencapai puncak tertinggi di Gunung Merbabu beberapa waktu yang lalu. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebela....

Sabtu 13 April 2013 - 14:47:31

Rektor UBH Lantik 768 Lulusan, Wisudawan Bercucur Air Mata
Rektor UBH Lantik 768 Lulusan, Wisudawan Bercucur Air Mata
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA melantik dan mewisuda 768 orang wisudawan, Sabtu (13/4) di Gelanggang Pemuda, Seni dan Olah Raga, Kampus II Aia Pacah. Pelaksanaan wisuda itu sendiri adalah untuk yang ke empat kalinya dilaksanakan di GOR Kampus II sejak gedung tersebut di fungsikan.

Ke- 768 wisudawan terdiri atas 19 orang diploma tiga (D3), 682 orang sarjana (S1) dan 67 orang Magister (S2) yang berasal dari Fakultas Ekonomi 112 orang, Fakultas Hukum 85 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 336 orang, Fakultas Ilmu Budaya 32 orang, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan 84 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 7 orang dan Fakultas Teknologi Industri 45 orang serta guru-guru SD yang telah menyelesaikan pendidikan S-1 pada PPKHB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Wisudawan terbaik untuk ahli madya (D3) dan sarjana (S1) tingkat Universitas diberikan kepada saudara Roland Resky Noviarada dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dengan IPK 3,99 (Predikat lulus Dengan Pujian), dan lulusan terbaik Program Magister (S2) diraih oleh saudara Ridho Akbar Eka Putra M dari Program PSP2PK dengan IPK 3,94 (predikat lulus Dengan Pujian). Dari sejumlah wisudawan hari ini, hampir 60% memiliki IPK antara 3 - 3.5 dan hanya 1% diantara lulusan yang memiliki IPK kecil dari 2.5, sementara wisudawan yang memiliki prestasi sangat baik dan membanggakan dengan IPK di atas 3,5 berjumlah hampir 20%.

Dalam sambutannya, Niki menyebutkan, sebagai lulusan Universitas Bung Hatta kebanggaan kita bersama, kibarkanlah bendera almamater ini di tengah-tengah masyarakat dimanapun saudara berada.

“Kami berharap saudara dapat menjaga kebanggaan dan nama baik almamater tercinta ini dengan membuktikan kepada masyarakat bahwa lulusan Universitas Bung Hatta mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi manapun”, pesan Niki.

Sementara itu Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof. Dr. Fachri Ahmad,MSc dalam sambutannya mengatakan, dengan jumlah alumni UBH yang sudah sangat banyak, maka patut dilihat sebagai sebuah potensi besar dan kuat, untuk menmbangun sebuah Jaringan yang utuh, melalui wadah-wadah yang mampu mempersatukan mereka, apapun namanya sesuai bidang keilmuan dan profesi masing-masing.

“Wadah inilah yang saya harapkan sebagai sumber informasi, atau lebih jauh sebagai pasar kerja, bagi alumni-alumni yang baru saja menamatkan studinya di UBH ini. Wadah ini dapat juga berfungsi sebagai batu loncatan (stepping stone) dalam memasuki dunia pekerjaan di negara tercinta ini” harap Fachri.

Ia juga mengusulkan dibangunnya kembali, dengan apa yang saya sebut sebagai “Job Placement Center”. Lembaga tersebutlah yang mempersiapkan alumni untuk memasuki dunia kerja, menghimpun informasi tentang lowongan kerja, dan menyiapkan rekomendasi dalam memasuki dunia kerja sesuai dengan bidang ilmu dan kemampuan kerja dari alumni pencari kerja.

“Job placement center juga dapat melatih dan membimbing alumni untuk berwiraswasta, yang kelak dapat dipandu oleh alumni-alumni senior yang berpengalaman dalam bidang wira usaha tersebut”, imbuhnya.

Fachri juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Dora Indriyanti Tri Murti, mahasiswi Fakultas Hukum yang juga ikut di wisuda dengan IPK 3.61. Sebelumnya Dora menjadi topik pemberitaan di berbagai media, karena penderita penyakit langka yang di deritanya. Selain penyakit aneh yang di derita, yang bersangkutan juga adalah tulang punggung keluarganya sebagai tukang ojek.

