Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1435 H

Mewakili mahasiswa yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta periode ke-4 Tahun 2014 mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1435 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. (**Ubay-Humas UBH)....

Kabar Duka, Dr. Hendri Budiman, ST, MT Dosen Teknik Mesin UBH Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Universitas Bung Hatta dengan telah berpulangnya kerahmatuallah Dr. Hendri Budiman, ST, MT Dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang menghembuskan nafas terakhirnya Sabtu tanggal 26 Juli 2014 dini hari di Kota Pad....

Tingkat Abrasi Tinggi, UBH Bersama Miss Earth 2014 Hijukan Pantai Pasir Jambak.

Universitas Bung Hatta bersama Miss Earth Indonesia 2014 asal Sumatra Barat Annisa Ananda Nusyirwan melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 200 batang pohon Ketapang di Objek Wisata Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, selasa (22/07/2014). Ir. Haryani,....

Wakil Rektor III UBH dan Miss Earth Indonesia 2014 Tanam Pohon

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Drs. suparman Khan, M.Hum bersama Miss Earth Indonesia 2014 asal Sumatra Barat Annisa Ananda Nusyirwan serta masyarakat melakukan penghijauan dengan menanam sebanyak 200 batang pohon Ketapang di Objek Wisata Pasir Jambak, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan K....

Mahasiswa KKN-PPM UBH Beri Penyuluhan Penggunaan Bahan Tambahan Makanan

Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang melaksnakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Nagari Gadur Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman melaksanakan penyuluhan mengenai penggunaan bahan tambahan makanan. Penyuluhan ini dilakukan oleh Febrina Rahmat D....

UBH Perpanjang Waktu Pendaftaran Maba

Univeristas Bung Hatta (UBH) memperpanjang masa pendaftaran mahasiwa baru tahun akademik 2014/2015 hingga 3 Agustus 2014, dan hasil seleksinya akan di umumkan tanggal 4 Agustus. Sebelumnya pendaftaran mahasiswa baru UBH dibuka sejak April hingga 30 Juli 2014. Ka.Biro Akademik Hendra Kusuma,S.Pi.,....

Selasa 10 Desember 2013 - 15:04:59

Lowongan Kerja Pustakawan Universitas Bung Hatta
Lowongan Kerja Pustakawan Universitas Bung Hatta
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta saat ini membuka lowongan pekerjaan untuk tenaga pustakawan persyaratan sebagai berikut:

1. Pendidikan S1 perpustakaan.
2. Memahami strategi penelusuran sumber informasi ( arikel jurnal, refrensi, prossiding dll).
3. Memiliki karakter disiplin, kerja keras dan jiwa pelayanan (service oriented).
4. Mengerti klarifikasi, katalogisasi dan tajuk subjek.
6. Memiliki rasa tanggungjawab, proaktif dan dapat bekerjasama dalam team.
7. Mampu bekerja dibawah tekanan , rapi dan detail
8. Komunikatif.

Lamaran lengkap berupa:

1. Curriculum Vite.
2. Foto kopi KTP, foto berwarna 3x4 terbaru.
3. Ijazah terakhir.
4. Transkip nilai dan
5. Dokumen pendukung lainnya

Pengiriman kelengkapan berkas sebelum tanggal 17 Desember 2013.

Kelengkapan lamaran tersebut dikirim ke Bagian Kepegawaian Universitas Bung Hatta.
Jalan Sumatera, Ulakkarang Padang 25133.
Telepon 0751-70516378.
Fax: 0751-7055475.
Email kepegawaian@bunghatta.ac.id.

(Humas-UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 09 Desember 2013 - 13:50:41

Pewarta Foto Antara Berbagi Ilmu Foto Jurnalistik
Pewarta Foto Antara Berbagi Ilmu Foto Jurnalistik
bunghatta.ac.id - Fotografi secara umum berfungsi sebagai sebuah media untuk mengabadikan sebuah momen dan memori yang suatu saat bisa dipanggil kembali dengan melihat foto yang dihasilkan, atau biasa juga disebut memory triggering.

Hal tersebut dikatakan Iggoy El Fitra saat memberikan materi Foto Jurnalistik yang disampaikan dalam Pelatihan Jurnalistik Unit Kegiatan Mahasiswa Wawasan Proklamator Universitas Bung Hatta yang bertempat di Lokal H.6 Gedung H Fakultas Ilmu Budaya Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Minggu (08/12/2013).

