Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Rektor ITM dan ITP Kunjungi Universitas Bung Hatta

Institut Teknologi Medan dan Institut Teknologi Padang mengadakan kunjungan sekaligus silaturahmi ke Universitas Bung Hatta yang bertempat di Ruang Sidang Rektorat Gedung E Kampus Proklamator I universitas Bung Hatta, Kamis (05/03/2015). Rektor Universisitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, ....

Tarian Bhangra India Goyang Universitas Bung Hatta

Sebanyak 11 penari asal India menampilkan tarian Bhangra Festival of India di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (05/03/2015). Kegiatan yang prakarsai oleh Kedutaan Besar India melalui Konsulat Jenderal India untuk Sumatera di Medan ini akan diadakan ....

Dubes India Gurjit Singh: Indonesia Adalah Sahabat Terbaik India

Indonesia dan India memiliki perjalan sejarah yang panjang dan kebudayaan yang hampir sama, terutama saat memperoleh kemerdekaan. Begitu juga dengan sosok Bung Hatta memiliki tempat tersendiri bagi negara India. Demikian disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, Tuan Gurjit Si....

Esok, Penari Asal India Akan Tampil di Universitas Bung Hatta

Puluhan penari asal India akan datang ke Universitas Bung Hatta untuk melakukan pertujukan seni dan kebudayaan dalam rangkaian acara yang bertajuk Festival of India di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 05 Maret 2015 pukul 09.00 WIB esok. Kegiatan yang ....

Seminar Kampus Siaga Bencana Awali Kegiatan Pelatihan SAR Nasional KSR-PMI Proklamator UBH

Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta Drs. Suparman Khan M.Hum membuka secara resmi mengadakan kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama dan Penyelamatan di Air Nasional I KSR PMI Unit Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) KSR-PMI Proklamator Universita....

Alumni Teknik Industri UBH Akan Gelar Reunian dan Mubes

Ikatan alumni bukanlah sesuatu yang baru untuk dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi. Keberadaannya telah mewarnai dan menorehkan jejak dalam penyelenggaraan pendidikan. Bagi sebuah perguruan tinggi, ikatan alumni menjadi bagian penting dalam pengelolaan pendidikan dan harus memperoleh perhati....

Jumat 07 November 2014 - 15:10:43

Bapedalda Sumatra Barat Berikan Kuliah Mahasiswa Teknik Kimia UBH
Bapedalda Sumatra Barat Berikan Kuliah Mahasiswa Teknik Kimia UBH
bunghatta.ac.id - Lulusan Teknik Kimia juga memiliki peluang kerja di lingkungan hidup, seperti bekerja di bidang pengawasan karena dalam kurikulum belajar proses kimia dan juga belajar neraca massa yang bisa dipakai pada pengolahan limbah.

Hal itu disampaikan Desrizal, S.T dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatra Barat saat menyampaikan materi Kuliah Umum Pengelolaan Lingkungan Hidup yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III, Kamis (06/11/2014).

Desrizal mengatakan aturan hukum yang mengatur Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) tertuang dalam Undang-Undang (UU) No. 32 tahun 2009 tentang perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup. Sementara itu untuk semua tata cara pengolahan sampah atau limbah sudah ada dalam aturan teknis yang dibuat oleh pemerintah. Aturan tersebut terdapat dalam UU No. 18 Tahun 2008 yaitu tentang pengolahan sampah.

"Limbah cair di wilayah Sumatera Barat didominasi oleh limbah domestik sebanyak 75% yang disebabkan oleh pengelolaan limbah cair yang kurang baik. Kemudian salah satu yang akan merusak lingkungan hidup adalah efek rumah kaca. Penyumbang gas rumah kaca dari tahun ke tahun semakin meningkat, untuk mengurangi kontribusi gas rumah kaca kita perlu membuat banyak bank sampah," ungkap Desrizal yang juga alumni Teknik Kimia angkatan 1994.

Desrizal juga berpesan jika skill kita bagus sebagai lulusan sarjana Teknik Kimia, kita bisa dipakai di mana saja seperti menguasai pengawasan dan menguasai materi-materi baru seperti efek rumah kaca.

Maihendra Jaya, mahasiswa angkatan 2013 mengatakan sekurang-kurangnya ia tahu kita bisa mengisi dunia kerja lingkungan hidup seperti karyawan Bapedalda dan ia bisa mengenal peraturan pemerintah tentang pengelolaan lingkungan hidup. "Semoga mahasiswa Teknik Kimia bisa memahami apa yang disampaikan Bapak Desrizal dalam materinya dan dapat diaplikasikan langsung ke lingkungan sekitarnya," harapnya.