Wisudawan Bercucurkan Air Mata.

Hal lain yang membuat wisuda UBH kali ini berbeda adalah dengan tampilnya 6 orang wisudawan ke 58 anggota paduan suara Bung Hatta Voice yang ikut di wisuda di iringi paduan suara Bung Hatta Voice, membuat ribuan hadirin yang menghadiri prosesi wisuda di Gelanggang Olah Raga dan Kesenian kampus II Air Pacah, menjadi terharu dan bahkan ada yang merinding dan sampai mengeluarkan air mata.

Suasana berubah jadi hening dan senyap, ke enam wisudawan tersebut secara bergantian menyanyikan lagu “Talambek Pulang” dan “Bunda” dari tempat duduknya dan berjalan menuju panggung prosesi wisuda. Sebelumnya banyak yang terpana bahkan melongok kiri dan kanan dari mana asal suara tersebut.

Menurut Eddy Soesillo Pembina Bung Hatta Voice, lagu tersebut sengaja di ciptakan untuk di persembahkan wisudawan kepada kepada orang tua mereka yang telah bersusah payah membesarkan, membiayai dan mendidik sampai di wisuda di Universitas Bung Hatta.

“Lagu tersebut terilhami, ketika ada anggota paduan suara Bung Hatta Voice telah lulus ujian skripsi dan berhak untuk di wisuda, lalu terpikir apa yang bisa mereka persembahkan sekaligus mewakili sesama wisudawan lainnya kepada orang tua mereka yang hadir saat mengikuti prosesi wisuda”, ujar Eddy.

Ketika ditanya kepada salah satu orang tua wisudawan, bagaimana perasaan mereka ketika lagu tersebut di nyanyikan untuk mereka.

“Anak saya sudah yang ketiga di wisuda di Univ.Bung Hatta, baru kali ini yang membuat saya terharu dan merinding, mendengar lagu tersebut adalah untuk kami sebagai orang tuanya, wisuda kali ini betul-betul menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kami”, ujarnya yang tidak mau namanya di tuliskan.(**Indrawadi-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 11 April 2013 - 13:40:18

Pembangunan Blok B
Pembangunan Blok B
bunghatta.ac.id - Pembangunan Blok B Kampus II Jl.By Pass Aia Pacah. Pemancangan tiang-tiang pancang telah dimulai
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 11 April 2013 - 10:46:49

Wisuda ke-58 UBH, Akan Tampil Berbeda.
Wisuda ke-58 UBH, Akan Tampil Berbeda.
bunghatta.ac.id - Sabtu (13/4) red-esok, Universitas Bung Hatta (UBH) kemali akan menggelar upacara wisuda ke-58 di Gelanggang Pemuda, Seni dan Olah Raga, Kampus II Aia Pacah.Pelaksanaan wisuda ini adalah untuk yang ke empat kalinya dilaksanakan di GOR Kampus II sejak gedung tersebut di fungsikan.

Rektor UBH, Prof. Dr. Niki Lukviarman,SE,Akt.,MBA, diruangan kerjanya menyebutkan, Kamis (11/4), pada hari wisuda tersebut akan dilantik sebanyak 768 wisudawan terdiri atas 19 orang diploma tiga (D3), 682 orang sarjana (S1) dan 67 orang Magister (S2) yang berasal dari Fakultas Ekonomi 112 orang, Fakultas Hukum 85 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 336 orang, Fakultas Ilmu Budaya 32 orang, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan 84 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 7 orang dan Fakultas Teknologi Industri 45 orang.

“Dan juga akan diwisuda guru-guru SD yang telah menyelesaikan pendidikan S-1 pada PPKHB Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah mempercayakan Universitas Bung Hatta sebagai tempat pelaksanaan PKKHB di Sumatera Barat”, imbuh Niki.

Ia menambahkan, pada saat acara wisuda nanti, prosesinya akan dicoba tampil agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya, akan ditayangkan melalui layar lebar profil masing-masing wisudawan bersamaan dengan saat pemindahan jambul oleh Rektor.

