Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Fak.Hukum UBH dan OJK Padang Sosialisasikan Pasar Modal Syariah

Belum semua sektor jasa keuangan dikenal dengan baik oleh masyarakat, termasuk pasar modal, masyarakat menganggap pasar modal masih sesuatu yang baru, namun sebenarnya pasar modal telah hadir di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka, hal itu ditandai dengan pembentukan bursa efek pertama di Bata....

Mari Ikuti dan Semarakan FTSP SILeNT EFFECT

Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakutlas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan FTSP SILeNT EFFECT dengan tema Build More Surprised Creativity and Innovation with The SILeNT EFFECT yang terdiri dari kegiatan seminar nasional, pelatihan, olahraga, musik dan latih....

UBH Turut Berduka Atas Berpulangnya Dirut PT. Semen Padang

Keluarga Besar Universitas Bung Hatta mengucapkan turut berbelasungkawa atas berpulangnya ke Ramatullah Ir. H. Munadi Arifin, SE, MM, Ak Direktur Utama PT. Semen Padang dalam usia yang ke-60 tahun. Semoga amal dan ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan....

Pertemuan Pimpinan Universitas Dengan Yayasan

Universitas Bung Hatta mengadakan pertemuan dengan Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang bertempat di Ruang Teater Gedung H Kampus Proklamator I Universtas Bung Hatta, Senin (15/09/2014). Pertemuan ini dihadiri oleh pendiri dari Yayasan Pendidikan Bung Hatta yaitu Drs. Hasan Basri Duri....

Mahasiswa Teknik Kimia UBH Gelar Bakti Sosial

Berbagi dengan sesama itu tidak hanya dengan pemberian materi tapi dapat juga dengan memberi kebahagiaan dan senyuman terutama bagi anak yatim. Melihat hal tersebut, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengadakan Kegiatan Chem_Eng Peduli yang bertajuk Ku....

BEMM FTSP UBH Angkat Seminar Nasional Kewirausahaan Bidang Konstruksi

Pemanfaatan serta pengembangan rekayasa dan teknologi bidang konstruksi dewasa ini membuka peluang seluas-luasnya bagi lulusan mahasiswa perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Namun, di tengah ketatnya persaingan menyongsong AFTA 2015, dituntut kemampuan mental ....

Senin 03 Maret 2014 - 16:12:58

bunghatta.ac.id - Berdasarkan Surat Edaran Gubernur Sumbar nomor: 131.13-160-2014, perihal penetapan hari pemungutan suara pemilihan walikota/wakil walikota Padang putaran II, maka pada hari Rabu, 5 Maret 2014, di nyatakan libur
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 Maret 2014 - 15:10:32

Sastra Jepang Gelar Public Lecture Fenomena Sosial Masyarakat Jepang
Sastra Jepang Gelar Public Lecture Fenomena Sosial Masyarakat Jepang
bunghatta.ac.id - Jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta mengadakan Public Lecture mengenai Fenomena Sosial Pada Masyarakat Jepang Modern Di Era Globalisasi yang bertempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (03/03/2014).

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara Universitas Bung Hatta dengan Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) dan Japan Foundation Jakarta dengan menghadirkan pembicara Hisanoi Kato, Ph.D dari Osaka Butsuryo College dan Sri Dewi Adriani, M.Si dari ASJI Pusat dengan dimoderatori oleh Dr. Diana Kartika, M.Hum.

Hisanoi Kato memberikan gambaran mengenai fenomena sosial antara negara Jepang dengan Indonesia. Jepang merupakan negara yang memiliki sistem, kurang toleran, kaku bahkan tingkat depresi dikalangan anak mudanya sangat tinggi.

“Untuk bisa bersaing dimanapun kita harus jujur, tulus dalam melakukan sesuatu, memiliki modal pendidikan yang tinggi, mau bekerja keras dan memiliki jaringan yang luas. Untuk menyikapi era global ini kita harus bisa seperti pepatah dimana bumi dipijak maka di situ langit dijunjung ,” motivasinya.

