Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bung Hatta Tahun 2015 Jalur Beasiswa Bidikmisi

Memasuki Tahun Akademik 2015/2016 Universitas Bung Hatta kembali memberi kesempatan kepada lulusan SMA/sederajat yang lulus tahun 2014 dan 2015 untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Universitas Bung Hatta melalui jalur Beasiswa Bidikmisi. Mekanisme pendaftaran sebagai berikut: 1.P....

Mapala Proklamator UBH, Sukseskan Tropical Beach Party In Sungai Nyalo

Tanpa diduga dan direncanakan, Tim Mapala Proklamator Universitas Bung Hatta mendapat kejutan ketika kegiatan yang mereka gelar dengan tajuk “We Love Earth” di Sungai Nyalo Kawasan Mandeh pada tanggal 23 Mei minggu lalu di hadiri Menteri / Kepala Bappenas Andrianof Chaniago sekaligus ikut serta ....

BEMM FTSP Gelar Parade Band dan Diskusi Motivas Jelang Ujian Akhir Semester

Menyambut Ujian Akhir Semester (UAS) Semester Genap 2014/2015, Badan Eksekutifi Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Bung Hatta menyelenggarakan kegiatan Creativity Of Confidence (COC) dengan tema Prevail Your Confidental Of Hearth and Mine to Face The Exam yang ber....

Mahasiswa Pendidikan Matematika UBH Ikuti Musyawarah Himpunan Mahasiswa Matematika

Universitas Bung Hatta melalui perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika mengirimkan dua delegasinya untuk mengikuti Musyawarah Tahunan Nasional (Mustanas) Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika (Ikahimatika) Indonesia dengan mengusung tema Duduak Basamo di Palanta Minang,....

Mahasiswa Ilmu Hukum UBH Juara Penulisan Aritkel Ilmiah se-Sumbar

Dua mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Universitas Bung Hatta berhasil mendapatkan juara dalam Kompetisi Penulisan Artikel Ilmiah antar Mahasiswa se-Sumatra Barat yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis STIKES Alifah Padang pada 19-21 Mei 2015. Kedua mahasiswa tersebut yaitu Ahmad Iffan yang memper....

Ragam Kegiatan Minat Bakat Ditampilkan dalam Penutupan Krida FKIP UBH 2015

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA, CA membuka secara resmi kegiatan Penampilan Minat Bakat Mahasiswa dalam Penutupan Krida Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universias Bung Hatta Tahun 2015 yang bertempat di Auditorium RRI Padang, Kamis (28/05/2015). Krida ....

Senin 27 Mei 2013 - 14:03:28

Gubernur Serahkan Ribuan Mahasiswa KKN-PPM ke Pemkab dan Pemkot
Gubernur Serahkan Ribuan Mahasiswa KKN-PPM ke Pemkab dan Pemkot
bunghatta.ac.id - Bertempat di Gelanggang Olah Raga dan Seni Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta, Aia Pacah, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Senin, 27/5 menyerahkan daftar nama sebanyak 7.853 Mahasiswa kepada Bupati dan Walikota Se-Sumatera Barat yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Pada Masyarakat (KKN-PPM) yang akan di tempatkan di beberapa kenagarian.

Dalam sambutannya dihadapan perwakilian mahasiswa dari 8 Perguruan Tinggi se-Sumatera Barat, Irwan menyebutkan bahwa masyarakat saat ini sedang menghadapi berbagai kesulitan seperti ekonomi dan pengangguran karena meningkatnya biaya hidup, inflasi dan daya saing produk sehingga melemahkan daya beli masyarakat.

Untuk meningkatkan efektifitas penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja,pemerintah telah meluncurkan beberapa program diantaranya program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) yang telah di mulai sejak tahun 2007.

Karena itu menurutnya, mahasiswa harus bijak dalam mengotimalkan potensi yang ada di nagari/kelurahan seperti lahan tidur serta tenaga produktif yang dapat di gerakkan, dan terdapat juga sejumlah ketrampilan yang diwarisi pendahulu sebelumnya perlu di modifikasi sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Irwan menitipan pesan pada mahasiswa agar semuanya menjadi pemikiran dan dapat di implementasikan dalam program aksi lapangan antara lain seperti merumuskan perencanaan nagari/kelurahan bersama masyarakat setempat dibawah naungan lembaga pemberdayaan masyarakat, dan rumusan tersebut merupakan pencerminan dari pemecahan permasalahan yang di hadapi, kemudia dalam permasalahan sosial ekonomi dapat dimodifikasi dengan meningkatkan ketrampilan yang di punyai masyarakat serta mengenalkan IPTEK.