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelatihan untuk calon anggota dan calon wartawan Unit Kegiatan Mahasiswa Wawasan Proklamator Universitas Bung Hatta angkatan 2013 yang ikuti oleh lebih 20 peserta.

Iggoy El Fitra pewarta foto Kabar Berita Antra ini, memulai penyampaian materinya dengan menampilakan portofolio karya foto-fotonya dalam bentuk tayangan video dari tahun 2008-2013.

Ia menjelaskan sama seperti menulis berita, sebuat foto pun memiliki nilainya yang ditentukan oleh beberapa unsur seperti aktualitas, berhubungan dengan berita, kejadian luar biasa, promosi, kepentingan, human interest dan universal. Foto jurnalistik pada dasarnya terbagi atas foto tunggal (Single Photo) dan foto cerita,seri atau esai (Story Photo).

“Foto jurnalistik mempunyai daya jangkau yang sangat luas atau bersifat univerasl karena dapat menyusupi seluruh fase intelektual hidup kita, membawa pengaruh besar atas pemikiran dan pembentukan pendapat publik,” ujara alumni Sastra Jepang Universitas Bung Hatta ini.

Menurut Iggoy, semua foto bisa dikatakan foto jurnalistik bila terkandung didalamnya nilai-nilai berita. Foto cerita dalam jurnalistik haruslah memiliki nilai berita dan mengikuti kaidah jurnalistik seperti penggunaan teks sebagai pelengkap unsur 5W+1H dan juga menjadi pedoman dalam menulis teks keterangan foto.

Esai foto merupakan bagian dari fotografi, untuk membuatnya dapat menggunakan metode EDFAT
(entire, detail, frame, angle, time). “Esai foto akan menjadi sebuah karya foto jurnalistik bila disebarkan kepada publik dan menyebarkan sesuatu kepada publik, baik melalui media massa maupun media komunikasi lainnya seperti blog, jejaring sosial dan lainnya,” terangnya.

Secara umum, ia mengatakan komponen kriteria foto layak siar yakni informatif, kehangatan, faktual, relevan, magnitude, misi, eksklusif dan atraktif. Untuk menentukan pilihan foto layak dipublikasikan, titik tolaknya bukanlah dari bagus atau tidak bagusnya foto bersangkutan, tapi yang utama adalah pengertian kena atau tidak kena, relevan atau tidak, jitu atau tidak.

Seorang fotografer bisa berbuat apa saja terhadap fotonya apakah akan dikrop, digelapkan atau diterangkan, dihilangkan sebagian dan lain-lain. Tapi bagi seorang foto jurnalis ada batasan yang sangat kuat dan harus dipegang teguh, Don't Lie, jangan berbohong, karena foto jurnalistik bukanlah fiksi.

“Karena kekuatannya dalam publikasi media massa dengan pengaruh yang sangat besar terhadap orang banyak, maka dalam foto jurnalistik, kepercayaan adalah segala-galanya. Etika dan batasan-batasan yang jelas menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pembaca,” ungkapnya. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 07 Desember 2013 - 11:15:19

bunghatta.ac.id - Melihat minimnya mahasiwa yang ingin berorganiasi dan minimnya pengetahuan mengenai organisasi membuat Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakutas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta mengadakan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula FIB Gedung H Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 06-08 Desember 2013.

Kegiatan yang diikuti 60 peserta ini mengangkat tema “Menciptakan Mahasiswa yang Eksis Solid Kritis dan Humanis (Ekostis)” yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta dan didampingi oleh Wakil Dekan FIB, Ketua Jurusan serta kelembagaan se-lingkungan FIB.

Ketua Pelaksana Yunita Khairani mengatakan kegitan ini bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang eksis solid kritis dan humanis sesuai tema pada kegiatan ini . “Kegiatan ini sebagai tempat untuk belajar dan mau mengembangkan jiwa kepemimpinan serta dapat menggali potensi diri hingga nantinya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap mahasiswa Sastra Jepang ini.

Rizky Ideal Fitra Gubernur BEMM FIB Universitas Bung Hatta mengungkapkan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja BEMM FIB yang sangat berguna untuk menciptakan kader pemimpin.

“Kegiatan ini juga bisamembentuk individu yang dapat merangkul orang sekitarnya dan menjadi pemimpin sukses di massa depan,” katanya.

Fashly Eka Putra Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta sangat bangga dan mengapresisasi kegiata latihan kepemimpinan ini sebab sebagai sarana untuk pengkaderan dan regenerasi kelembagaan mahasiswa di tatanan FIB.

