Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

LIMA Campus Corner Kunjungi UBH

Tim dari Liga Mahasiswa (LIMA) Campus Corner melakukan kunjungan ke Universitas Bung Hattta dalam rangka memperkenalkan kegiatan-kegiatan LIMA sekaligus mengajak para mahasiswa untuk mendukung tim dari perguruan tingginya yang mengikuti pertandingan Bola Basket katagori Sumatera Conference yang diad....

UPT PPBA UBH Menjadi Tempat Penyelenggara Tes TOEFEL ITP Resmi

Kabar gembira bagi civitas akademika Universitas Bung Hatta, pasalnya UPT Pendidikan dan Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) dan Laboratorium Bahasa Universitas Bung Hatta telah ditujuk menjadi tempat penyelenggaraan tes TOEFEL ITP yang berlisensi resmi. Hal tersebut diungkapkan Kepala UPT PPBA dan ....

UBH dan 10 Perguruan Tinggi Lainnya Kerjasama dengan Bank Indonesia

Bertempat di Gedung Pusat Bank Indonesia Jakarta, Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE.,Akt.,MBA beserta 10 Rektor Perguruan Tinggi lainnya se-Indonesia menandatangani naskah kerjasama dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta, Sen....

Seminar Pendidikan Bahasa Inggris: "Creative Teaching and Learning"

Memiliki kemampuan berbahasa asing sangatlah penting. Saat ini, banyak fenomena yang terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa yang belum mampu berbahasa asing dengan baik dari segi lisan maupun tulisan, terutama dalam bahasa Inggris. Untuk menumbuhkan minta dalam berbahasa Inggris, Himpunan Mah....

Mahasiswa dan Dosen PMat UBH Tampil Dalam Forum Ilmiah Nasional di Pekanbaru

Sebanyak tujuh dosen tetap Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengikuti Seminar Nasional Matematika dan Kongres Himpunan Matematika Indonesia atau Indonesia Mathematical Society (IndoMS) wilayah Sumatera Bagian Tengah yang bertempat di Un....

Tiga Jurusan Teknik UBH Peroleh Akreditasi B dari BAN-PT

Tiga program studi/jurusan di Universitas Bung Hatta yang telah melakukan proses reakreditasi berberapa waktu yang lalu berhasil memperoleh akreditasi baru yaitu jurusan Teknik Elektro, jurusan Teknik Sipil dan jurusan Teknik Kimia dengan peringkat akreditasi masing-masing B. Penilaian akreditasi....

Selasa 23 September 2014 - 07:20:59

BEMM FTSP Gelar LKMM-TD se-Kota Padang
BEMM FTSP Gelar LKMM-TD se-Kota Padang
bunghatta.ac.id - Pentingnya membekali mahasiswa mengenai kepemimpinan dan manajerial kemahasiswaan terutama bagi mahasiswa yang ingin dan aktif dalam berorganisasi. Untuk itu, para mahasiswa perlu memahami konsep kepemimpinan, gaya kerja organisasi, klasifikasi masalah dalam organisasi serta penyelesaiannya sehingga menciptakan kemampuan teknis dalam pengelolaan lembaga yang handal.

Melihat hal tersebut, Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta akan mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah Dasar se-Kota Padang yang akan dilaksankan pada 26-28 September 2014 di Ruang Sidang Gedung F Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta.

Rioni Rizki Aldiansyah, Gubernur Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta mengatakan kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian acara FTSP SILeNT EFFECT atau kepanjangan dari Skill Intellectual Leader Natural Technology dengan nama SILeNT Leading LKMM-TD.

“Melalui latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa ini diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan organisasi kemahasiswaan dan melatih dirinya dalam manajemen organisasi mahasiswa yang terarah dan terkonsep apik sehingga dapat menjadi motor utama dalam menggerakkan dinamika organisasi,” ungkapnya.

Dengan mengangkat topik menjadikan organisasi yang baik, mengubah bangsa menjadi lebih baik, pelatihan ini diharapakan dapat menggali potensi diri dan organisasi sehingga tercipta insan organisasi yang memiliki sikap kritis dan profesional.

Selain itu, menurut Rion pelatihan ini juga dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan jiwa keorganisasian mahasiswa yang dapat menjadi motor utama dalam menggerakkan dinamika organisasi, baik di kalangan internal kampus, maupun eksternal kampus.

“Agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan apa yang diharapkan, latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa ini diformulasikan dengan materi-materi yang akan disampaikan oleh orang yang ahli dan berkompeten di bidangnya. Kemudin simulasi-simulasi yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan materi dan juga diskusi guna meningkatkan interaksi antar peserta sehingga dapat menumbuhkan peer education,” ucapnya.

Pendaftaran pelatihan ini dapat mengunjungi stand di Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta dengan membawa insert sebesar Rp.100 ribu per peserta. Informasi lengkapnya dapat hubungi Yoyo 087791901155 dan Rizky 085274590199. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 22 September 2014 - 15:34:11

Tingkatkan Kualitas Lulusan, FTSP UBH Lakukan MoU dengan Kementerian PU
Tingkatkan Kualitas Lulusan, FTSP UBH Lakukan MoU dengan Kementerian PU
bunghatta.ac.id - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) bersama Balai Peningkatan Keahlian Konstruksi, Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (22/09/2014).

Kerjasama ini mengenai pelatihan tenaga ahli konstruksi yang ditandatangani langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta Ir. Hendri Warman, MSCE dan Dr. Ir. Doedoeng Z. Arifin Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Penandatanganan kerjasama ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan FTSP SILeNT EFFECT yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta sekaligus sebagai pembukaan kegiatan SILeNT Construction Training.

