Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Dalami Teori, Mahasiswa Teknik Kimia UBH Kunjungi Industri CPO

Memperkaya pengetahuan tidak hanya belajar teoritis di ruang perkuliahan saja tetapi dapat juga didalami melalui kunjungan lapangan ke industri, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yang mengunjungi PT. Bina Pratama Sakato Jaya....

Temu Ramah Mahasiswa Manajemen Universitas Bung Hatta

Untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar mahasiswa, dosen dan alumninya, jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Temu Ramah Masyarakat Manajemen dengan tajuk meningkatkan rasa kekeluargaan dan solidaritas antar masyarakat jurusan Manajemen yang berlangsung di A....

LIMA Campus Corner Kunjungi UBH

Tim dari Liga Mahasiswa (LIMA) Campus Corner melakukan kunjungan ke Universitas Bung Hattta dalam rangka memperkenalkan kegiatan-kegiatan LIMA sekaligus mengajak para mahasiswa untuk mendukung tim dari perguruan tingginya yang mengikuti pertandingan Bola Basket katagori Sumatera Conference yang diad....

UPT PPBA UBH Menjadi Tempat Penyelenggara Tes TOEFEL ITP Resmi

Kabar gembira bagi civitas akademika Universitas Bung Hatta, pasalnya UPT Pendidikan dan Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) dan Laboratorium Bahasa Universitas Bung Hatta telah ditujuk menjadi tempat penyelenggaraan tes TOEFEL ITP yang berlisensi resmi. Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT PPBA dan ....

UBH dan 10 Perguruan Tinggi Lainnya Kerjasama dengan Bank Indonesia

Bertempat di Gedung Pusat Bank Indonesia Jakarta, Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE.,Akt.,MBA beserta 10 Rektor Perguruan Tinggi lainnya se-Indonesia menandatangani naskah kerjasama dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Sen....

Seminar Pendidikan Bahasa Inggris: "Creative Teaching and Learning"

Memiliki kemampuan berbahasa asing sangatlah penting. Saat ini, banyak fenomena yang terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa yang belum mampu berbahasa asing dengan baik dari segi lisan maupun tulisan, terutama dalam bahasa Inggris. Untuk menumbuhkan minta dalam berbahasa Inggris, Himpunan Mah....

Jumat 19 September 2014 - 08:52:57

Makanan Ringan "Kacang Genit" Karya Mahasiswa Manajemen UBH
Makanan Ringan "Kacang Genit" Karya Mahasiswa Manajemen UBH
bunghatta.ac.id -
Sebanyak 7 mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universtias Bung Hatta membuat makanan ringan dengan nama Kacang Genit. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok ini merupakan bagian dari tugas matakuliah Kewirausahaan yang diperuntukan bagi mahassiwa semester 5.

Ketujuh mahasiswa yang membuat usaha Kacang Genit tersebut yaitu Lasry Yulianti, Muhammad Tabii, Febri Ramadani, .Ariandi, Angelia Yolanda, Faradilla Rahayu dan Jaril.

Salah satu anggota, Muhammad Tabii menjelaskan sebelum memutuskan untuk membuat usaha dan produk apa yang akan dijual, terlebih dahulu kami mengumpulkan ide dari masing-masing anggota kelompok. Setelah berunding dan diputuskan untuk menjual makanan ringan.

“Makanan ringan yang kami jual bernama Kacang Genit. Nama tersebut kami gunakan supaya konsumen mudah mengingat dan tertarik untuk mencoba makanan yang kami tawarkan. Karena itu kami menawarkan kepada konsumen rasa kacang yang berbeda dari yang lain yaitu adanya rasa original dan BBQ,” jelasnya.

Menurut Tabii, untuk mengenal lebih dalam kewirausahaan itu perlu dilakukan praktik agar para mahassiwa yang mennggikuti matakuliah kewirausahaan ini mengerti peluang dan tantangan dalam membuat serta menjalankan usaha yang tergolong baru. Untuk membuat usaha, disini perlu sebuah kreatifitas atau ide untuk mencari peluang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Dengan melihat kondisi koperasi yang jauh dari lingkungan kampus, maka kami mempunyai ide untuk menciptakan sebuah produk cemilan yang cukup dikenal oleh masyarakat. Kami membuat ide ini supaya mahasiswa tidak perlu jauh-jauh ke koperasi untuk membeli cemilan karena kami menjualnya langsung menawarkan kepada konsumen,” tambahnya mahasiswa angkatan 2012 ini.

Tabii mengatakan makanan riangan Kacang Genit ini dapat menjadi satu peluang usaha sampingan bagi mahasiswa dalam menciptakan lapangan pekerjaan, membangun semangat enterprenuer, membentuk jiwa kemandirian dalam menghadapi tantangan global dan terciptanya ekononi bersama yang mandiri.

“Proses pemuatannya cukup mudah dan tidak membutuhkan proses pengolahan yang rumit dengan bahan baku utama yaitu kacang, telur, tepung terigu, gula, penyedap rasa dan cabai. Sasaran produk cemilan ini semua kalangan. . Untuk masalah modal, saat ini masih modal bersama dan kalau penjualannya lancar dapat dilanjutkan.sebagai usaha bersama,” ungkapnya.