Sementara itu, Sri Dewi Adriani menjelaskan mengenai dampak peningkatan jumlah lansia terhadap munculnya fenomena sosial kodokushi (dying alone). Di Jepang telah terjadi peningkatan jumlah lansia yang sangat signifikan. Peningkatan usia hidup di satu sisi menunjukan hal yang sangat positif tapi hal ini justru menimbulkan problem sosial baru yaitu masalah perawatan lansia.

“Kbanyakan lansia di Jepang saat menjalani hari tuanya kesepian tanpa sanak keluarga atau tetangga hingga dalam menjalani kesehariannya dalam keadaan sakit tanpa ada yang merawat kemudian meninggal tanpa diketahui oleh siapa pun. Meliaht permasalahan tersebut, akhirnya pemerintah Jepang mencari solusi untuk mengatasinya dengan pendekatan jasmani dan rohani,” jelasnya.

Public Lecture ini dikuti lebih dari 100 peserta yang berasal dari mahasiswa Universitas Bung Hatta, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang dan tempat kursus bahasa Jepang di Kota Padang. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 Maret 2014 - 12:42:21

Rektor UBH Lantik Drs. Khairul Harha, M.Sc Sebagai Dekan FKIP
Rektor UBH Lantik Drs. Khairul Harha, M.Sc Sebagai Dekan FKIP
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman SE, Akt, MBA secara resmi melantik Dekan Fakutas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang baru untuk masa jabatan 2014-2018 yang dilaksanakan di Ruang Sidang Rektor, Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (03/03/2014).

Drs. Khairul Harha, M.Sc terpilih menjadi dekan baru berdasarkan hasil keputusan rapat senat universitas beberapa waktu yang lalu dan menggantikan Dr. Marsis, M.Pd yang telah habis masa jabatannya.

Dalam sambutannya, Niki Kukviarman mengatakan kita harus menjaga sistem akademik ini secara bersama-sama meskipun terdapat permasalahan tetapi pada dasarnya akan diselesaikan dengan baik tanpa melanggar aturan dan harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk menjaga mutu institusi ini.

“Banyak tantangan kedepannya, FKIP itu ibarat universitas dalam universitas karena jumlah mahasiswa yang banyak dengan tingkat kompleksitas yang tinggi maka perlu bersinergi dengan berbagai kalangan,” ujarnya.

Ia menambahkan dekan baru ini harus lebih proaktif lagi dalam menyikapi gejala-gejala yang timbul sebelum menjadi permasalahan agar lebih cepat ditangani dan mudah didapatkan solusi dari permasalahan yang akan terjadi tersebut.

“Harapannya dekan yang baru harus tertib adminstrasi dan tertib keuangan serta dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama-sama,” ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 02 Maret 2014 - 13:33:09

Mahasiswa PGSD UBH Wajib Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan
Mahasiswa PGSD UBH Wajib Ikuti Kursus Mahir Dasar Kepramukaan
bunghatta.ac.id - Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda, memilik potensi besar bagi pembangunan di masa yang akan datang. Hal ini telah disadari bersama baik oleh masyarakat maupun pemerintah dengan dituangkannya gerakan pramuka dalam GBHN.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Oki Dika Gura, saat melaporkan kegiatan Kursus Mahir Dasar Kepramukaan bagi mahasiswa PGSD Universitas Bung Hatta yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka di Lapangan Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Minggu (02/03/2014).

Okky mengatakan Gugus Depan Padang 01109-01110 Univesitas Bung Hatta sebagai salah satu gugus depan perguruan tinggi di Indonesia turut bersama-sama gugus depan perguruan tinggi lain dalam upaya memajukan gerakan pramuka di Indonesia sejalan dengan prinsip tri dharma perguruan tinggi.

“Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewan Racana Bung Hatta-Rasuna Said Gugus Depan Padang 01109-01110 Univesitas Bung Hatta sebagai wadah dan kaderisasi untuk membentuk seorang pembiana pramuka yang handal mililiki loyalita dan kualitas dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi tentang pramuka di perguruan tinggi pada umumnya dan Universitas Bung Hatta pada khususnya,” jelas Ketua UKM Pramuka ini.

Lebih lanjut Okky menjelaskan kegiatan ini juga untuk mengembangkan potensi bakat dan minat kepramukaan peserta KMD Universitas Bung Hatta, meningkatkan loyalitas dan kulaitas para calon pembina pramuka dan untuk melengkapai syarat wisuda bagi mahasiswa PGSD.