Rioni Rizki Aldiansyah Gubernur Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyampaikan pelatihan konstrusksi ini merupakan hasil kerjasama Pembina Jasa Konstruksi Provinsi Sumatra Barat dan Balai Pelatihan Konstruski Wilayah I Banda Aceh serta Balai Pengingkatan Keahlian Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum RI.

“Materi dalam pelatihan konstruksi ini merupakan pelatihan ahli muda manajemen konstruski bangunan serta pembekalan dan fasilitas uji sertifikasi bidang konstruksi dengan tujuan untuk menginingkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga terampil di bidang majeral konstruski bagunan gedung sehingga menjadi tenaga terampil bersertifikasi,” ujarnya.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta Ir. Hendri Warman, MSCE mengatakan dengan kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa terutama mahasiswa tingkat akhir dan alumni di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

“Pelatihan ini dapat menjawab secara langsung tenaga teknik di Sumatra Barat yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidangnya,” ujarnya.

Sementara Itu, Dr. Ir. Doedoeng Z. Arifin Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara terus menerus sehingga kementerian pekerjaan umum dapat mengalokasikan dana secara khusus untuk peningkatan kualitas sumber daya manuasia yang terampil di bidang konstrusksi ini.

Selain Universitas Bung Hatta penandatanganan kerjasama ini juga bersama dengan Politeknik Negeri Padang dan Institut Teknologi Padang. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pimpinan Universitas ,Dekan FTSP, Dinas Prasarana Jalan, Tata ruang dan Perusahaan Provinsi Sumatra Barat, Asosisasi Profesi dan Asosiasi Perusahaan Daerah Provinsi Sumatra Barat. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 22 September 2014 - 14:28:57

Seminar BEMM FTSP:  Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Enterpreneur
Seminar BEMM FTSP: Mahasiswa Harus Miliki Jiwa Enterpreneur
bunghatta.ac.id - Sebanyak 279 perserta yang terdiri dari 217 mahasiswa dan 62 asosisasi profesi mengikuti Seminar Nasional Continuing Profesional Develpment (CPD) dengan topik mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan teknologi dan rekayasa bidang konstruksi menyongsong AFTA 2015 yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (22/09/2014).

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA ini menghadirkan empat pembicara yaitu Dr. Ir. Doedoeng Z. Arifin Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Martelius Peli M.Sc, IAI Ahli Quantity Surveying Universitas Bung Zulheri Rani, SE, MPA General Manager PT. Karya Suka Abadi dan Hamzah Izzulhaq CEO Hamasa Corp.

Ketua Pelaksana, Disti Mayang Sari mengatakan seminar ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan edukasi serta mengembangkan kemampuan berwirausaha bagi generasi muda sebagai jawaban atas tantangan dengan adanya pasar bebas di kawasan ASEAN pada tahun 2015 mendatang, khususnya pada disiplin ilmu dalam dunia konstrusksi.

“Dengan mengikuti seminar nasional ini para peserta dapat menumbuhkan jiwa Enterpreneur khususnya bagi mahasiswa dengan dengan harapan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan di atas yaitu untuk kemandirian perekonomian bangsa Indonesia,” tambahnya.

Terpisah, Rioni Rizki Aldiansyah Gubernur Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyampaikan seminar ini merupakan rangkaian dari kegiatan FTSP SILeNT EFFECT yang menjadi program kerja BEMM tahun ini. Kegiatan ini juga merupakan kerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, dalam hal ini Badan Pembinaan Konstruksi.

“Dengan kegiatan ini, para mahasiswa dapat menghidupkan suasana kompetitif yang kooperatif di lingkungannya, memberikan motivasi kepada mahasiwa untuk berani memilih dunia usaha sebagai pilihan utama di dunia kerja dalam menyongsong AFTA 2015,” ungkapnya.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA dalam sambutnya menyampaikan dalam menyambut pasar bebas ini para mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan menambah kemampuan dan keahliannya karena setelah lulus nanti para lulusan itu tidak hanya bermodalkan ijazah saja tapi harus memiliki sertifikat keahlian di bidang keilmuannya masing masing.

Dalam seminar nasional ini juga terdapat hiburan penampilan Sulap Bung Hatta Muda dari Farel D’ilusio salah satu mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 22 September 2014 - 11:37:27

Pelepasan 50 Balon, Buka FTSP SILeNT EFFECT 2014
Pelepasan 50 Balon, Buka FTSP SILeNT EFFECT 2014
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA bersama Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia,Dr.Ir. Doedoeng Z. Arifin melakukan pelepasan 50 balon ke udara sebagai tanda pembukaan kegiatan FTSP SILeNT EFFECT dengan tema Build More Surprised Creativity and Innovation with The SILeNT EFFEC di Halaman Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (22/09/2014).

Ketua Pelaksana, Daniel Risman mengatakan pelepasan balon tersebut menandakan kegiatan FTSP SILeNT EFFECT ini secara resmi dibuka. FTSP SILeNT EFFECT atau kepanjangan dari Skill Intellectual Leader Natural Technology yang mempunyai arti bahwa kegiatan tersebut dilakukan atau dibuat di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta yang dirancang khusus untuk kegiatan yang bersifat ilmiah dan kreatifitas mahasiswa yang pada intinya kegiatan tersebut mengajak mahasiswa untuk berkreasi dan mengasah potensi diri dibidang minat bakat serta penalaran.