Saat ini Tabii dan rakan sekelompoknya hanya memperkenalkan hasil produk kewirausahaanya dan untuk proses penjualan ke lapangannya akan dilakukan setelah Ujian Tengah Semester. Berminat mencoba kacang genit ini dapat hubungi 082283020422 atai Pin BBM 73DFC9F1. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 18 September 2014 - 07:44:55

Inilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
Inilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
bunghatta.ac.id - Oleh : Lita Farikha Zein (dikutib dari : http://portalsemarang.com/inilah-25-rahasia-dosen-yang-wajib-diketahui-mahasiswa)

Hubungan dosen dengan mahasiswa kerap kali berlangsung rumit (ciyus!). Kadang, dua manusia beda usia itu bisa sangat mesra. Mereka seperti sepasang kekasih yang kompak bergandeng tangan di taman penuh bunga. Saling memuji, saling menguatkan. Mereka adalah tim yang saling melengkapi.

Tapi, kadang-kadang hubungan mereka juga memanas. Keduannya terjebak pada syak wasangka. Si dosen menganggap mahasiswa tak kooperatif dan kurang sungguh-sungguh belajar. Adapun mahasiswa kerap mencurigai dosen sebagai makhluk abad 16 yang tidak bisa mengerti visi hidup anak muda.

Kesalahpahaman itu dipicu oleh perbedaan perspektif. Karena itu, supaya kamu bisa kenali dosen dengan lebih baik, kesalahpahaman seperti itu tidak harus terjadi. Ketahuilah 20 sifat mereka ini.

1. Bukan Makhluk Serba Tahu
Dosenmu mungkin sudah bergelar profesor. Dia memanfaatkan sepertiga waktu yang dimilikinya untuk membaca buku. Tapi, dosen bukan makhluk serba tahu. Dia juga bukan pembaca pikiran seperti Charles Francis Xavier.

Dosen memang menghabiskan waktu puluhan tahun untuk belajar, dari S1 sampai S4 (program postdoktoral, adakah?). Tapi, bidang yang mereka tekuni biasanya sangat spesifik. Seorang dosen kedokteran mungkin hanya mempelajari telinga. Lebih spesifik lagi, mungkin dia hanya mempelajari telinga bagian dalam. Lebih spesifik lagi, mungkin dia cuma mempelajari telinga bagian dalam khusus telinga kiri. Lebih spesifik lagi, mungkin cuma telinga dalam bagian kiri khusus perempuan.
Maka, tidak baik menanyakan semua hal pada mereka. Apalagi menanyakan sesuatu yang jelas-jelas tidak mereka ketahui. Jangan tanya pada dosen ekonomi soal morfologi tanah. Sebab, yang dia tahu justru harga jual tanahd dan perilaku makelar.

2. Mungkin Kelelahan

Di sejumlah perguruan tinggi, rasio dosen dan mahasiswa belum cukup ideal. Ini membuat dosen harus mengajar lebih banyak kelas dari yang seharusnya. Pada sore hari mereka mungkin sudah merasa lelah. Jangan salahkan mereka kalau mereka tiba-tiba terlelap tidur saat presentasi di depan kelas. Jangan protes. Beri dia udara yang cukup, agar silir dan makin anglerrr. Kalau perlu, ambilkan guling sekalian.

3. Senang Dialog

Dosen memang pihak yang relatif lebih menguasai kelas. Namun, mereka buka tipe penguasa yang memanfaatkan kekuasaannya secara totaliter. Sebaliknya, mereka ingin mendapat respon balik dari kamu, mahasiswa. Mereka ingin kamu berpendapat, memulai diskusi, debat, atau apap pun yang memungkinkan dialog. Kalau tidak ada respon dari mahasiswa, dosen akan merasa patah hati, persis seperti bujang yang ditolak janda kembang.

4. Tidak Hafal Nama Tiap Mahasiswa

Dalam sebuah kelas, jumlah mahasiswa mungkin bisa mencapai 30 orang. Padahal dalam satu semester seorang dosen bisa mengajar hingga 10 kelas. Artinya, ada 300 wajah baru yang harus dihafal. Ini tugas yang berat. Maka, jangan tersinggung kalau dia tidak hafal namamu. Kecuali kalau kamu adalah mahasiswa istimewa yang sejak awal menyita perhatiannya.

5. Tidak Baca Semua Makalahmu

Percayalah, dosen tidak membaca makalahmu dari sampul hingga daftar pustaka. Kalaupun membaca, mereka akan melakukannya secara cepat.

6. Teliti Karena Terlatih

Meski tidak membaca seluruh bagian makalahmu, dosen selalu bisa menemukan bagian-bagian yang keliru dari makalahmu. Bukan karena mereka diberkati bakat seperti cenayang, tapi karena mereka terlatih selama puluhan tahun. Dengan membaca bagian-bagian tertentu saja, dia bisa membuat diagnosis terhadap makalahmu.

7. Berusaha Disiplin

Ada dosen yang jarang sekali masuk kelas. Ini bukan karena mereka malas. Mereka biasanya memiliki tugas tambahan. Misalnya, meneliti, mengadakan pengabdian, atau menulis buku. Di balik semua itu, mereka berusaha mendisiplinkan diri. Mereka telah membuat jadwal yang ketat agar bisa masuk kelas sesering mungkin. (Note: Penjelasan nomor 7 ini boleh diragukan keabsahannya).