“Ada 3 hal yang perlu diperhatikan untuk peserta kegiatan ini, pertama peserta apakah memang murni ingin mendapatkan ilmunya, kedua apakah peserta ini hanya menginginkan sertifikat dari kegiatan ini dan terakhir aktif berorganisasi itu tidak mengganggu aktivitas perkulihan,” tegasnya.

Ia menambahkan berorgansiasi itu tidak menghambat kuliah malah kita memiliki nila lebih dari teman-teman yang tidak ikut berorganisasi. Bisa mengatur waktu, pandai berkomunikasi dan lainnya. “Sebetulnya dikembalikan ke pribadi masing-masing dalam membagi waktu antara organisasi dan kuliah.” ucapnya.

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Drs. Suparman Khan, M.Hum mengatakan kampus sangat mendukung kegiatan semacam ini karena majunya suatu perguruan tinggi terletak di bidang kemahasiswaannya yang telah maju. Latihan kepemimpinan ini dapat membentuk mahasiswa yang nantinya akan menjadi pemimin di dalam oraganisasinya atau setidaknya bisa menjadi pembimpin bagi diri sendiri.

“menjadi pemimpin itu harus mampu berkomunikasi dengan baik dan mempunyai nilai tambah serta ciri khas yang membedakan dari yang lainnya. Dari tema yang diangkat pada pelatihan ini semoga tema tersebut bisa terwujud,” ucapnya.

Materi yang diberikan dalam pelatihan ini berupa teknik lobby dan komunikasi, mengenal potensi diri (leadership), manajemen organsiasi, manajemen kegiatan, teknik pembuatan proposal, manajemen aksi, teknik persidangan dan simulasi sidang, pengenalan sejarah kelembagaan mahasiswa FIB hingga di akhir kegiatan ada kegiatan outbond. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 06 Desember 2013 - 14:08:20

Mahasiswa Harus Siapkan Diri Hadapi ASEAN Economic Community 2015
Mahasiswa Harus Siapkan Diri Hadapi ASEAN Economic Community 2015
bunghatta.ac.id - Pentingnya pemahaman mahasiswa dalam menghadapi persaingan pasar bebas ASEAN 2015, Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta menggadakan seminar yang bertajuk Kesiapan Sumbar dalam Menghadapi ASEAN Economic Community dengan perspektif dari pendidikan, ekonomi, pengusaha, industri dan UMKM yang diadakan di Aula Balirung Carakan Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (06/12/2013).

Dekan Fakultas Ekonomi Yuhelmi, SE, MM mengatakan dunia pendidikan harus siap dengan dalam menghadapi pasar bebas ASEAN ini untuk menciptakan lulusan yang mampu berkualitas dan bersaing dengan yang lainnya. Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil bila pasar bebas ini terjadi, lulusan kita bisa bekerja dengan leluasa di kawasan ASEAN.

“Untuk itu para mahasisea harus mempersiapkan diri dalam menyambut pasar bebas ini. tak hanya itu dari segi dunia bisnis dan perkoperasiaan juga akan ada dampaknya. Tentunya semua sektor harus siap bersaing,” ujarnya.

Ia menyebutkan para mahasiswa perlu menggali informasi ini sebanyak –banyaknya mengenai permasalahan yang akan kita hadapi kedepannya. Dengan seminar ini kita juga dapat membuka wawasan dan pemahaman kita serta bagaimana pemahaman kita dalam menghadapi ASEAN Economic Community.

Seminar ini menghadirkan empat pemateri yaitu Prof. Dr. Niki Lukviarman SE, Akt, MBA Rektor Universitas Bung Hatta, Dr. Romeo Rissal Panjialan praktisi dan pakar ekonomi kreatif, Ir. Zirma Yusri dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dan Feri Bendaraha HPMI Sumbar serta dimoderatori oleh Herman Danau.

Prof. Dr. Niki Lukviarman SE, Akt, MBA membahas mengenai kesiapan perguruan tinggi terutama Universitas Bung Hatta dalam menghadapi ASEAN Economic Community 2015 ini. Menghadapai pasar bebas ini mahasiswa harus memiliki kompetensi, mempunyai karakter tentunya kaitannya dengan softskills nya seperti berkomunikasi dan harus kreatif.