“Karena keterbatasan tempat, bagi keluarga wisudawan yang tidak bias masuk, di luar gedung disediakan tenda dan tivi monitor, sehingga mereka bisa menyaksikan prosesi pelaksanaannya melalui layar TV”, tambah Niki. (**Indrawadi-Humas UBH)

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 11 April 2013 - 08:22:53

Mantan Ketua MK Mahfud MD, Bakal Hadir di UBH
Mantan Ketua MK Mahfud MD, Bakal Hadir di UBH
bunghatta.ac.id - Salah satu usaha untuk menaikkan branding Universitas Bung Hatta, dalam rankaian peringatan DiesNatalis ke 32, adalah dengan menghadirkan mantan Ketua MK Mahfud MD untuk memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Universitas Bung Hatta.

Hal itu di ungkapkan Rektor UBH Prof.Niki Lukviarman, saat membuka dan menghadiri stadium general bagi calon wisudawan yang di adakan DPP Alumni UBH, Rabu (10/4) di Balairung Caraka Gedung B UBH, Kampus I Ulak Karang.

Ia menyebutkan, stadium general yang digagas DPP Alumni tersebut berguna untuk memotivasi sekaligus memberi bekal bagi calon alumni yang nantinya akan menghadapi dunia usaha dan mencari lapangan pekerjaan.

“Ke depan UBH harus berstandar internasional dan yang terpenting akreditasi institusi. Kami minta dukungan semua pihak, dan stadium general yang digelar DPP Alumni ini hanya ada di UBH” imbuhnya.

Ditambahkannya, UBH didirikan bukan menyaingi Perguuan Tinggi lainnya. Pendiriannya dilatarbelakangi sejarah yang hebat dengan karakter Bung Hatta itu sendiri.

“Jadi, pada Dies Natalis 33 UBH pada 2014 kita menargetkan era tinggal landas menuju universitas internasional. Pekerjaan besar ini harus dikerjakan dengan semangat kebersamaan,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sekjen DPP Alumni UBH Ir. Indra Hermansyah menyebutkan, kegiatan stadium general tersebut rutin di gelar sebelum prosesi wisuda dilaksanakan, dengan tujuan membekali para calon alumni menghadapi dunia kerja ke depannya.

Tercatat sekitar 300-an calon wisuda ke 58 yang mengikuti acara tersebut yang menghadirkan motivator dunia kerja dari Dedi Vitra Johor, dan aktivis kampus yang sekarang menjabat sebagai CFO Marine Pte LTd Singapore, Iwan Singkuai dihadirkan membagi ilmunya.

“Total alumni sampai sekarang termasuk calon wisudawan sudah tercatat 39 ribu lebih, yang tersebar di seluruh nusantara bahkan luar negeri” ujar Indra mengakhiri.(**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 08 April 2013 - 14:42:37

Lagi Mahasiswa FIB- UBH  di Undang Ke SWU-Jepang
Lagi Mahasiswa FIB- UBH di Undang Ke SWU-Jepang
bunghatta.ac.id - Anita Anggraini, mahasiswi angkatan 2009 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta (FIB-UBH), akan bertolak ke Jepang untuk studi selama 1 tahun di Sonoda Woman"s University Jepang, sementara Prisgatias Panida yang berangkat tahun lalu ke SWU-Jepang, telah kembali ke tanah air untuk bergabung dengan teman-temannya di FIB-UBH.

Anita Anggraini merupakan mahasiswa kesebelas yang berhasil meraih beasiswa dari Sonoda Women"s University menyusul kerjasama UBH dengan perguruan tinggi terkemuka di Jepang itu sejak 2002 lalu.

“Ini merupakan kesempatan yang kesekian kalinya dan sangat berharga serta promosi yang sangat baik bagi UBH di negeri sakura itu. Ternyata sangat tinggi kepercayaan orang Jepang terhadap UBH, sehingga sejak 2003 sampai sekarang tetap saja ada mahasiswa kita yang memperoleh beasiswa untuk kuliah di Jepang”, ujar Dekan FIB Dra. Puspawati,MS saat menyampaikan laporannya ke Rektor, Senin,(8/4).

Pupawati menjelaskan, mahasiswa yang dikirim setiap tahunnya untuk studi di Sonoda Womens University Jepang ini, terlebih dahulu harus lulus seleksi akademik (IP), tes tertulis dan wawancara, baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Inggris.

