Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.

Penyerahkan SK Calon Dosen Tetap dan Dosen Kontrak Universitas Bung Hatta

Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA didampingi Wakil Rektor II Dra. Susi Herawati, M.Pd bersama Wakil Rektor III Drs. Suparman Khan, M.Hum memberikan Surat Keputusan Pengangkatan Calon Dosen Tetap 80% dan Dosen Kontrak kepada 5 orang dosen yang berlangsung di Ruang ....

UKM Kesenian Proklamator Akan Gelar 5 Macam Perlombaan

Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian Proklamator Universitas Bung Hatta mengadakan acara Festival dan Parade Seni dengan mengangkat tema Bebas, tak terbatas, Bersahabat yang akan berlangsung di Gedung Olahraga Kampus Proklamator II Universitas Bung Hatta pada 04 hingga 05 April 2015 mendatang. Ketua....

58 Koorkab/kota dan DPL Laksanakan Pembekalan Untuk KKN-PPM Tahun 2015

Sebanyak 58 Koordinator Kabupaten/Kota dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata-Pemberdayaan Pembelajaran Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Bung Hatta tahun 2015 dengan tema memberdayakan masyarakat tahun 2015 yang bertempat di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus ....

Bupati Solok Selatan Libatkan UBH Dalam Manfaatkan Potensi Daerah

Bupati Solok Selatan H. Muzni Zakaria, M.Eng mengajak perguruan tinggi untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkan potensi baik sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimilik oleh Kabupaten Solok Selatan. Hal tersebut diungkapkannya saat penandatangan kerjasama dengan 12 perguran tinggi, i....

Menyiapakan Calon Tenaga Kerja, SPACE UBH Lakukan MoU dengan PT. Andalan Mitra Prestasi

Universitas Bung Hatta melalui SPACE atau School of Profesional and Continous Education (Sekolah Profesional dan Pendidikan Berkelanutan (SP2B) melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT. Andalan Mitra Prestasi mengenai penyiapan calon tenaga kerja dan peningkatan SDM tenaga kerja melalui pelatih....

Jajaki Kerjasama, Universiti Kebangsaan Malaysia Kunjungi UBH

Untuk mempererat tali silaturahmi Universiti Kebangsaan Malaysia mengadakan kunjungan ke Universitas Bung Hatta yang bertempat di Ruang Sidang Rekotrat Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Senin (23/02/2014). Tim Universiti Kebangsaan Malaysia yang mengikuti yaitu Prof. Dr. Abu B....

Senin 10 November 2014 - 11:48:17

Hari Pahlawan: Mahasiswa UBH Lepas Tukik Penyu Berlabel Soeharto dan Gusdur
Hari Pahlawan: Mahasiswa UBH Lepas Tukik Penyu Berlabel Soeharto dan Gusdur
bunghatta.ac.id - Tepat pada peringatan hari Pahlawan, 10 November 2014, puluhan mahasiswa Universitas Bung Hatta melepaskan puluhan tukik (anak penyu) hasil rumah penangkaran penyu Air Manis, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang di pantai kampus Universitas Bung Hatta Ulak Karang.

Uniknya tukik-tukik penyu itu diberi nama pahlawan-pahlawan nasional, bahkan pada tukik-tukik itu juga terdapat nama mantan Presiden Soeharto dan Gusdur. Acara tersebut di gelar Unit Kegiatan Mahasiswa Diving Proklamator bersama dengan puluhan mahasiswa lainnya sebagai bentuk pelestarian penyu yang habitatnya mulai terancam akibat ulah manusia.

Menurut Febrian dari Diving Proklamator, pelepasan tukik yang diberi nama-nama pahlawan tersebut sebagai simbol dari perjuangan para pahlawan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Selain itu kata dia, pelepasan tukik juga symbol perjuangan generasi muda penerus perjuangan di era kemerdekaan yang harus bersemangat membangun bangsa dan daerah.

“Para tukik-tukik itu kan harus berjuang dan bertahan hidup di laut, mereka juga ingin hidup merdeka”, kata Febrian.

Sementara itu, Riska Kabid P3K Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang yang dihubungi via ponselnya menyebutkan, melalui momen-momen tersebut pihaknya terus mendorong kepedulian masyarakat untuk melestarikan habita penyu dengan tidak memperjualbelikan telur-telur penyu.