Sementara itu, Annisa Rahmatan Illahi Putri mengatakan ia lebih mengetahui tentang peranan lulusan Teknik Kimia dalam lingkungan hidup seperti berkerja di Bapedalda. "Supaya lingkungan masyarakat lebih baik lagi dengan cara menjaga lingkungan sekitar kita, di situlah peranan kita sebagai mahasiswa untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan sekitarnya," ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH/ Doni WP/Unay WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 07 November 2014 - 14:54:57

Mahasiswa Pindo UBH Dalami Ilmu Budaya Alam Minangkabau
Mahasiswa Pindo UBH Dalami Ilmu Budaya Alam Minangkabau
bunghatta.ac.id - Sebanyak 100 lebih mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengikuti kuliah lapangan untuk pemantapan mata kuliah Budaya Alam Minangkabau dengan mengunjungi objek wisata kebudayaan Istano Basa Pagaruyung yang berlokasi di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat pada 02 November 2014 lalu.

Dra. Hj. Syofiani, M.Pd., Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang juga merupakan dosen pembimbing mata kuliah Budaya Alam Minangkabau mengatakan kunjungan ini merupakan pencocokan materi perkuliahan dengan objek pengamatan.

"Materi yang sudah dipelajari di kelas dapat dilihat langsung objeknya dan bagaimana hubungan materi dengan pengamatan langsung tersebut, di sini kita pergi jalan-jalan sambil mencari ilmu dan memperoleh pengalaman sejarah," ungkapnya.

Sementara itu, Drs. Kamaru Zaman, MA, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata setempat yang diundang sebagai pemateri pada kuliah lapangan ini mengatakan kebudayaan terbagi dua yaitu tangibel dan intangibel.

"Tangibel merupakan bentuk kebudayaan yang bersifat benda yang salah satu bentuknya adalah Istano Basa Pagaruyung itu sendiri, dan intangibel merupakan bentuk kebudayaan yang tidak bersifat benda contohnya kesenian seperti randai, tari piring, tari indang dan lain sebagainya," ujarnya.

Kamaru Zaman juga menjelaskan kawasan Istano Basa Paruyung terbagi atas tiga zona, zona pertama mencakup Istano Basa Pagaruyung, dua buah ambuang, dan rangkiang. Selanjutnya zona kedua yang tercakup di dalamnya kolam, pintu raputi tempat mandi rajo, Rumah Bodi Chaniago dan Rumah Koto Piliang.

"Istano Basa Pagaruyung ini sendiri merupakan perwakilan dari kedua kelarasan yaitu Bodi Chaniago dan Koto Piliang, sehingga di sana akan terlihat tonggak yang menggantung yaitu pertemuan antara dua sistem pemerintahan yang berbeda-beda," tuturnya.

"Bodi Chaniago dengan sistem pemerintahan dari bawah mambasuik dari bumi dan Koto Piliang sistem pemerintahan dari atas yaitu turun dari langit," jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, Istano Basa Pagaruyung ini sudah ketiga kalinya terbakar, yang pertama dibakar oleh orang Belanda, lalu dibangun lagi dan terbakar lagi. Dalam peristiwa tersebut benda-benda yang berada di lantai bawah berhasil diselamatkan dan diletakan di BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya), yang ada saat ini adalah duplikatnya saja.

"Dan terakhir untuk zona ketiga adalah bagian belakang yaitu zona pengembangan bakat anak," imbuhnya.

Lina, peserta kuliah lapangan mengaku memperoleh banyak pengalaman dari kuliah lapangan dengan didatangkan pemateri yang berkecimpung di bidang kebudayaan itu sendiri dan melihat objek langsungnya.

"Selain menghubungkan teori pembelajaran dengan objek langsung kita bisa bertanya jawab dengan narasumber yang bersangkutan langsung dengan bidang kebudayaan, banyak hal yang awalnya kita tidak tahu menjadi banyak hal yang kita ketahui," ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH/Wahyu WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 06 November 2014 - 14:36:26

Manajemen Harian Haluan Kunjungi UBH
Manajemen Harian Haluan Kunjungi UBH
bunghatta.ac.id - Harian Haluan merupakan koran tertua di Sumatra Barat dan menjadi salah satu koran yang sangat bersejarah bahkan menjadi koran perjuangan dimasanya. Hal tersebut disampaikan Zul Effendi Wakil Pemimpin Umum Harian Haluan saat melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Universitas Bung Hatta yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (06/11/2014).

