Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

UBH Akan Dirikan Fakultas Kedokteran

Universitas Bung Hatta (UBH) berencana men­dirikan Fakultas Kedokteran (FK) dalam rangka pengem­bangan universitas. Rencana itu bukan sekedar wacana lagi, namun sudah mencapai titik serius. Rektor UBH, Prof. Dr. Niki Luk­viar­man, SE, Akt, MBA melalui Kepala Badan Perencanaan Pengem­bangan d....

Ujian Akhir Semester Ganjil 2014/2015

Selamat melaksanakan Ujian AKhir Semester Ganjil 2014/2015 yang berlangsung dari 22 Desember 2014 hingga 9 Januari 2015. Informasi mengenai kalender akademik dapat dilihat <a href='http://bunghatta.ac.id/kalender.html'>disini</a> (**Ubay-Humas UBH)....

Sosialisasi Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi Bersama BNSP

Tempat Uji Kompetensi (TUK) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta mengadakan pertemuan dalam kegiatan “Pemantapkan Manajemen TUK Dalam Rangka Menyongsong MEA 2015 dan Sosialisasi Pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) 1 bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)....

Workshop Penulisan Proposal Penelitian LPPM UBH

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bung Hatta melaksanakan Workshop Penulisan Proposal Penelitian Tahun 2015 yang bertempat di Aula Balirung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Jumat (19/12/2014). Direktur LPPM Universitas Bung Hatta, D....

Tim Bridge UBH Juarai Kejuaraan Nasional

Tim Bridge Universitas Bung Hatta yang diwakili oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ini berhasil memperoleh 4 kemenangan dalam Kejuaraan Nasional Bridge Mahasiswa XVI yang diselenggarakan PB GABSI (Gabungan Bridge Seluruh Indonesia) di Asrama Haji....

Musisi Jepang Akan Tampil di UBH

Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Asia Timur Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta akan menghadirkan penampilan akustik duet musisi asal Jepang yaitu KURI (Katsu dan Miho) yang akan berlangsung di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta pada 5 Januari 2015 mendatang. ....

Rabu 10 September 2014 - 13:53:57

Eko Alvares : Tata Ruang Berbasis Bencana Masih Terabaikan
Eko Alvares : Tata Ruang Berbasis Bencana Masih Terabaikan
bunghatta.ac.id - Ancaman bencana seperti gempa, tsunami, banjir dan longsor, abrasi pantai, banjir bandang kabut asap serta ancaman bencana yang di timbulkan akibat sampah, nyaris mengancam di seluruh wilayah Nusantara. Berdasarkan peta kerawanan bencana, bencana seperti banjir dan longsor, banyak melanda daerah yang dilanda bencana berada di zona rawan bencana. Hal ini membuktikan bahwa tata ruang berbasis bencana masih terabaikan.

Dr. Eko Alvares.Z.MSA memaparkan dalam Seminar Implementasi Pengawasan dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pada Kawasan Bencana yang digelar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH di Aula Balairung Caraka Kampus I UBH Ulak Karang, Rabu,10/9/12 menyebutkan, setiap wilayah dan kota mempunyai karakteristik yang berbeda, alam dan budaya juga berbeda. Ancaman dan kerentanan akibat bencana juga menjadi sangat bervariasi dan intensitas yang berbeda pula

“Disisi lain, seringkali tahapan dan proses penyusunan perencanaan wilayah dan kawasan cendrung menjadi sama, sehingga karakter dan persoalan khas wilayah dan kawasan kurang mendapat perhatian, proses perencanaan memerlukan waktu yang relatif panjang, sementara persoalan aktual dan faktual terus berkembang” jelas Eko.

Disebutkan Eko, kendala implementasi tersebut antara lain, RTRW Kota skala 1:10.000 dan RTRW Kabupaten skala 1:100.000 belum sepenuhnya operasional dan sulit menjadi rujukan dalam pengendalian penataan ruang dan bangunan, demikian juga halnya dengan RDTR skala 1:5000 masih kurang operasional sebagai rujukan pengendalian pembangunan dan tiak disertai dengan aturan pemanfaatan ruang yang lengkap, diperlukan peraturan zonasi yang merupakan perangkat aturan pada skala blok seperti di negara maju, sehingga lebih potensial untuk melengkapi aturan dalam pelaksanaan RDTR Kota agar lebih operasional.

