Kunjungan Kedubes Australia ke Universitas Bung Hatta

Kedutaan Besar Australia mengadakan kunjungan silaturhami sekaligus Sosialisasikan Beasiswa Endeavour Scholarships and Fellowships dari Pemerinatah Australia yang bertempat di Ruang Sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (11/02/2016). Dalam kunjungan tersebut Ke....

Kedubes Australia Sosialisasikan Beasiswa Endeavour Scholarships and Fellowships

Kedutaan besar Australia memberikan tawaran kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi bagi dosen Universitas Bung Hatta melalui program beasiswa Endeavour Scholarships and Fellowships yang bertempat di Ruang Sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (11/02/2016).....

Rektor Universitas Bung Hatta Jadi Pembicara Paralel Forum Rektor Indonesia 2016

Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr Niki Lukviarman, SE Akt MBA CA menjadi pembicara dalam Temu Tahunan ke-17 Forum Rektor Indonesia 2016 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta pada 19-31 Januari 2016 lalu. Dalam kesempatan itu Rektor Universitas Bung Hatta tampil sebagai pembicara....

Bio Science Competition Tingkat SMA/MA Se-Sumatra Barat 2016

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Bung Hatta akan melaksanakan Bio Science Competition Tingkat SMA/MA sederajat se – Sumatra Barat dengan bertajuk “Show Your Ability In Biology And Get Your Proud On Biocompact yang akan....

Kopertis Wilayah X Sosialisasikan Pengisian BKD/LKD di Universitas Bung Hatta

Universitas Bung Hatta menyelenggarakan Sosialisasi Pengisian Beban Kinerja Dosen dan Laporan Kinerja Dosen (BKD/ LKD) yang langsung disampaikan oleh Koordintor Kopertis Wilayah X Prof. Drs. Ganefri, M.T., Ph.D bersama tim yang betempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universit....

Mahasiswa Universitas Muhammadyah Riau Kunjungi Teknik Industri Universitas Bung Hatta

Mahasiswa Universitas Muhammadyah Riau melakukan kunjungan ke Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang berlangsung di Ruang Sidang FTI Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 04 Februari 2016 lalu. Dalam kunjungan tersebut sebanyak 70 mahasiswa da....

Senin 22 Juni 2015 - 01:17:06

23 Hal Penting Yang Perlu Diketahui Oleh Mahasiswa UBH Soal KKN-PPM
23 Hal Penting Yang Perlu Diketahui Oleh Mahasiswa UBH Soal KKN-PPM
bunghatta.ac.id - Ketika sebagai besar mahasiswa Universitas Bung Hatta menikmati liburan semester panjangnya di kampungnya masing-masing, disaat itu pula sebagainya lagi akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Mahasiswa akan diterjunkan ke nagari-nagari yang menjadi lokasi dilaksanakannya KKN-PPM.

KKN-PPM merupakan suatu kegiatan intrakurikuler wajib yang memadukan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.

KKN-PPM Universitas Bung Hatta telah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu yang melengkapi mata kuliah wajib nasional untuk Pengembangan Kepribadian dan Universitas yang telah masuk pada kurikulum tiap program studi dengan bobot 4 SKS dalam menyiapkan lulusan yang empati terhadap lingkungan. Nah, untuk tahun 2015 ini merupakan pelaksanaannya untuk periode kelima.

Untuk menyukseskannya, ada hal-hal yang perlu diketahui dan diperhatikan bagi mahasiswa Universitas Bung Hattayang akan mengikuti KKN-PPM, seperti berikut ini:

1. Dimulai Dengan Niat
Dalam mengikuti sesuatu pasti dimulai dengan niat terlebih dahulu, begitu juga saat akan mengikuti KKN-PPM. Mari kembalikan lagi pada tujuan utamanya KKN-PPM dimana mahasiswa akan melakukan pengabdian kepada masyarakat, mengaplikasikan teori yang diperoleh saat perkuliahan, mengakualisasikan kemampuan softskills dalam diri seperti beradaptasi, berkomunikasi, toleransi, kemandirian, kerjasama hingga memahami karakter teman sekelompok KKN-PPM yang akan “hidup bersama” di lokasi KKN selama 40 hari mendatang.


2.Pelaksanaan KKN Berkelompok
Mahasiswa akan dibagi per kelompok sesuai dengan daerahnya di tiap nagari bahkan ada yang dipecah kembali menjadi per jorong sesuai dengan kebutuhan dan permintaan permerintah setempat. Tiap kelompok nantinya berjumlah 29-32 orang mahasiswa, biasanya 30 orang yang berasal dari berbagai disiplin bidang ilmu.

Hal itu dikarenakan paradigma masyarakat bahwa mahasiswa layaknya dewa yang bisa melakukan segalanya. Padahal, pada kenyataannya mahasiswa hanyalah manusia biasa yang memiliki kemampuan yang terbatas. Oleh karena dalam satu kelompok berasal dari beberapa program studi, agar para anggota kelompok tersebut bisa saling membantu satu sama lain dan saling melengkapi, sehingga masyarakat dapat melihat anggota kelompok tersebut sebagai mahasiswa yang serba bisa.

Tiap satu kelompok akan dibimbing oleh satu Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan tiap daerah kabupaten/kota juga akan ada satu koordinatornya. Untuk lebih terkordinirnya kegiatan dan program kerja saat pelaksanaan KKN-PPM maka dalam satu kelompok tersebut akan dipilih ketua kelompok, sekretaris dan bendahara. Pembagian Job Description atau pembagian tugas masing-masing orang sangatlah penting dalam menunjang dan menginggatkan anggota kelompok saat pelaksanaan program kerja. Tiap kelompok juga nanti akan ada satu posko KKN-PPM sebagai tanda.