Pertemuan yang dihadiri oleh Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA, Wakil Rektor II Dra. Susi Herawati, M.Pd, Wakil Rektor III Drs. Suparman Khan, M.Hum dan Kabag Humas Indrawadi, S.Pi.

Zul Effendi menceritakan perjalanan dan perkembangan Harian Haluan hingga pengalihan pengelolaan ke Basko Grup dibawah pimpinan Basrizal Koto sejak 1 November 2010. Dengan pemilik dan manajemen baru serta tampil desain baru yang full colour, Harian Haluan masing menggunakan motonya Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat.

“Harian Haluan harus tetap menjalankan amanahnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa maka perlu mendapat dukungan dari segala stakeholder terutama dengan perguruan tinggi salah satunya dengan Universtas Bung Hatta,” ucapnya.

Zul menyampaikan dengan adanya dukungan Universitas Bung Hatta dapat memberikan roh sebagai upaya untuk mencerdaskan bangsa dan melalui media Haluan ini dapat memberikan pokok-pokok pikiran dan pandangan-pandangan seputar kehidupan masyarakat.

“Universitas Bung Hatta dapat menjadi penguat dalam mengisi rubrik di Harian Haluan sehingga Universitas Bung Hatta dapat memiliki peranan startegis sesuai dengan bidang keilmuan misalnya dalam perikanan, ekonomi hingga teknik. Bahkan melalui media jurnalis kampus di Universitas bung Hatta yang bernama Wawasan Proklamator menjadikan Haluan untuk laboratorium jurnalisitiknya sebagai bibit jurnalis muda,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA mengucapkan terima kasih atas kunjugan pimpinan Harian Haluan ke Universitas Bung Hatta. Selama ini Universitas Bung Hatta selalu memfasilitasi dan menjalin hubungan yang mesra dengan berbagai media, salah satunya dengan Harian Haluan. “Niat Universitas Bung Hatta dan Harian Haluan sama dengan misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Niki.

Niki juga menyampaikan untuk satu tahun kedepan Universitas Bung Hatta tengah melakukan penguatan di program studi setelah di tahun sebelumnya penguatan pada sistem dan akademik. Untuk 30 tahun kedepan Universitas Bung Hatta akan fokus pada sosial kemasyarakatan untuk dua hal yang penting yaitu ketahanan pangan dan energi.

“Tahun 2013 lalu Universitas Bung Hatta telah menggangas Forum Akademik Samudera Hindia yang beranggotakan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri dalam menggarap potensi Samudera Hindia. Ditambah lagi dengan perubahan undang-undang terkait pendidikan yang sering berganti-ganti menjadi tantangan serta peluang tersendiri bagi Universitas Bung Hatta.

Dikatakannya Niki, perlu adanya suatu branding bagi suatu intansi itu dan untuk Universitas Bung Hatta telah dibranding sebagai Kampus Proklamator. Selain itu juga perlu adanya keunikan kepakaran keilmuan yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Harapannya dengan adanya silaturahmi pada pertemuan ini nantinya dapat ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama yang dapat memberikan nilai tambah antara Universitas Bung Hatta dengan Harian Haluan sehingga dapat membangun dan memperkuat masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap Niki. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 20:12:16

18 Profesor Mancanegara Akan Presentasikan Pengelolaan Manajemen Aset di UBH
18 Profesor Mancanegara Akan Presentasikan Pengelolaan Manajemen Aset di UBH
bunghatta.ac.id - Program Magistes Teknik Sipil Universitas Bung Hatta akan menghadirkan tidak kurang dari 18 profesor dari mancanegara sebagai Keynote Speaker dan Invited Speaker, tanggal 11-12 November nanti pada seminar 3rd International Conference On Asset And Facility Management (ICASFAM) 2014, di Hotel Inna Muara.

Ir. Wardi,M.Si Ketua Pelaksana Conference menyebutkan, asset dan fasilitas manajemen merupakan sebuah langkah manajerial yang harus di lakukan seseorang manajer dalam merencanakan,mengelola dan mengevaluasi kinerja asset dan fasilitas di berbagai organisasi.

Ditengah-tengah persaiangan global yang semakin ketat, pengelolaan asset perlu secara efektif, guna menjamin peningkatan nilai yang akan memberikan konstribusi dalam upaya menjaga keberlanjutan kegiatan operasi maupun bisnis organisasi.

“Untuk mencapai semua sasaran tersebut, diperlukan beberapa langkah strategis antara lain denga mendorong terciptanya sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalm menyusun konsep pengelolaan asset dan manajemen fasilitas”, sebut Wardi.