“Dengan kursus kepramukaan ini para peserta dapat menjadi calon pembina pramuka yang loyalitas dan kualitas yang tinggi sehingga para mahasiwa PGSD siap untuk menjadi pembina pramuka di sekolah dasar,” ungkapnya.

Sementara Yulius, ST yang mewakili Ketua Kwartil Daerah 03 Gerakan Pramuka Sumatra Barat mengutarakan kegiatan ini memiliki arti tersendiri dalam upaya melahirkan pembina pramuka yang terampil guna menciptakan persamaan persepsi, pola pikir dan gerap langkah dalam rangka pembinaan dan pengembangan generasi muda sebagai kader pemimpin masa depan.

“Kegiatan KMD ini merupakan terobosan yang sangat tepat dalam rangka mengembangkan kegiatan kepramukaan di Gugus Depan dan kegiatan kursus ini adalah kegiatan yang pertama dilakukan Gerakan Pramuka Sumatra Barat untuk menyiapkan pembina pramuka dalam pelaksanan kegiatan ekstrakulikuler wajib di sekolah sebagaimana diamanatkan dalam Permendiknas No 81.A tahun 2013.” Jelas Yulius yang merupakan alumni Universitas Bung Hatta ini.

Gerakan pramuka sebagai organiasi pendidikan non formal yang bertujuan untuk mendidik dan membina kaun muda melalui sistem nilai yang berdasarkan pada satya dan darma pramuka untuk membentuk generasi muda yang berkepribadiaan, berwatak dan berbudi pekrti luhur, beriman dan bertakwa dan terampil serta kuat dan sehat akan dapat dicapai dengan memuaskan, yang kesemuanya ini apabila dapat diwujudkan akan berperan sangat signifikan dalam mencegah terjadinya berbagai hal negatif di antara generasi muda.

“Pembinaan pramuka sebagian besar adalah guru di sekolah, dapat membina kepramukaan di gugus depan dengan baik, kita harapkan kakak-kakak peserta KMD ini agar selalu mengembangkan ilmu yang dapat dalam kursus ini untuk menjadi bekal sebagai pembina pramuka sebagai akutalisasi dari bentuk dan tanggung jawab untuk mengantarkan generasi penerus bangsa ke masa depan yang cerah,” ujarnya.

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Drs.Suparman Khan, M.Hum dalam sambutan pembukaannya menyampaikan kegiatan kursus kepramukaan ini sangat bagus diikut oleh para mahasiswa PGSD yang nantinya akan menjadi tenaga pendidik dan pembina pramuka di sekolah. Kegiatan ini telah terprogram sedemikian rupa untuk mengembangkan softskills dalam pembentukan karakter mahasiswa.

“Tentunnya kedepannya kegiatan ini jauh lebih baik lagi dan lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya. Para peserta diharapkan menyiapkan diri, menjaga kesehatan dan berkonsentrasi dengan baik untuk mengikuti semua materi yang diberikan baik di dalam ruangan maupun di alam terbuka,” harapnya.

Kegiatan KMD ini terbagi dalam 3 periode yaitu periode pertama diikuti 95 mahasiswa, kedua 93 mahasiswa dan periode ketiga 94 mahasiswa dengan total peserta 282 mahasiswa PGSD angkatan 2011.

Bentuk kegiatannya berupa penyampaian materi dalam ruangan dan di luar ruangan Pelaksanaan kursus ini pada 02 Maret hingga 27 April 2014 berlokasi di Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta dan Bumi Perkemahan Padang Besi. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 01 Maret 2014 - 15:36:04

Penyusunan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)
Penyusunan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT)
bunghatta.ac.id - AIPT merupakan hal yang penting untuk peningkatan kualitas lembaga, kualitas dosen, kualitas mahasiswa, dan peningkatan administrasi. Peningkatan kualitas juga akan membawa konsekuensi pada peningkatan kuantitas sarana prasarana, dan fasilitas pendukung proses keberhasilan pembelajaran dan lainnya.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 01 Maret 2014 - 13:55:15

Persepsi Terhadap Samudra Hindia, Harus Di Ubah
Persepsi Terhadap Samudra Hindia, Harus Di Ubah
bunghatta.ac.id - Persepsi dan pandangan terhadap kelautan dan Samudera Hindia sudah harus diubah, kenyataannya sampai hari ini persepsi tentangg kelautan tersebut masih belum berkembang, akibatnya pemanfaatan sumberdayanya pun belum berkembang.