“Terdapat 5 rangkaian kegiatan dalam FTSP SILeNT EFFECT yaitu SILeNT National Seminar yang bertujaun untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan teknolohi dan rekayasa bidang konstrusksi dalam mengongsong AFTA 2014, kemudian SILeNT Sport Competition yang terdiri dari Pertandingan Futsal dan Pertandingan Sepak Bola,” ungkapnya.

Selanjutnya SILeNT Construction Training merupakan pelatihan untuk masyarakat Jasa Konstruksi, SILeNT Leading LKMM-TD yang merupakan latihan kepemimpinan manajemen mahasiswa tingkat dasar se-Kota Padang dan SILeNT Fest berupa Festival Band yang ditutup dengan pelepasan lampion-lampion ke udara.

Rioni Rizki Aldiansyah, Gubernur Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyampaikan Kegiatan FTSP SILeNT EFFECT yang merupakan bagian dari program kerja BEMM dan diharapkan menjadi agenda rutin tiap tahunnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA sangat menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta ini karena dengan kegitan semacam ini dapat membantu dalam meningkatkan akreditasi dan menambah jariangan kerjasama dengan berbagai intansi baik dalam maupun luar negeri.

“Sebagai mahasiswa Universitas Bung Hatta, tentunya harus memiliki semangat Bung Hatta yang pantang menyerah, bila gagal terus coba lagi. Selain itu juga Bung Hatta selalu mengajarkan pada kita untuk berpolitik yang santun, jujur dan bijaksana,” imbuh Niki.

Pembukaan FTSP SILeNT EFFECT ini juga dihadiri oleh Pimpinan Universitas ,Dekan FTSP, Dinas Prasarana Jalan, Tata ruang dan Perusahaan Provinsi Sumatra Barat, Asosisasi Profesi dan Asosiasi Perusahaan Daerah Provinsi Sumatra Barat. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 22 September 2014 - 07:48:11

HMMJ Teknik Kimia Motivasi Mahasiswa Baru Untuk Aktif Berorgansiasi
HMMJ Teknik Kimia Motivasi Mahasiswa Baru Untuk Aktif Berorgansiasi
bunghatta.ac.id - Setiap mahasiswa tidak hanya dituntut untuk aktif selama diperkuliahan namua harus aktif juga dalam mengikuti organisasi kemahasiswaan. Melihat pentingnya mengembangkan kemampuan softskills tiap mahasiswa dalam berlembaga.

Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universtias Bung Hatta berinisiatif untuk melakukan pengenalan organisasi mahasiswa di tingkat jurusan bagi mahasiswa baru angkatan 2014 dalam bentuk kuliah umum yang diadakan di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta, Sabtu (20/09/2014).

Kuliah umum ini menjelaskan dua materi yang bertajuk pengenal organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia yang disampaikan langsung oleh ketua himpuan, Zulhendra dan materi mengenai dan motivasi berorgansiasi yang dijelaskan oleh Bayu Haryanto, ST.

Ketua Himpunan, Zulhendra mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa baru mengenai kelembagaan mahasiswa di tingkat jurusannnya sekaligus memberikan motivasi untuk aktif berorganisasi selama kuliah terutama bagi mahasiswa baru. Pengenalan organisasi ini juga selain untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru.

Hendra memaparkan menngenai sejarah Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, visi misi jurusan, apa itu himpunan mahasiswa, fungsi, tugas dan wewenangnya, syarat menjadi pengurus hingga kegiatan apa saja yang dilakukan oleh himpunan.

“Himpunan mahasiswa merupakan lembaga organsasi mahasiswa yang berada ditingkat jurusan yang memilik fungsi sebagai penunjang kegiatan akademik. Jadi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh himpunan akan berbau akademik seperti kuliah umum, seminar, pelatihan dan lainnya,” jelasnya.

“Tak hanya itu, himpunan juga akan memfasilitasi dan mengarahkan mahasiswa yang ingin mengembangkan minat bakatnya baik dibidang olahraga, seni maupun teknologi,” tambah mahasiswa angkatan 2011 ini.
Sementara itu, Bayu Haryanto, ST menjelaskan materi mengenai motivasi berorgansiasi dalam membengun mahasiswa yang balance.
Bayu menyampikan motivasi sangat penting bagi tiap individu agar sukses dalam menjalani kehidupannya, misalnya saja sebuah kesuksesan saat kuliah. Motivasi perlu dilakukan sebagai penentuan tujuan dari awal. Sebagai mahasiswa baru, tentu perlu pemahaman akan paradigma baru karena dulu mereka berstatus sebagai siswa sekarang telah menjadi mahasiswa. Selain kuliah, mahasiswa juga harus aktif dalam berorganisasi. Berorganisasi dimulai dari tingkat jurusan kemudian fakultas hingga universitas atau pun organisasi eksternal kampus.

“Dalam kesehariannya mahasiswa harus dapat menjalakan namanya Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pendididkan dan penelitian akan didapatkan selama perkuliahan namun untuk mengabdi dapat dilakukan dengan aktif berorganisasi,” ujar alumni jurusan Teknik Kimia ini.

Permasalahnnya, saat ini banyak mahasiswa yang tidak mau aktif berorganisasi dikarenakan memang tidak peduli, malas, tuntutan orang tua untuk fokus kuliah atau sibuk dengan aktivitas yang tidak membawa manfaat. Padahal dengan berorgansiasi kita dapat melatih soft skills dan life skills kita.

“Banyak mahasiswa yang pintar secara akademik tapi tidak banyak juga mahasiswa yang pintar dalam akademik dan berorganisasi. Rugi rasanya bila kita jadi mahasiswa tapi tidak aktif brorganisasi karena manfaat yang akan diperoleh itu sangat banyak sekali,” ulasnya.