Ditambahkan Wardi, Program Magister Teknik Sipil Universitas Bung Hatta sebagai lembaga pendidikan tinggi, untuk mendorong melakukan peningkatan, ketahanan dan efektifitas asset serta fasilitas manajemen adalah dengan rutin mengadakan kegiatan konferensi internasional manajemen asset sekali dalam dua tahun.

“Diluar keynote speaker dan invited speaker, ada 13 topik lain yang akan dipresentasikan pemakalah-pemakalah dari universitas dan lembaga dari luar negeri dan dalam negeri seperti “risk management, maintenance management, sustainable energy planning and management, project management, operation management,construction management, strategic management, disaster and crisis management serta legal aspect asset and facility management” imbuh Wardi.

Seminar International tersebut, rencananya akan di buka oleh Gubernur Sumatera Barat sekaligus sebagai Keynote Speaker, peserta ditargetkan panitia 200 orang yang berasal dari lembaga pemerintah, swasta, perguruan tinggi, konsultan,maupun praktisi. Untuk informasi dan pendaftaran dapat langsung ke Kampus Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Kampus Proklamator 1 Ulak Karang. (**Indrawadi).

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 15:39:17

BBM Naik, Perlu Adanya Pengalihan Subsidi BBM
BBM Naik, Perlu Adanya Pengalihan Subsidi BBM
bunghatta.ac.id - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan saja memberikan dampak pada perekonomian tapi menjadi masalah sosial politik juga. Bahkan BBM bersubsidi dinilai tidak tepat sasaran banyak menguntungkan pihak-pihak yang memiliki finasial tinggi sehingga masyarakat dikalangan bawah tidak dapat merasakan dampaknya meskipun telah ada pemberian dana kompensasi dari pemerintah.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA saat memberikan pandangannya dalam kegiatan Sarasahan dan Diskusi Tentang Solusi Pengurangan Subsidi BBM dan Upaya Peningkatan Pembangunan yang bertempat di Auditorium Kegubernuran Provinsi Sumatra Barat, Selas (04/11/2014).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatra Barat yang bertujuan untuk sosialisasi rencana kenaikan harga BBM dan menyikapai perkembangan situsai masalah kelangkaan BMM dan solusi penyesuaian harga BBM secara nasional yang berdampak terhadapa situasi di wilayah Sumatra Barat. Kegiatan ini diikui oleh petinggi kelembagaan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Padang.

Niki memberikan catatan bila terjadi kenaikan BBM bersubsidi harus dilakukan dan dapat dipastikan antara bulan November dan Desember 2014 sebelum masuk tahun baru 2015. Perlu juga disiapkan alternatif pengganti sebagai kompensasi kenaikan BBM bersubsidi karena akan menggerus daya beli masyarakat miskin dan perlu juga updating data rumah tangga yang akan menerima Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

“Problem lainnya yang relevan dengan subsidi BBM menjadi pengganggu utama melajukan pembangunan negara, beban subsidi BBM yang harus ditanggung APBN terus mengingkat sehingga membuat ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sempit dan penyediaan infarstruktur bergerak amat lambat,” jelasnya

Ia mengatakan terdapat beberapa skenario dalam menghadapi kenaikan BBM bersubsidi seperti dengan memberikan kompensasi yang diterima langsung oleh masyarakat namun bersyarat. Kompensasi atau pengalihan subsidi sesuai prinsipnya kepada orang bukan kepada barang agar tepat sasaran. Perlu juga pembenahan jalur dan mekanisme pengadaan dan distribusi BBM yang bebas dari kepentingan yang mengakibatkan BBM mahal.

“Pengalihan subsidi BBM diikuti dengan restrukturisasi transportasi publik secara terencana dan berkelanjutan untuk jangka panjang. Begitu juga pembenahan secara transparan dan bertanggungjawab terhadap tata kelola sumber daya energi dari hulu hingga ke hilir,” terangnya Niki.

Pengalihan subsidi BBM, menurut Niki harus diikuti dengan penyiapan kompensasi untuk rakyat miskin yang tepat dengan diadakan program perlindungan sosial bagi masyaraakt yang terkena dampak dan kebijakan pengendalian harga komoditas untuk menekan inflasi.