8. Dosen Proyektor

Dari sekian banyak dosenmu, kamu akan mendapati ada tipe dosen proyektor. Inilah jenis dosen yang justru disibukkan urusan proyek. Dosen tipe ini memanfaatkan setiap akademik sebagai sumber penghasilan. Yang mereka pikirkan adalah uang. Ya uang lelah, uang kemeng, uang berkeringat, uang bernafas, sampai uang bersin. Dosen tipe ini suka mengambil sebgain dana penelitian untuk keperluan pribadi. Yang begini ini biasanya suka sekali bikin proposal program pengabdian masyarakat. Iya, “pengabdian”.

9. Bisa Kamu Salip

Percayalah, tidak semua dosen adalah pembaca buku yang baik. Kalaupun mereka suka membaca, energy dan waktunya mungkin terbatas. Kamu bisa menyalip kemampuan dosenmu dengan membaca buku lebih banyak dari mereka.

10. Paling Benci dengan Kopas

Ada dua hal yang paling dibenci dosen. Satu, gajinya telat. Dua, melihat tugas hasil kopi paste (kopas). Bagi para dosen, mahasiswa yang melakukan plagiasi berarti telah melakukan kejahatan intelektual. Hukumannya sangat berat.

11. Hafal Kelakuan Para Pencontek

Dosen yang mengajar selama belasan tahun sudah berpengalaman ribuan kali mengawasi ujian. Pengalaman panjang ini membuat mereka hafal betul kelakuan mahasiswa yang nyontek. Dari yang nyontek pake hape, nyontek pake kertas dilinting, sampai yang menuliskan kunci jawaban di paha: dosen tahu.

Para pencontek, sebagaimana para pembohong lain, selalu menunjukkan tingkah aneh. Ekspresi wajah mereka selalu tanggung: senang tidak, sedih juga enggak. Para pecontek berusaha memfokuskan pandangan, tapi pandangan mereka justru tampak buyar. Selain itu, para pecontek selalu mengawasi penguji. Ini membuat suasana ruang ujian kerap kali tertukar: mahasiswa yang justru terus menerus mengawasi dosen.

12. Tidak Selalu Jujur


Ini penting diketahui. Tidak semua perkataan dosen adalah kebenaran. Dosen tertentu mungkin memiliki sesuatu yang dirahasiakan. Entah tentang kehidupannya, entah tentang gaya hidupnya di luar kampus, atau soal pandangan politiknya. Mahasiswa yang kritis akan bisa membedakan, mana ucapan dosen yang jujur dan bisa dipercaya dan mana ucapan yang meragukan sehingga perlu dikonfirmasi.

13. Mereka Memperhatikanmu

Betapa pun mereka tidak hafal namamu, dosen selalu berusaha memperhatikanmu. Dosen ingin melihat bakat yang kamu simpan. Seorang pendidik memiliki kecenderungan alami untuk peduli. Maka, dari depan kelas sesekali dia akan mengalihkan pandangan ke arahmu. Dia ingin mencari tahu, potensi apa yang bisa dikembangkan dari diri kamu.

14. Sepatu Sobek dan Kemeja

Dosen statistikmu mungkin beda cahsing dengan dosen komunikasi. Dia bisa benar-benar abai pada penampilan fisiknya. Dosen laki-laki mungkin tidak pernah perhatikan sepatunya begitu kusam, bahkan sobek. Mungkin juga, dia hanya punya beberapa kemeja sehingga mamakainya secara berurut-turu dalam 2 hari. Adapun dosen perempuan, mungkin tidak suka bermake-up. Dia juga ogah menggunakan sepatu hak tinggi seperti Ketty Perry. Selama mereka tetap mandi sebelum ngajar, maklumilah mereka.

15. Ingin Hubungan Personal Lebih Dekat

Dosen sastra Universitas Indonesia (UI) Maman S Mahayan pernah dicueki mahasiswanya saat ia baru mulai mengajar di Korea. Mahasiswa di kelasnya satu per satu pergi meninggalkan kelas. Tentu saja itu membuatnya sedih.

Maman kemudian mengundang para mahasiswa untuk makan malam di apartemennya. Bagi Maman, itu kesempatan yang baik untuk mengenali mahasiswanya secara lebih dekat. Jika hubungan personal sudah mulai terjalin, komunikasi dengan mahasiswa bisa segera diperbaiki. Dosen juga bisa memilih strategi belajar yang lebih tepat.

16. Beda, Dosen Laki-laki dan Perempuan

Meski sama-sama berprofesi sebagai dosen, tetap ada perbedaan sifat antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan dasar ini perlu diketehaui mahasiswa.

Dosen laki-laki mungkin suka humor berbau seks. Kalau mendapati sesuatu yang lucu, dia akan tertawa terbahak-bahak. Dia juga tidak akan ragu melakukan kontak fisik dengan salaman, tos, atau menepuk bahu.
Hal-hal seperti itu mungkin kurang disukai dosen perempuan. Umumnya mereka tidak senang dengan anekdot seks (meski tetap suka seks). Ini tentu saja lumrah. Sebab, sebagian anekdot bertema seks cenderung seksist, menempatkan perempuan sebagai bahan olok-olok. Kecuali kamu sesakti Stifler, berhati-hatilah.