Untuk bisa sukses keduanya, Bayu membagi tips-nya kepada mahasiswa baru. Ia mengatakan tiap mahasiswa itu harus berpandai-pandai, layaknya sebuah neraca, harus balance (seimbang). Pandai mengatur waktu, pandai bersosialisasi dengan teman seangkatan, senior, dosen hingga dengan di lingkungan masyarakat.

“Karena telah menjadi predikat sebagai mahasiswa, diharapkan kita dapat aktif berorgansisasi dengan niat dalam diri, tentukan visi misi selama kuliah, untuk memotivasi diri tentukan raw model misalnya sosok Bung Hatta. Banyak belajar, bertanya, berdiskusi dan berusaha dalam mencapai tujuan,” sebutnya.

“Kemudian minta restu dari orang tua dan Berdoa kepada sang pencipta. Bila sudah sukses jangan sombong, angkuh dan harus tahu diri. Bila sudah sukses jangan lupa selalu berbagi, bersyukur dan berterimakasih,” tambahnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 22 September 2014 - 07:34:30

Ketua YPBH, Fachri Ahmad Terima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama
Ketua YPBH, Fachri Ahmad Terima Penghargaan Wredatama Nugraha Utama
bunghatta.ac.id - Mantan Wakil Gubernur Sumbar sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta Prof.Dr. Fachri Ahmad,MSc menerima tanda kehormatan Wredatama Nugraha Utama yang diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum PWRI Haryono Suyono di Aula Balairung Caraka Kampus 1 Universitas Bung Hatta, Sabtu,20/9.

Dalam kesempatan itu, Fachri Ahmad menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pengurus besar PWRI Pusat yang telah memberikan penghargaan dan Tanda Kehormatan Wredatama Nugraha Utama atas karya kepedulian trehadap kesinambungan PWRI dalam memberikan kontribusi positif memajukan pembangunan secara nasional.

"Jangan berpikir setelah pensiun, kita tidak bisa melakukan apa-apa terhadap kemajuan pembangunan bangsa dan Negara, selagi masih sehat dan kuat tentu kontribusi pemikiran dan pengabdian ini memberi dampak kuat ketangguhan dan katahan bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi kemajuan bangsa-bangsa lain”,himbau Fachri.

Penyerahan tanda kehormatan tersebut juga di hadiri oleh Rusdi Lubis, Ketua PWRI Provinsi Sumatera Barat dan pengurus lainnya.

Menurutnya pemberian Pengahargaan dan Tanda Kehormatan Wredatama Nugraha Utama tersebut merupakan bentuk apresiasi atas segala pengabdian dan perhatian beliau selama ini yang mendukung dan membina komunitas pensiunan serta pengembangan persatuan wredatama RI.

"Kita juga melihat, bagaimana dedikadi pengabdian yang telah diperbuat seorang Fachri Ahmad, walaupun setelah pensiun sebagai PNS. Kita juga mengetahui beliau selama ini sebagai salah seorang akademisi di peguruan tinggi, beliau juga sebagai ketua yayasan Pendidikan Bung Hatta yang terus mengembangkan karya diri memajukan bidang pendidikan di Sumatera Barat”, ungkap Rusdi. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 20 September 2014 - 22:30:29

UBH dan 7 Perguruan Tinggi Se-Sumbar Perkuat Kerjasama Dengan Posdaya Damandiri.
UBH dan 7 Perguruan Tinggi Se-Sumbar Perkuat Kerjasama Dengan Posdaya Damandiri.
bunghatta.ac.id - 8 Perguruan Tinggi di wilayah Sumatera Barat dan Muaro Bungo Jambi memperkuat kerjasama dengan Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), hal itu dituangkan dalam bentuk penandatangan nota kesepahaman pelaksanaan program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dengan di Aula Balairung Caraka Kampus 1 Universitas Bung Hatta, Sabtu (20/9).

Prof. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri menandatangani Mou tersebut dengan para Rektor dari Universitas Bung Hatta, Universitas Muh.Yamin Solok,Universitas Eka Sakti, Universitas Muaro Bungo, STAIN Padang Panjang, ISI Padang Panjang, IAIN Imam Bonjol dan STIKES Amanah Padang.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman tersebut, diharapkan para akademisi ikut berpartisipasi meningkatkan keberhasilan pelaksaan program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt.,MBA sebagai tuan rumah dalam sambutannya menyebutkan, bahwa perguruan tinggi dan sekolah tinggi sebenarnya telah mewujudkannya melalui program Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKN-PPM), khususnya mahasiswa., tak ketinggalan pula para dosen pengajar yang juga ikut melakukan pengabdian lewat berbagai macam pengabdian pada masyarakat.

“Dengan kerjasama ini tidak hanya sebagai wadah untuk bertukar hasil riset dan pengabdian kepada masyarakat. Lebih dari itu, upaya peningkatan pemberdayaan keluarga ini diharapkan dapat menjadi bagian dalam membangun masyarakat baru yang lebih maju dan sejahtera”, ujar Niki.

Sementara Ketua Yayasan Damandiri Prof. Haryono Suyono, dengan penuh gurau dalam memaparkan program pembentukan posdaya menjelaskan, bahwa mulanya posdaya ditujukan untuk menggalakkan kembali budaya gotong royong di kalangan masyarakat pedesaan. Dengan sistem gotong royong tersebut masyarakat dari keluarga mampu didorong untuk mengangkat kesejahteraan keluarga prasejahtera.