3. Wajib Ikuti Pembekalan
Sebelum terjun ke masyarakat, tentunya mahasiswa akan dibekali materi-materi mengenai filosofi KKN-PPM, pembuatan program kerja dan materi lainnya yang mendukung untuk memberikan gambaran bagaimana pelaksanaan KKN-PPM di lapangan nantinya.

Selain mahasiswa, DPL dan Koordinator Kabupaten/Kota juga mendapat pembekalan dari pengelola KKN-PPM. Pembekalan ini menjadi bagian terpenting juga untuk mahasiswa karena memiliki bobot nilai yaitu 25 % dari total nilai KKN-PPM keseluruhannya. Jadi saat mengikuti pembekalan harus serius jangan dianggap sepele sebab pembekalan ini juga sebagai langkah awal atau prasyarat sebelum terjun ke masyarakat.

4. Kenali Dini Dengan Survei Lokasi
Agar program kerja dapat berjalan dengan lancar maka perlu dilakukan survei oleh perwakilan dari mahasiswa dan DPL. Dengan survei awal ini kita dapat mencari tempat tinggal, melihat potensi masalah yang dapat dijadikan program kerja hingga melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan pemerintah setempat. Bahkan yang menjadi hal yang selalu ditakutkan mahasiswa seperti tidak adanya sinyal handphone, kamar mandi, kebutuhan air dan listrik.

Saat survei mahasiswa harus serius. Mahasiswa yang melakukan survei harus mampu menggali dan mencari rumusan masalah yang terdapat di nagari, agar nantinya dapat dicarikan solusi yang tepat dalam bentuk pembuatan program kerja bagi tiap mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Selain survei langsung ke lokasi KKN-PPM, mahasiswa juga dapat browshing di google untuk melihat gambaran lokasi dan potensi daerah yang menjadi lokasi KKN-PPM.

5. Rancang Program Kegiatan yang Relevan dan Sesuai Kebutuhan
Setelah mendapatkan pembekalan dan survei, mahasiswa akan membuat program kerja selama melaksanakan KKN-PPM. Di Universitas Bung Hatta akan terdapat 3 jenis program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN-PPM yakni program pokok merupakan program kerja berdasarkan bidang ilmu dari jurusan masing-masing, kemudian program tambahan ialah program kerja diluar bidang ilmu dari jurusan masing-masing dan yang terakhir program bantu yaitu program kerja yang bersifat hanya membantu mahasiswa KKN-PPM lain secara operasional yang nondisipliner.

Nah perlu diingat, untuk tahun 2015 ini, mahasiswa diwajibkan membuat minimal 5 program pokok loh. Program pokok ini dirancang berdasarkan potensi permasalahan yang ada di nagari yang dirujuk dari hasil Musrembang, RPJM Daerah hingga survei awal. Dari hal tersebut akan terlihat untuk dapat dibuat sebuah program kerja dan rancangan program kerja selama 40 hari mendatang.

Ini penting sekali, program yang telah dirancang harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya sebab kita melaksanakan KKN-PPM itu hanya sementara dan tidak selama nya disana. Untuk itu, buatlah program yang logis dengan memikirkan waktu yang cukup singkat dan mampu dilaksanakan berkesinambungan dengan partisipasi dari masyarakat sendiri meski mahasiswa KKN-PPM nantinya sudah tidak di lokasi.

Nah, kita dilokasi KKN-PPM hanya 40 hari. Jika program kerja sudah tersusun, selanjutnya buat pembagian kerja. Ingat kita terjun kemasyarakat bukan untuk KKN-nya Keliling-Keliling Nagari tapi untuk melakukan pemberdayaan masyarakat.


6. Beradapatasi Dengan Anggota Kelompok KKN
Pendekatan dengan anggota kelompok KKN-PPM sangat perlu sekali, lakukan dari sebelum dimulainya KKN-PPM. Dengan pendekatan ini mahasiswa dapat mengenal karakter awal teman seklompoknya. Melalui KKN ini akan memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk tetap survive hidup di masyarakat dengan teman-teman yang mungkin belum mereka kenal sebelumnya.

Langkah kecil yang dapat dilakukan yaitu mengajak kumpul anggota, biasanya akan dikomandoi oleh ketua kelompokuntuk berdiskusi mengenai berbagai macam hal seperti program kerja, peralatan dan perbekalan yang diperlukan, aturan internal bersama, alokasi dana kelompok dan lainnya. Anggap saja, semua itu menjadi ujian awal untuk kelompok dan membangun komitmen dari awal sebelum nanti menghadapi ujian sebenarnya yang lebih rumit dan tak terduga saat di lokasi KKN-PPM.


7. Mari Ubah Kebiasaan Buruk di Kost/Rumah/Kampus
Mungkin sebagian di antara mahasiswa lainnya ada yang nge-kost atau anak rumahan. Tentunya punya kebiasaan masing–masing dalam mengatur diri dan tempat tinggal. Nah, kamu yang mungkin selama ini punya kebiasaan buruk seperti bangun telat, malas bersih–bersih rumah, terlambat ke kampus, terlambat mengumpulkan laporan dan kebiasaan buruk lainnya.

