Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Prof. Emil Salim : Samudera Hindia Pilihan Masa Depan.

Mantan Menteri Lingkungan Hidup Era Presiden Soeharto, Prof. Emil Salim memberikan orasi ilmiah pada perayaan Dies Natalis ke 33 Universitas Bung Hatta, di Aula Balairung Caraka Kampus 1 Ulak Karang, Selasa, 22/4. Makalah yang dibawakan berjudul "Mendayung di Antara Dua Karang, Ketidak Pedulia....

Hasan Basri Agus, Gubernur Jambi Kunjungi Stan UBH

Gubernur Provinsi Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM mengunjungi stand stand promosi Universitas Bung Hattaseusai pembukaan Jambi Ekxpres Campus Expo 2014 yang bertempat di WTC Batanghari Kota Jambi, Senin (21/04/2014).....

Gubernur Jambi Tinjau Stan Campus Expo UBH

Gubernur Provinsi Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus, MM usai kegiatan pembukaan Jambi Ekxpres Campus Expo 2014 mengunjungi dan berfoto bersama di stand promosi Universitas Bung Hatta, Senin (21/04/2014). Dalam kunjungannya Hasan mengatakan banyak juga pelajar Jambi yang melanjutkan kuliah ke Univers....

Kenalkan Universitas Bung Hatta lewat Campus Expo 2014

Kampus Proklamator Universitas Bung Hatta turut berpartisipasi dalam kegiatan Campus Expo 2014 yang gelar oleh Harian Jambi Ekspres. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari 21-23 April 2014 di Lantai Dasar WTC Batanghari Kota Jambi. Gubernur Provinsi Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus, MM membuk....

Prof. Emil Salim Akan Berikan Orasi Ilmiah di UBH : Mendayung Di Antara Dua Karang

Pada ulang-tahun ke-33 Universitas Bung Hatta, Prof Emil Salim akan memberikan Orasi Ilmiah dengan judul ”Mendayung di Antara Dua Karang, Ketidak Pedulian dan Kealpaan”di Aula Balairung Caraka, Kampus I Universitas Bung Hatta Ulak Karang, Selasa (22/4). Dikutib dari makalah beliau disebutkan....

Teknik Arsitektur UBH: Restorasi Rumah Gadang di Nagari Sumpur

Mahasiswa Teknik Arsitektur Universitas Bung Hatta bersama Masyarakat dan perantau Nagari Sumpur yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Sumpur (IKES), Forum Kampuang Minang Nagari Sumpur (FKMNS), berkerja sama dengan Pusat Studi Restorasi Arsitektur (Pusaka) Universitas Bung Hatta (UBH), Tirto Utomo F....

Jumat 11 Oktober 2013 - 08:57:12

Wisuda UBH ke-59 : Lulusan UBH Dibekali Dengan Sertifikat TOEFL
Wisuda UBH ke-59 : Lulusan UBH Dibekali Dengan Sertifikat TOEFL
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta, Sabtu, 12/10-13 akan mewisuda 288 orang lulusannya di Gelanggang Pemuda dan Olah Raga Kampus II, Jl. ByPass Aia Pacah.

Rektor Universitas Bung Hatta Prof.Dr.Niki Lukviarman, SE,Akt,MBA meyebutkan, mulai periode ke-59 seluruh calon wisudawan harus memiliki sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400, di ruangan kerjanya, Jumat, 11/10.

Menurutnya sertifikat itu sebagai salah satu syarat kelulusan yang harus di penuhi calon lulusan Universitas Bung Hatta, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan.

Ditambahkan Niki, mulai periode ke-59 dan untuk seterusnya Universitas Bung Hatta mewajibkan kepada seluruh calon wisudawan dan wisudawati untuk memiliki sertifikat Test Of English as Foreign Language (TOEFL) sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku sejak tahun 2004 yang dikeluarkan oleh Pusat Pendidikan Bahasa Asing (PBA) UBH.

“Keputusan ini diibuat berdasarkan pengalaman sebelumnya, dikarenakan banyaknya mahasiswa yang memberikan sertifikat TOEFL dari institusi yang fiktif dan sertifikat yang tidak dapat dipertanggung jawabkan”, tegas Niki.