“Karena itu, pihak dinas kelautan berusaha memutus rantai perdagangan telur penyu dengan membeli telur-telur penyu tersebut dari nelayan, untuk selanjutnya di tangkarkan di ruamh penangkaran penyu Pantai Air Manis” ujar Riska.

Ditambahkan Riska, telur-telur penyu hasil penangkaran tersebut, diharapkan bisa hidup selamat sampai dewasa, kelak akan kembali ke pantai untuk bertelur.

Suci Pujiani, salah seorang mahasiswa yang ikut melepaskan tukik berlabel pahlawan itu menyebutkan, bahwa banyak cara yang bisa di lakukan untuk memperingati hari pahlawan.

"Kami dari mahasiswa Universitas Bung Hatta memperingatinya dengan cara melepaskan tukik penyu, setiap tukik penyu tersebut diberi bendera-bendera dengan nama-nama pahlawan nasional” imbuh Suci. (**Indrawadi).
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 10 November 2014 - 08:25:04

Pengarahan Rakerpim Kelembagaan Mahasiswa Universitas Bung Hatta
Pengarahan Rakerpim Kelembagaan Mahasiswa Universitas Bung Hatta
bunghatta.ac.id - Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) bagi Lembaga Kemahasiswaan Universtas Bung Hatta periode 2014-2015 yang bertempat di Aula Balairung Caraka Gedung B Kampus Prokalamtor I Universitas Bung Hatta, Jumat (07/11/2014).

Ketua Pelaksana Marleni, SE, M.Si mengatakan kegiatan ini akan dilaksanakan dua hari pada tanggal 7 November dan 12 November 2014. Pada kegiatan ini pimpinan kelembagaan akan mendapatkan arahan dan penyampaian materi mengenai rancangan program kerja yang disampaikan oleh Dr. Dr. Erni F. Harahap, SE, M.Si.

“Pertemuan hari ini akan membahas cara merancang program kerja sesuai dengan format yang ditentukan oleh bidang Kemahasiswaan Universitas Bung Hatta yang harus diikuti oleh semua kelembagaan mahasiswa,” jelasnya.

Ia mengatakan nantinya dalam program tersebut harus mengakomodasi empat jenis kegiatan yaitu penelaran, minat bakat, sosial kemasyarakatan dan khusus. “Untuk tanggal 12 November 2014 mendatang pimpinan kelembagaan akan mempresentasikan semua program kerjanya baik dari kelembagaan tingkat himpunan hingga universitas,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas bung Hatta Drs. Suparman Khan, M.Hum menyampaikan Rakerpim ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di organisasi mahasiswa sehingga roda kepemimpinan dapat berjalan sebagaimestinya. Selain itu juga pada kegiatan ini dapat juga menjadi langkah untuk membentuk karakter mahasiswa yang dapat mensingkronkan antara organsiasi dan perkuliahan.
“Jika bukan kita yang menghargai organisasi ini, lantas siapa lagi. Para pimpinan kelembagaan dapat menggunakan kemampuannya dalam berorganisasi secara optimal karena dengan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan itu sebagai kegiatan penunjang akademik,” ucapnya.

Pada kesempatan ini juga, Rektor Univversitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA memberikan arahan kepada para pimpinan kelembagaan mahasiswa ini mengenai perubahan peraturan undang-undang mengenai perguran tinggi.

“Dengan keluarnya peraturan baru, peraturan akademik dan peraturan lainnya akan disesuaikan. Terpenting lagi yang perlu diketahui bagi mahasisswa adalah untuk sarajana perkuliahan maksismal yang dapat ditempuh maksismal 5 tahun lebih dari itu, sistem pada data portal Dikti akan menghapus nama kita,” jelasnya. (**Ubay-Humas UBH)

Ia juga menyampaikan dengan kata lain kita sudah di DO dengan sendirinya dan yang mengeluarkan itu sistem dari Dikiti bukan Rektor karena ini sesuai dengan peraturan undang-undang. Tak hanya itu, kedepan lulusan dari Universitas Bung Hatta juga akan dilengkapi dengan sertifikat kompetensi.