Sebaiknya mulai sekarang tinggalkan kebiasaan yang tidak baik tersebut. Mengapa? Karena pada saat KKN-PPM nanti, bakalan tinggal bersama teman sekelompok lainnya dalam satu posko. Malu dong, jika hobi bangun telat dan malas bersih–bersih apalagi pelaksanaan KKN-PPM tahun ini bertepatan saat bulan Ramadan. Bahkan nanti kita juga bisa saja dituntut untuk selalu tepat waktu, terutama jika berurusan dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat. Tentunya, tidak inginkan memberi kesan buruk kan?

8. Jaga Selalu Kesehatan dan Siapkan Obat-Obatan Pribadi
Mahasiswa KKN-PPM yang akan terjun ke masyarakat harus terus menjaga kesehatannya sebab tiap tubuh individu memiliki daya tahan yang berbeda-beda ketika beradaptasi dengan lingkungan baru. Lokasi KKN-PPM ada yang berada di tepi pantai dengan suhu udara panas bahkan ada yang di atas bukit atau di kaki gunung dengan udara yang cukup dingin. Untuk hal yang sangat penting ini kita harus menyiapkan obat-obatan penting milik pribadi terutama bagi yang memiliki penyakit tertentu yang dapat kambuh dengan tiba-tiba.

Nah, bila nantinya mahasiswa KKN-PPM Universitas Bung Hatta yang sakti saat di lokasi KKN-PPM dapat berobat di bidan atau dokter nagari atau bila ada sakit yang serius dan memerlukan penanganan yang intensif maka dapat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah yang telah ditunjuk oleh Klinik Rahmi Hatta dapat dapat dilihat <a href='http://kkn.bunghatta.ac.id/kkn-239-pemberitahuan-rumah-sakit-rujukan-mahasiswa-peserta-kknppm-2015.asp'>disini</a>.

9. Berpakaian Disesuaikan Pada Tempatnya
Bawalah pakaian secukupnya termasuk didalamnya pakaian untuk olahraga, jaket KKN, jangan lupa bawa juga almamater. Bagi yang cewek, jangan bawa pakaian-pakaian yang mencolok, ketat, dan tipis yang memberikan kesan tembus pandang apalagi saat keluar rumah menggunakan celana hawai. Tidak Baik.

Jangan juga membawa barang-barang atau berpakaian yang mewah dan nyentrik. Kita mengikuti KKN-PPM bukan untuk pergi mejeng ke mall, tentu harus disesuaikan pada tempatnya. Masyarakat pastinya akan memperhatikan gerak-gerik dan apa yang kita kenakan jadi berusahalah untuk tampil wajar dan tidak mencolok.


10. Siapkan Peralatan Penting KKN-PPM
Ada beberpa peralatan penting yang mungkin dirasa perlu untuk dibawa ke lokasi KKN-PPM seperti buku catatan, handphone, leptop/notebook, printer dan kamera (poket/DSLR). Buku catatan ini sangat penting dibawa digunakan untuk mencatat segala hasil diskusi maupun kegiatan tiap harinya sebelum nantinya akan diketik ulang dalam ke dalam leptop/notebook.

Setidaknya mahasiswa dapat membawa satu printer saja per posko atau bila tidak memungkinkan untuk dibawa dapat menumpang untuk mencetak file–file seperti surat undangan, laporan dan lainnya di kantor wali nagari, tinggal membeli kertasnya saja. Nah, kalau kamera bukan buat selfie saja nih, kamera penting untuk mendokumentasikan segala kegiatan program kerja dan hal-hal yang perlu untuk kebutuhan laporan sebagai bukti telah melaksanakan kegiatan.

Hati-hati ketika membawa peralatan elektonik, jangan sembarang meletakannya atau dibiarkan berserakan di dalam posko yang dapat mengundang orang lain untuk melakukan tindakan kriminal.


11. Tampilkan Kesan Pertama yang Terbaik
Awal kedatangan mahasiswa KKN-PPM dapat mempengaruhi respon masyarakat selanjutnya. Baiknya di minggu pertama dapat digunakan mahasiswa untuk PDKT atau istilahnya pendekatan kepada seluruh elemen masyarakat dimulai dari perangkat nagari/jorong, tokoh masyarakat hingga anak-anak di nagari tersebut. Jangan sungkan untuk berbaur dengan mereka semua karena selama 40 hari kedepan akan selalu berjumpa dengan mereka.

12. Carilah Tokoh yang berpengaruh di lokasi KKN-PPM
Tokoh masyarakat merupakan orang yang berpengaruh di daerah tersebut seperti perangkat nagari, jorong, ulama, ninik mamak hingga pemuda. Untuk itu, sebaiknya hal pertama yang kamu lakukan adalah mendekati tokoh masyarakat tersebut. Ada berbagai cara, antara lain dengan mengunjungi rumahnya atau dengan memintanya untuk berpartisipasi dalam sebuah kegiatan.

Hal ini akan membuatnya merasa dihargai sebagai tokoh masyarakat. Dengan keakraban dengan tokoh masyarakat ini, kita akan lebih mudah untuk merangkul masyarakat dan mengajak mereka untuk turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan yang kita adakan.

13. Belajarlah Bikin Surat, Proposal Kegiatan, dan LPJ
Bagi mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan, masalah kesekretariatan mungkin bukanlah hal yang baru baginya. Namun, bagi mahasiswa yang belum familiar dan tidak terbiasa, sebaiknya mulai bekali diri untuk mengenal dan mempelajarinya. Ini penting, karena nantinya saat kamu berada di lokasi KKN, pasti kamu akan membuat suatu kegiatan dan kegiatan tersebut pasti memerlukan administrasi seperti surat, proposal, dan laporan pertanggungjawaban.