“Bila telah memiliki kompetensi, karakter dan kreatif, saya percaya para mahasiswa bisa bersaing. Universitas Bung Hatta telah mempersiapkannya sejak dulu dengan melakukan tes TOEFEL ketika akan wisuda, kemudian akan melakukan sertifikasi-sertifikasi sesuai keahlian jurusannya masing-masing dan menerapkan kurikulum yang standar yaitu KBK,” imbuhnya

Sementara Dr. Romeo Rissal Panjialan memaparkan Sumbar itu tidak siap untuk menghadapi pasar bebas ini maka perlu membangun sikap dan mindset bagi masyarakat bahwa Sumbar adalah ASEAN. Tentunya perlu adanya penyamaan visi dan tekat antara perguruan tinggi, swasta dan pemerintah. “Istilahanya mampaarek gigi masin dengan sinkronisasi strategi dan program,” ujarnya dihadapan lebih dari 400 peserta seminar. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 04 Desember 2013 - 15:36:29

Yudhi Rahman, Mahasiswa Hukum UBH Juara 1 Esai Nasional
Yudhi Rahman, Mahasiswa Hukum UBH Juara 1 Esai Nasional
bunghatta.ac.id - Yudhi Rahman mahasiswa Ilmu Hukum angkatan 2011 Universitas Bung Hatta berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan penuliasan esai dalam rangka kegiatan Indonesian Youth Leaders Summit 2013 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 23-24 November 2013 lalu.

Melalui tema esai “Revitalisasi Peranan Pemuda : Menganalisa Pembaharuan Pemuda Untuk Indonesia Yang Lebih Baik” ini, Yudhi berhasil masuk 50 besar berdasarkan seleksi via email dan kemudian dari hasil penilaian dewan juri yang cukup ketat, ia dinyatakan menjadi juara pertama. Untuk juara kedua Institut Pertanian Bogor dan Ketiga Universitas Negeri Jambi. Rencanannya kesepuluh esai terbaik akan dijadikan satu buku.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kepemudaan dalam diri pemuda sekarang. Dalam acara yang diikuti peserta yang berasal dari seluruh Indonesia ini juga akan mendiskusikan bersama sejumlah pembicara kelas nasional mengenai permasalahan yang hangat saat sekarang ini mulai dari masalah hukum, politik dan budaya.

Dalam pertemuan dengan Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA beserta Wakil Rektor I, II dan III dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta, Rabu (04/12/2012), Yudhi mengatakan lomba esai ini merupakan pra kegiatan Indonesian Youth Leaders Summit 2013.

Ketika berhasil masuk seleksi 50 besar para peserta ini akan terbang ke Semarang untuk mengikuti acara konferensi yang berupa diskusi panelis. "Pada masing-masing sesi akan diisi oleh seorang pembicara tingkat nasional yang berkompeten dan komunikatif. Kemudian ada kegiatan cultural night dan seminar nasional,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dalam tulisannya pemuda Indonesia harus berani melakukan otokritik sekaligus membenahi diri, meningkatkan kualitas SDM, dan siap berkiprah ditengah-tengah masyarakat , mewarnai berbagai lini kehidupan bangsa, karena bangsa ini membutuhkan peran kalangan pemuda secara nyata, sehingga tentu sesungguhnya tugas dan peran pemuda untuk Bangsa Indonesia ini tidaklah ringan.

“Dalam revitalisasi peranan pemuda untuk Indonesia yang lebih baik adalah pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa sudah tentu harus dipersiapkan dengan baik dan matang, sehingga peran pemuda hendaklah direvitalisasi sejak dini, sebab dalam sebuah kepemimpinan dibutuhkan integritas, kapasitas, juga pengalaman dan kematangan emosional,” ujarnya.

Menurutnya, pemuda Indonesia diharapkan bisa dan mampu mengambil setiap peluang yang ada dan memanfaatkannya secara baik demi kemajuan Bangsa Indonesia ini ke arah yang lebih baik. Karena pada intinya, pemuda adalah yang mampu dan berperan besar dalam merevitalisasi pembaharuan untuk Indonesia yang lebih baik.

“Saya senang dan bangga bisa membawa harum nama Universitas Bung Hatta di tingkat nasional. Untuk di wilayah Sumatra Barat saja, hanya kampus kita yang menjadi perwakilan untuk kegiatan ini. Saya percaya kita memiliki kemampuan di bidangnya masing-masing, namun sayangnya kita tidak berani mencoba dan menunjukannya. Padahal bila ada kemauan dan tekat yang kuat pasti akan ada jalannya asalkan kita memang bersungguh-sungguh untuk melakukannya,” pesannya. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 03 Desember 2013 - 14:22:43

Ka. BNPB Syamsul Maarif: Penanggulangan Bencana Perlu Utamakan Kearifan Lokal
Ka. BNPB Syamsul Maarif: Penanggulangan Bencana Perlu Utamakan Kearifan Lokal
bunghatta.ac.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif mengatakan, dalam bencana ada kebijakan publik yang perlu diperhatikan. Syamsul Maarif menyebutnya sebagai sisi kearifan lokal.