“Prinsipnya, pengalihan subsidi BBM bukan besaran kenaikan hargaa sebagai dampaknya, tapi bagaimana pemerintah menjalankan anggaran negara yang pro-rakyat dan tepat sasaran. Pengalihan subsidi BBM dapat dialokasikan untuk program yang lebih produktif seperti untuk infrastruktur dasar, maritim hingga kedaulatan pangan dan energi,” simpulnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 12:40:44

FPIK UBH Gelar Sosialisasi dan Ujian Sertifikasi Kompetensi Perikanan
FPIK UBH Gelar Sosialisasi dan Ujian Sertifikasi Kompetensi Perikanan
bunghatta.ac.id - Kawasan ASEAN pada tahun 2015 akan menjadi suatu kawasan diman terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terampil serta aliran modal. Pada kondisi tersebut Indonesia tidak hanya mengerim TKI keluar negeri namun akan banyak juga TKI dari luar negeri yang berkerja ke Indonsesia sebagai tenaga kerja terampil.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. Otie Dylan Soebhakti Hasan, M.Si saat menyampaikan materi Sosialisasi Uji Kompetensi Sertifikasi dalam kegiatan Ujian Sertifikasi Penyuluhan Perikanan yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang bertempat di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (05/11/2014).

Otie Dylan Soebhakti Hasan mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang mau tidak mau siap tidak siap, Indonesia harus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan melakukan sertifikasi kompetensi sesuai keahlian di bidangnya masing-masing.

Menjamin Warga Negara Indonesia agat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tidak ada pilihan lain mengadapi persaingan global. Semua piihak harus berjuang mengingkatkan kualitas sumber daya manusia dan program sertifikasi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan untuk mendapatkan pengakuan pengalaman dan kemampuan seseorang pada bidang tertentu, maka perlu dilakukan proses sertifikasi agar dinilai sebagai seorang yang kompeten. "Proses sertifikasi itu dilakukan oleh orang yang berpengalaman berdsasarkan kompetensinya agar dapat meyakinkan asesor saat melakukan asessment,” tambah Otie yang merupakan Lead Asesor Perikanan.

Ketua Pelaksana Tempat Uji Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Hafrizal Syandri, M.S menyampaikan pada pelaksanaan ujian sertifikasi kompetensi bidang penyuluhan perikanan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari penyuluh di wilayah Sumatra yaitu Sumatra Selatan, Jambi dan Sumatra Barat dan penguji 23 orang asesor.

“Sebelumnya juga telah diselenggarakan ujian untuk Bidang Penangkapan Ikan dan Bidang Pembenihan Ikan yang diikuti mahasiswa tingkat akhir dan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Guru-guru dan pelaku usaha di bidang Kelautan dan Perikanan untuk wilayah Sumatra Barat,” ungkap Hafrizal.

Ia juga menyampaikan Universitas Bung Hatta melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta telah ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensin Kelautan dan Perikanan untuk wilayah Sumatra. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“Bidang uji kompetensi sertifikasi profesi perikanan dan kelautan yang dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yakni bidang budidaya perikanan, bidang penangkapan ikan, bidang pengolahan hasil perikanan dan bidang penyuluhan perikanan,” tambahnya.

Sementara itu saat pembukaan acara, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA menyampaikan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang dapat bersaing di dunia global dan tuntuan undang-undang pendidikan tinggi, semua program studi di Universitas Bung Hatta sedang proses penyususnan Kurikulum KBK-KKNI. Untuk saat ini, semua program studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan telah selesai disusun dan ditetapkan, bahkan mulai perkuliahan semsester ganjil 2014/2015 sudah mulai diterapkan.

“Sejalan dengan visi Universitas Bung Hatta untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia maka ditahun mendatang alumni Universitas Bung Hatta akan diberikan Sertifikasi Kompetensi sebagai bekal mengadapi dunia kerja,” ujarnya.

Niki juga menyampaikan untuk menambah wawasan dalam menyusun dan melaksakan Kurikulum KBK-KKNI, maka momen Ujian Kompetensi Penyuluh Perikanan ini dapat kita manafaatkan untuk sosialisasi sertifikasi kompetensi bagi pemipinan struktural di Universitas Hatta.

“Sebagai perguruan tinggi terbaik di Kopertis Wilayah X (Sumatra Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau) maka Universitas Bung Hatta juga berencana untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi. Sebagai salah satu syarat berdirinya lembaga ini juga harus ada Tempat Uji Kompetensi dan Asesor,” jelasnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 November 2014 - 10:33:55

FSI Nurul Jannah Lahirkan Kader Pemimpin Lewat TKI
FSI Nurul Jannah Lahirkan Kader Pemimpin Lewat TKI
bunghatta.ac.id - Pada dasarnya setiap manusia terlahir menjadi seorang pemimpin terutama dalam memimpin diri sendri. Menjadi seorang pemimpin itu dapat menjadi bakat secara alamiahnya dan ada juga yang melalui proses latihan.