Demikian dikatakan pakar hukum laut Internasional Hasjim Djalal, saat memberikan orasi ilmiah dan bedah buku “Patriot Negara Kepulauan” 80 tahun Prof. Dr. Hasyim Djalal di Universitas Bung Hatta, Kamis,27/2.

Hasjim menegaskan Samudera Hindia menjadi prospek masa depan sektor ekonomi dan politik Indonesia. “Sayang saat ini banyak negara negara lain, seperti China dan India, yang aktif berebut pengaruh dan sumberdaya alam di samudera Hindia” tegasnya.

Ditambahkan Hasjim, India dan China sudah mendapatkan lisensi untuk mengembangkan dan mengeksplorasi sumber daya mineral di samudera Hindia. Namun Indonesia belum melihat samudera Hindia sebagai sumber potensi ekonomi yang besar.

"India sudah mendapatkan lisensi untuk mengembangkan mineral di Samudera Hindia. Begitu pula China yang mendapat konsesi mengeksplorasi sumberdaya alam dan mineral di bawah laut samudera Hindia. Potensi ikannya juga sangat besar, seperti tuna. Kapan kita mau memanfaatkan ini?" tuturnya lagi.

Ditambahkannya, salah satu penyebab lemahnya pemanfaatan potensi kelautan dalam kehidupan kita. Misalnya, sebut Hasjim, di Jawa ada kepercayaan laut sebagai tempat Nyi Loro Kidul. pemanfaatan sumberdaya laut dipandang menganggu kekuasaan Nyi Loro Kidul.

Dan di “Sumatera Barat juga ada sebagian pendapat, perantau-perantau yang mengelola laut jika pulang kampung menjadi batu, seperti kisah si Malin Kundang”, imbuh Hasjim yang sambut gemuruh peserta.

"Persepsi yang salah itulah yang dapat mempengaruhi pemanfaatan resources kelautan, terutama di Samudera Hindia," jelasnya. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 01 Maret 2014 - 10:03:38

Mahasiswa UBH Lakukan Trauma Healing Pada Korban Erupsi Sinabung
Mahasiswa UBH Lakukan Trauma Healing Pada Korban Erupsi Sinabung
bunghatta.ac.id - Mahasiswa Universitas Bung Hatta melalui Unit Kegiatan Mahasiswa KSR-PMI Proklamator dan Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin melakukan penyerahan bantuan untuk korban bencana alam erupsi gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatra Utara.Bantuan yang berhasil dihimpun beberapa waktu yang lalu ini di serahkan langsung ke lokasi pengungsian pada 20-24 Februari 2014.

Tim yang berjumlah 8 orang ini memberikan bantuan berupa 1000 paket alat tulis yang diberikan kepada anak TK dan SD serta baju layak pakai untuk masyarakat di sana. Tim ini beranggotakan 3 orang dari mahasiswa Teknik Mesin yaitu Deco Agustavio, Adi Suprianto dan Dedek Mariadi dan 5 orang lagi dari KSR PMI Proklamator yaitu Eggi Putra Murdi, Hendra Rukmana, Septiman Rudi, Nopriyadi dan Elsadday Trifosa Purba.

Deco Agustavio Ketua Himpunan Teknik Mesin mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian dan rasa kemanuasiaan kita, mahasiswa Universitas Bung Hatta terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah.

“Selain alat tulis dan pakaian layak, kita juga membuat suatu kegiatan yang bisa mengurangi rasa trauma (trauma healing) anak-anak akibat bencana yang mereka alamai tersebut. Intinya membuat mereka bisa tertawa dan bergembira sehingga bisa melupakan sejenak peritiwa yang telah dialami,” jelas Deko.