“Untuk itu, segala kegiatan kemahasiswaan harus sesuai dengan bidang-bidangnya yang terdiri dari minta kelilmuan, minat bakat dan kemaslahatan/kemakmuran mahasiswa. Kegiatan mahasiswa juga harus sejalan, terencana dan terprogram agar tidak ada kegiatan yang tumpang tindih antar organsiasi satu dengan lainnya,” tambah Niki.
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 07 November 2014 - 15:10:43

Bapedalda Sumatra Barat Berikan Kuliah Mahasiswa Teknik Kimia UBH
Bapedalda Sumatra Barat Berikan Kuliah Mahasiswa Teknik Kimia UBH
bunghatta.ac.id - Lulusan Teknik Kimia juga memiliki peluang kerja di lingkungan hidup, seperti bekerja di bidang pengawasan karena dalam kurikulum belajar proses kimia dan juga belajar neraca massa yang bisa dipakai pada pengolahan limbah.

Hal itu disampaikan Desrizal, S.T dari Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatra Barat saat menyampaikan materi Kuliah Umum Pengelolaan Lingkungan Hidup yang diadakan oleh Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III, Kamis (06/11/2014).

Desrizal mengatakan aturan hukum yang mengatur Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) tertuang dalam Undang-Undang (UU) No. 32 tahun 2009 tentang perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan hidup. Sementara itu untuk semua tata cara pengolahan sampah atau limbah sudah ada dalam aturan teknis yang dibuat oleh pemerintah. Aturan tersebut terdapat dalam UU No. 18 Tahun 2008 yaitu tentang pengolahan sampah.

"Limbah cair di wilayah Sumatera Barat didominasi oleh limbah domestik sebanyak 75% yang disebabkan oleh pengelolaan limbah cair yang kurang baik. Kemudian salah satu yang akan merusak lingkungan hidup adalah efek rumah kaca. Penyumbang gas rumah kaca dari tahun ke tahun semakin meningkat, untuk mengurangi kontribusi gas rumah kaca kita perlu membuat banyak bank sampah," ungkap Desrizal yang juga alumni Teknik Kimia angkatan 1994.

Desrizal juga berpesan jika skill kita bagus sebagai lulusan sarjana Teknik Kimia, kita bisa dipakai di mana saja seperti menguasai pengawasan dan menguasai materi-materi baru seperti efek rumah kaca.

Maihendra Jaya, mahasiswa angkatan 2013 mengatakan sekurang-kurangnya ia tahu kita bisa mengisi dunia kerja lingkungan hidup seperti karyawan Bapedalda dan ia bisa mengenal peraturan pemerintah tentang pengelolaan lingkungan hidup. "Semoga mahasiswa Teknik Kimia bisa memahami apa yang disampaikan Bapak Desrizal dalam materinya dan dapat diaplikasikan langsung ke lingkungan sekitarnya," harapnya.

Sementara itu, Annisa Rahmatan Illahi Putri mengatakan ia lebih mengetahui tentang peranan lulusan Teknik Kimia dalam lingkungan hidup seperti berkerja di Bapedalda. "Supaya lingkungan masyarakat lebih baik lagi dengan cara menjaga lingkungan sekitar kita, di situlah peranan kita sebagai mahasiswa untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar menjaga lingkungan sekitarnya," ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH/ Doni WP/Unay WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Jumat 07 November 2014 - 14:54:57

Mahasiswa Pindo UBH Dalami Ilmu Budaya Alam Minangkabau
Mahasiswa Pindo UBH Dalami Ilmu Budaya Alam Minangkabau
bunghatta.ac.id - Sebanyak 100 lebih mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta mengikuti kuliah lapangan untuk pemantapan mata kuliah Budaya Alam Minangkabau dengan mengunjungi objek wisata kebudayaan Istano Basa Pagaruyung yang berlokasi di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat pada 02 November 2014 lalu.

Dra. Hj. Syofiani, M.Pd., Ketua Jurusan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang juga merupakan dosen pembimbing mata kuliah Budaya Alam Minangkabau mengatakan kunjungan ini merupakan pencocokan materi perkuliahan dengan objek pengamatan.

"Materi yang sudah dipelajari di kelas dapat dilihat langsung objeknya dan bagaimana hubungan materi dengan pengamatan langsung tersebut, di sini kita pergi jalan-jalan sambil mencari ilmu dan memperoleh pengalaman sejarah," ungkapnya.