Ditambahkan Eko, pemerintah melalaui BNPB telah membuat peta risiko bencana di semua provinsi Indonesia dan telah diserahkan kepada BPBD. ”Namun, sampai saat ini belum semua produk pengaturan tata ruang selesai dikerjakan. Banyak kabupaten/kota belum menyelesaikan rencana detail tata ruang sehingga proses mitigasi bencana belum efektif, akibatnya ketika terjadi bencana timbul korban dan kerugian ekonomi,” imbuh Eko.

Dalam praktik, peta risiko bencana bahkan peta rawan bencana belum dijadikan pedoman dalam penyusunan tata ruang. Tata ruang yang disusun tidak berjalan seperti yang diharapkan. Tata ruang berbasis mitigasi bencana harus mampu mendorong partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan.

Tata ruang harus secepatnya membumi atau sampai pada skala bangunan (1:1000), mekanisme pengendalian pembangunan seperti izin harus di dilakukan secara lengkap dan perlu instrument tambahan seperti zoning regulation dan panduan disain perkotaan. “Dan karena ini produk hukum, maka perlu intensif dan deinsentif” ujarnya.

Seminar Nasional yang di gelar sehari itu di buka oleh Rektor UBH Prof. Niki Lukviarman,SE,Akt.,MBA dengan menghadirkan pembicara dari Sekretaris Dirjen Penataan Ruang Kementrian PU Dr.Dra.Lina Marlia,CES, Kepala BPBD Sumbar Ir. Yazid Fadhli,MM serta Fidel Miro,SE.,MT Dosen PWK-FTSP Universitas Bung Hatta. (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 09 September 2014 - 09:27:29

Sastra Jepang UBH Miliki Native Speaker
Sastra Jepang UBH Miliki Native Speaker
bunghatta.ac.id - Keberadaan native speaker di jurusan sastra itu begitu pentingnya dalam menambah kemampuan dan memperdalam kemampuan bicara dalam bahasa asing. Melihat hal tersebut Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta pada Tahun Akademik 2014/2015 ini memiliki dua orang native speaker.

Oslan Amri, SS, M.Si, Sekretaris Jusuan Sastra Jepang mengatakan native speaker dalam pembelajaran bahasa asing suatu hal yang sangat penting, karena akan sangat berbeda ketika berbicara menggunakan bahasa asing dengan lawan bicara penutur aslinya yang notabenenya menggunakan bahasa tersebut dalam kesehariannya.

“Untuk tahun ini kita memiliki dua native speaker yang akan mengajar di Jurusan Sastra Jepang yaitu satu dari lembaga AISEC dan satu lagi bernama Yagi Joji dari lembaga pendidikan asal Jepang,” ucapnya.

Ia juga mengutarakan kedua native speaker tersebut akan mengajar di kelas. Selain itu, mereka juga akan bergaul sehari-hari dengan mahasiswa. Dengan begitu mahasiswa akan terbiasa mendengarkan bahasa Jepang dari penutur aslinya sehingga kulaitas berbahasa dan berkomunikasi dalam bahasa Jepang akan lebih baik lagi.

“Kampus juga sangan menyambut baik dengan kehadiran native speake di tengah-tengah Jurusan Sastra Jepang ini karena salah satu penciri jurusan bahasa asing adalah adanya native speaker sehinggga mahasiswa dapat mengenal dan menggali lebih jauh percakapan dalam bahasa Jepang itu seperti logat asli dari native speaker-nya,” ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 09 September 2014 - 07:41:33

Monumen Romusha Perlu Dibangun Di Bukittinggi
Monumen Romusha Perlu Dibangun Di Bukittinggi
bunghatta.ac.id - Salah satu peninggalan sejarah pada zaman penjajahan Jepang yang kini menjadi tempat wisata andalan adalah Lobang Jepang di Panorama Ngarai Sianok Bukittingi. Pembangunan Lobang Jepang itu pada zamannya mengorbankan ribuan romusha dan pekerja paksa oleh tentara Dai Nippon Jepang.