Kepala BPM Propinsi Sumbar, Dr. Suhermato Raza,SH dalam laporannya menyebutkan, mahasiswa yang akan mengikut KKN-PPM dari ke delapan pergururuan tinggi tersebut adalah dari Universitas Andalas sebanyak 3.615 orang, IAIN Imam Bonjol 1.198 orang, STAIN Batusangkar sebanyak 712 orang, ISI Padang Panjang 50 orang, UNES 514 orang, UNITAS 200 orang, Univ.Muhammadiyah 300 orang dan Universitas Bung Hatta sebanyak 1.264 orang.

Ia menyebutkan, penyelenggaraan dan penugasan mahasiswa KKN-PPM se Kabupaten/Kota dan lokasinya berdasarkan keputusan bersama Mendagri dan Mendikbud tentang pendayagunaan teknologi dan tepat guna dan KKN dalam menunjang pembangunan masyarakat nagari dan desa serta keputusan Gubernur Sumbar tentang penetapan lokasi pelaksanaan KKN-PPM mahasiswa perguruan tinggi se Sumatera Barat, dengan sasaran utama adalah terciptanya silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat dan birokrat serta termanfaatkannya pengembanan potensi SDA yang tersedia guna mewujudkan penurunan kemiskinan.

Sementara Rektor UBH Prof.Dr. Niki Lukviarman,SE,AKt,MBA yang mewakili ke delapan rektor, mengatakan orientasi dan pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat adalah menangani masalah kehidupan sosial, pendidikan, ekonomi, bantuan tekhnologi yang dibutuhkan masyarakat dan memetakan potensi masyarakat dan sumberdaya alam.

“Saat ini di beberapa nagari mungkin profil nagarinya. Kami harap dengan pelaksanaan KKN-PPM ke depan seluruh nagari di Sumbar sudah memilikinya”, imbuh Niki.

Hadir dalam penyerahan mahasiswa peserta KKN-PPM 2013 tersebut, Bupati Tanah Datar M.Shadiq Pasadigoe dengan Sekdanya, Walikota Padang. Dr. Fauzi Bahar, MS, Wakil Bupati Pesisir Selatan Drs. Editiawarman,MSi, dan perwakilan dari pemda Kab. Agam, Padang Pariaman, Pasaman dan Payakumbuh/ Lima Puluh Kota. (** Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 25 Mei 2013 - 12:46:43

Kurikulum 2013, Tidak Akan Mematikan Kreativitas Guru
Kurikulum 2013, Tidak Akan Mematikan Kreativitas Guru
bunghatta.ac.id - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud), Prof. Dr. Musliar Kasim, MS, hadir sebagai pembicara Seminar Nasional Pendidkan Matematika, dengan tema Menyongsong kurikulum 2013 untuk mencapai Indonesia cerdas 2020 yang di gelar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta, di Auala Baliarung Caraka Kampus I UBH Ulak Karang, Sabtu 25/5.

Seminar yang dihadiri Rektor Unand Dr. Werry Darta Taifur, undangan lainnya serta mahasiswa, dosen, guru-guru dan pemerhati pendidikan tersebut di moderatori langsung oleh Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA., didampingi Dekan FKIP-UBH Dr. Marsis,MPd.

Selain memberikan materi Pembelajaran Matematika dalam Kurikulum 2013, berkesempatan juga mensosialisasikan kurikulum 2013 yan akan mulai di terapkan Juli mendatang.

Musliar Kasim menyebutkan pihaknya telah mensosialisasikan kurikulum 2013 kepada beberapa propinsi, bahkan kota Batam, audiensnya antara 600-800-an orang guru dan memberikan respons terhadap Kurikulum 2013.

Ia menambahkan, selama ini di media cetak maupun elektronik, memberitakan para guru menolak kurikulum ini karena akan mematikan kretivitas guru. Hal itu tidak benar dan bertolak belakang dengan esensi yang berada di dalam Kurikulum baru ini.