Hal itu disampaikan Syamsul saat memberikan kuliah bagi mahasiswa Pascarsarjana Management Resiko Bencana Universitas Bung Hatta dengan materi “Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas di Indonesia”, Kampus I UBH Ulak Karang, Selasa (3/12).

Ia menjelaskan, kearifan lokal yang dimaksud adalah pendekatan kepada pimpinan tertinggi dalam kelompok sosial. Ia memberikan contoh seperti halnya kearifan lokal “smoong” di Simeleu Aceh.

Ditambahkannya, kearifan-kearifan lokal di setiap daerah sebenarnya mempunyai pesan-pesan tersendiri terhadap kebencanaan.

“Di Sumatera Barat, ada banyak kesenian dan budaya masyarakat Minang yang menyampaikan pesan-pesan tentang kebencanaan, seprti kesenian randai, rabab pasisia maupun petatah petitih dan pantun-pantun orang Minang”, ujarnya.

Disebutkan Syamsul, untuk melakukan perubahan paradigma tentang kerentanan bencana, tidak lah sulit jika pimpinan tertinggi dari suatu kelompok masyarakat tersebut yang dipengaruhi sehingga warga dan orang di sekitarnya pasti akan berubah dan masyarakat akan mengikuti dan patuh apa yang disampaikan pimpinan tersebut.

Kegiatan kuliah bersama Ka.BNPB tersebut di ikuti oleh semua mahasiswa Program Pascasarjana Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Universitas Bung Hatta, tidak ketinggalan Walikota Padang Drs. Fauzi Bahar,MSi serta Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,AKt,MBA pun ikut membaur bersama mahasiswa mengikuti materi kuliah yang diberikan secara sistimatis, santai dan lebih banyak berdiskusi. Dr. Syamsul Maarif sendiri adalah salah satu Dosen di Program Pascasarjana Manajemen Pengurangan Resiko Bencana Universitas Bung Hatta, sejak di luncurkan beberapa waktu yang lalu.**Indrawadi-Humas.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 01 Desember 2013 - 15:21:58

Budi Isman: Jadi Pengusaha sukses? Mulailah Bermimpi Besar
Budi Isman: Jadi Pengusaha sukses? Mulailah Bermimpi Besar
bunghatta.ac.id - Pertanyaan sederhana mengapa kita tertarik menjadi entrepreneur? Jawabanya mudah saja, ingin memiliki uang banyak, kebebasan, menjadi bos sendiri, passion, menciptakan lapangan kerja, karena hobi hingga ingin membantu orang tua.

Demikian dikatakan Budi Satria Isman, CEO International Busnisse Coach, Sosial Preneur saat memberikan materi Seminar Wirausaha Nasional dengan tema “Dream Big Start Small” yang diadakan oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Universitas Bung Hatta yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (29/11/2013).

Budi membahas cara cerdas membangun bisnis dengan memulai bermimpi besar karena di antara kita semua memulainya dengan mimpi tapi dimulai dengan hal-hal yang kecil. "Sayangnya untuk memulai usaha itu banyak orang yang takut," ungkapnya.

Ia mengatakan resiko tinggi, gagal, tidak punya modal, tidak tahu caranya, tidak punya bakat, tidak punya produk dan apakah ketika melakukan usaha itu harus jualan. Itu semua bisa menjadi hambatan ketika ingin memulai usaha.

"Padahal dari setiap masalah yang dihadapi manusia adalah peluang sebuah usaha karena setiap manusia ingin solusi dari permasalahannya. Misalnya ketika haus kita akan membeli air minum merek tertentu," ujarnya.

Smatrpreneur Businees telah melakukan pemetaan dalam berbisnis dengan membuat konsep playing field, market landscape dan operational profitability.

Dikatakan Budi, jangan hanya berbisnis di sektor mikro saja tapi kita harus bisa lebih tinggi minimal jadi usaha kecil atau menengah. Belajar bersama dan cari pelatih bisnis untuk mengembangkan dan bila ingin berwirausaha yang jelas lakukan dan latih keterampilan kita.