14. Latih Kemampuan Komunikasi dan Sosialisasi
Saat melaksanakan program kerja KKN-PPM nanti, tentunya mahasiswa akan berinteraksi dengan masyarakat luas. Untuk itu, dibutuhkan kemampuan lebih dalam beradaptasi, berkomunikasi, bernegosiasi dan kelihaian untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Bagi mahasiswa yang merasa memiliki kekurangan dalam hal yang satu ini, perlulah berlatih mulai dari sekarang agar nantinya mampu bersosialisasi dengan baik. Kendala bahasa terjadang djadikan alasan untuk tidak berinteraksidengan masyarakat. Berinteraksi dengan birokrasi kampus mungkin juga perlu, agar nantinya juga terbiasa berinteraksi dan menjalin relasi dengan para pejabat nagari.

15. Berani Tampil di Depan Umum Itu Perlu.
Mungkin saja kelompok KKN-PPM kita akan mengadakan sebuah kegiatan dan pasti ada yang namanya pemandu acara. Malu kan, kalau misalnya seorang mahasiswa tidak bisa jadi MC. Selain itu jika masyarakat di lokasi KKN-PPM mengadakan acara seperti Buka Bersama, MTQ, 17 Agusutusan dan lainnya, biasanya mahasiswa KKN yang dilibatkan dalam kepanitiaan dan membutuhkan juga seorang MC.

Mungkin kali saja, ketika sedang salat Jumat atau Tarawih, tiba-tiba salah seorang dari kelompok KKN-PPM kita diminta untuk jadi penceramah. Mau nolak? Nah, karena dalam suasana bulan Ramadan juga tentunya mahasiswa KKN-PPM harus membuat persiapan materi ceramah agama dan juga harus belajar berkhutbah meskipun kita bukanlah dari perguruan tinggi berbasis keagaman namun pandai juga memberikan tausyiah. Hal ini akan menjadi nilai tambah dan akan menaikan citra kelompok KKN-PPM kita dimata masyarakat.

16. Jaga Sikap dan Harus Sopan
Mulutmu harimaumu, pepatah tersebut harus dicamkan dalam diiri mahasiswa KKN-PPM, sebab ketika terjun ke masyarakat, jangan pernah merasa menjadi paling benar, sok pintar bahkan sok tahu yang pada akhirnya membuatnya menjadi angkuh. Terutama saat berkomunikasi dan menjalankan program kerja. Tetaplah rendah diri dan sopan ketika berbicara dan berbincang dengan masyarakat. Ingat, di nagari itu kita membawa nama almamater yang dicintai ini. Jangan kamu kotori nama almamater dengan sikapmu yang kurang baik. Mari terapkan 3 S (senyum salam sapa) saat bermasyarakat.

17. Lakukan Terus Evaluasi Program Kerja
Briefing/Rapat Evaluasi merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh mahasiswa dan kelompok KKN-PPM setiap harinya. Kenapa demikian? Karena untuk monitoring kegiatan apa yang sudah dilakukan selama sehari ini. Kegiatan apa yang harus dilakukan besok dan untuk melaksanakan serta memastikan program kerja diproposal dapat dilaksanakan semua.

Begitu juga dengan laporan keuangan kas kelompok setiap hari, mulai dari pengeluaran hari ini, saldo uang kas dan lain-lain. Dengan demikian pengeluaran keuangan, target program kerja akan selalu diingat oleh kita untuk menyelesaikan program kerja selama 40 hari.

Agar tidak terlena sehingga tidak sadar sudah hampir memasuki detik terakhir KKN-PPM ternyata program kerja tidak ada yang berjalan, maka mengevaluasi kegiatan setiap hari suatu hal yang wajib hukumnya. Selain itu juga rapat evaluasi ini juga bisa menumbuhkan rasa kebersamaan kelompok, canda tawa, sedih atau mungkin curhat, sebaiknya evaluasi dilakukan setelah salat Tarawih di bulan Ramadan dan usai maghrib atau sesudah makan diluar bulan Ramadan.

18. Pikirkan Secara Incidental di luar Program Kerja
Selain program kerja yang kita buat pada proposal, pasti banyak hal insidental atau secara tiba-tiba baru muncul ketika kita sudah berada dilokasi tersebut. Perlu dipikirkan juga karena tidak menutup kemungkinan selama survei yang telah dilakukan kita kurang jeli mendapatkan informasi dan kurang teliti menangkap informasi. Jadi jangan ragu untuk melakukan sebuah kegiatan baru diluar program kerja yang ada diluar proposal program kita. Bahkan justru terkadang program insidental lah yang lebih mengena dan bermanfaat bagi warga sekitar. Namun hal tersebtu harus dikoordinasikan dengan DPL.

19. Hindari konflik Individu, Utamakan Tujuan
Perbedaan latar belakang serta perbedaan pendapat dengan sesama anggota kelompok biasanya akan terjadi. Hindari konflik yang hanya akan membuat tidak nyaman dan mengganggu produktivitas kelompok KKN-PPM kita dalam menjalankan program. Utamakan tujuan yakni KKN buat sehebat mungkin dan sesukses mungkin.

Apabila ada konflik segera duduk bareng dan selesaikan di rapat evaluasi program kerja secara kekeluargaan, agar tidak berlarut-larut dan malah menjadi tidak karuan dan terbawa hingga kembali ke kampus. Bukankah itu tidak baik dapat merusak tali silaturhmi yang telah terjalin selama ini.