Sementara itu, Drs. Kamaru Zaman, MA, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata setempat yang diundang sebagai pemateri pada kuliah lapangan ini mengatakan kebudayaan terbagi dua yaitu tangibel dan intangibel.

"Tangibel merupakan bentuk kebudayaan yang bersifat benda yang salah satu bentuknya adalah Istano Basa Pagaruyung itu sendiri, dan intangibel merupakan bentuk kebudayaan yang tidak bersifat benda contohnya kesenian seperti randai, tari piring, tari indang dan lain sebagainya," ujarnya.

Kamaru Zaman juga menjelaskan kawasan Istano Basa Paruyung terbagi atas tiga zona, zona pertama mencakup Istano Basa Pagaruyung, dua buah ambuang, dan rangkiang. Selanjutnya zona kedua yang tercakup di dalamnya kolam, pintu raputi tempat mandi rajo, Rumah Bodi Chaniago dan Rumah Koto Piliang.

"Istano Basa Pagaruyung ini sendiri merupakan perwakilan dari kedua kelarasan yaitu Bodi Chaniago dan Koto Piliang, sehingga di sana akan terlihat tonggak yang menggantung yaitu pertemuan antara dua sistem pemerintahan yang berbeda-beda," tuturnya.

"Bodi Chaniago dengan sistem pemerintahan dari bawah mambasuik dari bumi dan Koto Piliang sistem pemerintahan dari atas yaitu turun dari langit," jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, Istano Basa Pagaruyung ini sudah ketiga kalinya terbakar, yang pertama dibakar oleh orang Belanda, lalu dibangun lagi dan terbakar lagi. Dalam peristiwa tersebut benda-benda yang berada di lantai bawah berhasil diselamatkan dan diletakan di BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya), yang ada saat ini adalah duplikatnya saja.

"Dan terakhir untuk zona ketiga adalah bagian belakang yaitu zona pengembangan bakat anak," imbuhnya.

Lina, peserta kuliah lapangan mengaku memperoleh banyak pengalaman dari kuliah lapangan dengan didatangkan pemateri yang berkecimpung di bidang kebudayaan itu sendiri dan melihat objek langsungnya.

"Selain menghubungkan teori pembelajaran dengan objek langsung kita bisa bertanya jawab dengan narasumber yang bersangkutan langsung dengan bidang kebudayaan, banyak hal yang awalnya kita tidak tahu menjadi banyak hal yang kita ketahui," ungkapnya. (**Ubay-Humas UBH/Wahyu WP)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Kamis 06 November 2014 - 14:36:26

Manajemen Harian Haluan Kunjungi UBH
Manajemen Harian Haluan Kunjungi UBH
bunghatta.ac.id - Harian Haluan merupakan koran tertua di Sumatra Barat dan menjadi salah satu koran yang sangat bersejarah bahkan menjadi koran perjuangan dimasanya. Hal tersebut disampaikan Zul Effendi Wakil Pemimpin Umum Harian Haluan saat melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Universitas Bung Hatta yang berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Kamis (06/11/2014).

Pertemuan yang dihadiri oleh Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA, Wakil Rektor II Dra. Susi Herawati, M.Pd, Wakil Rektor III Drs. Suparman Khan, M.Hum dan Kabag Humas Indrawadi, S.Pi.

Zul Effendi menceritakan perjalanan dan perkembangan Harian Haluan hingga pengalihan pengelolaan ke Basko Grup dibawah pimpinan Basrizal Koto sejak 1 November 2010. Dengan pemilik dan manajemen baru serta tampil desain baru yang full colour, Harian Haluan masing menggunakan motonya Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat.

“Harian Haluan harus tetap menjalankan amanahnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa maka perlu mendapat dukungan dari segala stakeholder terutama dengan perguruan tinggi salah satunya dengan Universtas Bung Hatta,” ucapnya.

Zul menyampaikan dengan adanya dukungan Universitas Bung Hatta dapat memberikan roh sebagai upaya untuk mencerdaskan bangsa dan melalui media Haluan ini dapat memberikan pokok-pokok pikiran dan pandangan-pandangan seputar kehidupan masyarakat.