"Sekitar 85 persen kegagalan usaha itu di tahun pertama kemudian 50 persen pada tahun kelima dan 35 persen pada tahun kesepuluh," ucapnya dihadapan 100 lebih mahasiswa ini

Ia berpesan kesabaran dan pantang menyerah merupakan kuncinya, tentunya kita harus konsisten dan disiplin walaupun lambat asal terus bergerak usahanya tapi bila kita berhenti pastiakan gagal.

"Bangun jaringan usaha dan pertemanan kita dengan siapapun. Orang sukses percaya walaupun belum ada bukti, selalu positif dan percaya diri. Learn success share, yes we can,” tambahnya.(**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 01 Desember 2013 - 15:06:53

BEMM UBH Gelar Seminar Wirausaha Dream Big Start Small
BEMM UBH Gelar Seminar Wirausaha Dream Big Start Small
bunghatta.ac.id - Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Seminar Wirausaha Nasional dengan tema “Dream Big Start Small” bersama Budi Satria Isman yang dilaksnakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (29/11/2013).

Budi Satria Isman merupakan CEO International Busnisse Coach, Sosial Preneur membahas bagaimana memulai peluang usaha itu.

Wido Aries Tyo Prabowo Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan seminar wirausaha ini kita gelar guna menumbuhkan jiwa-jiwa kewirausahaan yang ada dalam diri mahasiswa. Tak hanya untuk mahasiswa juga tapi untuk seluruh masyarakat di Universitas Bung Hatta.

“Untuk melakukan usaha itu memang tidaklah mudah membutuhkan proses maka kita bisa mulainya dengan hal-hal yang kecil dulu. Diharapkan para mahasiswa yang mengikuti seminar ini bisa mendapatkan ilmu mengenai kewirausahaan dan merubah mindset mengenai dunia usaha,” ujar mahasiwa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Fashly Eka Putra menyampaikan melakukan wirausaha itu bukan menjual sesuatu yang kecil-kecil saja tapi dari hal yang kecil ini bisa menjadi besar. Tantangan terbesar ketika ingin memulai berwirausaha itu skills dan menghilangkan rasa malu dan gengsi.

“Rasa malu dan gengsi itu menjadi dinding penghalang yang besar ketika mau memulai usaha tapi bila semua itu telah bisa kita lewati maka bisa mengembangkan usaha kita,” ungakapnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Universitas Bung Hatta menyampaikan pemateri kita ini memiliki hubungan dekat dengan kampus kita ini, sebab ia merupakan anak dari salah satu pendiri kampus swasta yang masih terbaik se-Sumatra Bagian Tengah ini.

“Mindset di masyarakat sekarang sulit untuk diubah, masih memegang konsep me too dalam berjualannya. Ketika orang jual teh poci yang lain ikut pula jualan teh poci begitu juga ketika ingin berjualan es tebu sekarang sudah ada dimana-mana,” ujar Niki.

Dikatakan Niki, penelitian menunjukan kelemahan dari orang Padang itu kerjasama rendah biasa kerja sendiri, kemampuan berkomunikasi yang kurang baik, tidak percaya diri dan emosional yang tidak terkontrol. Terpenting itu bila ingin memulai usaha itu memiliki skills dan kemapuan berkomunikasi yang baik.

“Sayang bila tidak dimanfaatkan kesempatan seminar ini untuk bisa menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari pemateri kita ini. Kuncinya dalam berwirausaha itu memilki nyali dan berani mengambil keputusan,” pesan dia.(**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 29 November 2013 - 11:02:19

LKMM-TD FTI: Bangkitkan Pemimpin Demokratis, Kreatif dan Inovatif
LKMM-TD FTI: Bangkitkan Pemimpin Demokratis, Kreatif dan Inovatif
bunghatta.ac.id - Membangkitkan pemimpin yang demokratis, kreatif dan inovatif tidaklah mudah memerlukan proses dan latihan-latihan khusus. Untuk itu, Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Universita Bung Hatta mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar yang dilaksanakan di Gebung B Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 29 November-01 Desember 2013.

Menurut Arifatul Chair Ketua Pelaksana kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengingkatkan pemahaman dan pengetahuan para mahasiswa mengenai kepemimpinan. Kegiatan ini juga dapat menjawab apa itu pemimpin, bagaimana menjadi pemimpin dan kenapa saya harus menjadi pemimpin.

“Tentunya dengan pelatihan kepemimpinan ini bisa menjawab kondisi dan pertanyaan di antara para mahasiswa mengenai cara berorganisasi dan kepemimpinan. Semoga para peserta dapat mengikuti acara dengan serius hingga selesai dan dapat mengambil ilmu serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini.