Niki menjelaskan,kebijakan itu sesuai dengan Surat Eda¬ran (SE) Rektor Nomor: 4938/UM-1/KP/VII-2013 ten¬tang Sya¬rat Wisuda pada (i) ber¬bunyi me¬nyerahkan fotokopi sertifikat lulus TOEFL (TOEFL like) minimal 400 dari PPBA UBH, menimbulkan pro dan kontra bahkan demontrasi dari calon wisudawan yang akan di wisuda pada bulan Oktober ini.

“Kami telah mengambil langkah, dengan melaksanakan prosesi wisuda dua kali, yakni 12 Oktober dan 16 November, dan bagi yang belum lulus Tes Toefl di adakan Preparation Toefl sebelum kembali mengikuti tes toefl, dan dibiayai oleh universitas”, imbuh Niki.

Disebutkan juga bahwa, ujian TOEFL bagi mahasiswa yang telah mengikuti preparation, ujian telah dilaksanakan kamis,10/10, lebih dari 90% telah lulus dan siap untuk di wisuda pada periode ke-60 pada tanggal 16 November nanti.

Dijelaskan juga bahwa, prosesi wisuda tetap seperti pelaksanaan sebelum sebelumnya, karena prosesi wisuda merupakan rapat senat terbuka Universitas. Pada hari wisuda tersebut akan dilantik sebanyak 288 wisudawan yang berasal dari Fakultas Ekonomi 36 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 203 orang, Fakultas Ilmu Budaya 20 orang, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan 15 orang, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 12 orang dan Program Pascasarjana 2 orang.(**Indrawadi-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 09 Oktober 2013 - 15:27:26

Pantai Kampus I, Kembali di tata
Pantai Kampus I, Kembali di tata
bunghatta.ac.id - Pembersihan Pantai Kampus I dari semak-semak dengan menggunakan alat berat
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 09 Oktober 2013 - 14:33:29

Inovasi Kursi Kuliah dari Segi Ergonomi dan Antropometri
Inovasi Kursi Kuliah dari Segi Ergonomi dan Antropometri
bunghatta.ac.id - Proses belajar mengajar selama perkuliahan sangat ditentukan oleh metode pembelajaran dan fasilitas penunjang yang diperlukan sebab tenaga pendidik nantinya dituntuk untuk dapat memberikan materi pembelajaran yang baik dan berkualitas untuk mahasiswa, begitu juga mahasiswa dituntut untuk dapat menerima pelajaran dari dosen secara maksimal.

Kursi kuliah menjadi salah satu peralatan penunjang yang penting dalam proses pembelajaran sebab ketidaknyamanan dalam penggunaan kuris kuliah ini akan mempengaruhi konsentrasi mahasiswa dalam belajar dan kondisi ini mempercepat timbulnya kelelahan pada mahasisiwa.

Atas dasar itulah Ayu Bidiawati J.R, ST, M.Eng dosen jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universtias Bung Hatta melakukan penelitian mengenai perancangan perbaikan kursi kuliah yang ergonomis.

Penelitian ini dilakukukan dengan melihat kursi kuliah di Fakultas Teknologi Industri Universtias Bung Hatta yang diketuai oleh Ayu Bidiawati J.R, ST, M.Eng dan anggota Yesmizarti Muchtiar, ST, MT dengan melibatkan mahasiswa yaitu Lora Kasvi, Harmah Novita dan Mailiza Endang Sari.

Menurut Ayu, pertimbangan ergonomi atau human factors sangatlah berpengaruh dalam hal kenyamanan seseorang, untuk itu kursi yang digunakan harus mempertimbangkan segi ergonomi dan antropometri agar mahasiswa dapat belajar dengan baik, nyaman efektif dan optimal.

“Kenyataannya dari hasil pengamatan kursi kuliah yang ada saat ini dirasakan masih belum sesuai dengan keinginan penggunaanya dalam arti mahasiswa. Rancangan kursi yang digunakan saat ini menyebabkan pola duduk yang tidak nyaman, punggung tidak tersanggah dengan baik sehingga menyebabkan rasa sakit pada bagian punggung,” ujarnya.

Selain itu penempatan rak tempat penyimpanan yang berada dibagian bawah kursi menyebabkan mahasiswa harus menunduk untuk mengambil peralatan yang dibutuhkan saat kuliah.

“Dalam penelitian ini kita menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengetahui atau mengembangkan suatu desain kualitas dengan tujuan memenuhi dan memuaskan keinginan konsumen,” jelasnya.