“Karena itu saya hadir disini (UBH-red) untuk menyampaikan persepsi yang benar, sehingga para guru di Sumatera Barat yang berkesempatan hadir hari ini bisa menyampaikan informasi yang benar kepada guru-guru yang lain yang tidak sempat hadir”, ujar Musliar

Lebih lanjut ia menegaskan, Kurikulum 2013 hadir untuk mengantisipasi perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan di abad 21, telah terjadi pergeseran paradigma belajar, baik ciri-ciri maupun model pembelajaran yang lebih mengedepankan peserta didik melalui proses mengamati, menanya, menalar dan mencoba untuk meningkatkan kreativitasnya. Selain itu, dibiasakan bagi peserta didik untuk bekerja dalam jejaring melalui collaborative learning.

“Jadi saya tegaskan kembali, Kurikulum 2013 telah melewati uji publik pengembangan, dan kini telah memasuki tahap terakhir yaitu tahap penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013 pada Juli mendatang”, tegasnya.

Menurutnya lagi, orientasi Kurikulum 2013 adalah terjadinya peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), ketrampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Orientasi Kurikulum baru ini sejalan dengan amanat UU Sisdiknas tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan Pasal (35), kompetensi lulusan merupakan kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati dan sejalan dengan pengembangan KBK yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan secara terpadu.

Inti dari pengembangan Kurikulum 2013 adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa mampu lebih baik dalam melakukan konservasi, bertanya, bernalar dan mengkomunikasikan atau mempresentasikan apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran.

“Melalui pendekatan seperti itu, siswa diharapkan memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Peserta didik akan jauh lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan zaman, memasuki masa depan yang lebih baik”, imbuhnya (**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 24 Mei 2013 - 14:40:09

Lulusan Jurusan Teknik Kimia Bergaji Ratusan Juta.
Lulusan Jurusan Teknik Kimia Bergaji Ratusan Juta.
bunghatta.ac.id - Baru-baru ini sebuah lembaga survei National Association of Colleges and Employes (NACE) merilis hasil penelitiaannya yang menunjukkan bahwa lulusan Perguruan Tinggi dari Jurusan Teknik Kimia memiliki penghasilan paling tinggi di dunia dengan gaji rata-rata ratusan juta rupiah per tahunnya.

Dijelaskan, terdapat 5 jurusan dengan penghasilan tertinggi di dunia versi NACE yaitu Teknik komputer dengan gaji Rp.673 juta, Teknik kimia dengan gaji Rp.635 juta, Ilmu komputer dengan Rp.616 juta, Rekayasa/penerbangan dengan gaji Rp.612 juta dan Teknik Mesin dengan gaji Rp.601 juta.

Sementara dalam buku Tujuh Jurusan Bergaji Besar karya Ina Liem menyebutkan juga jurusan Teknik Kimia termasuk urutan ke-3 dari jurusan yang memiliki penghasilan yang tinggi setelah jurusan Manajemen, Geologi, Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan.

Saat dimintai pendapat Dr.Eng Reni Desmiarti, ST, MT Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta di ruang kerjanya Kampus III UBH, Jumat 24/5 menyebutkan bahwa bahwa prospek kerja lulusan Teknik Kimia cukup luas,beragam dan banyak dibutukkan pasar sehingga wajar saja bisa berpenghasilan ratusan juta per tahunnya. Bahkan banyak perusahaan dalam dan luar negeri yang membutuhkan tapi ketersediaan lulusan Teknik Kimia cukup terbatas.

“Seorang sarjana Teknik Kimia, umumnya bekerja di bidang industri yang berkaitan dengan Teknik Kimia, lingkungan, PNS atau tenaga pendidik tapi pada dasarnya bisa juga bekerja di bidang mana pun seperti di perbankan, kepolisian, konsultan, jasa dan lainnya,”ungkap Reni

Menurutnya lagi, jurusan Teknik Kimia merupakan disiplin ilmu yang fokus pada pemprosesan suatu bahan, dimana untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi maupun setengah jadi secara ekonomis.

“Ilmu Teknik Kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia baik dalam skala kecil atau skala pabrik. Lulusan Teknik Kimia pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia,” terang Reni.

Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 60 perguruan tinggi negeri dan swasta yang terdapat jurusan Teknik Kimia dan untuk wilayah Kopertis X (Sumbar, Riau, kepulauan Riau dan Jambi) hanya ada satu, itu pun di Universitas Bung Hatta yang memiliki jurusan tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, jurusan Teknik Kimia UBH berdiri sejak tahun 1994 telah memilik lebih dari 750 lulusan dan sudah terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hampir 50% tenaga pengajarnya berkualifikasi S3 dan S2 lulusan dalam dan luar negeri seperti ITB, UI, UTM (Malaysia) dan Gifu University (Jepang).

Reni menambahkan, Fasilitas perkuliahan di Teknik Kimia UBH cukup repersentatif, memiliki gedung perkuliahan ber-AC, laboratorium keahlian, ruang seminar, studio tugas akhir lengkap dengan buku-buku dan internet, kelembagaan mahasiswa jurusan dan masih banyak yang lainnya,” imbuh Reni, dosen berprerstasi 2013 se-Kopertis X ini .

Mulai TA 2012/2013, segala bentuk aktivitas jurusan telah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja guna meningkatkan mutu dan mendukung kompetensi lulusan yang memiliki keahlian di bidang poses kimia, mengaplikasikan software Teknik Kimia dan kemampuan merancang teknologi sumber daya alam.

“Mengingat sekarang ini sedang dilakukannya penerimaan mahasiswa baru di berbagai perguruan tinggi. Untuk itu, bagi pelajar SMA/SMK sederajat bisa mendaftar di jurasan Teknik Kimia UBH sebagai referensi pemilihan jurusan favorit. Pendaftaran bisa dilakukan secara online dengan mengklik spmb.bunghatta.ac.id,” ujar Reni mengakhiri. (**Bayu Haryanto/Indrawadi)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 22 Mei 2013 - 08:19:42

WaMendikbud Musliar Kasim, Akan Bahas Kurikulum 2013 di UBH
WaMendikbud Musliar Kasim, Akan Bahas Kurikulum 2013 di UBH
bunghatta.ac.id - Wakil Menteri Pedidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S. dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra barat, Drs. Syamsulrizal, M.M, Sabtu (25/5) di Aula Balairung Caraka Kampus I Ulak Karang, akan hadir sebagai pembicara utama dalam seminar Nasional Pendidikan Matematika, yang akan di gelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (HMPS PMat) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta .

Hal itu di ungkapkan Ketua Prodi Pendidikan Matematika FKIP UBH diruangan kerjanya, Rabu,22/5. Rita menyebutkan kurikulum 2013 yang akan diberlakukan saat ini menuai pro kontra dari masyarakat.

Menurutnya lagi, pemerintah telah berkali-kali melakukan perubahan kurikulum sejak tahun 1994, kemudian tahun 1999 berubah lagi menjadi kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan tahun 2013 ini akan berubah lagi.

“Melihat perkembangan tersebut dan kondisi, FKIP UBH akan melaksanakan Seminar Nasional Pendidkan Matematika, dengan tema Menyongsong kurikulum 2013 untuk mencapai Indonesia cerdas 2020, diharapkan akan hadir 300 peserta yang berasal dari mahasiswa, dosen, tenaga pendidikan,guru dan masyarakat umum” imbuh Rita.

Dijelaskan bahwa, banyak masyarakat kurang memahami latar belakang perubahan kurikulum, teori dan pelaksanaan kurikulum itu sendiri dan apakah kurikulum 2013 tersebut mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonsesia sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Pelaksanaan seminar akan di plenokan, agar peserta lebih memahami dan menambah wawasan tentang kurikulum 2013 sehingga dapat diaplikasikan dengan tepat,” ujar Rita mengakhiri.
(**Bayu/Indrawadi-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 21 Mei 2013 - 12:07:46

Mahasiswa Teknik Arsitektur UBH, Kuliah Lapangan di Kota Tua Sawahlunto
Mahasiswa Teknik Arsitektur UBH, Kuliah Lapangan di Kota Tua Sawahlunto
bunghatta.ac.id - Kota Sawahlunto dulu sempat berjaya sebagai kota batu bara di era kolonial Belanda, namun begitu bara sudah habis kota itu terancam menjadi kota mati. Namun kini, Kota Sawahlunto mulai muncul sebagai ikon baru sebagai wisata kota tua dan menunjukkan adanya kenaikan wisatawan asing maupun domestik yang datang ke Sawahlunto.