17. Bukan Feodal

Sebagai kelompok terdidik, dosen menginginkan hubungan selalu terjalin dengan sehat. Salah satu cirri hubungan sehat adalah egaliter, tidak ada intimidasi satu dengan lainnya. Mereka ingin kamu menghormatinya, tapi bukan dengan ekspresi-ekspresi feodalistik. Maka, tidak perlu ngesot saat jalan di depannya. Kamu juga tidak harus selalu cium tangan. Apalagi kalau kamu sudah seminggu kena flu.

18. Siap Bertukar Buku

Dosen Sastra Undip Redyanto Noor membuka rumahnya di akhir pekan bagi mahasiswa. Dia juga mempersilakan mahasiswa membaca dan meminjam buku koleksinya. Tapi dia sedih, sebagian bukunya tidak kembali.

“Cuma dosen gila yang rela bukunya dipinjam mahasiswa. Tapi ya cuma mahasiswa gila yang mau kembalikan buku ke dosennya,” kelakarnya.

19. Ingin Memberimu Kebebasan

Dosen tidak selalu ingin menguasai pikiranmu. Sebaliknya, dosen ingin mengajakmu ke dunia berpikir yang bebas. Jangan sampai rasa hormatmu membuatmu tidak enak hati mendebat dosen, kalau dia keliru. Dosen akan senang kalau dengan argumen yang tepat, kamu justru bisa memberinya koreksi.
“Aku menang justru ketika anakku bisa mengalahkanku,” kurang lebih begitu pikirian para dosen – mengutip kalimat dalam sebuah iklan.

20. Presentasi Peninggalan Zaman Majpahit

Beberapa dosen mungkin sudah piawai menggunakan power point untuk presentasi di kelas. Ada yang sudah makek Prezi malah.

Tapi, ada juga dosen yang masih menggunakan OHP Projector. Kalau kamu menemukan itu, kamu tidak perlu mengolok-oloknya. Nikmati saja perkuliahan. Bayangkan bahwa kamu sedang diajari oleh mahaguru dari zaman Majapahit.

21. Selalu Menunggu Diajak Makan Siang

Usai kuliah, mainlah ke ruang dosen. Ajak dia ke kantin kampus dan tawari dia makan siang. Percayalah, asal dia belum makan, dia akan menerima tawaranmu.

Kesempatan makan siang bersama mahasiswa selalu ditunggu dosen untuk mencairkan suasana. Kesempatan itu dimanfaatkan dosen untuk menunjukkan sisi humanisnya. Jangan kaget kalau dosenmu ternyata suka pete, ya. Juga jangan kaget kalau porsi makannya tiga kali lipat dari kebanyakan orang.

22. Pernah Hidup Susah

Dia mungkin naik Mercedes Benz ke kampus. Tapi percayalah, mereka tidak terlahir di kotak berjalan itu. Mobil bagus itu juga bukan warisan dari ayahnya. Mereka membeli mobil bagus setelah menabung bertahun-tahun.

23. Memantau Setelah Kamu Lulus

Petani selalu ingin melihat apakah tanaman yang ditanamnya tumbuh dengan baik atau tidak. Dosen juga seperti itu. Dia ingin tahu, apakah mahasiswa yang didiknya sudah berhasil atau belum. Mereka mungkin tidak akan menghubungimu melalui telefon, tapi sesekali dia akan mengetikkan namamu di Google. Dia berharap mesin pencari itu membawa kabar baik.

24. Senang Mendengar Kabar Dari Kamu

Kalau kamu sudah lulus, sudah bertahun-tahun tidak ketemu dosen, sempatkanlah memberi kabar. Mereka akan senang mendengarnya.

Tidak harus selalu kabar besar yang kamu sampaikan. Kabar yang sederhana pun cukup membuatnya senang. “Sekarang saya sudah menikah dan tinggal di Bandung, Pak,” misalnya, Atau, “Saya baru saja menemukan bunga mawar putih. Tiba-tiba saya ingat Ibu. Di salah satu perkuliahan, ibu pernah mengajak kami ke laboratorium untuk mengulas tentang klorofil.”

25. Berdoa untuk Kebaikan Kamu

Ada tiga doa yang selalu dipanjatkan seorang dosen usai mereka beribadah. Pertama, dia meminta Tuhan membantunya melunasi kredit rumah. Kedua, dia meminta Tuhan membantunya mencukupi tagihan pendidikan anak. Ketiga, dia meminta Tuhan membantu mahasiswanya agar dapat menjalani hidup dengan baik. Mereka mungkin tidak menyebut namamu satu persatu (sebab itu akan membuat doanya justru seperti acara wisuda), tapi dia mengharapkanmu bahagia.