Ayu mengatakan dengan dihasilkannya kuris yang baru sesuai dengan keinginan konsumen (mahasiswa) maka perlu dipertimbangkan dari segi kendalanya dengan melakukan perhitungan rekayasa nilai sehingga diketahui kesimbangan antara biaya, kendala dan penamilan produk yang dirancang.

“Sehingga akan didapatkan nilai yang semaksismal mungkin dengan adanya alternatif penggunaan bahan, desain baru dan lainya. Untuk mengantisipasi kesalahan dalam perancangan dan pengembangan produk maka perlu metode komprehensip yang membahas aspek terkait demi menghasilkan produk yang benar-benar memenuhi keinginan konsumen,” imbuhnya.

Hasil penelitian ini menyebutkan atribut-atribut keinginan dan kebutuhan mahasiswa dari kursi kuliah itu berupa kursi memiliki sandaran dengan busa sampai bagian bawah punggung, bahan kerangka terbuat dari besi yang bagus dan tahan karat.

Kemudian rak penyimpanan buku di samping kursi agar mahasiswa tidak membungkuk lagi dan dapat bergerak lebih leluasa, bahan meja tulis terbuat dari kayu yang bagus dan harus kokoh, nyaman, aman serta tahan lama.

“Bila hasil analisa dari fase rekayasa nilai diperoleh bahwa kursi kuliah hasil rancangan telah mempunyai nilai yang lebih baik untuk memberikan kenyamanan dan kepraktisan untuk memberi tempat duduk bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Kursi kuliah ini juga pernah ditampilkan saat kegiatan Pameran Teknologi Tepat Guna Fakultas Teknologi Industri Universtias Bung Hatta yang dilaksanakan pada 26-30 September 2013 di Gor H Agus Salim Padang lalu. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 07 Oktober 2013 - 16:12:52

ILMIBSI Wilayah Sumatera: Parade Budaya Sumbar Dipusatkan di UBH
ILMIBSI Wilayah Sumatera: Parade Budaya Sumbar Dipusatkan di UBH
bunghatta.ac.id - Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) wilayah regional 1 Sumatera mengadakan acara Seminar Jurnalistik dengan tema yang diangkat budaya menulis mahasiswa dan jurnalisme warga yang dilaksanakan di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (07/10/2013).

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Parade Budaya se-Sumatera Barat yang dilaksanakan secara bersama oleh 3 perguruan tinggi besar di Sumatera Barat yaitu Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta dan Universitas Negeri Padang selama 3 hari dari 07-09 Oktober 2013.

Imelda Juffita Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan kegiatan ini diwujudkan dengan aksi budaya guna memperkenalkan budaya ranah minang dan kepedulian mahasiswa untuk menjunjung tinggi kebudayaan nasional.

“Selain itu kegiatan ini juga untuk menjalin dan mempererat hubungan kerjasama antara sesama anggota yang tergabung dalam ILMIBSI khususnya wilayah Sumatera,” ungkapnya.

Sementara itu Drs. Suparman Khan M.Hum Wakil Rektor III Universitas Bung Hatta yang membuka acara ILMIBSI ini senang dengan kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa jurusan ilmu budaya dan sastra sebab dengan kegiatan ini bisa terjalin tali silaturahmi antar daerah tidak hanya untuk wilayan Sumbar saja tetapi cakupannya Sumatera.

“Suatu kebanggaan bagi kampus kita karena dari susunan kegiatan parade budaya ini, kegiatannya banyak diselenggarakan di Universitas Bung Hatta,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri yang berkompeten dibidangnya yaitu Cornelia Napitupulu mahasiswa jurusan Sastra Jepang Universitas Bung Hatta dan Indrawadi, S.Pi seorang jurnalis warga dengan dimoderatori oleh Anissa Dinata dari UKM Wawasan Proklamator Universitas Bung Hatta.

Cornelia Napitupulu memaparkan betapa pentingnya mahasiswa itu untuk menulis sebab dalam kesehariannya selalu berhubungan dengan dunia tulis menulis seperti membuat laporan, makalah hingga skripsi. Sedangkan materi dari Indrawadi membahas mengenai peranan jurnalisme warga yang selalu berdampingan dengan jurnalis sebenarnya.

“Siapapun bisa menjadi jurnalis, misalnya di situs jejaring sosial. Dengan melaporkan atau membuat status kejadian kecelakaan saja, kita telah menjadi seorang jurnalis tentunya jurnalis warga,” ungkapnya.