Ia menambahkan, sejak ditanda tanganinya MoU antara Universitas Bung Hatta (UBH) dengan Sonoda Women’s University (SWU) Hyugo Jepang pada tahun 2002, maka Universitas Bung Hatta telah mengirimkan mahasiswanya untuk yang ke 11 kalinya dalam rangka belajar bahasa dan kebudayaan Jepang selama 1 (satu) tahun. Seluruh biaya hidup, biaya sekolah dan perjalanan pulang-pergi ke Jepang termasuk buku-buku semuanya dibiayai oleh pihak SWU bekerja sama dengan HUMAP (Hyugo University Mobility in Asia and the Fasific).

Sementara itu, Rektor UBH Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA menyebutkan, karena universitas (SWU) ini hanya menerima kaum wanita, maka calon penerima beasiswa yang diterima pun semuanya hanya kaum wanita atau mahasiswi.

“Ke depan kita akan tingkatkan dan juga jajaki MoU dengan berbagai Universitas lainnya di luar negeri, ke Belanda misalnya yang sangat erat kaitannya dengan ketokohan Bung Hatta, khusus dengan Jepang tidak hanya dengan SWU-Jepang, ini adalah tugas rektor dan tugas kita bersama, untuk menjajaki MoU untuk mahasiswa-mahasiswa kita yang pria”, jelas Niki.

Menurutnya lagi, kerjasama tersebut tidak terbatas pada kalangan mahasiswa, tetapi juga harus ditindak lanjuti dengan mengirimkan beberapa dosen dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta yang akan mengajar di sana, dan dari pihak SWU juga menjadi pengajar di UBH.

“Kita Materi kuliah yang akan diajarkan di sana tentang bahasa dan kebudayaan Indonesia, juga tentang peranan wanita dalam kehidupan sosial di Indonesia, dan tentu persyaratan untuk menjadi dosen tamu ini tidak terbatas untuk kaum wanita saja”, tambah Niki. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 08 April 2013 - 11:26:23

Awali Minggu Pertama Sejak Dilantik Jadi Rektor UBH: Prof. Niki Tinjau Pelaksanaan UTS
Awali Minggu Pertama Sejak Dilantik Jadi Rektor UBH: Prof. Niki Tinjau Pelaksanaan UTS
bunghatta.ac.id - Mengawali minggu pertamanya sejak di lantik menjadi Rektor UBH (red-,Rabu,3/4), Prof. Dr. Niki Lukviarman,SE,Akt,M.B.A meninjau pelaksanaan Ujian Tengah Semester Universitas Bung Hatta, di Kampus II Jl.By Pass Aia Pacah, Senin (8/4). Shif I pelaksanaan ujian tengah semester tersebut di gedung I dan II berlangsung tertib dan lancar.

Usai meninjau pelaksanaan UTS, Rektor di damping WR II Dra. Susi Herawati, WR III Drs. Suparman Khan,M.Hum serta Ka.BAU Suamperi,SH,MH, berkesempatan mengunjungi GOR untuk melihat persiapan pelaksanaan wisuda ke-58 yang akan rencananya akan dilaksanakan tanggal 13 April mendatang.

Ia menyebutkan bahwa, sebelum di angkat sebagai Rektor UBH, sebelumnya ia juga mengajar di Fakutas Ekonomi maupun di Program Pascasarjana UBH. Menurutnya lagi, ia mengikuti pelaksanaan-pelaksanaan wisuda UBH yang sebelum-sebelumnya, mulai dari GOR UNP kemudian di masa Rektor Prof.Dr. Yunazar Manjang, pihak UBH telah memindahkan pelaksanaannya ke Kampus I Ulak Karang.

“Mahasiswa kita kuliah di UBH, tetapi diwisuda UNP, agak ganjil juga rasanya, tetapi masa itukan UBH masih dalam perkembangan yang masih banyak kekurangan disana sini” ujarnya sambil berseloroh.

Ia menambahkan, akan meneruskan kebijakan rektor-rektor sebelumnya, bersama dengan pihak Yayasan Pendidikan Bung Hatta, bertekat akan terus mengembangkan pembangunan Kampus II, pelaksanaan akademik maupun peningkatan sarana dan prasarana secara perlahan-lahan akan terus dibenahi dan ditingkatkan.