Sumber: http://portalsemarang.com/inilah-25-rahasia-dosen-yang-wajib-diketahui-mahasiswa

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 17 September 2014 - 11:04:42

Fak.Hukum UBH dan OJK Padang Sosialisasikan Pasar Modal Syariah
Fak.Hukum UBH dan OJK Padang Sosialisasikan Pasar Modal Syariah
bunghatta.ac.id - Belum semua sektor jasa keuangan dikenal dengan baik oleh masyarakat, termasuk pasar modal, masyarakat menganggap pasar modal masih sesuatu yang baru, namun sebenarnya pasar modal telah hadir di Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka, hal itu ditandai dengan pembentukan bursa efek pertama di Batavia pada bulan Desember 1912 oleh pemerintah Hindia Belanda, dan diresmikan kembali setelah Indonesia Merdeka 10 Agustus 1977 yang di kenal dengan Bursa Efek Jakarta.

Demikan hal itu disampaikan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan Padang Muhammad Ilham saat membuka Sosialisasi Pasar Modal Syariah yang di gelar Fakultas Hukum Universitas Bung Hatta di Auala Balairung Caraka, Kampus I Ulak Karang, Selasa,16/9.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang mencapai 250 juta jiwa, dengan komposisi usia produktif hampir 50%, jumlah investor di pasar modal baru hanya sekitar 400ribu. Sementara di Sumatera Barat sampai akhir Agustus 2013 jumlah investor baru mencapai 3.179, atau hanya sekitar 0,06% dari jumlah penduduk Sumbar.

“Nilai transaksi anggota bursa di Sumbar juga masih sangat kecil, sampai dengan bulan Agustus 2014, total transaksi sebesar Rp.849 milyar, sementara transaksi nasional mencapai Rp.961 trilyun”, imbuhnya.

Ditambahkan Ilham, sosialisasi yang digelar bersama UBH tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor di pasar modal, dengan peningkatan jumlah tersebut akan membawa pengaruh positif bagi perekonomian Indonesia.

Ilham juga memberikan tips dalam memilih dan menggunakan produk keuangan antara lain harus mengenali kebutuhan dan produknya, mengenali manfaat dan resikonya serta memahami hak dan kewajiban.

Ketua pelaksana kegiatan Elyana Novira,SH.,MH menyebutkan sosialisasi tersebut digelar mengingat, masih rendahnya pengetahuan dan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal, menyebabkan investasi di pasar modal masih didominasi investor asing.

“Kondisi serupa berlangsung pada pasar modal syariah, pasar modal syariah telah dimulai sejak tahun 1997 dengan diterbitkannya Reksa Dana Syariah pada struktur organisasi Otoritas Jasa Keuangan”, jelas Elyana.

Sosialisasi tersebut di hadiri lebih dari 200 orang peserta yang berasal dari dosen-dosen di lingkungan, mahasiswa UBH dan dari berbagai perguruan tinggi di hantarkan oleh Rektor UBH Prof.Dr.Niki Lukviarman,SE,Akt,MBA dengan menghadirkan pembicara Agus Maiyo Kepala Bagian Pengembangan Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal Syariah OJK dengan topic “Otoritas Jasa Keuangan dan Strategi Pengembagan Pasar Modal Syariah di Indonesia, serta Zarfinal,SH,MH Dosen Fakultas Hukum UBH dengan makalah “Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan”. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 September 2014 - 12:40:14

Mari Ikuti dan Semarakan FTSP SILeNT EFFECT
Mari Ikuti dan Semarakan FTSP SILeNT EFFECT
bunghatta.ac.id - Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakutlas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan FTSP SILeNT EFFECT dengan tema Build More Surprised Creativity and Innovation with The SILeNT EFFECT yang terdiri dari kegiatan seminar nasional, pelatihan, olahraga, musik dan latihan kepemimpinan.

Rioni Rizki Aldiansyah, Gubernur Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyampaikan kegiatan ini bermuncul dari dinamika berfikir mahasiswa dalam memajukan kelembagaan mahasiswa yang ada di Universitas Bung Hatta yang selama ini dilihat semakin berkembang serta semakin melejitnya frekuensi kegiatan namun minim dari segi hasil.

“Dengan adanya ide untuk mengembalikan kreativitas mahasiswa, maka dirancanglah sebuah kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa untuk melatih diri memanage sebuah kegiatan atau organisasi di dalam kelembagaan mahasiswa Universitas Bung Hatta,” ulasnya.

Menurut Rion, kegiatan tersebut adalah FTSP SILeNT EFFECT atau kepanjangan dari Skill Intellectual Leader Natural Technology yang mempunyai arti bahwa kegiatan tersebut dilakukan atau dibuat di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta yang dirancang khusus untuk kegiatan yang bersifat ilmiah dan kreatifitas mahasiswa yang pada intinya kegiatan tersebut mengajak mahasiswa untuk berkreasi dan mengasah potensi diri dibidang minat bakat serta penalaran.

“Kegiatan ini akan memberikan kontribusi yang baik kepada kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Bung Hatta. Kegiatan yang dilaksanakan ini akan mempunyai arti penting yang salah satunya mengarah kepada perbaikan kelembagaan dan komitmen dengan apa yang diinginkan dari oleh dan untuk mahasiswa,” ungkapanya

Melalui kegiatan ini hendaknya dapat dihasilkan suatu hal yang baik yang bernilai positif sehingga dapat memotivasi seluruh civitas akademika pada khususnya di lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan untuk lebih giat lagi dalam berkreatifitas, dan menimba ilmu sehingga manfaatnya benar-benar bisa dirasakan nantinya oleh masyarakat.