“Universitas Bung Hatta dapat menjadi penguat dalam mengisi rubrik di Harian Haluan sehingga Universitas Bung Hatta dapat memiliki peranan startegis sesuai dengan bidang keilmuan misalnya dalam perikanan, ekonomi hingga teknik. Bahkan melalui media jurnalis kampus di Universitas bung Hatta yang bernama Wawasan Proklamator menjadikan Haluan untuk laboratorium jurnalisitiknya sebagai bibit jurnalis muda,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA mengucapkan terima kasih atas kunjugan pimpinan Harian Haluan ke Universitas Bung Hatta. Selama ini Universitas Bung Hatta selalu memfasilitasi dan menjalin hubungan yang mesra dengan berbagai media, salah satunya dengan Harian Haluan. “Niat Universitas Bung Hatta dan Harian Haluan sama dengan misi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Niki.

Niki juga menyampaikan untuk satu tahun kedepan Universitas Bung Hatta tengah melakukan penguatan di program studi setelah di tahun sebelumnya penguatan pada sistem dan akademik. Untuk 30 tahun kedepan Universitas Bung Hatta akan fokus pada sosial kemasyarakatan untuk dua hal yang penting yaitu ketahanan pangan dan energi.

“Tahun 2013 lalu Universitas Bung Hatta telah menggangas Forum Akademik Samudera Hindia yang beranggotakan perguruan tinggi dalam maupun luar negeri dalam menggarap potensi Samudera Hindia. Ditambah lagi dengan perubahan undang-undang terkait pendidikan yang sering berganti-ganti menjadi tantangan serta peluang tersendiri bagi Universitas Bung Hatta.

Dikatakannya Niki, perlu adanya suatu branding bagi suatu intansi itu dan untuk Universitas Bung Hatta telah dibranding sebagai Kampus Proklamator. Selain itu juga perlu adanya keunikan kepakaran keilmuan yang dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Harapannya dengan adanya silaturahmi pada pertemuan ini nantinya dapat ditindaklanjuti dengan penandatangan kerjasama yang dapat memberikan nilai tambah antara Universitas Bung Hatta dengan Harian Haluan sehingga dapat membangun dan memperkuat masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ucap Niki. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 20:12:16

18 Profesor Mancanegara Akan Presentasikan Pengelolaan Manajemen Aset di UBH
18 Profesor Mancanegara Akan Presentasikan Pengelolaan Manajemen Aset di UBH
bunghatta.ac.id - Program Magistes Teknik Sipil Universitas Bung Hatta akan menghadirkan tidak kurang dari 18 profesor dari mancanegara sebagai Keynote Speaker dan Invited Speaker, tanggal 11-12 November nanti pada seminar 3rd International Conference On Asset And Facility Management (ICASFAM) 2014, di Hotel Inna Muara.

Ir. Wardi,M.Si Ketua Pelaksana Conference menyebutkan, asset dan fasilitas manajemen merupakan sebuah langkah manajerial yang harus di lakukan seseorang manajer dalam merencanakan,mengelola dan mengevaluasi kinerja asset dan fasilitas di berbagai organisasi.

Ditengah-tengah persaiangan global yang semakin ketat, pengelolaan asset perlu secara efektif, guna menjamin peningkatan nilai yang akan memberikan konstribusi dalam upaya menjaga keberlanjutan kegiatan operasi maupun bisnis organisasi.

“Untuk mencapai semua sasaran tersebut, diperlukan beberapa langkah strategis antara lain denga mendorong terciptanya sinergitas seluruh pemangku kepentingan dalm menyusun konsep pengelolaan asset dan manajemen fasilitas”, sebut Wardi.

Ditambahkan Wardi, Program Magister Teknik Sipil Universitas Bung Hatta sebagai lembaga pendidikan tinggi, untuk mendorong melakukan peningkatan, ketahanan dan efektifitas asset serta fasilitas manajemen adalah dengan rutin mengadakan kegiatan konferensi internasional manajemen asset sekali dalam dua tahun.

“Diluar keynote speaker dan invited speaker, ada 13 topik lain yang akan dipresentasikan pemakalah-pemakalah dari universitas dan lembaga dari luar negeri dan dalam negeri seperti “risk management, maintenance management, sustainable energy planning and management, project management, operation management,construction management, strategic management, disaster and crisis management serta legal aspect asset and facility management” imbuh Wardi.