Gubernur BEMM FTI Doni Irfan mengatakan pelatihan kepemimpinana ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan BEMM FTI untuk daapt menciptkaan calon pemimpin yang dapat memimpin negeri ini kedepannya. “Pelatihan ini penting sekali diikuti oleh mahasiswa untuk menumbuhkan jiwa pemimpin dan berkarakter seperti Bung Hatta yang jujur, disiplin, santun dan sederhana meskipun kita itu memimpin diri sendiri,” ungkap Doni.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta, Fashly Eka Putra menjelaskan pelatihan kepemimpinan ini sebagai upaya untuk regenerasi kelembagaan mahasiswa dalam menciptakan pemimpin yang berkualitas dan mirinsnya dari lebih 10 ribu mahasiswa Universitas Bung Hatta bisa dibilang hanya 5 persen saja yang mau iktu berorgansiasi baik tingkat jurusan, fakutas, universtias hingga unit kegiatan mahasiwa.

“Bangkitkan dulu kelembagan di jurusan dan fakutlas kemudian bila kita memiliki kemampuan yang sudah cukup baru terjun di tingkat universitas. Berkecimpung di organisasi itu tidak akan menghambat perkuliahan dan nilai akademik malah membantu terutama dalam berkomunikasi, cara analaissi dan berfikir akan berbeda dengan teman yang tidak ikut beroganaisasi,”tegasnya.

Ir. Drs.Mulyanef, M.Sc Dekan FTI Universitas Bung Hatta yang membuka acara ini menyampaikan rugilah bila para mahasiswa tidak belajar ilmu organisasi. Kita yakin setelah kulus kuliah nantinya kita tidak hanya menengandalkan ilmu yang disamapaikan dosen saat di bangku kuliah tapi kemampuan berorgansisasi dan memimpin itu penting.

“Keuntungan jadi ketua bisa mengorganisir organiasi, dari latihan kepemimpinan kita belajar itu dan bergabung dalam suatu oragansiasi itu aplikasinya. Selain pelatihan kepemimpinan kita juga akan diajarkan bagaimana membuat proposal. Bila ingin buat kegiatan tentu akan membuat proposal, ucapnya.

Ia menambahkan untuk kegiatan mahasiswa yang bisa membantu pendanaan salah satunya dengan membuat proposal PKM dari Dikit. Universitas Bung Hatta telah memfasilitasi mahasiswa untuk pembuatan proposal PKM. Bila dari perusahaan ada juga program CSR yang disisihkan sebagian keuntungan perusahaan tersebut.

“Hanya bermodal proposal kita dapat meminta dana untuk melakukan kegiatan. Saya mengkritik kepada kelembagaan mahasiswa perlu penyempurnaan dalam pembuatan proposalnya agar lebih menarik lagi mesksipun untuk permintaan dana dari kampus apalagi bila meminta sponsor diluar kampus,” jelasnya.

“Pemimpin itu tidak hanya memiliki jiwa demokratis, kreatif dan inovatif tapi kita juga harus menjadi pemimpin yang jujur sesuai dengan karakter Bung Hatta,” tambahnya.

Sebanyak 60 peserta akan mendapatkan materi dalam pelatihan ini berupa membedah karakter mengenal diri sendiri, keperibadiana dan kepercayaan diri, perumusan gagasan awal, teknik pengendalian motivasi, asministrasi dan kesekretariaan, manajemen kepemimpinan dan organisasi, perencanaan penyusunan dan pelaksanana program kerja, retorika berupa teknik berpidato, teknik persidangan hingga manajemn aksi.

Pematerinya berasal dari alumni dan dosen FTI Universitas Bung Hatta yang pernah menjadi aktivis saat menjadi mahasiswa bahkan saat berkarir di organisasi profesinya seperti Aidil Ikhsan ST, MT, Ir. Imam Satria, MT, Ir. M .Nursyaiti Yulius M.Tech, Mgt, Yusrizal Bakar ST, MT, Ir. Ija Darmana MT, Ir. Suryadimal, MT, Beni Fitra, ST, Reza Pahlevi Djuanini, ST dan Zulkifli. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 28 November 2013 - 14:21:37

Direktur Keuangan Pertamina Retail Mengajar Mahasiswa UBH
Direktur Keuangan Pertamina Retail Mengajar Mahasiswa UBH
bunghatta.ac.id - Pertamina Mengajar, kegiatan terbaru PT. Pertamina (Persero) dalam rangka mengedukasi mahasiswa sekaligus untuk menyambut hari ulang tahun perusahaan energi terbesar di Indonesia yang ke-56 pada 10 Desember 2013 mendatang dengan melibatkan jajaran Direksi dan Manajemen PT. Pertamina beserta seluruh jajaran Direksi Anak Perusahaan PT. Pertamina akan melakukan kegiatan mengajar kepada beberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Universitas Bung Hatta mendapat kesempatan menjadi tempat mengajarnya Direktur Keuangan PT. Pertamina Retail, Tenny Rusdi, SE, Akt, MM. Kegiatan mengajar ini bertemakan “Ayo Indonesia Mendunia” yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (28/11/2013).