Tak hanya seminar jurnalistik dalam parade budaya ini juga menyuguhkan penambilan minat bakat seperti dance, puisi, akustikan, monolog hingga randai berbahasa Inggris, pameran fotografi dari Komunits Fotografer Mahasiswa Universitas Bung Hatta (KOMA) kemdian akan ada juga pertemuan delegasi ILMIBSI wilayah regional 1 Sumatera di Universitas Andalas dan kunjungan ketempat wisata di Sumbar. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 07 Oktober 2013 - 11:44:49

Mahasiswa Teknik Kimia UBH, Kenali Lebih Jauh Pabrik Pengolahan Coklat
Mahasiswa Teknik Kimia UBH, Kenali Lebih Jauh Pabrik Pengolahan Coklat
bunghatta.ac.id - Coklat merupakan penganan yang disukai oleh semua kalangan akan tetapi tidak banyak yang mengetahui bagaimana proses pembuatan dan pengolahan coklat sehingga bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Tak hanya itu Indonesia sendiri merupakan penghasil coklat terbesar ke-3 di dunia setelah negara Pantai Gading dan Ghana.

Hal inilah yang menjadi daya tarik mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta untuk mendalami dan mengenal lebih jauh coklat dengan melakukan kuliah lapangan ke Pabrik Pengolahan Coklat di Kelurahan Kapalo Koto Kecamatan Payakumbuh Selatan Kota Payakumbuh, Sabtu (05/10/2013).

Drs. Munas Martinis, M.Si Ketua Rombongan Kuliah Lapangan ini mangatakan kegiatan ini diikuti 40 mahasiswa dan 5 dosen pembimbing mata kuliah yang mengikuti mata kuliah teknologi Fermentasi, Proses Industri Kimia dan Kewirausahaan guna menambah pengetahuan dan pemahaman terhadap materi selama perkuliahan.

“Dengan kunjungan ini mahasiswa kita dapat melihat secara langsung dan mendalami salah satu proses di industri. Para mahasiswa bisa bertanya seputar proses pembuatan dan produk hasil olahan coklat, peluang bisnis coklat hingga bisa membuat perancangan dan inovasi alat pembuatan olahan coklat,” ujarnya.

Sementara itu, Joni Saputra, SE kepala pelaksana pabrik pengolahan coklat memaparkan kepada mahasiswa proses pembuatan olahan coklat. Biji coklat hasil fermentasi dibersihkan dan dikeringkan hingga kadar airnya kemudian disortir mencari biji dengan kualitas yang baik dengan memisahkan kulit biji kakao dari bijinya.

“Biji yang telah dipisahkan dari kulitnya selanjutnya dimasukan ke alat penggiling khusus untuk dibuat coklat pasta dan dipress sehingga terpisah antara antara coklat pasta dan lemak coklatnya. Coklat hasil press tersebut dihancurkan hingga halus,” jelasnya.

Ia mengatakan hasil pengolahan pabrik ini berupa coklat bubuk, lemak coklat, permen coklat, coklat 3 in 1 dan lulur coklat. Selama ini masyarakat menganggap coklat itu tidak baik bagi kesehatat ternyata itu persepsi yang salah justru coklat itu sangat bagus untuk kesehatan seperti penambah stamina, penghilang stres, pencegah penyakit jantung dll.

“Dengan catatan coklat yang dimaksud haruslah coklat yang murni belum ada tambahan apapun,” terangnya.

Meskipun pabrik dalam skala home industri, pabrik pengolahan coklat ini berdiri sejak Februari 2012 dan menghasilkan produk olahan 5-6 kg per harinya dengan pekerja yang merupakan anggota kelompok tani Tanjung Subur. Sebab di Sumbar belum masih sedikit pabrik pengolahan coklat.

Mahasiswa dan dosen jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta juga telah banyak juga melakukan penelitian mengenai coklat ini baik pemanfaat kulit kakao untuk pupuk hingga pembuatan alat fermentasi biji coklat yang mendapatkan juara Inovator Teknologi Sumbar tahun 2010.

Selain kunjungan melihat proses pengolahan coklat, para mahasiswa dan dosen jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta ini juga mengunjung tempat wisata lembah Harau. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 04 Oktober 2013 - 16:39:32

UBH Jadi Tempat Pertama Kegiatan Mahasiswa Ilmu  Budaya  dan  Sastra  se-Indonesia
UBH Jadi Tempat Pertama Kegiatan Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia
bunghatta.ac.id - Indonesia sebagai sebuah negara majemuk telah mempunyai beragam variasi budaya yang masih dapat kita saksikan sampai saat ini. Keanekaragaman hasil pemberdayaan baik yang bersifat materil maupun ide telah mensejajarkan bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia.

Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) sebagai wujud karya nyata kepedulian mahasiswa dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter budaya. Sebagai bentuk kepedulian terhadapa budaya bangsa, segenap mahasiswa daerah Sumatera Barat akan mengadakan sebuah Parade Budaya guna memperkenalkan budaya ranah minang tercinta.

Demikianlah dikatakan Imelda Juffita Ketua Pelaksana Parade Budaya Sumatera Barat Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) yang diadakan di wilayah Sumatera Barat dari Universitas Bung Hatta.

Kegiatan ini mengangkat tema Alek Gadang di Ranah Minang Bumi Saraso yang dijalankan oleh 3 perguruan tinggi besar di Sumatera Barat yaitu Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta dan Universitas Negeri Padang selama 4 hari dari 07-10 Oktober 2013.

Menurut Imelda, kegiatan ini diwujudkan dengan aksi budaya yang mewujudkan kepedulian mahasiswa untuk menjunjung tinggi kebudayaan nasional, untuk menjalin dan mempererat hubungan kerjasama antara sesama anggota yang tergabung dalam ILMIBSI khususnya wilayah Sumatera, menumbuh kembangkan kembali sisi humaniora dalam kehidupan bermasyarakat , mempererat keakraban antara mahasiswa pada khususnya dengan masyarakat.

“Kemudian sebagai wadah aspirasi, kreasi dan apresiasi mahasiswa terhadap budaya daerah, mengembangkan rasa cinta dan memiliki terhadap budaya Indonesia sebagai kekayaan Negara yang seharusnya dilestarikan,” terangnya mahasiswa Sastra Jepang ini.

Dikatakannya selama parade ini berlangsung akan terdapat berbagai macam kegiatan yaitu seminar Jurnalistik dan penampilan fotografi, seminar restorasi budaya dan Pariwisata di Sumatra Barat
Bazar buku dan aneka jajanan tradisional, Pementasan Budaya Seni Minangkabau (teater, randai, dan tarian) dan kunjungan ke tempat-tempat budaya dan pariwisata.

“Untuk hari pertama dilaksanakan di Universitas Bung Hatta, hari kedua di Universitas Andalas, harri ketiga melakukan kunjungan ke tempat budaya dan wisata dan hari terakhir di Universitas Negeri Padang,” imbuhnya mahasiswa angkatan 2008 ini.

Parad budaya ini nantinya akan diikuti oleh mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 04 Oktober 2013 - 08:32:50

Niki Lukviarman: Mahasiswa Harus Bernyali Memutuskan
Niki Lukviarman: Mahasiswa Harus Bernyali Memutuskan
bunghatta.ac.id - Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA berkesempatan memberikan materi perkuliahan cara berpikir bagi seorang engineer terutama Teknik Industri dalam kaitannya dengan dunia bisnis bagi mahasiswa jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Bung Hatta di Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta, Kamis (3/10/13).

Menurutnya, pada dasar dari lulusan Teknik Industri sudah dituntut memiliki kemampuan berbisnis dalam persaingan di dunia industri. Akan berbeda halnya dengan jurusan ilmu bisnis atau ekonomi lainnya disini lah letak nilai plusnya.

Berbicara bisnis harus memperhatikan 3 hal berikut yaitu kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan permintaan (demand). "Dalam memasarkan hasil produksi kita, secara alamiah kebutuhan itu pasti akan ada di setiap individu dalam arti konsumen, nah tinggal bagaimana produsen untuk mengerti keinginan dan permintaan konsumen tersebut. Disinilah persepsi dan pola pikir pembisnis diuji,” ujar Niki.

Ditambahkannya, Jika dibuat kurva, segmen bisnis akan terbagi empat berdasarkan tingkat kemauan yang bersumbu y dan kemampuan bersumbu x dengan variabel ya dan tidak maka didapatkan pertama ada ada segmen mau dan mampu, kedua mau tapi tidak mampu, ketiga tidak mau tapi mampu dan terakhir segmen tidak mau dan tidak mampu.