Hal itu juga lah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi 58 mahasiswaTeknik Arsitektur Universitas Bung Hatta untuk melakukan kuliah lapangan dengan melihat langsung dan membandingan tata kota di Sawahlunto dengan kota tua di Padang, Sabtu-Minggu (18-19/5).

Saat di temui di ruangan kerjanya, dosen pembimbing mata kuliah Arsitektur Kota UBH Dr. Eko alvares, MSA , menyebutkan mahasiswa yang mengikuti kuliah lapangan tersebut berasal dari 2007-2011.

Menurutnya, saat di lapangan mahasiswa akan melihat langsung elemen pembentuk suatu kota, selain belajar secara teoritis mahasiswa juga perlu melihat kelapangan

“ Dengan kuliah lapangan ini mahasiswa belajar untuk membandingkan elemen pembentuk kota di Padang dengan di Sawahlunto misalnya pembuatan pedestrian, misalnya apakah pejalan kaki di Sawahlunto nyaman berjalan di trotoar dengan ukuran yang ada sekarang, kemudian nantinya di analisa dan di bandingkan dengan kota Padang” jelas Eko.

Salah seorang mahasiswa Juanda Ibrahim, saat dimintai pendapatnya mengatakan, dari kuliah lapangan bisa memahami bagaimana permasalahan kota yang sedang terjadi, kemudian kita dapat mengeluarkan konsep merancang kota tersebut baik dari segi pembangunan bangunan dan elemen lainnya suatu kota.

“Elemen kota tersebut ada 8 salah satunya adalah pedestrian, ruang terbuka dll, dan sebelum ke Sawahlunto, kami juga mengunjungi Great Wall Koto Gadang dan Singgah di Bukittinggi”, imbuh Juanda. (** Bayu/Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Selasa 21 Mei 2013 - 08:48:33

bunghatta.ac.id - Diperkirakan akan hadir lebih dari 50 peserta dari 17 perguruan tinggi yang berasal 7 negara sepertia IndonesIa, Malayasia, Jerman, Amerika, Jepang, Denmark dan Australia, membahas eksistensu Bahasa Malayu pada International Symposium on Malay/Indonesian Linguistics (ISML) yang ke-17 yang akan di gelar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Bung Hatta, tanggal 6 s/d 10 Juni mendatang di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus I UBH Ulak Karang.

Hal itu di ungkapkan Dekan FIB-UBH Dra. Puspawati, M.S, diruang kerjanya, Selasa 20/5. Dikatakan FIB-UBH dipercaya menjadi tuan rumah untuk menyelenggarakan Simposium internasional tersebut bekerjasama dengan Pusat Kajian Bahasa dan Budaya, Universitas Katolik Indonesia Atmajaya, Departement of Linguistics and Cognittive Science, Universitiy of Delawere dan Departemnt Linguistic, Max Planck Institiute for Evolutionary Anthoropology, Jerman.

Ia menjelaskan, Simposium tersebut dilaksanakan secara bergilir tiap tahunnya di Indonesia, untuk tahun berikutnya di negara lain, dengan tujuan untuk mengumpukan para ahli yang akan membahas permasalahan bahasa dan budaya serta dialek-dialek yang ada di dalam rumpun Melayu/Indonesia.

“Dalam simposium ini akan mempresentasikan makalah hasil kajian bahasa yang bersifat mikro dan makro dalam hubungan masyarakat, pendidikan variasi bahasa dan budaya Melayu/Indonesia. Selain membahas bahasa standar Melayu/Indonesia akan juga mengkaji ilmu linguistik dan ilmu yang berhubungan dengan linguistik,” terang Puspa.

Di tempat terpisah, Ketua Pelaksana Dr. Elfiondri, M.Hum menjelaskan ISMIL pertama kali diluncurkan di Malaysia tahun 1997, hingga ISMIL ke-16 telah diselenggarakan di 6 negara yaitu Indonesia, Belanda, Malaysia, Jerman, Amerika dan Sri Langka.

“Simposium ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam setiap kegiatannya mulai dari penulisan makalah hingga presentasi oleh pemakalah” ujar Elfiondri.