Sebagai informasi, tahun ini pihak Yayasan Pendidikan Bung Hatta akan membangun Blok B di kampus II Aia Pacah senilai Rp17 miliar lebih. Blok A telah selesai dibangun dan sudah digunakan oleh Fakultas Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta mahasiswa angkatan 2011-2012.

“Saat ini saya sudah jadi orang UBH, bagaimanapun kondisinya, kita harus bangga dengan rumah kita sendiri”, imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Dra Susi Herawati MP.d menambahkan bahwa TA 2013/2014 UBH menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan untuk calon mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan SMA sederajat pada 2013 dan mempunyai prestasi akademik serta mendapatkan rekomendasi dari pihak sekolah.
"Pendaftaran melalui jalur undangan tersebut dibebaskan dari biaya pendaftaran," ungkap Susi.

Kemudia melalui jalur mandiri, dilakukan dengan pola seleksi penjaringan prestasi akademik. Selain itu, persyaratan sekolah mencakup beberapa hal, seperti telah mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS), nilai rapor dan lulus Ujian Nasional (UN).

"Untuk tahun ini kami tidak hanya melihat nilai rapor, namun juga prestasi dari siswa bersangkutan. Jika persyaratan telah disiapkan, silahkan daftarkan diri secara online di website Universitas Bung Hatta," tambah Susi.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 04 April 2013 - 12:15:43

UBH Bedah Buku Kisah Buya Hamka " Tadarus Cinta Buya Pujangga"
UBH Bedah Buku Kisah Buya Hamka " Tadarus Cinta Buya Pujangga"
bunghatta.ac.id - Novel karya Novelis nasional Akmal Nasery Basral yang berjudul "Tadarus Cinta Buya Pujangga", di bahas oleh Prof. Dr. Ir. Fachri Achmad, M. Sc. Dan Dr. Marsis, M. Pd. Di Aula Balairung Caraka Kampus I UBH, Kamis, 4/4. Novel itu sendiri membukukan kisah Buya Hamka ketika muda yang diluncurkan pertama kalinya di rumah Budaya Fadli Zon Aia Angek, Tanah Datar beberapa waktu yang lalu.

Akmal menyebutkan, novel tersebut merupakan bentuk bentuk penghargaan memperingati 105 tahun Buya Hamka, Buya Hamka adalah pahlawan nasional yang memiliki dua reputasi, ulama dan pujangga besar yang patut ditiru oleh masyarakat saat ini.

"Ulama kondang seperti Buya Hamka bisa dijadikan inspirasi dalam menentukan pilihan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas," imbuhnya.

Dia menambahkan, Buya Hamka memiliki kisah hidup yang bergejolak semenjak kecil, dengan nama Malik masa kecil yang suka pembolos sekolah dan nakalnya tiada batas, tiba-tiba dewasa menjadi ulama kondang.

“Realistis itulah yang bisa dipetik dari cerita buku ini, mudah-mudahan bisa menjadi motivasi bagi kita semua” ujarnya.

Sementara itu, Prof.Dr. Fachri Ahmad,MSc dalam bahasannya menyebutkan bahwa ia bukanlah seorang ahli bedah atau sastrawan, tetapi ia mengakui bahwa dia suka membaca karya-karya sastra, novel, apalagi yang berkaitan dengan tokoh-tokoh nasional dan dunia.

“Saya setuju dengan banyak pembahas dan komentator lainnya bahwa novel biografi Buya Hamka ini menarik untuk dibaca, terutama ketika Hamka menghadirkan diri sebagai ulama dan sekaligus sebagai pujangga, yang menulis cerita Roman pada masa beliau masih hidup masih terasa sebagai hal yang kontras ataupun paradok dalam tata ukuran tatanilai kehidupan seorang ulama, "Buya Hamka seorang anak yang tidak pernah melawan kepada orang tua. Mulai dari kecil kisah hidup yang penuh gejolak tiba-tiba bisa menjadi orang terkenal” sebut Fachri.