Pembangunan Monumen Romusha tersebut ditegaskan Wakil Menlu RI Dr. Dino Patti Djalal, saat dialog dengan sejumlah tokoh masyarakat Minang yang juga dihadiri Walikota Bukittinggi Ismet Amzis, membahas ide pembuatan monument tersebut di Hotel Borobudur, Jakarta, 25/8.

Dijelaskan Dino, gagasan pembangunan monumen tersebut berdasarkan pemikiran bahwa banyak putra bangsa yang menjadi korban kerja paksa pada zaman penjajahan Jepang dan tidak kembali pada keluarganya. Tidak ada yang tahu keberadaan mereka hingga saat ini.

"Monumen tersebut perlu didirikan untuk mengenang pengorbanan ratusan ribu romusha yang meninggal sebagai pahlawan, dan kami khawatir minimnya dokumentasi mengenai hal itu akan membuat mereka terlupakan dari catatan sejarah," kata Dino.

Rektor UBH, Prof. Niki Lukviarman, SE,AKt,MBA yang ikut hadir dalam dialog tersebut menyebutkan bahwa, Dino bercerita tentang para Romusha atau pekerja paksa pada zaman penjajahan Jepang yang membangun Goa Jepang. Para Romusha itu, kata dia, juga dibawa dan dipekerjakan secara paksa tentara Jepang untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan Sumatera bagian Selatan hingga ke Riau.

Disebutkan Niki juga, Dino merasa janggal melihat di situs sejarah lobang Jepang Bukittinggi tersebut terdapat patung tentara Jepang, artinya seakan-akan menyiratkan bahwa lobang Jepang itu adalah hasil karya tentara Jepang. Padahal para pekerja Romusha-lah yang bekerja keras dan menjadi korban pembangunannya dan Romushalah yang seharusnya dikenang melalui pembangunan monumen yang didedikasikan khusus untuk mereka.

“Namun demikian monumen Romusha yang akan dibangun diproyeksikan tidak untuk menggantikan monumen tentara Jepang yang sekarang masih berdiri”. Namun langkah pembangunan monumen Romusha adalah bagian dari usaha untuk mengoreksi sejarah. Menurutnya, Indonesia mempunyai utang sejarah yang belum dilunasi untuk mengakui dan menghargai pengorbanan dan penderitaan ratusan ribu Romusha bangsa sendiri.

Menurut Dino, pihaknya juga telah membicarakannya dengan Walikota Bukittinggi dan telah memberikan dukungan penuh terhadap ide pembangunan monumen tersebut. Pihaknya juga telah menemukan pematung yang mempunyai kemampuan yang sangat baik untuk membangun monumen tersebut.

Mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu menambahkan, selain menjalin dukungan dari masyarakat Minang dan rencana aksi pembangunan monumen tersebut, juga perlu ada penggalangan dana untuk pembangunan monumen Romusha yang diperkirakan memakan waktu satu tahun.

“Kalau ide dan gagasan pembangunan monumen tersebut banyak mendapat tanggapan dari masyarakat, mungkin perlu diseminarkan dengan mengundang ahli sejarah, akademisi, tokoh masyarakat dan semua pihak yang terkait khususnya Dr. Dino Patti Djalal sebagai penggagas untuk terwujudnya pelaksanaan ide tersebut”, imbuh Niki. (**Indrawadi)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 08 September 2014 - 08:48:19

Turnamen Futsal Teknik Elektro Cup II Championship 2014
Turnamen Futsal Teknik Elektro Cup II Championship 2014
bunghatta.ac.id - Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengadakan Turnamen Futsal Elektro Cup II Championship Untuk Mahasiswa se-Kota Padang yang akan dilaksanakan di Lapangan Futsal Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 26-28 September 2014 mendatang.

Ketua Pelaksana Turnamen ini, Ikhsan Irdas mengatakan kegiatan ini diselenggarakan dengan maksud untuk menjalin semangat persaudaraan antar mahasiswa se-Kota Padang, menyalurkan juga potensi dan bakat para mahasiswa dalam bidang keolahragaan dan untuk menanamkan dan menciptakan rasa sportifitas yang tinggi sebagai pembinaan mental mahasiswa.

“Tak hanya itu kegiatan turnamen futsal ini sebagai upaya untuk menjalin silaturahmi antara masing-masing mahasiswa se-Kota Padang dan sebagai program kerja dari himpunan,” ujarnya.