Ia menjelaskan sebelum kami ke Sinabung. KSR-PMI Proklamator sudah melakukan koordinasi dan mengirimkan surat pemberitahuan ke PMI Sumatra Utara atas kedatangan tim Universitas Bung Hatta. Sesampainya disana, mereka menyambut kami dengan senang hati dan untuk universitas di luar Sumatra Utara baru Universitas Bung Hatta yang mengirimkan bantuan. “Mudah-mudahan bantuan yang kita berikan bisa bermanfaat untuk mereka yang lebih membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara, Eggi Putra Murdi, Komandan KSR menyebutkan masih banyak masyarakat yang mengungsi di radius 5 KM dari puncak gunung Sinabung yang tersebar di 37 posko pengungsian dari 48 posko yang tersedia sebelumnya.

"Di sana KSR dan HMMJ-TM melakukan trauma healing kepada anak-anak dengan melakukan permainan sederhana seperti mengisi air ke dalam plastik dan melukis. Dengan adanya trauma healing anak-anak pengungsian Gunung Sinabung merasa gembira dan dapat menghilangkan trauma terhadap erupsi Gunung Sinabung," ungkap Eggi.

"Salah seorang anak di posko pengungsian yang didatangi KSR dan HMMJ-TM mengatakan belum ada yang melakukan trauma healing yang kita lakukan dan mereka merasa gembira dengan adanya trauma healing ini," ucap mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini.

Terkait bencana gunung Kelud di pulau Jawa, KSR-PMI Proklamator dan Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin berencana melakukan penggalangan dan kembali. (**Ubay-Humas UBH/WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 27 Februari 2014 - 16:20:37

Dino Pati DJalal Ajak Generasi Muda Kagumi Sosok Bung Hatta
Dino Pati DJalal Ajak Generasi Muda Kagumi Sosok Bung Hatta
bunghatta.ac.id - Siapa yang tidak mengenal sosok Bung Hatta, tokoh panutan bangsa ini menjadi idola dan sangat dikagumi oleh Dr. Dina Pati Djalal. Dalam pandanganya Bung Hatta memiliki kemampuan yang sunguh luar biasa sekali. Ia telah mengenalkan pada kita konsep diplomasi dan yang sangat terpenting dari pemikiran Bung Hatta mengenai politik bebas aktif.

Bung Hatta itu cemerlang, jujur, selalu berbuat untuk kebenaran dan sangat sederhana. Betapa tidak, ketika di usia senjanya Bung Hatta tidak lah dalam keadaan yang berkecukupan tetapi sangat sederhana. Generasi muda sekarang harus seperti Bung Hatta.

Hal tersebut dikatakan Dr. Dina Pati Djalal saat memberikan orasi ilmiah mengenai visi Indonesia di abad 21 dalam rangkaian kegiatan Bedah Buku Patriot Negara Kepulauan, 80th Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (27/02/2014).

“Baru pertama kalinya dalam kegiatan publik, saya bersama Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA, dua orang dari generasi yang berbeda duduk berdampingan bersama dan itu semua bisa terjadi hanya di Universitas Bung Hatta,” ungkapnya.

Menurutnya, kita hidup dalam zaman reformasi kedua di abad ke-21 ini dan berbeda dengan zaman reformasi pertama pasca kemerdekaan di abad ke-20 yang banyak melahirkan negara yang bebas dari penjajahan untuk menciptakan kedaulatan dengan orang-orang luar biasa tapi berpengaruh bagi dunia. Pada masa itu melakukan reformasi dengan mengunakan bambu runcing, peperangan dan dengan suara yang lantang.

“Namun akan jauh berbeda dengan reformasi kedua ini, tidak ada lagi bentuk penyerangan-penyerangan tapi lebih hening tapi dampaknya sangat luar biasa. Kini, sedang trandnya orang-orang biasa yang dapat merubah dunia terutama dengan teknologi seperti Steve Jobs,” ulasnya.

Dikatakannya, melihat Indonesia saat ini sangatlah berbeda dengan Indonesia di tahun-tahun sebleumnya, hampir 50 persen lebih rakyat Indonesia berada di kelas menengah dengan perekonomian negara yang cukup tinggi. Hal tersebut sangat bagus namun perlu ditingkatkan mejadi lebih hebat lagi.