Di tempat yang sama, panitia pelaksana bedah buku Rita Desfitri Lukman, dosen FKIP-UBH menyebutkan bahwa acara bedah buku tersebut di gelar dalam rangka kegiatan Dies Natalis UBH yang ke-32. Kegiatan itu sendiri di ikuti sekitar 300-an peserta yang berasal dari mahasiswa FKIP, Fak.Ilmu Budaya,Fakultas Hukum, dosen dan dari undangan lainnya.

Ia menambahkan, novel "Tadarus Cinta Buya Pujangga" memiliki 380 halaman dengan 12 halaman pengantar yang menceritakan buya Hamka sampai usia 30 tahun. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 03 April 2013 - 15:30:29

Prof. Niki Lukviarman Dilantik Jadi Rektor UBH : “Tugas pertama saya adalah menumbuhkan kebanggaan”
Prof. Niki Lukviarman Dilantik Jadi Rektor UBH : “Tugas pertama saya adalah menumbuhkan kebanggaan”
bunghatta.ac.id - Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Fachri Ahmad,MSc melantik serta mengambil sumpah jabatan Prof. Dr. Niki Lukviarman, S.E., Akt.,MBA., sebagai Rektor Universitas Bung Hatta masa bakti 2013-2017, di Aula Balairung Caraka Kampus I Ulak Karang, Rabu,3/4. Dengan demikian di usia UBH yang ke 32 tahun, Prof.Niki adalah Rektor yang ke-9.

Dalam sambutannya Fachri menyebutkan, pendirian Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia didasari berbagai latar belakang antara lain berlatar belakang pengusaha,keagamaan, politisi atau birokrasi dan berlatara belakang kemasyarakatan. Dan latar belakang pendirian PTS itu lah yang memberi warna perjalanan dari PTS tersebut.

“Bahkan warna itu pulalah yang menghasilkan masalah-masalah dalam perjalanan PTS-PTS tersebut di Indonesia”, ujar Fachri.

Ia menambahkan, banyak catatan dan kekurangan yang didapati dalam beberapa bulan terakhir di Universitas Bung Hatta (UBH). Diantaranya, tidak terbangunnya komunikasi yang baik antara warga kampus ke atasnya (yayasan), masih ditemukannya egoisme sektoral dan intoleransi.

“Kepada rektor yang baru saya percaya, ia akan dapat mengembangkan sistem yang lebih baik dan meletakkan dasar wawasan kampus sesuai dengan nama besar yang disandangnya, yaitu seorang Proklamator Republik Indonesia, Bung Hatta," harap Fachri.

Usai dilantik Niki Lukviarman mengungkapkan, target pertamanya ialah pembenahan manajemen dan organisasi UBH termasuk masalah komunikasi dan intoleransi yang disebutkan oleh Ketua Yayasan,
dalam visinya, ia bertekad meletakkan landasan UBH menuju universitas yang berkelas dunia.

"Menjadikan UBH sebagai Universitas Berkelas dunia itu membutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang, namun saya meletakkan landasan UBH menjadi universitas standar internasional, agar UBH ke depan mengacu kepada pendidikan berkualitas yang mampu bersaing di era terkini”, tukasnya.

Lebih lanjut Niki mengatakan, UBH harus memiliki posisi khusus terutama karena ia membawa nama Bung Hatta, maka ia harus memiliki spesifikasi di bidang ekonomi atau koperasi seperti tokoh Bung Hatta.

“Tugas pertama saya adalah menumbuhkan kebanggaan. Bangga kuliah di UBH, bangga jadi dosen UBH dan seluruh pihak yang ada di kampus. Salah satunya dengan ‘membumikan’ mazhab Kebunghattaan. Nilai-nilai yang dijunjung itu adalah kejujuran, disiplin dan amanah,” tuturnya lagi.

Dalam acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan yayasan pendidikan dan rektor Perguruan Tinggi swasta maupun negeri, Ketua DPRD Sumbar, Perwakilan Pemerinahan Provinsi dan Pemerintahan Kota Padang serta civitas akademika UBH. (**humas)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 02 April 2013 - 11:44:41

Prof. Dr. Niki Lukviarman, S.E., Akt,MBA., akan dilantik sebagai Rektor UBH
Prof. Dr. Niki Lukviarman, S.E., Akt,MBA., akan dilantik sebagai Rektor UBH
bunghatta.ac.id - Prof. Dr. Niki Lukviarman, S.E., Akt.,MBA., secara resmi Rabu, 3 April 2013 esok akan di lantik oleh Yayasan Pendidikan Bung Hatta sebagai Rektor Universitas Bung Hatta masa bakti 2013-2017, di Aula Balairung Caraka Kampus I.