20. Hati-Hati Cinta Lokasi
Selain konflik antar individu yang tampak, nanti pasti akan ada konfik yang tidak tampak yang hanya dapat dirasakan dan akan terjadi antar mahasiswa dalam satu lokasi KKN-PPM. Itulah Cinta lokasi atau Cinlok. Setiap usai atau selama proses KKN-PPM pasti cinta lokasi itu akan muncul. Betapa tidaknya, mahasiswa akan saling berinterksi satu sama lainnya dengan intensitas yang lebih, sehingga awalnya berupa pertemanan berubah menjadi cinta. Hati-hati cinta lokasi ini akan bisa berdampak positif dan juga malah berdampak negatif.

21. Komunikasi Terus Dengan DPL
Setiap kelompok mahasiswa KKN-PPM sudah pasti punya DPL, jangan sungkan untuk berkomunikasi dengannya, karena sudah menjadi tanggung jawab DPL untuk membimbing anak didiknya ketika mendapati masalah duka maupun suka selama pelaksanaan KKN. Curhat saja kalau ada masalah selama KKN dan langsung komunikasikan. Bisa juga mahasiswa KKN-PPM dapat menghubungi Koordinator Kabupaten/Kota maupun Pengelola KKN-PPM Tahun 2015.

22. Selesaikan Laporan di Lokasi KKN-PPM
Selama 40 hari, mahasiswa akan diterjunkan ke masyarakat untuk menjadi problem solver melalui program kerja. Sebagai bukti telah melaksanakan program kerja, tiap mahasiswa harus membuat laporan KKN-PPM berdasarkan format yang telah ditentukan sebab dimana selama dalam “perantauan” mahasiswa harus ingat punya kewajiban untuk melaporkan segala kegiatan/program kerja apa saja yang telah dilaksanakan secara tertulis dalam bentuk laporan hardcopy yang akan diserahkan kepada DPL.

Agar tidak membebani, lebih baik segera dan mencicil penyusunan laporan setiap kegiatan selesai dilaksanakan. Program kerja selesai, laporan juga selesai. Jangan menunggu selesai KKN baru dikerjakan. Ingat laporan KKN-PPM harus sudah siap sebelum kembali ke kampus dan diserahkan kepadan DPL.


23. Akhiri KKN-PPM Dengan Baik dan Berkesan
Awal kedatangan ke nagari itu baik, maka mengakhirinya pun mesti baik juga. Mungkin tidak ada hal paling berkesan selain kenangan indah antara kelompok KKN dan masyarakat. Pengabdian dan pengaruh positif kita akan melekat dalam sanubari masyarakat. Pembelajaran dari masyarakat yang super bermanfaat pun akan sangat tertancap dalam hati kita. Tak ada salahnya memberi kenang-kenangan kepada nagari sebagai tanda kita telah melaksanakan KKN-PPM meskipun sederhana namun memberikan arti yang cukup mendalam.

Nah, itulah 23 point penting yang perlu diperhatikan bila mahasiswa melaksanakan KKN-PPM. Ada pernyatan yang menarik seputar hal ini, “Ikut KKN-PPM itu cukup untuk dikenang saja, namun tidak untuk diulang kembali”. Betapa sayangnya bila kita tidak serius mengikutinya dan akan menjadi beban saja bila kita menganggap KKN-PPM ini dengan sikap tidak tulus dan hanya sekedar mencari nilai. Cobalah nikmati segala tantangan dan hal baru yang kita temui selama di lapangan dan buatlah kenangan saat KKN-PPM. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 20 Juni 2015 - 11:17:17

1.652 Mahasiswa UBH Ikuti KKN di Bulan Ramadhan
1.652 Mahasiswa UBH Ikuti KKN di Bulan Ramadhan
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta (UBH),akan melepas sebanyak 1.652 mahasiswa dalam kegiatan KKN-PPM, Senin, esok (22/6/2015). Peserta KKN-PPM untuk periode kelima ini akan disebar ke 54 kenagarian di enam Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Limpuluhkota, Kota Padang Panang dan Kota Pariaman.

Indra Khaidir, Ketua Pengelola KKN-PPM Universitas Bung Hatta menyebutkan, para mahasiswa tersebut akan mengikuti KKN selama 40 hari di masing-masing kenagarian. Selama melaksanakan KKN mereka dibimbing oleh Dosen Pendamping Lapangan dan di setiap Kabupaten terdapat satu Dosen Koordinator.

Ditambahkan Indra, kegiatan KKN yang dilaksanakan di bulan ramadhan tersebut akan diliburkan selama 10 hari kerja di tengah-tengah kegiatan KKN, yakni 5 hari jelang Idul Fitri, 5 hari usai Idul Fitri peserta KKN akan dilanjutkan kembali dan akan berakhir di tanggal 14 Agutus 2015.

Ia mengatakan, bahwa melalui kegiatan KKN ini dapat menjadi amal ibadah para mahasiswa kepada masyarakat dalam rangka membantu masyarakat dalam memecahkan masalah, mencari solusi yang terjadi di masing-masing daerah, dengan bekal ilmu yang mahasiswa miliki.