Dengan mengangkat tema menciptakan hubungan silaturahmi antar mahasiswa se-Kota Padang, diharapkan turnamen ini mampu menjadi wadah untuk pengembangan minat bakat para mahasiswa pencinta olahraga futsal.

Untuk pendaftaran dimulai dari tanggal 8 hingga 24 September 2014 dengan insert Rp.200.000 per tim dan pemenang akan mendapatkan tropi dan tabanas untuk juara 1, 2 dan 3.

Lokasi pendaftaran bertempat Depan Ruang Diorama FM dan Gedung A Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta atau dapat mengubungi Ikhsan Irdas 081277688692, Desrika Sari 082378553700 dan Junaidi Rachmi 081365407488. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 05 September 2014 - 09:30:58

UBH Jadi Lokasi Test Ujian Kemampuan Bahasa Jepang
UBH Jadi Lokasi Test Ujian Kemampuan Bahasa Jepang
bunghatta.ac.id - Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta kembali membuka kesempatan bagi pembelajar bahasa Jepang di wilayah Sumatera Barat untuk mengikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (UKBJ) 2014 (Nihongo Noryoku Shiken) atau yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah The Japanese Language Proficiency Test (JLPT).

Pelaksanaan ujian ini akan berlangsung pada hari Minggu, 07 Desember 2014 di kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta-Aie Pacah, Padang. Pelaksanaan ujian ini mengikuti jadwal Internasional yang dilakukan secara serentak di negara-negara lain yang diberi kewenangan oleh The Japan Foundation, Jepang.

Ketua Panitia UKBJ 2014, Tienn Immerry, S.S., M. Hum mengatakan ujian ini bisa diikuti oleh berbagai kalangan seperti siswa SMA/SMK dan yang sederajat, mahasiswa, dosen, dan kalangan umum yang ingin mengukur kemampuan bahasa Jepang mereka maupun untuk keperluan lainnya.

“Karena sertifikatnya berlaku Internasional, ,maka ujian ini harus diikuti oleh mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta,” ujarnya Tieen yang juga menjabat Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya.

Sementara itu Eduardus Agusli, salah seorang panitia UKBJ 2014 menyebutkan secara garis besar materi terbagi atas tiga bagian, yakni Moji-Goi (tulisan), Chookai (pendengaran), serta Bunpo-Dokkai (tata bahasa-bacaan). Materi ujian ini dibagi atas sejumlah level/tingkatan sesuai dengan kemampuan peserta, yakni N-5 (tingkat pemula) hingga N-1 (tingkat mahir).

“Universitas Bung Hatta merupakan 1 dari 7 perguruan tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan ujian ini setelah Universitas Sumatera Utara Medan, Universitas Dharma Persada Jakarta, Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Udayana Denpasar,” ungkapnya.

Dr. Diana Kartika, Ketua Jurusan Sastra Jepang juga menegaskan gencarnya pembangunan infrastruktur di Indonesia belakangan ini juga dinilai menarik oleh para pebisnis/inverstor dari Jepang.

“Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), menunjukkan Jepang merupakan investor terbesar di Indonesia dengan nilai penanaman modal mencapai 17% dari keseluruhan Penanaman Modal Asing (PMA),” ungkapnya.

Hal ini juga menggambarkan bahwa lapangan kerja yang membutuhkan penguasaan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantar semakin terbuka lebar. Maka demi karir masa depan dan kebutuhan akan pekerja berbahasa Jepang tersebut, para calon lulusan wajib memiliki sertifikat UKBJ.


Hasil survei yang dilaksanakan oleh the Japan Foundation , pada 2012 mengungkapkan peningkatan jumlah pebelajar Bahasa Jepang mencapai 18% menjadi 872.411 orang. Dengan demikian Indonesia menduduki peringkat ke-2 yang memiliki pebelajar terbanyak di seluruh dunia setelah Tiongkok.

Berdasarkan data yang sama juga, Sumatera Barat menduduki posisi ke-6 pebelajar terbanyak dari seluruh provinsi Indonesia. Jumlah ini tampaknya akan terus bertambah seiring peningkatan hubungan kerjasama antara Indonesia dan Jepang.