Elfiondri menambahkan, dalam agendanya, simposium tersebut akan membahas masalah phonology, phonology dialec, historical comperative, morphology, morphology morphosyntax, semantics, semantics lexical catagories, syntax grammatical relations, syntax nominalisations, siciolinguistics, anthoropological, contact, languange change, acquisition, endangerment and documentation dan syntaxis. (**Bayu/Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 20 Mei 2013 - 16:06:38

Mahasiwa PMAT-FKIP UBH ,Wakili UBH ON-MIPA-PT
Mahasiwa PMAT-FKIP UBH ,Wakili UBH ON-MIPA-PT
bunghatta.ac.id - Yunita Fytry mahasiswa program studi Pendidikan Matematika (Pemat) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan (FKIP) Universitas Bung Hatta berhasil lolos seleksi tahap ke-3 dalam kegiatan Olimpiade Nasional Matematika dan IPA Perguruan Tinggi (ON-MIPA-PT) Nasional. Hal itu disampaikan Dra. Rita Desfitri, M.Sc Ketua Jurusan Pemat FKIP UBH diruangan kerjanya, Senin 20/5.

Rita menyebutkan hal itu berdasarkan surat dirjen Dikti nomor 1135/E3.4/2013 tertanggal 15 Mei 2013, untuk setiap bidang matematika, biologi, fisika, dan kimia masing-masingnya telah lolos seleksi 62 orang dari seluruh seluruh PTN/PTS Indonesia, salah satunya mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Bung Hatta, yaitu Yunita Fytry.

“Seleksi ON-MIPA-PT ini dilakukan dari tingkat universitas, kemudian di tingkat wilayah pada 29 - 30 April 2013 lalu. Khusus untuk semua PTN/PTS wilayah Sumatera Bagian Tengah, penyelenggaranya adalah Kopertis Wilayah X di Pekan Baru,” ujar Rita.

Ia menambahkan, UBH pada saat itu mengirimkan 5 orang peserta, yaitu 3 orang dari pendidikan Matematika untuk seleksi bidang matematika dan 2 orang dari pendidikan Biologi untuk seleksi bidang biologi.

Ke 62 mahasiswa dari jurusan Matematika atau Pendidikan Matematika dari berbagai PTN/PTS tersebut akan menjalani seleksi tahap selanjutnya yang akan diadakan DIKTI di Jogjakarta tanggal 29 Mei - 1 Juni 2013 ini.

“Semoga nantinya mahasiswa PMAT Bung Hatta tetap bisa aktif dan lebih berprestasi dalam kompetisi-kompetisi yang lebih tinggi,” harapnya Rita. (Bayu/Indawadi-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 20 Mei 2013 - 09:55:08

Pleidoi Bung Hatta
Pleidoi Bung Hatta
bunghatta.ac.id - Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku ( Pleidoi di Pengadilan Den Haag Belanda, 1928)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Minggu 19 Mei 2013 - 11:28:34

1264 Mahasiswa KKN UBH Akan Di Sebar ke 43 Kenagarian
1264 Mahasiswa KKN UBH Akan Di Sebar ke 43 Kenagarian
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta (UBH) kembali akan menerjunkan ribuan mahasiswanya ke lima kabupaten dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).

Sebanyak 1264 mahasiswa tersebut akan disebar ke 43 kenagarian di lima Kabupaten, yakni Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, Sijunjung dan Dharmasraya.

Hal itu disampaikan Ir. Indra Khaidir,MSc, Pengelola KKN-PPM 2013, saat pembekalan peserta KKN-PPM di Aula Balirung Caraka Gedung B, Minggu, 19/5.
Indra Khaidir menyebutkan, tahun ini merupakan kali ketiga penyelenggaraan program KKN-PPM yang di laksanakan Universitas Bung Hatta, setalah 32 tahun berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi.

"Selama kegiatan KKN-PPM berlangsung, mahasiswa akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Dosen Koordinator Kabupaten. Semua peserta juga akan dilindungi asuransi dan jaminan kesehatan," imbuh Indra.

Sementara itu, di tempat terpisah Rektor UBH Prof.Dr. Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA menyebutkan bahwa Program KKN-PPM merupakan jawaban atas kebutuhan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini telah memberi warna baru bagi kehidupan kampus dan penciptaan atmosfer akademik di UBH.