“Puasa bukan berarti berhenti melakukan aktivitas tetapi justru dengan puasa kita harus lebih meningkatkan amal dan ibadah serta ketaqwaan kita”, ujar Indra disela-sela persiapan pelepasan KKN, Sabtu (20/6) di Kampus 1 UBH. (**Indrawadi).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 19 Juni 2015 - 10:46:08

Dra Rita Desfitri, M.Sc Juara Kedua Pemilihan Ketua Program Studi Berprestasi Kopertis X
Dra Rita Desfitri, M.Sc Juara Kedua Pemilihan Ketua Program Studi Berprestasi Kopertis X
bunghatta.ac.id - Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta yaitu Dra Rita Desfitri, M.Sc berhasil memperoleh juara kedua dalam pemilihan Ketua Program Studi Berprestasi Tingkat Kopertis wilayah X Tahun 2015.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah X No.69/010/SK/KL/2015 tertangfal 29 Mei 2015 yang di tanda tangani Koordinator Kopertis X Prof. Ganefri, Ph.D yang menetapkan tiga orang pemenang dalam Ketua Program Studi Berprestasi Tingkat Kopertis wilayah X Tahun 2015 yaitu Siska Novita Posma, ST, MT sebagai Dosen Berprestasi Pertama dari Politeknik Caltex Riau di Pekanbaru, Dra Rita Desfitri, M.Sc dari Universitas Bung Hatta sebagai juara kedua dan kemudian untuk juara ketiga Nofriady Handra, ST, MSc dari Institut Teknologi Padang.

Pemenang dalam pemilihan Ketua Program Studi Berprestasi Tingkat Kopertis wilayah X ini akan diikutsertakan dalam Pemilihan Ketua Program Studi Berprestasi Tingkat Nasional. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 19 Juni 2015 - 10:17:24

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadah 1436 H
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadah 1436 H
bunghatta.ac.id - Segenap Keluarga Besar Universitas Bung Hatta mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadah 1436 H.

Informasi mengenai Kalender Akademik Universitas Bung Hatta Semester Ganjil 2015/2016 dapat dilihat <a href='http://bunghatta.ac.id/kalender.html'>disini</a>.

Informasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Bung Hatta tahun akademik 2015/2016 dapat dilihat <a href='http://spmb.bunghatta.ac.id/login.html?ses=0'>disini</a>.

(**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 17 Juni 2015 - 20:37:31

Fakultas Hukum UBH, Seminarkan Penataan Kewenangan Kelembagaan MPR
Fakultas Hukum UBH, Seminarkan Penataan Kewenangan Kelembagaan MPR
bunghatta.ac.id - Bertempat di Hotel Bumi Minang, Rabu (17/6) Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta menggelar Seminar Nasional dengan tema 'Penataan Kewenangan MPR sebagai Pelaksanaan Asas Kedaulatan Rakyat dan Paham Demokrasi Konstitusional'.

Seminar tersebut terselenggara kerjasama Fakultas Hukum UBH dengan Badan Pengkajian MPR-RI tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang berasal dari berbagai unsur lembaga negara, pemerintah, partai politik, organisasi sosial kemasyarakatan, dan civitas akademika, serta unsur lainnya. Dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI TB Soenmandjaja.

MPR banyak menerima masukan dari 3 orang narasumber yang berasal dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta serta memberikan berbagai pemikirannya yaitu Nurbeti, Boy Yendra Tamin, dan Sanidjar Pebrianti R. dan dimoderatori oleh Dekan Fakultas Hukum UBH Dwi Astuti Palupi, SH, M.Hum.

Masing-masing narasumber berkesempatan memaparkan makalahnya antara lain Nurbeti dengan makalahnya yang berjudul 'Konstitusionalisasi Kebijakan Ekonomi dan Lingkungan', Boy Yendra Tamin memaparkan makalahnya dengan judul 'Menata Ulang Kewenangan MPR', dan Sanidjar mengusung tema 'Kedudukan MPR sebagai Pelaksana Asas Kedaulatan Rakyat'.

Sanidjar dalam pemaparannya menyebutkan harus ada konsekuensi hukum apabila MPR tidak melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden serta kesetaraan hubungan tata kerja DPR dengan DPD sebagai anggota MPR.

Sedangkan pembicara kedua, Boy Yendra Tamin mengungkapkan bahwa perlu ditambahkannya kewenangan MPR salah satunya yaitu menetapkan GBHN dengan eksistensi dan fungsi yang berbeda dengan GBHN pada masa UUD 1945 sebelum amandemen.

Nurbeti dalam pemaparannya makalahnya mangatakan ahwa UUD 1945 mengandung gagasan kedaulatan rakyat baik di bidang politik maupun ekonomi artinya pemegang kekuasaan tertinggi di negara kita adalah rakyat, seluruh sumber daya politik dan ekonomi dikuasai oleh rakyat yang berdaulat.

Hadir juga dalam seminara tersebut anggota MPR RI T.B. Soenmandjaja (Fraksi PKS), Marwan Cik Asan (Fraksi Partai Demokrat), M. Ali Taher (Fraksi PAN), Okky Asokawati (Fraksi PPP). Berbagai masukan yang diberikan para akademisi tersebut akan diteruskan ke Badan Pengkajian MPR-RI untuk dibahas lebih lanjut. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 17 Juni 2015 - 16:11:33

Mahasiswa Pendidikan Matematika UBH Melakukan Bakti ke Panti Asuhan
Mahasiswa Pendidikan Matematika UBH Melakukan Bakti ke Panti Asuhan
bunghatta.ac.id - Usai melaksanakan Ujian Akhir Semester Genap 2014/2015, Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengadakan Bakti Sosial (Baksos) yang bertempat di Panti Asuhan Puti Bungsu, Maransi, Padang pada 13 Juni 2015.