Seminar International tersebut, rencananya akan di buka oleh Gubernur Sumatera Barat sekaligus sebagai Keynote Speaker, peserta ditargetkan panitia 200 orang yang berasal dari lembaga pemerintah, swasta, perguruan tinggi, konsultan,maupun praktisi. Untuk informasi dan pendaftaran dapat langsung ke Kampus Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Kampus Proklamator 1 Ulak Karang. (**Indrawadi).

model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 15:39:17

BBM Naik, Perlu Adanya Pengalihan Subsidi BBM
BBM Naik, Perlu Adanya Pengalihan Subsidi BBM
bunghatta.ac.id - Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bukan saja memberikan dampak pada perekonomian tapi menjadi masalah sosial politik juga. Bahkan BBM bersubsidi dinilai tidak tepat sasaran banyak menguntungkan pihak-pihak yang memiliki finasial tinggi sehingga masyarakat dikalangan bawah tidak dapat merasakan dampaknya meskipun telah ada pemberian dana kompensasi dari pemerintah.

Demikian disampaikan Rektor Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA saat memberikan pandangannya dalam kegiatan Sarasahan dan Diskusi Tentang Solusi Pengurangan Subsidi BBM dan Upaya Peningkatan Pembangunan yang bertempat di Auditorium Kegubernuran Provinsi Sumatra Barat, Selas (04/11/2014).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatra Barat yang bertujuan untuk sosialisasi rencana kenaikan harga BBM dan menyikapai perkembangan situsai masalah kelangkaan BMM dan solusi penyesuaian harga BBM secara nasional yang berdampak terhadapa situasi di wilayah Sumatra Barat. Kegiatan ini diikui oleh petinggi kelembagaan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Padang.

Niki memberikan catatan bila terjadi kenaikan BBM bersubsidi harus dilakukan dan dapat dipastikan antara bulan November dan Desember 2014 sebelum masuk tahun baru 2015. Perlu juga disiapkan alternatif pengganti sebagai kompensasi kenaikan BBM bersubsidi karena akan menggerus daya beli masyarakat miskin dan perlu juga updating data rumah tangga yang akan menerima Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat.

“Problem lainnya yang relevan dengan subsidi BBM menjadi pengganggu utama melajukan pembangunan negara, beban subsidi BBM yang harus ditanggung APBN terus mengingkat sehingga membuat ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sempit dan penyediaan infarstruktur bergerak amat lambat,” jelasnya

Ia mengatakan terdapat beberapa skenario dalam menghadapi kenaikan BBM bersubsidi seperti dengan memberikan kompensasi yang diterima langsung oleh masyarakat namun bersyarat. Kompensasi atau pengalihan subsidi sesuai prinsipnya kepada orang bukan kepada barang agar tepat sasaran. Perlu juga pembenahan jalur dan mekanisme pengadaan dan distribusi BBM yang bebas dari kepentingan yang mengakibatkan BBM mahal.

“Pengalihan subsidi BBM diikuti dengan restrukturisasi transportasi publik secara terencana dan berkelanjutan untuk jangka panjang. Begitu juga pembenahan secara transparan dan bertanggungjawab terhadap tata kelola sumber daya energi dari hulu hingga ke hilir,” terangnya Niki.

Pengalihan subsidi BBM, menurut Niki harus diikuti dengan penyiapan kompensasi untuk rakyat miskin yang tepat dengan diadakan program perlindungan sosial bagi masyaraakt yang terkena dampak dan kebijakan pengendalian harga komoditas untuk menekan inflasi.