Calon peserta ujian dapat mendaftarkan diri di kantor Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta Kampus Proklamator II Aie Pacah dan tempat lainnya di wilayah Sumatera Barat yang ditetapkan panitia UKBJ setiap hari kerja seperti Universitas Andalas , Universitas Negeri Padang, STBA H. Agus Salim, Kyoshin La Sumbar, Universitas Riau dan akan ditutup pada 10 September 2014. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Oslan Amril dengan telepon. 081374489411. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 04 September 2014 - 14:38:17

Balai Pelatihan Kementerian PU dan FTSP UBH Gelar Forum Diskusi Keahlian Konstrusksi
Balai Pelatihan Kementerian PU dan FTSP UBH Gelar Forum Diskusi Keahlian Konstrusksi
bunghatta.ac.id - Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan Forum Komunikasi Peningkatan Keahlian Konstruksi yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Gedung F Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (04/09/2014) dengan menghadirkan pembicara Dr. Ir. Doedoeng Z. Arifin dari Kepala Balai Peningkatan Keahlian Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta, Ir. Hendri Warman, MSC menyampaikan dunia jasa konstrusksi di Sumbar cukup banyak namun sayangnya jumlah tenaga ahli yang bersertifikasi sangat terbatas. Padahal sangat penting sekali, terutama saat ini dalam menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 maka perlu sumber daya manusia yang berkompeten.

“Perlu dukungan perguruan tinggi, pemerintah dan asosiasi profesi dalam menyikapi tenaga konstruksi yang berkompeten. Sebagai tuan rumah yang ditunjuk untuk kegiatan ini kita sangat mengucapkan terima kasih dan kehadirannya dalam kegiatan ini,” sebutnya.

“Kita berharap dengan diskusi yang dilaksanakan ini dapat menghasilkan masukan dan saran dalam perkembangan dunia jasa konstruski kedepannya,” tambahnya.

Forum grup diskusi ini hanya diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Sumatra Barat, Kepala Balai Pelatihan Konstruksi, Ketua Jurusan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta, Institut Teknologi Padang, dan Politeknik Negeri Padang, perwakilan asosiasi profesi dan dimoderatori oleh Suyono, SE, M.Si dengan pembahasan mengenai profesi insinyur dalam mewujudkan industri konstruski yang berkelanjuta.

Dalam penyampaian materinya, Doedoeng mengatakan industri konstruksi merupakan salah satu sektor yang sangat penting dalam kehidupan sehari hari dan menjadi urutan ke enam dari sektor utama penyumbang pendapatan besar nasional. Namun yang menjadi permasalahan saat ini tenaga kerja konstruksi sarjana masih rendah.

“Data Dirjen Dikti 2013 menyebutkan lulusan sarjana teknik yang diserap disektor kontrusksi hanya 10 persen. Penambahan insinyur kontruksi selama 4 tahun terakhir lebih dari 36ribu orang dengan rata-rata jumlah tenaga konstruksi 9ribu orang per tahun. Namun tenaga konstruksi yang bersertifikasi masih tidak berimbang,” ujarnya.

Sebagai tantangan kebutuhan sumber daya manusia yang berkompeten, maka kementerian pekerjaan umum berupa untuk mengadakan berbagai pelatihan dan uji kompetensi agar memperoleh tenaga konstrusksi yang bersertifikasi.

“Bahkan pendidikan teknik sipil pun masih belum terintegrasi dan berkesinambungan antara proses pendidikan dan penjaminan kemampuan profesional. Untuk itu, kurikulum pendidikan teknik dibut konsorsium antara industri konstruski, BAN dan perguruang tinggi,” ulasnya.

Ia juga menyebutkan pelatihan atau pendidikan profesi bagi mahasiswa tingkat akhir atau alumni muda yang bekerjasama dengan lembaga pelatihan konstruksi dan sertifikasi tenaga kerja sebagai percepatan pengakuan kompetensi kerja.

“Perlu juga pemagangan bagi mahasiswa tingkat akhir dan mekanisme rekognisi pembelajaran lampau dan pengalaman kerja melalui program profesi,” imbuhnya.