Dewita Sari Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendidkan Matematika mengatakan acara ini merupakan program kerja himpunan yang kedua dari kepengurusannnya yang bertujuan untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat dengan menanamkan rasa cinta kepada sesama selain itu juga dalam menyambut bulan Suci Ramadan 1436 H.

“Bakti Sosial ini merupakan wadah untuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai upaya untuk menamkan rasa cinta dan peduli kita kepada sesama umat manusia terutama kepada saudara kita yang kurang beruntung ini,” ujarnya.

Ia mengatakan dalam kegiatan baksos ini himpunan mengumpulkan dana yang telah dari para donatur dan kemudian diberikan kepada panti asuhan berupa uang tunai, alat tulis, pakaian, kebutuhan pokok dan lainnya. Selain itu juga terdapat rangkaian acara ceramah agama yang disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Bung Hatta Adnan S mengenai kait dalam menyambut bulan Ramadan.

“Kita dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi panti asuhan, walaupun yang kami berikan tidak banyak setidaknya sudah bisa meringankan adik-adik kami di panti ” imbuhnya.

Sementara itu, Bunda sapaan, Kepala Panti Asuhan Puti Bungsu mengungkapkan rasa senang dan syukurnya karena para mahasiswa ini masih mau menyisihkan sebagaian rezekinya untuk adik-adiknya yang berada di panti asuhan ini.

“Dengan bantuan yang telah diberikan oleh mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta ini semoga dapat membantu adik-adik di panti. Dengan kedatangan mahasiswa ini juga dapat menjadi motivasi bagi adik-adik di panti untuk terus belajar hingga ke pendidikan tinggi. "ujarnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 Juni 2015 - 15:28:16

Dosen King Fahd University Arab Saudi Berikan Kuliah Umum di Teknik Kimia
Dosen King Fahd University Arab Saudi Berikan Kuliah Umum di Teknik Kimia
bunghatta.ac.id - Sebelum memasuki libur Akhir Semester Genap 2014/2015, Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengadakan Kuliah Umum mengenai Pemanfaatan Bahan Alam Untuk Prosuksi Bahan Bakar Alternatif bersama Dr.Oki Muraza Asisten Profesor Teknik Kimia King Fahd University of Petroleum and Mineral, Arab Saudi.

Kuliah umum yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta, Selasa (16/06/2015) ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Teknik Kimia Universitas Bung Hatta serta dosen Politeknik ATI Padang.

Dalam sambutan pembukaannya, Ir. Drs. Mulyanef, M.Sc Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta menyampaikan dengan mengikuti kegiatan ini selain untuk menambah wawasan dan pemahaman terhadap bidang keilmuan akantetapi berguna juga untuk mencari prospek kerja dari jurusan yang sedang dipelajari oleh mahasiswa hingga peluang untuk melanjutkan pendidkan S2 atau S3 di King Fahd University of Petroleum and Mineral, Arab Saudi.

“Banyak peluang-peluang yang ada tentunya para mahasiswa harus dapat memanfaatkannya terutama dalam menyambut datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Mahasiswa tidak hanya memiliki nilai IPK yang bagus saja tetapi memilik kompetensi khusus yang menjadi keunggulan sehingga dapat bersaing dengan yang lainnya,” ujannya.

Selama satu jam lebih Dr. Oki Muraza yang dimoderatori Dr. Silvi Octavia, ST, MT menyampaikan materi mengenai pembuatan katalis murah dari bahan baku alami untuk produksi bahan bakar alternatif serta motivasi dalam menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Ia mengatakan pada dasarnya jurusan Teknik Kimia itu bertujuan untuk mengolah bahan alam dimana proses pengolahannya dengan mencampurkan, merekasikan dan memisahkan hingga menjadi produk. Teknik Kimia itu juga merupakan jurusan yang fleksibel sebab apa saja bahan yang ada di sekitar kita makan bahan tersebut yang akan diolah.

“Misalnya saja bila tidak ada minyak bumi ditempat kita maka dapat memanfaatkan minyak sawit. Begitu juga dalam melakukan penelitian tidak hanya harus dengan bahan yang mahal namun bila ada bahan yang murah dan hasilnya lebih bagus itu dapat kita pilih,” sebutnya.

Oki juga meningatkan kepada mahasiswa agar lebih giat dalam belajar jangan malas sehingga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Begitu juga dalam melakukan penelitian dapat mencari objek yang berbeda dari yang lain namun memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan.

“Saat ini juga mahasiswa harus juga memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik terutama bahasa Inggris. Bila ingin melanjutkan studi ke luar negeri harus berusaha lebih keras lagi terutama dalam kemampuan berkomuikasi dengan menggunakan bahasa Inggris,” tambahnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 Juni 2015 - 13:57:07

FTI UBH Menjadi Lokasi Tes Penerimaan Karyawan Baru PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk
FTI UBH Menjadi Lokasi Tes Penerimaan Karyawan Baru PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk
bunghatta.ac.id - Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta dipercaya menjadi tempat penyelenggaraan ujian seleksi penerimaan karyawan baru PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk yang bertempat di Aula Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta, Selasa (16/06/2015).

Saat ini perusahaan tengah membuka lowongan kerja yang ditawarkan untuk di bidang Production bagi jurusan Teknik Mesin, Teknik Kimia dan Teknik Industri, bidang Electrical and Mechanical Engineering bagi jurusan Teknik Elektro, Teknik Mesin dan Teknik Industri, kemudian untuk bidang Quality Control dan Laboratorium Analyst bagi jurusan Teknik Kimia dan Kimia Analis.