Rangkaian dari kegiatan FTSP SILeNT EFFECT yaitu pertama SILeNT National Seminar pada 22 September 2014 bertempat di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta. Kedua SILeNT Leading LKMM-TD pada 26 – 28 September 2014 di Ruang Sidang Gedung F Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta.

Ketiga SILeNT Sport Competition yang terdiri dari Pertandingan Futsal pada 24-30 September 2014 di GOR Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta dan Pertandingan Sepak Bola pada 16-24 September2014 di Lapangan Sepak Bola Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta.

Keempat SILeNT Construction Training Kegiatan ini merupakan pelatihan untuk masyarakat Jasa Konstruksi yang merupakan bentuk kerjasama antara Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta dengan Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Bidang Jasa Konstruksi, Provinsi Sumatera Barat pada 31September- 01 Oktober 2014 dan terakhir SILeNT Fest berupa Festival Band 2 Oktober 2014 di Parkiran Lapangan Tenis Kampus Prokalamator I Universitas Bung Hatta. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 September 2014 - 09:44:22

UBH Turut Berduka Atas Berpulangnya Dirut PT. Semen Padang
UBH Turut Berduka Atas Berpulangnya Dirut PT. Semen Padang
bunghatta.ac.id - Keluarga Besar Universitas Bung Hatta mengucapkan turut berbelasungkawa atas berpulangnya ke Ramatullah Ir. H. Munadi Arifin, SE, MM, Ak Direktur Utama PT. Semen Padang dalam usia yang ke-60 tahun.

Semoga amal dan ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, amin. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 16 September 2014 - 09:39:38

Pertemuan Pimpinan Universitas Dengan Yayasan
Pertemuan Pimpinan Universitas Dengan Yayasan
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta mengadakan pertemuan dengan Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta yang bertempat di Ruang Teater Gedung H Kampus Proklamator I Universtas Bung Hatta, Senin (15/09/2014).

Pertemuan ini dihadiri oleh pendiri dari Yayasan Pendidikan Bung Hatta yaitu Drs. Hasan Basri Durin dan Prof. Drs. Mawardi Yunus dan diikuti oleh seluruh pimpinan Universitas Bung Hatta dari Rektor, Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Dirut Pascasarjana, Ketua dan Sekretaris Jurusan hingga kepala biro. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 15 September 2014 - 13:53:47

Mahasiswa Teknik Kimia UBH Gelar Bakti Sosial
Mahasiswa Teknik Kimia UBH Gelar Bakti Sosial
bunghatta.ac.id - Berbagi dengan sesama itu tidak hanya dengan pemberian materi tapi dapat juga dengan memberi kebahagiaan dan senyuman terutama bagi anak yatim. Melihat hal tersebut, mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengadakan Kegiatan Chem_Eng Peduli yang bertajuk Kunjungan dan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Anak Mentawai H. Syafri Moesa yang bertempat di Ulu Gadut, Kota Padang. Minggu (13/09/2014).

Fadli Isa Ansari Ketua Panitia Bakti Sosial mengatakan dengan kegiatan ini kita dapat menjalin silaturahmi dan mempererat tali silaturahim dengan anak-anak yang hidupnya kurang beruntung terutama bagi anak yatim piatu.

“Dengan kedatangan mahasiwa ke panti ini diharapkan dapat membawa kegembiraan dan merasakan rasa keberasamaan. Selain itu juga kita dapat menjadi lebih mengerti arti hidup serta dapat meningkatkan rasa kepedulian dan kemanusiaan di antara kita,” ungkapnya.

“Karena bahagia itu bukan untuk sendiri kita saja tapi bahagia itu akan lebih berarti disaat kita bersama, tambah Fadli yang merupakan mahasiswa angkatan 2013 ini.

Pada kesempatan itu juga, Zulhendra Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan salah satu program kerja tahunan himpunan sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat terutama bagi mereka-mereka yang kurang beruntung seperti anak yatim piatu.

“Para mahasiswa ini tidak hanya untuk menjalin silaturahmi antar sesama mereka saja tapi perlu juga untuk bermasyarakat sekaligus juga mengenalkan Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta. Kepanitiaan dari kegiatan ini berasal dari mahasiswa angkatan 2013,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Syafitri Syafri Pimpinan Panti menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan kedatangannya ke panti ini yang ditunjuk sebagai tempat untuk melakukan kegiatannya. Panti ini berdiri sejak tahun 1968 dan saat ini terdapat 56 orang anak yang menjadi tanggungan panti ini. 45 anak diantaranya menetap di panti , selebihnya merupakan anak-anak kurang mampu yang tinggal di sekitar lingkungan panti. Panti yang dikelola oleh 8 orang yang juga merupakan saudara sediri.

“Saya sangat senang dan berharap para mahasiswa dapat mampir lagi kesini untuk berbagi dan mendorong anak-anak menjadi lebih semangat, walaupun mereka tinggal dipanti dengan kedatangan para mahasiswa ini bisa menimbulkan kegembiraan layaknya anak-anak di luaran sana,” ungkap Syafitri.