Untuk menciptakan kader pemimpin yang tangguh, Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Studi Islam (FSI) Nurul Jannah Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan yang bertajuk Training Kepemimpinan Islam (TKI) bagi anggota barunya yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung B Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 01-02 November 2014.

Ketua Pelaksana Ilhan Zulham mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk kader-kader FSI baru dan wajib diikuti dari awal hingga sesi akhir acara. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk dan menciptakan anggota baru FSI sebagai kader pemimpin di masa yang akan datang dan dapat meningkatkan nilai-nilai keislaman dalam diri anggota baru tersebut.

“Melalui pelatihan ini, para kader baru FSI ini dapat lebih memahami lagi agama Islam dan menumbuhkan semangat dalam memotivasi diri untuk menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya dalam mensyiarkan agama islam,” ungkapnya mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2012 ini.

“Tak hanya itu, para kader juga harus mampu menanamkan dalam dirinya untuk memahami FSI isi seperti apa karena mengikuti organisasi itu penting dan semangat untuk aktif di FSI dari awal hingga nantinya tamat dari kampus ini,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Umum UKM FSI Nurul Jannah Universitas Bung Hatta, M. Imam Arifin menyampaikan latihan kepemimpinan kader baru ini merupakan salah satu program kerja untuk kepengurusan baru dalam proses pembinaan kader. Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk dapat mengikuti kegiatan-kegiatan lanjutannya.

“Proses pengkaderan di FSI setelah pelatihan kepemimpinan ini akan ada lagi kegiatan lanjutan yang bernama Grup Diskusi Kajian Islam dan Studi Intensisf tentang dasar-dasar agama Islam,” terangnya.

Ia juga mengatakan sebagai oraganisasi kemahasiswa yang bergerak dibidang keagamaa terutama dalam mensyiarkan ajaran agama Islam, pelatihan ini juga dapat memupuk dan menggali potensi diri dalam pembentukan karakter sebagai seorang muslim berdasarkan ajaran Al Quran dan Hadis.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajak silaturahmi untuk saling menjaga tali persaudaaran antar anggora baru dan pengurus FSI,” ujar mahaiswa Teknik Kimia angkatan 2011 ini.

Training Kepemimpinan Islam ini mengupas materi mengenai saimul aqidah dan tujuan hidup seorang umat muslim, syumuyatul Islam dan peran pemuda didalamnya hingga urgensi tarbiah islamiah dengan akhir sesi dengan kegiatan muasabah yang diisi oleh Ustad Epi Santoso bersama timnya.

Kemudian pada pelatihan ini juga dijelaskan seluk beluk mengenai oranaisasi UKM FSI Nurul Jannah salah satu pengurus, Adnan S yang merupakan mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan 2012 dan ada grup diskusi kajian Islam oleh pengurus FSI. Penutup kegiatan dilaksanakan outbond untuk melatih softskill calon anggora FSI tersebut. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 November 2014 - 08:19:33

 Chemical Engineering Leadership, Bentuk Pemimpin Baru
Chemical Engineering Leadership, Bentuk Pemimpin Baru
bunghatta.ac.id - Latihan Kepemimpinan menjadi sarana dalam menciptakan bibit-bibit pemimpin baru sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan di masa yang akan datang. Mengingat pentingnya kaderisasi dalam suatu organsiasi kemahasiswaan maka Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta melaksanakan Latihan Kepemimpinan bertajuk Chemical Engineering Leadership yang bertempat di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta.

Kegiatan yang mengangkat Wanna be a leadership who is smart, wise and friendly ini brlangsung selama dua hari pada 01-02 November 2014 dengan peserta mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2014 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, Dr. Eng Reni Desmiarti, ST, MT.

Ketua Pelaksana Imam Mardhatillah menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai kelembagaan mahasiswa dan pentingnya berorgansiasi. Selain itu juga dalam rangka melatih soft skill para mahasiswa baru dengan pelatihan ini.

“Dengan berorgansiasi kita dapat melatih dan mengasah kemampuan yang dimilik. Organisasi itu tidak akan menganggu kuliah, tergantung teman-teman membagi waktunya, ucapnya mahasiswa angkatan 2012 ini.

Sementara itu, Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Zul Hendra menyampaikan kegiatan latihan kepemimpinan ini sebagai upaya untuk mencetak generasi-genrasi penerus kelembagaan mahasiswa di masa depan.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan muncul kader-kader baru yang akan menggantikan posisi kami. Semoga para peserta yang merupakan mahasiswa baru ini dapat mengambil manfaat dari para pemateri dan mengaplikasikannya dengan terjun berbung dengan kelembagaan mahasiswa”, tambahnya.