“Kalau ruh gotong royongnya agak mundur disegarkan lagi agar keluarga kaya ikut menarik kesejahteraan keluarga miskin, dan kata keluarga miskin kita haluskan dengan kata keluarga prasejahtera” katanya.

Disebutkan Haryono, kegiatan posdaya diukur dari besarnya tingkat partisipasi masyarakat didalamnya. Ukuran keberhasilan program dilihat dari tingginya partisipasi warga terutama dari keluarga miskin.

Saat ini sudah ada 250-an Perguruan Tinggi dan 35.000-an posdaya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Harapannya sinergi dengan perguruan tinggi melalui program KKN tidak hanya berhenti dalam pembentukan posdaya, tetapi mengisi posdaya.

"Posdaya juga bisa menjadi forum silaturahmi, komunikasi, informasi, edukasi, advokasi sekaligus bisa dikembangkan menjadi wadah koordinasi kegiatan penguatan fungsi-fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Harapan kami, semoga semua persoalan-persoalan tersebut bisa dituntaskan," ujarnya.

Sementara, panitia pelaksana Ir. Indra Khaidir,MT menjelaskan posdaya terbentuk dari upaya yang timbul dari kesadaran masyarakat sendiri yang secara cerdas untuk mengentaskan kemiskinannya. Bukan mengandalkan berbagai bantuan yang hanya bertujuan memanjakan. Dengan Posdaya, masyarakat juga terus dilatih untuk menumbuhkan semangat dalam berkreatifitas agar keterampilannya semakin tercipta.

“Untuk keberlanjutannya, baik pemerintah, masyarakat, universitas, LSM, dan berbagai perusahaan sudah seharusnyalah mendukung, bahkan memperluas posdaya di seluruh pelosok nusantara ini” harap ketua Pengelola KKN-PPM UBH ini.(**Indrawadi-humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 19 September 2014 - 12:02:25

Seminar Motivasi Sang Pemenang Pembelajar
Seminar Motivasi Sang Pemenang Pembelajar
bunghatta.ac.id - Wirausaha Muda Proklamator (WMP) Bung Hatta bersama DPD Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi (Iluni FE) Jabodetabek Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Seminar Motivasi Sang Pemenang Pembelajar dengan tajuk menembus batas menjadi orang di atas rata-rata dalam meraih sukses yang akan dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 11 Oktober 2014 mendatang pukul 08.00 WIB.

Menurut Ketua Pelaksana Ragiev Zubarjan, seminar ini akan mendatangkan pemateri Muhammad Yunus,SE, SPP, seorang Motivator Muda Indonesia Master Off Trainers Nasional dan sangat bagus diikuti bagi mahasiswa baru Universitas BungHatta angkatan 2014.

“Setiap orang punya potensi dan peluang yang sama dalam meraih kesuksesan. Hanya saja masih sedikit tiap-tiap individu yang belum mengetahui potensi dalam dirinya. dalam setiap diri manusia tersimpan energi positif yang apabila dimaksimalkan akan membuat seseorang tersebut dapat melampaui batas kemampuan diri dalam dirinya sehingga melesat di atas rata-rata,” ucapnya.

Ragiev mengatakan dengan mengikuti seminar ini dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan potensi diri, membantu mahasiswa mengenali kepribadian diri dan memndorong mahasiswa dalam disiplin tindakan.

“Untuk itu, seminar ini dapat membantu mahasiswa dalam memaksimalkan potensi diri serta mampu memberikan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengenali kepribadian diri sehingga mampu melesat memnjadi manusia di atas rata-rata” sebtunya.

Pendaftaran seminar ini dapat dilakukan stand-stand di Kampus Proklamator I, II dan III dengan insert Rp.20 ribu per peserta atau dapat hubungi Septiani 087895772543, enni 085658082296 dan Aiysah 0859202903892. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 19 September 2014 - 08:52:57

Makanan Ringan "Kacang Genit" Karya Mahasiswa Manajemen UBH
Makanan Ringan "Kacang Genit" Karya Mahasiswa Manajemen UBH
bunghatta.ac.id -
Sebanyak 7 mahasiswa jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universtias Bung Hatta membuat makanan ringan dengan nama Kacang Genit. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok ini merupakan bagian dari tugas matakuliah Kewirausahaan yang diperuntukan bagi mahassiwa semester 5.

Ketujuh mahasiswa yang membuat usaha Kacang Genit tersebut yaitu Lasry Yulianti, Muhammad Tabii, Febri Ramadani, .Ariandi, Angelia Yolanda, Faradilla Rahayu dan Jaril.

Salah satu anggota, Muhammad Tabii menjelaskan sebelum memutuskan untuk membuat usaha dan produk apa yang akan dijual, terlebih dahulu kami mengumpulkan ide dari masing-masing anggota kelompok. Setelah berunding dan diputuskan untuk menjual makanan ringan.

“Makanan ringan yang kami jual bernama Kacang Genit. Nama tersebut kami gunakan supaya konsumen mudah mengingat dan tertarik untuk mencoba makanan yang kami tawarkan. Karena itu kami menawarkan kepada konsumen rasa kacang yang berbeda dari yang lain yaitu adanya rasa original dan BBQ,” jelasnya.