“Nah dari keempat segmen tersebut pembisnis akan memilih segmen ke dua mau tapi tidak mampu akan tetapi untuk para pembisnis ini tidak ada jawaban yang keliru namun dilihat cara dan pola berpikirnya untuk menghadapi semua masalah dan tantangan yang datang,” ucapnya

Ia memotivasi mahasiswa jurusan Teknik Industri agar janganlah selalu berpikir masa lalu dan masa sekarang tapi harus melihat yang lebih jauh lagi di masa depannya. Memiliki keberanian dan selalu kreatif dengan melakukan inovasi-inovasi terbaru yang disesuaikan dengan pangsa pasar.

“Saya lebih banyak bercerita tentang perlunya mahasiswa jurusan Teknik Industri untuk membuka wawasan dengan menambah materi kemampuan mereka di bidang bisnis dan manajemen sehingga meraka tak hanya menjadi pekerja tapi menjadi pemimpin dalam perusahaan,” terangnya.

Hampir 2 jam para mahasiswa tetap semangat memperhatikan setiap materi yang disampaikan hingga perkuliahan usai meskipun perkuliahan dilaksanakan siang hari.

Orang-orang teknik pada dasarnya sudah diajarkan untuk berfikir sistematis dalam mengambil keputusan dengan berbagai pertimbangan. Bahkan setiap harinya kita pun telah dihadapkan dengan berbagai macan pilihan untuk mengambil keputusan sejak bangun tidur hingga akan tidur kembali.

“Sebab hal yang paling sulit itu dalam manajemen itu mengambil keputusan. Kita harus punya nyali untuk memutuskannya,” jelas Niki. (**Bayu/Ind-Humas UBH).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 04 Oktober 2013 - 07:38:57

PTIK UBH Gelar Pelatihan Mengentik 10 Jari
PTIK UBH Gelar Pelatihan Mengentik 10 Jari
bunghatta.ac.id - Pengetikan dengan sepuluh jari dewasa ini sangat ditutut sebagai skill yang harus dimiliki oleh seseorang di berbagai tempat, semua persyaratan rata-rata sangat mengutamakan seseorang yang mampu mengetik dengan sepuluh jari.

Kemampuan dalam pengetikan sepuluh jari tidak semua orang bisa melakukannya, untuk itu timbulah ide dari Himpunan Masyarakat Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta untuk mengangkat acara Diklat Pelatihan Sepuluh Jari.

Ketua pelaksana Yudi Lesmana mengatakan diklt ini nantinya akan membantu semua peserta agar dapat mampu dalam pengetikan sepuluh jari tersebut.

“Dengan mengikuti pelatihan ini kita dapat melatih kemampuan dalam pengetikan 10 jari dan dapat mengaplikasikan pengetikan 10 jari dikehidupan sehari-hari serta dapat meningkatkan keinginan dalam bidang Teknologi Informasi dan Komputer (TIK),” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan diklat yang diadakan dua hari pada 05-06 Oktober 2013 bertempat di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta.

Pelatihan yang diberikan tentang typing ataupun pengetikan dengan menggunakan 10 jari bagi seluruh mahasiswa Universitas Bung Hatta maupun umum dengan insert Rp. 20.000,- info lengkapnya hubungi Ega 081947687657 dan Nana 085263 4710.

“Jika tidak mahir dalam mengetik dan masih memenggunakan dua jari, tukan jawabannya dengan mengikuti pelatihan ini,” imbuhnya. (**Bayu-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 02 Oktober 2013 - 13:21:10

bunghatta.ac.id - Enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika (Pmat) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta akan mengikuti Kejuaraan Bridge Nasional Mahasiswa ke-15 yang dilaksanakan pada tanggal 02-06 Oktober 2013 di Benteng Vredeburg, Malioboro, Yogyakarta.

Keenam mahasiswa tersebut yaitu Wewen Yuhendri, Rahmat Ridho Suradi, Yunita Fytry, Agung Dwi Saputro, Riska Kennedy, dan Cappry Yoda Pratama.

Dra. Rita Desfitri, M.sc Ketua Jurusan Pemat FKIP Universitas Bung Hatta mengatakan mereka berangkat ke Yogyakarta untuk mewakili Universitas Bung Hatta mengikuti kompetisi yang cukup bergengsis ini.

“Dalam satu tim yang terdiri dari 6 orang tersebut akan didampingi oleh dosen pembimbing kemahasiswaan Prodi Pmat, Drs. Fazri Zuzano, M.Si,” ujar Rita.