Kegiatan bakti sosial ini diisi dengan kegiatan perlombaan dimulai dari lomba makan kerupuk, balap karung, membawa kelereng dalam sendok hingga joged balon. Tak hanya itu, ada juga penampilan minat bakat dari anak-anak dari panti. Acara diakhiri dengan pemberian sembako, peralatan tulis menulis, baju bekai hingga uang tunai. (**Ubay-Humas UBH/eji WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 15 September 2014 - 08:24:23

BEMM FTSP UBH Angkat Seminar Nasional Kewirausahaan Bidang Konstruksi
BEMM FTSP UBH Angkat Seminar Nasional Kewirausahaan Bidang Konstruksi
bunghatta.ac.id - Pemanfaatan serta pengembangan rekayasa dan teknologi bidang konstruksi dewasa ini membuka peluang seluas-luasnya bagi lulusan mahasiswa perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Namun, di tengah ketatnya persaingan menyongsong AFTA 2015, dituntut kemampuan mental dan inovasi yang kreatif sebagai modal utama menjadi seorang wirausaha.

Untuk memulainya, Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mengadakan Seminar Nasional Kewiraushaaan Bidang Konstruksi dengan topik mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan teknologi dan rekayasa bidang konstruksi menyongsong AFTA 2015.

Kegiatan seminar ini akan dilaksanakan pada 22 Sepetember 2014 mendatang di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta yang terbuka juga untuk mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Pulau Sumatera dan Jawa.

Ketua Pelaksana Disti Mayang Sari, mengatakan pada dasarnya mahasiswa adalah agen penggerak perubahan yang akan memegang estafet kepemimpinan di masa mendatang tentunya harus juga berperan aktif untuk menjadi pelopor terbentuknya perekonomian nasional yang tangguh.

“Hal ini tentunya harus diimbangi dengan edukasi agar tidak terjadi dominasi dan kapitalisasi usaha. Mengingat Indonesia yang menganut ekonomi kerakyatan sudah seyogyanya pengembangan kemampuan berwirausaha yang mampu mengayomi dan memberikan dampak positif bagi khalayak ramai,” sebutnya.

“Oleh karena itu kegiatan ini bermaksud untuk menumbuhkan jiwa Enterpreneur khususnya bagi mahasiswa dengan dengan harapan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan di atas yaitu untuk kemandirian perekonomian bangsa Indonesia,” tambahnya.

Terpisah, Rioni Rizki Aldiansyah Gubernur Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyampaikan seminar ini merupakan rangkaian dari kegiatan “FTSP SILeNT EFFECT” yang menjadi program kerja BEMM tahun ini.

“dengan kegiatan ini, para mahasiswa dapat menghidupkan suasana kompetitif yang kooperatif di lingkungannya, memberikan motivasi kepada mahasiwa untuk berani memilih dunia usaha sebagai pilihan utama di dunia kerja dalam menyongsong AFTA 2015,” ungkapnya.

Seminar nasional ini akan menghadirkan emapt pembicara kunci yaitu Ir. Hediyanto W. Husaini Kepala BAPEKON PU RI, Bintang Perbowo, SE, MM Direktur Utama Wijaya Karya, Martelius Peli Ahli Quantity Surveying Universitas Bung Hatta, Zigo Rolanda Ketua Umum BPD HIPMI Sumbar dan Hamzah Izzulhaq CEO Hamasa Corp.

Pendaftaran seminar ini hingga 18 September 2014 dari pukul 09.00 – 16.00 WIB di Pelataran Mesjid Nurul Jannah, Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta dengan insert untuk mahasiswa Rp. 50 ribu dan Umum Rp. 75 ribu atau hubungi M. Nofaldi Adra 083181253050, Pitri Mega Sari 082285450324, Lutfi Enuary 083181555715 (PIN :2633a2b8). (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 12 September 2014 - 09:44:18

Dua Mahasiswa Teknik Kimia UBH Tampil di Seminar Nasional Sains Dan Teknologi
Dua Mahasiswa Teknik Kimia UBH Tampil di Seminar Nasional Sains Dan Teknologi
bunghatta.ac.id - Dua mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta yaitu Januerin dan Erda Rahmilaila Desfitri mendapat kesempatan untuk menampilkan hasil penelitiannya dalam kegiatan Seminar Nasional Sains Dan Teknologi (SNSTL) I di Convention Hall Universitad Andalas Limau Manis, Kamis, (11/09/2014).

Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Dr. Eng Reni Desmiarti, ST, MT mengatakan seminar ini sebagai forum diskusi ilmiah yang efektif antar akademisi dan profesional dari institusi pendidikan, riset, industri, pemegang kebijakan maupun institusi lain yang terkait dalam membahas permasalahan lingkungan dan dapat menjadi sarana untuk bertukar informasi tentang inovasi-inovasi sains dan teknologi lingkungan sehingga akan tercipta suatu jalinan kolaborasi dari pihak-pihak terkait di masa mendatang.

“Biasanya untuk penyampaian hasil penelitian di seminar atau konferensi itu adalah dosen-dosen, namun di jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta mahasiswa diberi kesempatan untuk memaparkan hasil penelitiannya di forum ilmiah. Hal ini sudah dilakukan sejak tahun 2010,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan dengan aktifnya mahasiswa tampil di forum-forum ilmiah dapat melatih kemampuan softskill mereka yang nantinya berguna ketika telah lulus kuliah.