Menurut Tabii, untuk mengenal lebih dalam kewirausahaan itu perlu dilakukan praktik agar para mahassiwa yang mennggikuti matakuliah kewirausahaan ini mengerti peluang dan tantangan dalam membuat serta menjalankan usaha yang tergolong baru. Untuk membuat usaha, disini perlu sebuah kreatifitas atau ide untuk mencari peluang bahkan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Dengan melihat kondisi koperasi yang jauh dari lingkungan kampus, maka kami mempunyai ide untuk menciptakan sebuah produk cemilan yang cukup dikenal oleh masyarakat. Kami membuat ide ini supaya mahasiswa tidak perlu jauh-jauh ke koperasi untuk membeli cemilan karena kami menjualnya langsung menawarkan kepada konsumen,” tambahnya mahasiswa angkatan 2012 ini.

Tabii mengatakan makanan riangan Kacang Genit ini dapat menjadi satu peluang usaha sampingan bagi mahasiswa dalam menciptakan lapangan pekerjaan, membangun semangat enterprenuer, membentuk jiwa kemandirian dalam menghadapi tantangan global dan terciptanya ekononi bersama yang mandiri.

“Proses pemuatannya cukup mudah dan tidak membutuhkan proses pengolahan yang rumit dengan bahan baku utama yaitu kacang, telur, tepung terigu, gula, penyedap rasa dan cabai. Sasaran produk cemilan ini semua kalangan. . Untuk masalah modal, saat ini masih modal bersama dan kalau penjualannya lancar dapat dilanjutkan.sebagai usaha bersama,” ungkapnya.

Saat ini Tabii dan rakan sekelompoknya hanya memperkenalkan hasil produk kewirausahaanya dan untuk proses penjualan ke lapangannya akan dilakukan setelah Ujian Tengah Semester. Berminat mencoba kacang genit ini dapat hubungi 082283020422 atai Pin BBM 73DFC9F1. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 18 September 2014 - 07:44:55

Inilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
Inilah 25 Rahasia Dosen yang Wajib Diketahui Mahasiswa
bunghatta.ac.id - Oleh : Lita Farikha Zein (dikutib dari : http://portalsemarang.com/inilah-25-rahasia-dosen-yang-wajib-diketahui-mahasiswa)

Hubungan dosen dengan mahasiswa kerap kali berlangsung rumit (ciyus!). Kadang, dua manusia beda usia itu bisa sangat mesra. Mereka seperti sepasang kekasih yang kompak bergandeng tangan di taman penuh bunga. Saling memuji, saling menguatkan. Mereka adalah tim yang saling melengkapi.

Tapi, kadang-kadang hubungan mereka juga memanas. Keduannya terjebak pada syak wasangka. Si dosen menganggap mahasiswa tak kooperatif dan kurang sungguh-sungguh belajar. Adapun mahasiswa kerap mencurigai dosen sebagai makhluk abad 16 yang tidak bisa mengerti visi hidup anak muda.

Kesalahpahaman itu dipicu oleh perbedaan perspektif. Karena itu, supaya kamu bisa kenali dosen dengan lebih baik, kesalahpahaman seperti itu tidak harus terjadi. Ketahuilah 20 sifat mereka ini.

1. Bukan Makhluk Serba Tahu
Dosenmu mungkin sudah bergelar profesor. Dia memanfaatkan sepertiga waktu yang dimilikinya untuk membaca buku. Tapi, dosen bukan makhluk serba tahu. Dia juga bukan pembaca pikiran seperti Charles Francis Xavier.

Dosen memang menghabiskan waktu puluhan tahun untuk belajar, dari S1 sampai S4 (program postdoktoral, adakah?). Tapi, bidang yang mereka tekuni biasanya sangat spesifik. Seorang dosen kedokteran mungkin hanya mempelajari telinga. Lebih spesifik lagi, mungkin dia hanya mempelajari telinga bagian dalam. Lebih spesifik lagi, mungkin dia cuma mempelajari telinga bagian dalam khusus telinga kiri. Lebih spesifik lagi, mungkin cuma telinga dalam bagian kiri khusus perempuan.
Maka, tidak baik menanyakan semua hal pada mereka. Apalagi menanyakan sesuatu yang jelas-jelas tidak mereka ketahui. Jangan tanya pada dosen ekonomi soal morfologi tanah. Sebab, yang dia tahu justru harga jual tanahd dan perilaku makelar.

2. Mungkin Kelelahan

Di sejumlah perguruan tinggi, rasio dosen dan mahasiswa belum cukup ideal. Ini membuat dosen harus mengajar lebih banyak kelas dari yang seharusnya. Pada sore hari mereka mungkin sudah merasa lelah. Jangan salahkan mereka kalau mereka tiba-tiba terlelap tidur saat presentasi di depan kelas. Jangan protes. Beri dia udara yang cukup, agar silir dan makin anglerrr. Kalau perlu, ambilkan guling sekalian.

3. Senang Dialog

Dosen memang pihak yang relatif lebih menguasai kelas. Namun, mereka buka tipe penguasa yang memanfaatkan kekuasaannya secara totaliter. Sebaliknya, mereka ingin mendapat respon balik dari kamu, mahasiswa. Mereka ingin kamu berpendapat, memulai diskusi, debat, atau apap pun yang memungkinkan dialog. Kalau tidak ada respon dari mahasiswa, dosen akan merasa patah hati, persis seperti bujang yang ditolak janda kembang.

4. Tidak Hafal Nama Tiap Mahasiswa

Dalam sebuah kelas, jumlah mahasiswa mungkin bisa mencapai 30 orang. Padahal dalam satu semester seorang dosen bisa mengajar hingga 10 kelas. Artinya, ada 300 wajah baru yang harus dihafal. Ini tugas yang berat. Maka, jangan tersinggung kalau dia tidak hafal namamu. Kecuali kalau kamu adalah mahasiswa istimewa yang sejak awal menyita perhatiannya.