“Prinsipnya, pengalihan subsidi BBM bukan besaran kenaikan hargaa sebagai dampaknya, tapi bagaimana pemerintah menjalankan anggaran negara yang pro-rakyat dan tepat sasaran. Pengalihan subsidi BBM dapat dialokasikan untuk program yang lebih produktif seperti untuk infrastruktur dasar, maritim hingga kedaulatan pangan dan energi,” simpulnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Rabu 05 November 2014 - 12:40:44

FPIK UBH Gelar Sosialisasi dan Ujian Sertifikasi Kompetensi Perikanan
FPIK UBH Gelar Sosialisasi dan Ujian Sertifikasi Kompetensi Perikanan
bunghatta.ac.id - Kawasan ASEAN pada tahun 2015 akan menjadi suatu kawasan diman terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terampil serta aliran modal. Pada kondisi tersebut Indonesia tidak hanya mengerim TKI keluar negeri namun akan banyak juga TKI dari luar negeri yang berkerja ke Indonsesia sebagai tenaga kerja terampil.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. Otie Dylan Soebhakti Hasan, M.Si saat menyampaikan materi Sosialisasi Uji Kompetensi Sertifikasi dalam kegiatan Ujian Sertifikasi Penyuluhan Perikanan yang dilaksanakan di Tempat Uji Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yang bertempat di Aula Balairung Caraka Kampus Proklamator I Universitas Bung Hatta, Rabu (05/11/2014).

Otie Dylan Soebhakti Hasan mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 mendatang mau tidak mau siap tidak siap, Indonesia harus melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan melakukan sertifikasi kompetensi sesuai keahlian di bidangnya masing-masing.

Menjamin Warga Negara Indonesia agat menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Tidak ada pilihan lain mengadapi persaingan global. Semua piihak harus berjuang mengingkatkan kualitas sumber daya manusia dan program sertifikasi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan untuk mendapatkan pengakuan pengalaman dan kemampuan seseorang pada bidang tertentu, maka perlu dilakukan proses sertifikasi agar dinilai sebagai seorang yang kompeten. "Proses sertifikasi itu dilakukan oleh orang yang berpengalaman berdsasarkan kompetensinya agar dapat meyakinkan asesor saat melakukan asessment,” tambah Otie yang merupakan Lead Asesor Perikanan.

Ketua Pelaksana Tempat Uji Kompetensi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta Prof. Dr. Ir. Hafrizal Syandri, M.S menyampaikan pada pelaksanaan ujian sertifikasi kompetensi bidang penyuluhan perikanan ini diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari penyuluh di wilayah Sumatra yaitu Sumatra Selatan, Jambi dan Sumatra Barat dan penguji 23 orang asesor.

“Sebelumnya juga telah diselenggarakan ujian untuk Bidang Penangkapan Ikan dan Bidang Pembenihan Ikan yang diikuti mahasiswa tingkat akhir dan alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta, Guru-guru dan pelaku usaha di bidang Kelautan dan Perikanan untuk wilayah Sumatra Barat,” ungkap Hafrizal.

Ia juga menyampaikan Universitas Bung Hatta melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta telah ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensin Kelautan dan Perikanan untuk wilayah Sumatra. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

“Bidang uji kompetensi sertifikasi profesi perikanan dan kelautan yang dilaksanakan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Bung Hatta yakni bidang budidaya perikanan, bidang penangkapan ikan, bidang pengolahan hasil perikanan dan bidang penyuluhan perikanan,” tambahnya.

Sementara itu saat pembukaan acara, Rektor Universitas Bung Hatta, Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA menyampaikan dalam rangka mempersiapkan lulusan yang dapat bersaing di dunia global dan tuntuan undang-undang pendidikan tinggi, semua program studi di Universitas Bung Hatta sedang proses penyususnan Kurikulum KBK-KKNI. Untuk saat ini, semua program studi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan telah selesai disusun dan ditetapkan, bahkan mulai perkuliahan semsester ganjil 2014/2015 sudah mulai diterapkan.

“Sejalan dengan visi Universitas Bung Hatta untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia maka ditahun mendatang alumni Universitas Bung Hatta akan diberikan Sertifikasi Kompetensi sebagai bekal mengadapi dunia kerja,” ujarnya.

Niki juga menyampaikan untuk menambah wawasan dalam menyusun dan melaksakan Kurikulum KBK-KKNI, maka momen Ujian Kompetensi Penyuluh Perikanan ini dapat kita manafaatkan untuk sosialisasi sertifikasi kompetensi bagi pemipinan struktural di Universitas Hatta.