Kegiatan ini diadakan juga dalam rangka persiapan pelaksanaan pelatihan dengan metode Distance Learning (DL) dan kegiatan Continuing Profesioal Development (CPD) dalam bentuk seminar serta penandatanganan kerjasama pembinaan pelatihan yang akan dilaksanakan oleh Balai Peningkatan Keahlian Konstruski Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruski Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 04 September 2014 - 10:52:53

Sastra Jepang Gelar Seminar Nasional : Tantangan Lulusan Sastra Jepang Hadapi AFTA 2015
Sastra Jepang Gelar Seminar Nasional : Tantangan Lulusan Sastra Jepang Hadapi AFTA 2015
bunghatta.ac.id - Seluruh mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta menghadiri seminar nasional Tantangan dan Peluang Lulusan Bahasa Jepang Dalam Menghadapi AFTA 2015, di Auala Balairung Caraka Kampus I UBH Ulak Karang, Kamis,4/914.

Seminar Nasional yang di gelar Prodi Sastra dan Bahasa Jepang itu di buka oleh Rektor UBH Prof.Dr. Niki Lukviarman,SE,Akt,.MBA menghadirkan pembicara Tomoya Mitsumoto dari The Japan Pondation-Jakarta, Ketua DPP ASITA Indonesia Asnawi Bahar,SE.,MS.i, Ka.Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar yang diwakili Drs. Zudarmi,MSi Kabid Pelatihan dan Produktivitas serta Osvian Putra Alumni Prodi Sastra Jepang angkatan 92.

Ketua Pelaksana Dwi Kania Izmayanti menyebutkan, seminar tersebut digelar karena Prodi Sastra Jepang menyadari bahwa mau tidak mau Indonesia sebagai peserta dalam Organisasi Asean, mau tidak mau dan siap tidak siap harus mengikutinya harus siap menghadapinya.

Salah satu tantangan kesiapan masyarakat Indonesia Menghadapi AFTA 2015 adalah sejauh mana masyarakat Indonesia sudah cukup menguasai Bahasa Jepang, yang nantinya akan menjadi salah satu bahasa pengantar utama dalam relasi yang kian terbuka dengan sesama masyarakat Asia yang akan bebas hilir-mudik ke Indonesia.

Zudarmi dalam makalahnya menyebutkan bahwa tantangan utama yang akan di hadapi adalah peningkatan daya saing dan keunggulan kompetitif disemua sektor. Jepang salah satu negara di asia timur yang masuk kedalam wilayah AFTA sangat menguasai produk-produk dunia mulai dari otomotif sampai dengan budaya massa seperti komik dan lainnya.

“Untuk dapat mengetahui rahasia keberhasilan Jepang, banyak orang mempelajari Bahasa Jepang, di Indonesia institusi pembelajaran bahasa Jepang berada pada urutan ketiga, sehingga banyak lulusan setiap tahunnya harus bersaing untuk mendapatkan peluang kerja”, jelas Zudarmi.

Senada dengan itu, dalam pemaparan makalahnya Asnawi Bahar menyampaikan salah satu contoh dari UU No.10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan adalah para mahasiswa yang telah memiliki ketrampilan dalam berbahasa asing dapat mengikuti sertifikasi untuk mendapatkan kompetensi dalam pengetahuan, ketrampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati serta di kuasai untuk mengembangkan profesionalitas kerjanya.

“Berdasarkan hal tersebut, maka sudah tidak menjadi kekhawatiran bagi lulusan ketrampilan berbahasa, khususnya Bahasa Jepang untuk terjun dalam menghadapi AFTA 2015, terbuka peluang kebutuhan akan tenaga ahli di bidang bahasa yang dimiliki dan sangat memegang peran penting” ungkap Asnawi.

Tak jauh berbeda dengan Asnawi, Osvian Putra Alumni Sastra Jepang 92 yang kini dibidang pariwasata Pekanbaru-Riau menambahkan bahwa lapangan kerja di bidang pariwisata antara lain di perhotelan,restaurant,travel biro, kepemanduan, travel writer, overseas business representative dan lainnya.