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta, Drs. Suparman Khan, M.Hum menyampaikan kita sangat senang dengan kedatangan petinggi-petinggi PT.Pertamina ke Kampus Proklamator ini. PT.Pertamina selain mengurusi minyak juga peduli dengan anak muda sebagai generasi penerus bangsa dengan melakukan kegiatan kuliah umum untuk berbagi ilmu kepada mahasiswa.

“Kita bangga dengan Pertamina, banyak perubahan dan kemajuan yang telah dilakukan oleh perusahaan terkaya di Indonesia ini. Banggsa kita patut bangga dengan Pertamia karena secara tidak langsung telah menduniakan Indonesia. Tak hanya itu para mahasiswa juga bisa memperhatikan dengan cermat serta dapat mengambil ilmu dari penyampaian pemateri dari Direktur Keuangan PT. Pertamina Retail ini,” ujar Suparman.

Tenny Rusdi mengatakan kuliah umum yang diberikan ini Memberikan edukasi (pengetahuan) kepada para peserta mengenai Pertamina dan memberikan motivasi dan inspirasi kepada para peserta untuk terus berprestasi. Kita telah tahu banayak tokoh minangkabau yang berprestasi pada zaman dulu seperti Bung Hatta, H Agus Salim dan tokoh lainnya yang telah berkontribusi untuk negara ini.

“Pertamina dengan menurunkan para petinggi-petingginya, untuk mengajak generasi muda Indonesia terutama Minangkabau dapat mengangkat kembali marwah Sumatra Barat dengan melahirkan tokoh-tokoh baru di tingkat nasional dan kita juga tahu dulunya Sumatra Barat sebagai pengekspor guru untuk mengajar di negara tetangga,” ungkap Tenny berasal juga dari Minangkabau ini.

Ia memulai perkuliahannya dengan siklus 7 abad Indonesia, Indonesia saat ini, Indonesia menuju negara besar 2030, sekilas Pertamina, transformasi Pertamina, aspirasi bisnis Pertamina, tanggung jawab sosial dan prestasi Pertamina,

“Ada beberapa paradok tentang negara kita saati ini seperti kita kaya tapi miskin, kekayaan SDA melimpah, tapi miskin penghasilan. Kita besar tapi kerdil, amat besar wilayah dan penduduknya, tapi kerdil dalam produktivitas dan daya saing. Kita kuat tapi lemah, kuat dalam anarkisme, lemah dalam tantangan global dan kita indah tapi buruk, indah dalam potensi dan prospeknya, namun buruk dalam pengelolaannya,” jelasnya.

Lebih lanjut Tenny menjelaskan, Indonesia merupakan negara no. 4 dengan penduduk terbanyak dan sumber daya manusia itu merupakan aset teramat penting akan tetapi kualitasnya masih kalah saing dengan negara-negara lainnya. Bahkan menurut McKinsey tahun 2012 Indonesia diperkirakan akan menjadi negara besar ketujuh dunia pada tahun 2030.

“Program CSR terintegrasi dengan tema Pertamina Sobat Bumi berupa empat bidang yaitu bidang Pendidikan Bright With Pertamina Beasiswa Sobat Bumi, Pertamina Soccer School, Sekolah Sobat Bumi, Olimpiade Sains Nasional Pertamina dan Peningkatan Kualitas Pendidikan, bidang kesehatan Pertamina SEHATI, Desa Binaan Green Vilage dan Pembinaan Kewirausahaan Eco-preneurship,” jelasnya.

“Sebagai generasi muda tentunya kita harus bisa menunjukan siapa diri kita dengan prestasi-prestasi dan miliki karakater ke-Indonesia-an,” tambahnya.

Kuliah Umum ini diikuti oleh lebih 270 peserta yang berasal dari tujuh fakultas dan kelembagaan mahasiswa se-lingkungan Universitas Bung Hatta. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.227.41.230