Pada kesempatan seminar ini dua makalah dari Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta dipresentasikan yaitu pertama makalah berjudul Pengurangan Kandungan Fenol Dalam Air Dengan Sistem Thermal Plasma dengan penelitinya Dr.Eng Reni Desmiarti, ST, MT, Dr.Eng Ariadi Hazmi, St, MT, Ellyta Sari ST, MT, Yenni Trianda ST, Januerin dan Zalvi,. Penelitian ini kolaborasi antara jurusan Teknik Kimia Unuversitas Bung Hatta dan Jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas.

Untuk makalah kedua berjudul Identifikasi Inulin Dari Umbi Dahlia di Sumatera Barat dengan penelitinya Ir Elmi Sundari, MT, Erda Rahmilaila Desfitri, Dra. Munas Martynis, M.Si dan Dra. Erti Praputri, M.Si. Penelitian Inulin ini sedang dikembangkan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 12 September 2014 - 09:02:17

Dosen UBH dan UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kerajinan Handicraft
Dosen UBH dan UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kerajinan Handicraft
bunghatta.ac.id - Untuk membantu masyarakat pesisir pantai dan sebagai kepedulian masyarakat dalam membangun konservasi pelestarian dan perlindungan penyu di Sumatera Barat, Unit Pelaksana Teknis Kawasan Konservasi Perairan Daerah (UPT-KKPD) Kota Pariaman bersama Harfiandri Damanhuri, S.Pi, M.Si salah seorang dosen Universitas Bung Hatta melakukan pendampingan dan melibatkan masyarakat dalam pembinaan pembuatan handicraft penyu.

Kegiatan ini pertama kalinya dilaksanakan untuk pendampingan dan pembinaan melalui wadah Komunitas Padusi Apar untuk menghasilkan nicke handicraft penyu yang telah dilatih, didampingi hingga proses pemasaran.

Harfiandri Damanhuri menceritakan awal mulanya ketika melakukan uji coba penetasan telur penyu dan sambil menunggu hasilnya, kami melakukan diskusi dengan rekan-rekan di lokasi pengakaran. Saat diskusi tersebut muncul ide untuk memcoba untuk melatih masyarakat sekitar kawasan penangkaran untuk membuat handicraft penyu.

“Mengingat, umumnya mata pencaharian kaum lelaki disini berprofesi sebagai nelayan dengan penghasilan yang terkadang tidak menetu sedangkan untuk kaum wanitanya mencoba membantu perekonomian keluarga dengan menjahit kain dan manik-manik benang emas untuk pakaian adat dan usaha lainnya," ucapnya.

"Dari hasil survai yang telah dilakukan maka waktu itu terbersit keinginan untuk melatih masyarakat sekitar membuat handicraft penyu sebagai tambahan penghasilan untuk membantu perekonomian keluarga,” tambah Harfiandri yang mengajar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta ini.

Dikatakannya, pendampingan tersebut dilakukan dengan serangkaian pelatihan yang diikuti 9 orang dan berlokasi di Kantor UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman. Bahan yang digunakan untuk pembuatan handicraft penyu berasal dari material bekas seperti kayu, gabus, plastik, styorofoam dan lainnya.

“Pada tahap pertama latihan kami lihatkan contoh, kami siapkan pola bentuk penyu kami sediakan kain planel, isinya, benang, jarum, mata, lem, gunting, spidol, dan pendamping, tahap kedua kami mulai menilai hasil kerja dan memberikan masukan, serta banyak keluhan dari peserta yang katanya sulit membuatnya, kami berusaha secara terus menurus dan menyakinkan bahwa ini bisa menjadi tambahan penghasilan,” ujarnya.

Melalui beberapa tahap latihan komunitas masyarakat pesisir ini sudah dapat menghasilkan produk gantungan kunci, gantungan mobil yang sangat imut, menarik, terjangkau dan dapat dipesan dengan harga bersaing dan ikut membantu ekonomi masyarakat pesisir Kota Pariaman, khususnya masyarakat di sekitar lokasi Penangkaran Penyu Desa Apar Kota Pariaman.

Harfiandri mengungkapkan peserta pelatihan sangat antusian dengan kegiatan ini meskipun perlu kerjakeras untuk meyakinkan para peserta ini dengan membuat handicraft penyu ini dapat menambah penghasilan dan sebagai ikon baru untuk sebuah cenderamata sebagai tanda sudah bertandang ke UPT Konservasi Penyu Kota Pariaman.

Permaslahan pemasaran hasil industri kreatif ini, kami bekerjasama dan mengharapkan bantuan dari UPT Konservasi Penyu, apa bila tamu-tamu yang datang untuk dapat membeli handicraft sambil membantu masyarakat sekitar. Saat ini sudah tersedia sekitar 100 stok gantungan kunci yang siap dijual.

“Apabila terus kita bina dan kita dorong ini, nantinya handicraft penyu ini akan menjadi pusat kratif cenderamata penyu di Sumatera Barat. Kita berharap para pengunjung kawasan konservasi dapat berpartisapasi membeli handicraft penyu ini sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat kecil dan konservasi penyu,” imbuhnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.90.158.245