Ia menambahkan, soft skill jauh lebih besar daripada hard skill dalam menetapkan penerimaan di dunia kerja. Hard skill sudah diperoleh di bangku kuliah tetapi soft skill harus dikembang dari awal dan mengikuti KKN merupakan salah satu pengembangan soft skill.

“Dengan selalu belajar bersama dan bersinergi secara harmonis, seluruh elemen masyarakat tentu akan menemukan banyak hal baru. Masyarakat akan belajar dari civitas perguruan tinggi, dan sebaliknya civitas perguruan tinggi akan banyak memperoleh dan terdorong untuk pengembangkan pengetahuan kearifan dan teknologi yang ada di tengah masyarakat”, imbuh Niki. (**Indrawadi-Humas).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Sabtu 18 Mei 2013 - 09:17:06

Pembekalan KKN-PPM, Tekankan Proses Pembelajaran Mahasiswa, Masyarakat dan Dosen
Pembekalan KKN-PPM, Tekankan Proses Pembelajaran Mahasiswa, Masyarakat dan Dosen
bunghatta.ac.id - Sebelum melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta Periode III, mahasiswa peserta KKN-PPM dibekali di Aula Balairung Caraka, Kampus I Ulak Karang, 18/5. Pembekalan tersebut diharapkan mahasiswa yang akan mengikuti KKN-PPM mendapat bekal yang berharga baik itu dalam kegiatan pra lapangan, dilapangan serta pasca lapangan.

Ketua Pengelola KKN-PPM UBH Ir.Indra Khaidir,MSc menyebutkan, pembekalan tersebut di ikuti sebanyak 1264 mahasiswa yang akan disebar pada 43 Kenagarian di lima kabupaten yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Dharmasraya, dan Sijunjun. Pemberangkatan dan pelaksanaannya di lapangan akan dimulai pada tanggal 1 Juli sampai dengan 2 Agustus 2013.

Indra menambahkan, pembekalan sendiri akan berlangsung tiga tahap, yakni pembekalan umum berlansung tanggal 18-19/5, pembekalan dosen pendamping tanggal 22 Mei dan pembekalan mahasiswa peserta KKN-PPM oleh dosen pendamping sampai dengan tanggal 9 Juli.

Prof. Dr. Niki Lukviarman,SE,Akt.MBA saat membuka pembekalan menuturkan bahwa dengan berubahnya paradigama KKN-PPM pada dua tahun terkhir ini, maka pembekalan ini ditekankan kepada mahasiswa bahwa KKN-PPM adalah sebuah proses pembelajaran bagi komponen yang terlibat di dalamnya yaitu mahasiswa, masyarakat, dan dosen.

“Saat ini paradigma KKN adalah bukan untuk mengajari masyarakat, karena kita tidak mungkin dapat merubah masyarakat. Dalam satu bulan nanti, tema sentralnya adalah mahasiswa harus dapat merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di desa, serta belajar banyak mengenai berbagai aspek yang positif di masayarakat,” papar Niki.

Niki menambahkan bahwa perubahan paradigma serta tata laksana KKN-PPM akan menuntut mahasiswa untuk bisa memahami kondisi masayarakat dan memahami permasalahan yang terjadi di masayarakat sehingga dalam prakteknya mahasiswa jangan sampai memberikan mimpi-mimpi kepada masyarakat untuk kemajuan desa.

“Dalam KKN nanti mahasiswa akan berada dalam lingkungan dan kondisi yang berbeda dengan lingkungan kampus, maka adaptasi serta pemahaman atas untuk apa dan sebagai apa mereka berada di tengah-tengah mayarakat itu sangat penting, sehingga tidak terlihat seperti mengajari masayarakat,” imbuh Niki.

Dalam prakteknya nanti, Niki berpesan kepada dosen pendamping dan mahasiswa supaya bisa membawa diri dan menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat. “Intinya jadikan KKN ini sebuah pembelajaran,” titip Niki.

Selama pembekalan KKN-PPM, Ir. Indra Khaidir memberikan materi tentang Filosofi KKN-PPM, kemudian Program Kerja selama KKN diberikan oleh Elfiondri dan Suamperi, sementara pelaporan dan penilaia diberikan oleh Edi Septe.(**Indrawadi-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2015 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.145.208.64