“Memang untuk menjadi hebat tidaklah mudah perlu suatu strategi untuk menjadikan Indonesia bangsa yang besar di Asia yaitu dengan konsep nasionalisme unggul dengan semangat dan etos hidup, Itu merupakan visi di abad 21 itu. Akan tetapi untuk menaikan perekonomian tentunya masyarakat harus memiliki pendidikan yang tinggi dan rasa serta kemampuan Entrepreneurs,” imbuhnya.

Orasi ilmiah ini dalam rangka menyambut Dies Natalis ke-33 Universitas Bung Hatta dan diikuti lebih dari 300 peserta yang merupakan dosen, mahasiswa hingga tamu undangan lainnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 27 Februari 2014 - 14:14:45

Buku Tentang Hasjim Djalal, Diplomat Laut Indonesia Dibedah Di UBH
Buku Tentang Hasjim Djalal, Diplomat Laut Indonesia Dibedah Di UBH
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Orasi Ilmiah mengenai Visi Indonesia di Abad 21 dan bedah buku Patriot Negara Kepulauan tentang Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (27/02/2014).

Orasi ilmiah ini disampaikan oleh Mantan Duta Besar Indonesia untuk negara Amerika Serikat, Dr. Dino Pati Djalal dan buku Patriot Negara Kepulauan ini karya Efri Yoni Baikoeni, SS, MA dibedah oleh Dr. Ir Alfian Zein, MS dan Zukri Saat bersama juga Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA sebagai narasumber buku dengan dimoderatori Dr. Jhon Nurifdinsyah, M.si.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA dalam pembukaan acaranya mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-33 Universitas Bung Hatta pada 20 April mendatang. Kita tahu, bung hatta merupakan seoarang diplomat yang ulung begitu juga seperti Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA.

“Ia merupakan seoarang diplomat senior yang telah mewujudkan pengakuan dunia atas Indonesia sebagai negara kepualauan dan juga sebagai tokoh hukum laut internasional lintas generasi yang telah banyak berjasa bagi negara Indonesia ini. ia telah melewati masa orde lama, orde baru hingga zaman reformasi saat ini,” ujarnya.

"Terkait gagasan Forum Akademis Samudra Hindia, kita juga berharap Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, MA dan Dr. Dino Pati Djalal dapat menjadi penasehat forum ini," tambahnya.

Efri Yoni Baikoeni memaparkan penulisan buku tentang Prof. Dr. H. Hasjim Djalal, M.A ini mengingat Beliau adalah salah seorang diplomat Indonesia yang berada dibalik suksesnya pengesahan Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS 1982). Bersama dengan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, mereka membawa kepentingan Indonesia seperti yang diamanatkan oleh Deklarasi Juanda.

“Selama puluhan tahun, Hasjim Djalal telah memperjuangkan konsep Nusantara dengan gigih, ulet dan tekun di medan internasional. Dengan penuh keahlian, Hasjim Djalal tanpa kenal lelah telah berhasil menggalang dukungan diplomatik dan politik,” jalasnya

Selain itu, Efri mengatakan ia juga melakukan perundingan secara maraton di berbagai forum bilateral dan multilateral, mengembangkan hukum laut internasional secara kreatif dan menempatkan Indonesia di garis terdepan dalam upaya masyarakat internasional untuk mereformasi hukum internasional.

“Sejak itulah saya berkeinginan mencoba mengumpulkan tulisan mengenai isu konflik perbatasan yang terkait dengan pemikiran Prof. Dr. Hasjim Djalal. Tidak hanya itu, melalui kontak pribadi, saya juga berkesempatan menyelami kehidupan pribadi beliau yang menarik untuk dibagi kepada orang lain. Apalagi sampai saat ini, belum pernah ada penulis yang mencoba mendokumentasikan perjalanan hidup beliau,” ungkapnya.

Ia menyebutkan Atas perjuangannya, sangat tepat apabila Hasjim Djalal disebut sebagai “Patriot Negara Kepulauan”, bahkan predikat “Pahlawan Nasional” layak disandangkan kepada “begawan” duta besar Indonesia tersebut.