5. Tidak Baca Semua Makalahmu

Percayalah, dosen tidak membaca makalahmu dari sampul hingga daftar pustaka. Kalaupun membaca, mereka akan melakukannya secara cepat.

6. Teliti Karena Terlatih

Meski tidak membaca seluruh bagian makalahmu, dosen selalu bisa menemukan bagian-bagian yang keliru dari makalahmu. Bukan karena mereka diberkati bakat seperti cenayang, tapi karena mereka terlatih selama puluhan tahun. Dengan membaca bagian-bagian tertentu saja, dia bisa membuat diagnosis terhadap makalahmu.

7. Berusaha Disiplin

Ada dosen yang jarang sekali masuk kelas. Ini bukan karena mereka malas. Mereka biasanya memiliki tugas tambahan. Misalnya, meneliti, mengadakan pengabdian, atau menulis buku. Di balik semua itu, mereka berusaha mendisiplinkan diri. Mereka telah membuat jadwal yang ketat agar bisa masuk kelas sesering mungkin. (Note: Penjelasan nomor 7 ini boleh diragukan keabsahannya).

8. Dosen Proyektor

Dari sekian banyak dosenmu, kamu akan mendapati ada tipe dosen proyektor. Inilah jenis dosen yang justru disibukkan urusan proyek. Dosen tipe ini memanfaatkan setiap akademik sebagai sumber penghasilan. Yang mereka pikirkan adalah uang. Ya uang lelah, uang kemeng, uang berkeringat, uang bernafas, sampai uang bersin. Dosen tipe ini suka mengambil sebgain dana penelitian untuk keperluan pribadi. Yang begini ini biasanya suka sekali bikin proposal program pengabdian masyarakat. Iya, “pengabdian”.

9. Bisa Kamu Salip

Percayalah, tidak semua dosen adalah pembaca buku yang baik. Kalaupun mereka suka membaca, energy dan waktunya mungkin terbatas. Kamu bisa menyalip kemampuan dosenmu dengan membaca buku lebih banyak dari mereka.

10. Paling Benci dengan Kopas

Ada dua hal yang paling dibenci dosen. Satu, gajinya telat. Dua, melihat tugas hasil kopi paste (kopas). Bagi para dosen, mahasiswa yang melakukan plagiasi berarti telah melakukan kejahatan intelektual. Hukumannya sangat berat.

11. Hafal Kelakuan Para Pencontek

Dosen yang mengajar selama belasan tahun sudah berpengalaman ribuan kali mengawasi ujian. Pengalaman panjang ini membuat mereka hafal betul kelakuan mahasiswa yang nyontek. Dari yang nyontek pake hape, nyontek pake kertas dilinting, sampai yang menuliskan kunci jawaban di paha: dosen tahu.

Para pencontek, sebagaimana para pembohong lain, selalu menunjukkan tingkah aneh. Ekspresi wajah mereka selalu tanggung: senang tidak, sedih juga enggak. Para pecontek berusaha memfokuskan pandangan, tapi pandangan mereka justru tampak buyar. Selain itu, para pecontek selalu mengawasi penguji. Ini membuat suasana ruang ujian kerap kali tertukar: mahasiswa yang justru terus menerus mengawasi dosen.

12. Tidak Selalu Jujur


Ini penting diketahui. Tidak semua perkataan dosen adalah kebenaran. Dosen tertentu mungkin memiliki sesuatu yang dirahasiakan. Entah tentang kehidupannya, entah tentang gaya hidupnya di luar kampus, atau soal pandangan politiknya. Mahasiswa yang kritis akan bisa membedakan, mana ucapan dosen yang jujur dan bisa dipercaya dan mana ucapan yang meragukan sehingga perlu dikonfirmasi.

13. Mereka Memperhatikanmu

Betapa pun mereka tidak hafal namamu, dosen selalu berusaha memperhatikanmu. Dosen ingin melihat bakat yang kamu simpan. Seorang pendidik memiliki kecenderungan alami untuk peduli. Maka, dari depan kelas sesekali dia akan mengalihkan pandangan ke arahmu. Dia ingin mencari tahu, potensi apa yang bisa dikembangkan dari diri kamu.

14. Sepatu Sobek dan Kemeja

Dosen statistikmu mungkin beda cahsing dengan dosen komunikasi. Dia bisa benar-benar abai pada penampilan fisiknya. Dosen laki-laki mungkin tidak pernah perhatikan sepatunya begitu kusam, bahkan sobek. Mungkin juga, dia hanya punya beberapa kemeja sehingga mamakainya secara berurut-turu dalam 2 hari. Adapun dosen perempuan, mungkin tidak suka bermake-up. Dia juga ogah menggunakan sepatu hak tinggi seperti Ketty Perry. Selama mereka tetap mandi sebelum ngajar, maklumilah mereka.

15. Ingin Hubungan Personal Lebih Dekat

Dosen sastra Universitas Indonesia (UI) Maman S Mahayan pernah dicueki mahasiswanya saat ia baru mulai mengajar di Korea. Mahasiswa di kelasnya satu per satu pergi meninggalkan kelas. Tentu saja itu membuatnya sedih.

Maman kemudian mengundang para mahasiswa untuk makan malam di apartemennya. Bagi Maman, itu kesempatan yang baik untuk mengenali mahasiswanya secara lebih dekat. Jika hubungan personal sudah mulai terjalin, komunikasi dengan mahasiswa bisa segera diperbaiki. Dosen juga bisa memilih strategi belajar yang lebih tepat.