Ir. Yani Ridal, M.T Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta menyampaikan seleksi penerimaan karyawan ini diikuti oleh 118 peserta untuk 4 jurusan yaitu Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri dan Teknik Kimia yang bukan saja bagi alumni dari Universitas Bung Hatta saja namun diikuti juga dari alumni Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang.

“Kami mengucapkan terima kasih dan bangga sekali kepada PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk yang telah menunjuk Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta sebagai lokasi pelaksanaan ujian penerimaan karyawan barunya,” sebutnya.

Ia juga mengatakan Kedepannya Universitas Bung Hatta melalui Fakultas Teknologi Industri akan melakukan kerjasama dengan kepada PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk sehingga terjadi keberlanjutan dalam rekruitmen karyawan langsung ke Universitas Bung Hatta.

“Selain itu juga bila sudah dilaksanakan penandatanganan kerjasama tersebut para mahasiswa juga akan mudah memperoleh tempat kerja praktik begitu juga dosen dapat melakukan penelitian disana,” ujarnya.

Sementara itu, Tjie Guan dari PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk mengatakan pada kesempatan ini bagi peserta calon karyawan ini akan mengikuti psikotes, kemudian dilanjutkan dengan tes wawancara secara langsung oleh tim dari perusahaan. Penempatan kerja akan ditempakan di Perawang, Provinsi Riau.

“Sudah banyak lulusan dari Universitas Bung Hatta yang bekerja di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Semoga dengan seleksi langsung di Universitas Bung Hatta ini banyak juga yang dapat bergabung bersama perusahaan ini mengisi posisi karyawan yang telah ditawarkan,” imbuhnya. (**Ubay-Humas UBH)

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 Juni 2015 - 13:15:07

Rektor Universitas Bung Hatta Menjadi Penanggap Simposium Persiapan Daerah Sambut MEA
Rektor Universitas Bung Hatta Menjadi Penanggap Simposium Persiapan Daerah Sambut MEA
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta (UBH), Prof Niki Lukviarman mengatakan, Sumbar tidak siap menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA) yang diberlakukan pada 1 Januari 2016.

"Dari sisi apapun, kita kalah jauh dalam persaingan. Makanya, dalam ajang pilkada serentak 2015 ini, calon kepala daerahnya harus bisa fokus melihat potensi yang dimiliki daerahnya," ungkap Prof Niki saat jadi penanggap dalam simposium yang digelar DPRD Sumbar, Senin (15/6/2016) dalam rangka mempersiapkan daerah menghadapi masyarakat ekonomi Asean (MEA).

Dikatakan Prof Niki, seharusnya calon kepala daerah nanti itu, menjadikan satu isu sentral saja sebagai visinya dalam memerintah nanti jika terpilih sebagai kepala daerah pada pilkada yang pencoblosannya 9 Desember 2015.

"Sumbar itu lebih cocok mengembangkan pendidikan. Kita sudah terkenal sejak dulu sebagai produsen pemikir sejak dulunya," terangnya.

Bicara potensi alam, terangnya, pemerintah juga tidak cermat melihat potensi yang ada. "Masak potensi kelautan kita seperti tidak disentuh. Padahal, laut itu tidak memiliki sertifikat sebagaimana berinvestasi di daratan," terangnya.

Simposium ini dimoderatori tokoh Muhammadiyah Sumbar, Syofyan Karim dengan keynote speach, Ketua DPD RI, Irman Gusman.

Sebagai penanggap, Prof Helmy (PR II Unand), Prof Niki Lukviarman (Rektor UBH) dan Dr Sonny Harry B Harmadi (Tenaga Ahli Menteri Bappenas).

Juga hadir seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sumbar. Muspida, direksi BUMD serta BUMN yang ada di Sumbar. Utusan kepala daerah se-Sumbar juga hadir dalam simposium yang digelar di ruang sidang utama DPRD Sumbar.

Sumber: valora.co.id
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 15 Juni 2015 - 11:37:19

Kelender Akademik Universitas Bung Hatta Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015
Kelender Akademik Universitas Bung Hatta Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015
bunghatta.ac.id - Memasuki pelaksanaan kegiatan akademik Universitas Bung Hatta pada Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 maka berikut merupakan beberapa tanggal-tanggal penting yang dapat dipedomani:

Pelaksanaan Wisuda ke-64
Batas akhir ujian sidang dan nilai Skripsi : 19 Juni 215
Pedaftaran Wisuda ke-64 : 11- 26 Juni 2015
Wisuda ke-64 : 8 Agustus 2015

Perkuliahan
Entri KRS dan Konsultasi Penasehat Akademik (PA) : 20 Juni - 15 Agustus 2015
Bayar Uang Kuliah : 20 Juni - 15 Agustus 2015
Pengajuan BSS dan Aktif Kuliah : 20 Juni - 15 Agustus 2015
Pengajuan Pindah/Trasfer kuliah : 20 Juni - 15 Agustus 2015
Perkuliahan Perdana : 24 Agustus 2015

Informasi lengkapnya mengenai Kalender Akademik Universitas Bung Hatta Semester Genap Tahun Akademik 2014/2015 dapat dilihat <a href='http://bunghatta.ac.id/kalender.html'>disini</a>.

Informasi penerimaan mahasiswa baru Universitas Bung Hatta Tahun Akademik 2015/2016 dapat dilihat <a href='http://spmb.bunghatta.ac.id/login.html?ses=0'>disini</a>.

(**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2016 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.82.49.125