Prof. Dr. Niki Lukviarman, adalah Guru Besar dalam bidang Corporate Governance Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, kelahiran padang Panjang, 6 September 1963.

Selain sebagai guru besar di Unand, Aktivitas Profesionalnya antara lain:

Pengalaman mengajar di MBA program Curtin University of Technology (2002), program Doktor Ilmu Ekonomi (S-3) Universitas Islam Indonesia/UII Yogyakarta (2005-sekarang), program Doktor Ilmu Ekonomi (S-3) Universitas Sebelas Maret/UNSSolo (2008-sekarang), Program Pasca Sarjana (S-2 dan S-3)Universitas Andalas/Unand Padang (2008-sekarang), Program Pasca Sarjana (S-2) Universitas Islam Sumatera Utara/UISU Medan (2010-sekarang), Departemen Administrasi Niaga-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia/UI Jakarta, program S-1 (kelas internasional dan reguler), dan Magister Manajemen Universitas Andalas Padang.

Disamping itu menjadi penguji Disertasi Doktoral (Doctoral Thesis Examiner) pada Australian National University (ANU) dan Curtin University of Technology, Australia (2008-sekarang) dan Universitas Brawijaya-Malang.

Memberikan berbagai konsultasi, pelatihan, training, seminar dalam bidang Corporate Governance. Corporate Social Responsibility dan Performance Management pada berbagai instansi, termasuk pada Program Kepemimpinan Bank Indonesia (SESPIBI, G-VI, G V) serta beberapa BUMN dan perusahaan swasta lainnya di Indonesia.

Pengalaman penelitian dilakukan bersama berbagai lembaga penelitian nasional, regional maupun internasional serta telah mempublikasikan berbagai tulisan akademik pada berbagai jurnal terakreditasi nasional dan refereed international journals. Menjadi editoral board member untuk berbagai jurnal terakreditasi nasional dan examiner, conference chairman dan scientific committeepada berbagai konferensi dan simposium tingkat nasional serta internasional.

Pengalaman profesional lainnya, diperoleh melalui kerjasama dengan berbagai lembaga. Diantaranya sebagai nara sumber/adviser dalam bidang corporate governance dan public sector governance bersama Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dalam penyusunan Indonesian Code of Corporate Governance serta Indonesian White Paper on Governance.

Berpartisipasi sebagai adviser pada Governance Initiative Task force Bank Indonesia dalam penyusunan blue print corporate governance Bank Indonesia, implementasi/sosialisasi dan assessment. Partisipasi lainnya dalam bidang corporate dan public sector governance pada berbagai lembaga bisnis (BUMN, perbankan, private companies) dan sektor publik mencakup kegiatan design, implementasi dan assessment governance. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 27 Maret 2013 - 14:27:04

Meutia Hatta Swasono : Kearifan Lokal, Kebudayaan Nasional di Era Globalisasi
Meutia Hatta Swasono : Kearifan Lokal, Kebudayaan Nasional di Era Globalisasi
bunghatta.ac.id - Bertempat di Aula Balairung Caraka, Kampus I Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Meutia Hatta memberikan kuliah umum kepada sekitar 300-an mahasiswa dan dosen di lingkungan Universitas Bung Hatta. Dengan materi kuliah Kebudayaan Nasional di Era Globalisasi.

Meutia Hatta menjelaskan, masuknya budaya asing yang merupakan sebuah keniscayaan sejak manusia telah mampu meningkatkan peradabannya dan melakukan ekspedisi dari tempat asalnya hingga ke belahan bumi lainnya, seharusnya kearifan lokal harus dapat disinergikan. Dengan demikian akan tetap menjaga kelestarian adat istiadat peninggalan nenek moyang yang juga merupakan budaya bangsaIndonesiayang didalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan pengetahuan yang sangat kaya.