“Dengan demikian, menguasai Bahasa Jepang adalah salah satu kunci untuk menguasai ilmu, menguasai teknologi, dan menguasai dunia. AFTA yang berarti keterbukaan dalam pergaulan antarbangsa di Asia sudah di depan mata”, ungkap Osvian

Disebutkan juga, salah satu hal yang perlu dipersiapkan dan dikuasai adalah kemampuan berkomunikasi minimal dengan menggunakan Bahasa Inggris dan syukur-syukur bisa juga menguasai beberapa bahasa dari negara-negara Asia lainnya misalnya Mandarin. Sebab dengan menguasai bahasa asing, bisa berelesi dengan sesama dari bangsa lain secara lebih baik termasuk dalam urusan pendidikan, pekerjaan, ekonomi/bisnis, sosial, budaya, dari berbagai sektor. (**Indrawadi-humas ubh)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 03 September 2014 - 11:07:07

Duta Sepeda Kampus Proklamator
Duta Sepeda Kampus Proklamator
bunghatta.ac.id - Salah satu upaya mewujudkan lingkungan kampus educopolis dan menggalakkan budaya bersepeda di kalangan civitas akademika Universitas Bung Hatta, beberapa teman-teman mahasiswa telah memulainya dan berencana akan membentuk sebuah komunitas (Bung Hatta Bikers -red) yang diharapkan dapat dukungan dan kebijakan Universitas terkait sepeda kampus.

Diharapkan, rintisan duta sepeda kampus ini mampu membawa efek positif bagi Universitas Bung Hatta, diantaranya adalah meningkatnya jumlah mahasiswa yang bersepeda, memperbaiki lingkungan sekitar serta melatih diri untuk menggunakan sepeda motor secara rasional.(**Indrawadi-Humas UBH).

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 02 September 2014 - 15:27:38

Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta
Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta
bunghatta.ac.id - Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 02 September 2014 - 09:34:26

Teknik Mesin UBH Buat Workshop Penulisan Proposal dan Artikel Ilmiah
Teknik Mesin UBH Buat Workshop Penulisan Proposal dan Artikel Ilmiah
bunghatta.ac.id - Pentingnya pembuatan proposal dan artikel ilmiah, sebanyak 12 dosen Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta mengikuti Workshop Penulisan Proposal dan Artikel Ilmiah dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Teknik Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta, Sabtu (30/08/2014) lalu.

Ketua Pelaksana Workshop Dr. Hendra Suherman, ST, MT mengatakan kegiatan ini diadakan oleh jurusan dengan tujuan agar setiap proposal-proposal penelitian dari Universitas Bung Hatta khususnya dari Jurusan Teknik Mesin dapat bersaing dikancah internasional.

"Melihat potensi penelitan yang banyak, namun dari segi publikasinya sedikit, maka diadakan workshop ini. Nantinya dari hasil proposal atau penelitian bisa menuju ke tingkat nasional maupun Internasional lewat publish convert agar dunia bisa melihat potensi dan penelitian dari Indonesia," ungkapnya.

Ia juga mengatakan output dari kegiatan ini semoga akan didapatkannya proposal-proposal dari dosen Jurusan Teknik Mesin yang siap dikompetensikan di lingkungan internas tersendiri melalui LPPM dan untuk tingkat eksternal melalui Dikti

Dekan Fakultas Teknologi Industri Drs.Ir.Mulyanef M.Sc yang membuka secara langsung kegiatan ini mengatakan kegiatan ini dapat memotivasi dosen-dosen agar lebih semangat untuk membuat proposal lebih banyak. Agar kedepannya dapat membuat laporan yang bisa bersaing ditaraf internasional dan dapat membimbing memotivasi mahasiswa

"Jika sebuah proposal penelitian dari dosen lulus, dosen akan mengajak beberapa mahasiswa tingkat akhir sebagai anggotannya yang nantinya mahasiswa tersebut dapat menjadikan sebuah masalah penelitian itu menjadi tugas akhirnya, itu mempermudah mahasiswa juga," ujarnya.

Workshop ini terbagi dua sesi, pertama disampaikan oleh tiga pemateri yaitu Dr. Elfiondri M.hum, Dr. Ir Feri Arlius Dt. Sipado, M.Sc. dan juga Dr. Hendra Suherman. Pada sesi kedua menghadirkan pemateri Ir. Indra Khaidir M.Sc, Ir. Edi Septe M.T dan Ir. Burmawi M.Si yang membahas Pembuatan Proposal Fundanmental, Proposal Hibah Pesaing, Program Kreatif Mahasiswa (PKM) dan Publikasi Jurnal Internasional. (**Ubay-Humas UBH/Uci)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.167.182.201