“Ia layak menjadi teladan dan panutan karena dalam usia senja ini, beliau masih terus mencurahkan ilmunya dan memikirkan kemajuan bangsa. Apalagi saat ini, sosok Hasjim Djalal sebagai ahli Hukum Laut Internasional menjadi figur langka karena sepertinya Ibu Pertiwi belum melahirkan generasi penerus sebagai pengganti maupun tandingannya,” jelasnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 26 Februari 2014 - 15:26:37

Pemko Padang Panjang Siap Terima Mahasiswa KKN-PPM UBH
Pemko Padang Panjang Siap Terima Mahasiswa KKN-PPM UBH
bunghatta.ac.id - Pemerintah Kota Padang Panjang siap memfasilitasi dan membantu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta untuk periode ke-IV tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada 07 Juli hingga 13 Agustus 2014 di lima kabupaten kota yang ada di Sumatra Barat, salah satunya Kota Padang Panjang.

Bertempat di Ruang Sekeretaris Daerah Walikota Padang Panjang , Rabu (26/02/2014), tim penjaringan tema KKN PPM Universitas Bung Hatta 2014 mengadakan audiensi dengan pemerintah Kota Padang Panjang yang dipimpin Ketua Pelaksanan KKN-PPM UBH 2014, Ir. Indra Khaidir, M.Sc beserta Sekretaris LPPM UBH Ir Haryani, MT, Dekan Fakultas Ekonomi Yuhelmi, SE, MM dan Ketua Koordinator Kota Padang Panjang Dessy Arianty ST, MA.

Sedangkan dari Pemko Padang Panjang Disambut langsung oleh Asisten II Walikota, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bapelda, Sekeretaris Camat Padang Panjang Barat dan Sekertaris Padang Panjang Timur.

Indra Khaidir mengatakan kedatangan tim ini sebagai langkah awal untuk melakukan audensi mengenai pelaksanaan dan penjaringan tema-tema KKN-PPM UBH 2014 sekaligus untuk menyamakan persepsi terkain falsafah KKN tersebut. Sebab selama ini telah terjadi perubahan paradigma tentang KKN.

“Dulu pelaksanaan KKN itu hanya untuk membantu dan membangun di masyarakat namun sejak tahun 2006 berubah menjadi KKN-PPM untuk melakukan pemberdayaan di masyarakat. Mahasiswa akan diberikan tugas untuk menyelesaikan program pokoknya sesuai dengan bidang studinya, kemudian ada juga program tambahan dan program bantu,” jelasnya.

Ia juga mengatakan nantinya mahasiswa di lapangan buka saja untuk bergotong royong membantu masyarakat tetapi mampu menyumbangkan ilmu dengan ide dan gagasannya sebagai tenaga ahli, problem solving, motivator dengan melibatkan partisipasi masyarakat supaya program pemberdayaan tercapai dan sama-sama terbantu.

Seperti yang telah dilakukan sebelumnya di Kabupaten Padang Pariaman, kita juga akan meminta data profil nagari/kelurahan, Musrembang, RPJM dan lainnya. Data tersebut, nantinya akan diramu oelh tim untuk membuat tema-tema yang cocok di daerah tersebut sesuai dengan 24 program studi yang terdapat di Universitas Bung Hatta.

“Pelaksanaan KKN-PPM itu harus ada sinergi antara mahasiswa, kampus, pemerintah daerah/kota dan masyarakat sehingga dengan kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat benar-benar membantu sebagai penyelesai masalah dan mahasiswa juga dapat melatih leadership serta kerjasama diberbagai bidang” ujarnya.

Hj. Tuti dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Padang Panjang menyampaikan Pemko siap membantu Universitas Bung Hatta dalam pelaksanaan KKN di daerahnya. Keberadaan mahasiswa KKN sangat membantu sekali masyarakat. Meskipun wilayah Padang Panjang tidak luas tapi permasalahaan di masyarakat cukup banyak juga misalnya saja pemanfaatan bukit kapur, pengeloan industri kulit, kondisi pasar hingga potensi pariwisata.

“Keberadaan mahasiswa KKN Universitas Bung Hatta sangat diharapkan dapat membantu dan membuka cakrawala masyarakat. Selain itu juga program dari mahasiswa dapat bersinergi dengan program Pemko untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi prioritas sesuai dengan tema-tema dari kelimuan yang dimiliki mahasiswa,” imbuhnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.87.156.29