Namun seiring berjalannya waktu, nilai-nilai luhur itu mulai meredup, memudar, kehilangan makna substantifnya. Lalu yang tertinggal hanya benda-benda yang menjadi simbol tanpa arti. Bahkan akhir-akhir ini hampir secara keseluruhan mengalami reduksi, dianggap hanya pajangan yang sarat formalitas.

Kehadirannya tak lebih untuk komersialisasi dan mengeruk keuntungan atau bahkan diabaikan sama sekali.
Dalam hal ini, kearifan lokal seolah tidak diberi ruang dan kehilangan kekuatannya. Selain kurangnya kemampuan masyarakat dalam memaknai secara kreatif dan kontekstual kearifan lokal yang dimilikinya, faktor lainnya adalah pragmatisme dan keserakahan sebagian para pelayan rakyat.

Kepentingan pribadi atau kelompok membuka jalan bagi mereka untuk “memanfaatkan” kearifan lokal, dengan menggunakannya secara serampangan, sekaligus secara subtansial menghancur-leburkan nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya.

Rekonstruksi kearifan lokal harus segera untuk dilakukan. MasyarakatIndonesia sudah sepatutnya untuk kembali kepada jati diri mereka melalui pemaknaan kembali nilai-nilai luhur budaya mereka. Dalam kerangka itu, upaya yang perlu dilakukan adalah menguak makna substantif kearifan lokal. Pada saat yang sama, hasil rekonstruksi ini perlu disebarluaskan ke dalam seluruh masyarakatIndonesiasehingga menjadi identitas kokoh bangsa, bukan sekadar menjadi identitas suku atau golongan tertentu.Sehingga seluruh komponen bangsa, masing-masing memahami akan makna kebhinnekaan, hal ini menjadikan keterikatan yang kokoh dan indah.

Selain berbicara tentang kebudayaan nasional di era globalisasi, Mutia juga membicarakan adat dan Falsafah Budaya suatu daerah. Misalnya budaya Minangkabau yang membicarakan nilai-nilai dan norma-norma yang digunakan untuk menjalankan kehidupan, mengutamakan kebersamaan mengatur kehidupan dalam keluarga serta masyarakat dengan prinsip matrilineal.

“Falsafah Minangkabau alam takambang jadi guru, yang mengajarkan pola pikir dan perilaku baik dan buruk, yang harus ditiru maupun dijauhi” ungkapnya dalam kuliah umum.

Oleh karena itu, Kearifan lokal harus dipahami sebagai bagian dari knowledge. Sehingga ada kebanggaan dan kecintaan terhadap budayanya sendiri. Dengan demikian proses pelestarian dan pengembangan kebudayaan diIndonesia berkembang, generasi muda menjadi mengenal kearifan lokal dari leluhurnya yang kaya akan pengetahuan dan tidak dianggap kuno dan ketinggalan jaman.

Kebudayaam Indonesia mengajarkan tentang hubungan yang baik antara sesama manusia, manusia dan alam, serta manusia dan sang pencipta. kearifan lokal memiliki potensi dan kekuatan yang sangat besar untuk menginspirasi sintesis keragaman karakter solusi masalah diIndonesia dan dunia pada umumnya. Dalam bingkai kearifan lokal ini, masyarakat bereksistensi, dan berkoeksistensi satu dengan yang lain.

Dalam banyak hal, kita tidak tidak menyadari kuunggulan bangsa sendiri sehingga tidak mampu menghargainya. Justru bangsa lain yang menghargai potensi bangsa Indonesia. Banyak tradisi khas Indonesia yang kian tergerus zaman.

Dra. Puspawati, MS, Dekan Fakultas Ilmu Budaya UBH, mengatakan kuliah umum bersama Ibu Meutia ini selalu diadakan setiap tahunnya, maupun bila ada kesempatan Ibu Meutia yang kebetulan ke Padang dalam melakukan tugas-tugas kenegaraan. “Kami setiap tahun mengadakan kuliah umum ini, setiap di semester ganjil atau genap” ujarnya. Puspawati berharap kuliah umum tersebut dapat menambah wawasan bagi mahasiswa. (**Indrawadi-humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.225.1.70