Materi yang disampaikan kepeda peserta berisi Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan oleh Dr. Eng Reni Desmiarti, S.T, M.T. Dalam penyampaiannya ia mengatakan seorang pemimpin harus mampu menganalisa situasi yang dihadapi dan juga harus berpikir kritis.

“Dunia kerja membutuhkan orang orang yang berpikir kritis serta ikutilah kegiatan kegiatan mahasiswa seperti ini bukan sekedar kuliah saja. Seorang pemimpin juga harus mengenal orang yang paling dibawah dan orang yang paling diatas karena suatu saat kita butuh mereka, pemimpin akan dikenang karena kebijaksanaan, kreatifitas dan kinerjanya,” harapnya.

Kemudian materi mengenai Motivasi Organisasi dan Manajemen Waktu oleh Ir. Drs. Mulyanef, M.Sc. Ia mengatakan malas adalah hal yang menghalangi kita dalam melakukan kerja untuk itu kita perlu miliki sasaran dalam melakukan tindakan. “Dalam melakukan setiap kegiatan bukan mementingkan hasilnya saja, tapi juga memperhatikan proses yang kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang baik,” ungkapnya Dekan Fakultas Teknologi Industri ini..

Materi menenai Manajemen Organisasi Kemahasiswaan oleh Bayu Haryanto,S.T. Dalam penyampainnya ia lebih banyak membahas seputar aplikasi manajemen organsiasi, struktur organisasi, jenis dan fungsi kelembagaan mahasiswa.

“Dalam menjalankan fungsi manajemen organisasi perlu diperhatikan planning (perencanaan), organizing (pengaturan), accounting (pelaporan), dan controlling (pengawasan) serta beberapa hal yang perlu dimiliki suatu organisasi seperti struktur organisasi, job description, rapat kerja, rapat evaluasi, rapat koordinasi, pertemuan pemimpin organisasi, penataan arsip, inventaris organisasi, dan lainnya,” ujarnya alumni jurusan Teknik Kimia ini.

Sementara itu, materi seputar Teknik Pidato, Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan oleh Reza Pahlevi Djuani, ST. ia mengatakan Banyak tokoh di Negara kita yang pandai berpidato seperti Soekarno, Bung Hatta, SBY, Prabowo hingga Jokowi. Tidak semua orang pandai untuk berorasi didepan umum karena butuh proses dan latihan.
“Manajemen aksi merupakan bagian dari demokrasi salah satu bentuknya Demo. Demo merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan aspirasi. Demo itu boleh dilaksnakan namun tidak anarkis dan merusak fasilitas publik. Untuk permasalahan sidang sebenarnya mudah bila kita paham namun akan menjadi ribet bila tidak mengerti aturan dalam persidangan tersebut. tambah Reza yang merupakan alumni jurusan Teknik Industri ini.
Untuk materi Teknik Berkomunikasi disampaikan oleh Junialdi Kamdra. Dalam penyampaiannya, berkomunikasi menjadi bagian terpenting dalam berhubungan dengan antar individu untuk menyampaikan pesan atau maksud tertentu. Dalam berkomunikasi ada etikanya yang pelu dipahami. “Kemampuan berkomunikasi seseorang sangat menentukan siapa kita sebenarnya untuk itu perlu dilatih bagaimana berkomunikasi yang baik dan benar itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk materi Manajemen Kesekretariatan dijelaskan oleh Novita Sari. Ia menjelaskan cara pembuatan surat menyurat, proposal kegiatan, proposal penelitian, Laporan Pertangungjawaban hingga jalur birokrasi kesekretariaan dalam suatu organsisasi kemahasiswaan.

“Membuat surat itu tidak mudah, kita perlu memahami tata cara serta ketentuan-ketentuan dalam membuat surat. Banyak orang yang duduk di kelembagaan mahasiswa yang khilaf dalam membuat surat, meskipun itu sepele tapi bagi yang mengerti kesekretariaat akan menjadi hal yang fatal,” ucap Ketua Dewan Perwakilan Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri ini. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 31 Oktober 2014 - 15:46:14

Tes TOEFEL, Persiapkan Kemampuan Bahasa Inggris dan Kenali Lokasi Tesnya
Tes TOEFEL, Persiapkan Kemampuan Bahasa Inggris dan Kenali Lokasi Tesnya
bunghatta.ac.id - Pada massa kini, sertifikat TOEFEL menjadi syarat utama untuk memperoleh banyak beasiswa terutama bersumber pendanaannya dari luar negeri,. Tentunya, hal ini menjadi tantangan bagi kita semua terutama bagi mahasiswa dan alumni di suatu perguruan tinggi dalam menyiapkan diri untuk dapat lulus dalam tes TOEFEL dan memperoleh skore yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Hal ini disampaikan Diana Kartika Jahja, S.S, M. App. Ling Director Indonesian International Education Foundation (IIEF) saat memberikan materi dalam Seminar TOFEL yang bertajuk mengenai How To Be Successful in TOEFL Test dilaksanakan di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Univerasitas Bung Hatta, Jumat (31/10/2014).