16. Beda, Dosen Laki-laki dan Perempuan

Meski sama-sama berprofesi sebagai dosen, tetap ada perbedaan sifat antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan dasar ini perlu diketehaui mahasiswa.

Dosen laki-laki mungkin suka humor berbau seks. Kalau mendapati sesuatu yang lucu, dia akan tertawa terbahak-bahak. Dia juga tidak akan ragu melakukan kontak fisik dengan salaman, tos, atau menepuk bahu.
Hal-hal seperti itu mungkin kurang disukai dosen perempuan. Umumnya mereka tidak senang dengan anekdot seks (meski tetap suka seks). Ini tentu saja lumrah. Sebab, sebagian anekdot bertema seks cenderung seksist, menempatkan perempuan sebagai bahan olok-olok. Kecuali kamu sesakti Stifler, berhati-hatilah.

17. Bukan Feodal

Sebagai kelompok terdidik, dosen menginginkan hubungan selalu terjalin dengan sehat. Salah satu cirri hubungan sehat adalah egaliter, tidak ada intimidasi satu dengan lainnya. Mereka ingin kamu menghormatinya, tapi bukan dengan ekspresi-ekspresi feodalistik. Maka, tidak perlu ngesot saat jalan di depannya. Kamu juga tidak harus selalu cium tangan. Apalagi kalau kamu sudah seminggu kena flu.

18. Siap Bertukar Buku

Dosen Sastra Undip Redyanto Noor membuka rumahnya di akhir pekan bagi mahasiswa. Dia juga mempersilakan mahasiswa membaca dan meminjam buku koleksinya. Tapi dia sedih, sebagian bukunya tidak kembali.

“Cuma dosen gila yang rela bukunya dipinjam mahasiswa. Tapi ya cuma mahasiswa gila yang mau kembalikan buku ke dosennya,” kelakarnya.

19. Ingin Memberimu Kebebasan

Dosen tidak selalu ingin menguasai pikiranmu. Sebaliknya, dosen ingin mengajakmu ke dunia berpikir yang bebas. Jangan sampai rasa hormatmu membuatmu tidak enak hati mendebat dosen, kalau dia keliru. Dosen akan senang kalau dengan argumen yang tepat, kamu justru bisa memberinya koreksi.
“Aku menang justru ketika anakku bisa mengalahkanku,” kurang lebih begitu pikirian para dosen – mengutip kalimat dalam sebuah iklan.

20. Presentasi Peninggalan Zaman Majpahit

Beberapa dosen mungkin sudah piawai menggunakan power point untuk presentasi di kelas. Ada yang sudah makek Prezi malah.

Tapi, ada juga dosen yang masih menggunakan OHP Projector. Kalau kamu menemukan itu, kamu tidak perlu mengolok-oloknya. Nikmati saja perkuliahan. Bayangkan bahwa kamu sedang diajari oleh mahaguru dari zaman Majapahit.

21. Selalu Menunggu Diajak Makan Siang

Usai kuliah, mainlah ke ruang dosen. Ajak dia ke kantin kampus dan tawari dia makan siang. Percayalah, asal dia belum makan, dia akan menerima tawaranmu.

Kesempatan makan siang bersama mahasiswa selalu ditunggu dosen untuk mencairkan suasana. Kesempatan itu dimanfaatkan dosen untuk menunjukkan sisi humanisnya. Jangan kaget kalau dosenmu ternyata suka pete, ya. Juga jangan kaget kalau porsi makannya tiga kali lipat dari kebanyakan orang.

22. Pernah Hidup Susah

Dia mungkin naik Mercedes Benz ke kampus. Tapi percayalah, mereka tidak terlahir di kotak berjalan itu. Mobil bagus itu juga bukan warisan dari ayahnya. Mereka membeli mobil bagus setelah menabung bertahun-tahun.

23. Memantau Setelah Kamu Lulus

Petani selalu ingin melihat apakah tanaman yang ditanamnya tumbuh dengan baik atau tidak. Dosen juga seperti itu. Dia ingin tahu, apakah mahasiswa yang didiknya sudah berhasil atau belum. Mereka mungkin tidak akan menghubungimu melalui telefon, tapi sesekali dia akan mengetikkan namamu di Google. Dia berharap mesin pencari itu membawa kabar baik.

24. Senang Mendengar Kabar Dari Kamu

Kalau kamu sudah lulus, sudah bertahun-tahun tidak ketemu dosen, sempatkanlah memberi kabar. Mereka akan senang mendengarnya.

Tidak harus selalu kabar besar yang kamu sampaikan. Kabar yang sederhana pun cukup membuatnya senang. “Sekarang saya sudah menikah dan tinggal di Bandung, Pak,” misalnya, Atau, “Saya baru saja menemukan bunga mawar putih. Tiba-tiba saya ingat Ibu. Di salah satu perkuliahan, ibu pernah mengajak kami ke laboratorium untuk mengulas tentang klorofil.”

25. Berdoa untuk Kebaikan Kamu

Ada tiga doa yang selalu dipanjatkan seorang dosen usai mereka beribadah. Pertama, dia meminta Tuhan membantunya melunasi kredit rumah. Kedua, dia meminta Tuhan membantunya mencukupi tagihan pendidikan anak. Ketiga, dia meminta Tuhan membantu mahasiswanya agar dapat menjalani hidup dengan baik. Mereka mungkin tidak menyebut namamu satu persatu (sebab itu akan membuat doanya justru seperti acara wisuda), tapi dia mengharapkanmu bahagia.

Sumber: http://portalsemarang.com/inilah-25-rahasia-dosen-yang-wajib-diketahui-mahasiswa

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.91.120.117