Sebelumnya, Tim mahasiswa Prodi Pmat UBH ini yang diwakili oleh Wewen Yuhendri, Yunita Fytry, Agung Dwi saputro, dan Cappry Yoda Pratama berhasil menjadi Juara I Bridge Competition 2013 se Sumatera Barat - Riau yang dilaksanakan di Sawahlunto pada tanggal 11 - 12 Mei 2013 yang lalu.

“Kita tentu berharap tim ini tidak kalah bersaing di tingkat nasional, dan kita berdoa agar tim ini berhasil menjuarai kompetisi dan mengharumkan nama Universitas Bung Hatta di bidang kejuaraan bridge ini,” tutupnya. (**Bayu/Indrawadi-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 02 Oktober 2013 - 10:03:39

Dosen Ekonomi UBH Presentasikan Kajian Perbedaan Pemahaman Wajib Pajak dan Fiskus
Dosen Ekonomi UBH Presentasikan Kajian Perbedaan Pemahaman Wajib Pajak dan Fiskus
bunghatta.ac.id - Sudah menjadi dilema dalam praktik perpajakan di suatu negara sebab akan ada perbedaan kepentingan antara wajib pajak dan pihak pemerintah. Dalam hal pelaksanaan beban pajak ini, disatu sisi wajib pajak berusaha mengurangi kewajiban pajaknya sedangkan dilain pihak pemerintah akan berusaha agar pemasukan dari sektor pajak menjadi maksimal sebab pemerintah memerlukan dana untuk membiayai penyelenggaraan negara yang sebagian besar dari pajak.

Hal tersebut dikatakan Popi Fauziati, S.E, M.Si, Ak dosen jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta.

Menurutnya, bagi pemerintah pajak merukapan salah satu sumber terpenting yang digunakan untuk membiayai pengeluaran negara baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan sedangkan bagi perusahaan, pajak adalah beban yang akan mengurangi laba bersih.

“Dari adanya perbedaan kepentingan ini menyebabkan wajib pajak cenderung untuk mengurangi pembayaran pajak baik legal maupun ilegal. Hal ini menarik untuk diteliti karena sering terjadi perbedaan interprestasi antara wajib pajak badan dan fiskus (petugas pajak) mengenai pelaksanaan kewajiban pajak karena adanya perbedaan kepentingan dan juga penyebaran sumber daya yang ahli di bidang perpajakan,” jelas Popi.

Untuk itu perlu dilakukan analisis perbedaan tingkat pemahaman wajib pajak dan fiskus terhadap pengetahuan umum, perencanaan, strategis dan penggelapan pajak. Penelitian tersebut dilakukan di wilayah Kantor Pelayanan Pajak Kota Padang yang memiliki badan hukum dan fiskus oleh Popi Fauziati, SE, M.Si, Ak bersama mahasiswa Bobby Ilyas dan Resti Yuliatisia M.

Ia mengatakan wajib pajak yang menjadi sampel adalah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) sebanyak 35 perusahaan dan untuk fiskus pajaknya merupakan karyawan KKP Kota Padang yang bertugas di bagian teknisi bagian pajak penghasilan badan, pajak pertambahan nilai, pajak tidak langsung dengan mengunakan metode judgement sampling hunting.

“Kita melihat terjadi perbedaan yang signifikan antara wajib pajak dengan fiskus dengan nilai rata-rata yang diperoleh fiskus jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wajib pajak. Begitu juga hasil uji hipotesa diperoleh nilai signifikan yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai probabilitas sehingga semua hipotesa diterima,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hasil uji yang diperoleh membuktikan secara empiris pengetahuan yang dimilik oleh fiskus dan wajib pajak di Kota Padang berbeda. Hal tersebut dilihat dari hasil temuannya mengindikasikan bahwa petugas pajak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik dibandingkan dengan wajib pajak badan.

“Ini dapat disebabkan oleh latar belakang pendidikan dari petugas pajak itu sendiri yang hampir seluruh petugasnya berpendidikan Sarjana (S1). Tak hanya itu pelatihan dan seminar yang diikuti fiskus juga mempengaruhi pemahaman mereka mengenai perencaanaan dan penggelapan pajak. Begitu juga pengalaman kerja,” imbuhnya.

Penelitian ini pun telah diikutsertakan dalam Simposium Nasional Akuntasi ke-XVI di Universitas Sam Ratulangi, Manado Sulawesi Utara pada 25-28 September 2013. (**Bayu Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.204.217.249