Diana menyampaikan Indonesian International Education Foundation (IIEF) merupakan sebuah lembaga nirlaba Indonesia yang mengelola berbagai program beasiswa, pengembangan kapasitas, layanan pendidikan hingga Pengujian dan Sertifikasi TOEFEL.

“Bahasa Inggris menjadi kebutuhan yang sangat mendasar untuk zaman sekarang. Pelamar pekerjaan selain ijazah dan IPK akan ditanya juga kemampuan bahasa Inggrisnya baik saat berkomunikasi maupun menulis. Untuk mengajukan beasiswa juga syaratnya kemampuan bahasa Inggris yang berwujud sertifikat TOEFEL,”jelasnya.

Ia menambahkan yang jelas bila ingin tes TOEFEL yang harus diperhatikan ialah untuk apa kita mengikuti tes TOEFEL karena banyak jenis tes tersebut, sistem tesnya seperti apa dan dimana tempat tes yang resminya. “TOEFEL menjadi komoditi, banyak lembaga kursus yang menyelenggarakan tes ini namun hanya IIEF lembaga tunggal yang ditunjuk sebagai institusi resmi penyelenggara TOEFL di Indonesia yang berpusat di Jakarta,” ucapnya.

Seminar yang diangkat oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT)- Pendidikan dan Pengembangan Bahasa Asing dan Laboratorium Bahasa Universitas Bung Hatta bekerjasama dengan Penerbit Erlangga ini membahas tuntas mengenai TOEFL dengan mendatangkan pemateri Wiati Rahayu, Manager TOEFL ITP IIEF.

Wiati Rahayu menyampaikan materi mengenai jenis-jenis TOEFEL, mengenalkan materi-materi dalam tes TOEFEL hingga tips sederhana untuk mengikuti tes TOEFEL. “Tes TOEFEL itu alat uji yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris kita dengan hasil berupa skore tertentu yang berlalu secara internasional. Untuk itu, kita harus mempertajam dan melatihnya sesuai dengan kebutuhan baik untu edukasi maupun untuk kegiatan profesional,” sebutnya

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Bung Hatta, Dr. Ir. Eko Alvares, Z, MSA dan diikuti lebih dari 100 peserta yang umumnya terdiri dari mahasiswa dan ada juga dosen Universitas Bung Hatta.

Eko Alvares mengatakan syarat lulus di Universitas Bung Hatta harus memiliki hasil tes TOEFEL dengan skore minimal 400, namun kedepan melihat pentinggnya pergulan bangsa-bangsa asing terutama dalam menghadapi pasar bebas masyarakat ASEAN di tahun 2015 maka syarat tes TOEFEL tersebut harus ditingkatkan lagi.

“Bung Hatta saja saat remaja sudah berani keluar negeri dan pandai berbahasa asing, tentunya hal ini dapat menjadi contoh bagi kita semua,” ujarnya.

Pada kesempatan ini juga berlangsung penandatangan kerjasama antara Indonesian International Education Foundation dengan UPT PPBA dan Laboratorium Bahasa Universitas Bung Hatta dalam hal penyelnggaraan tes TOEFEL ITP yang berlisensi resmi. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 31 Oktober 2014 - 14:27:33

Gedung Laboratorium Teknik Kimia Kampus Proklamator III
Gedung Laboratorium Teknik Kimia Kampus Proklamator III
bunghatta.ac.id - Gedung Laboratorium Keahlian Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta berada di Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta Jalan Gajah Mada No.19 Olo Nanggalo, Kota Padang.

Dalam gedung ini terdapat tiga laboratorium keahlian yaitu Laboratorium Bioproses, Laboratorium Proses Industri Kimia dan Laboratorium Operasi Teknik Kimia. Selain itu terdapat Ruang Sidang Jurusan Teknik Kimia, Studio Tugas Akhir, Ruang Dosen-Dosen Teknik Kimia, Ruang Sekretarian Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Bung Hatta dan Bank Sampah. (**Ubay Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2015 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.145.186.248