“Sebagai perguruan tinggi terbaik di Kopertis Wilayah X (Sumatra Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau) maka Universitas Bung Hatta juga berencana untuk mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi. Sebagai salah satu syarat berdirinya lembaga ini juga harus ada Tempat Uji Kompetensi dan Asesor,” jelasnya. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 November 2014 - 10:33:55

FSI Nurul Jannah Lahirkan Kader Pemimpin Lewat TKI
FSI Nurul Jannah Lahirkan Kader Pemimpin Lewat TKI
bunghatta.ac.id - Pada dasarnya setiap manusia terlahir menjadi seorang pemimpin terutama dalam memimpin diri sendri. Menjadi seorang pemimpin itu dapat menjadi bakat secara alamiahnya dan ada juga yang melalui proses latihan.

Untuk menciptakan kader pemimpin yang tangguh, Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Studi Islam (FSI) Nurul Jannah Universitas Bung Hatta mengadakan kegiatan Latihan Kepemimpinan yang bertajuk Training Kepemimpinan Islam (TKI) bagi anggota barunya yang dilaksanakan di Lantai 3 Gedung B Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta pada 01-02 November 2014.

Ketua Pelaksana Ilhan Zulham mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk kader-kader FSI baru dan wajib diikuti dari awal hingga sesi akhir acara. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk dan menciptakan anggota baru FSI sebagai kader pemimpin di masa yang akan datang dan dapat meningkatkan nilai-nilai keislaman dalam diri anggota baru tersebut.

“Melalui pelatihan ini, para kader baru FSI ini dapat lebih memahami lagi agama Islam dan menumbuhkan semangat dalam memotivasi diri untuk menjadi contoh bagi mahasiswa lainnya dalam mensyiarkan agama islam,” ungkapnya mahasiswa jurusan Teknik Elektro angkatan 2012 ini.

“Tak hanya itu, para kader juga harus mampu menanamkan dalam dirinya untuk memahami FSI isi seperti apa karena mengikuti organisasi itu penting dan semangat untuk aktif di FSI dari awal hingga nantinya tamat dari kampus ini,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Umum UKM FSI Nurul Jannah Universitas Bung Hatta, M. Imam Arifin menyampaikan latihan kepemimpinan kader baru ini merupakan salah satu program kerja untuk kepengurusan baru dalam proses pembinaan kader. Kegiatan ini sebagai langkah awal untuk dapat mengikuti kegiatan-kegiatan lanjutannya.

“Proses pengkaderan di FSI setelah pelatihan kepemimpinan ini akan ada lagi kegiatan lanjutan yang bernama Grup Diskusi Kajian Islam dan Studi Intensisf tentang dasar-dasar agama Islam,” terangnya.

Ia juga mengatakan sebagai oraganisasi kemahasiswa yang bergerak dibidang keagamaa terutama dalam mensyiarkan ajaran agama Islam, pelatihan ini juga dapat memupuk dan menggali potensi diri dalam pembentukan karakter sebagai seorang muslim berdasarkan ajaran Al Quran dan Hadis.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi ajak silaturahmi untuk saling menjaga tali persaudaaran antar anggora baru dan pengurus FSI,” ujar mahaiswa Teknik Kimia angkatan 2011 ini.

Training Kepemimpinan Islam ini mengupas materi mengenai saimul aqidah dan tujuan hidup seorang umat muslim, syumuyatul Islam dan peran pemuda didalamnya hingga urgensi tarbiah islamiah dengan akhir sesi dengan kegiatan muasabah yang diisi oleh Ustad Epi Santoso bersama timnya.

Kemudian pada pelatihan ini juga dijelaskan seluk beluk mengenai oranaisasi UKM FSI Nurul Jannah salah satu pengurus, Adnan S yang merupakan mahasiswa Pendidikan Matematika angkatan 2012 dan ada grup diskusi kajian Islam oleh pengurus FSI. Penutup kegiatan dilaksanakan outbond untuk melatih softskill calon anggora FSI tersebut. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Senin 03 November 2014 - 08:19:33

 Chemical Engineering Leadership, Bentuk Pemimpin Baru
Chemical Engineering Leadership, Bentuk Pemimpin Baru
bunghatta.ac.id - Latihan Kepemimpinan menjadi sarana dalam menciptakan bibit-bibit pemimpin baru sebagai bentuk kaderisasi kepemimpinan di masa yang akan datang. Mengingat pentingnya kaderisasi dalam suatu organsiasi kemahasiswaan maka Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta melaksanakan Latihan Kepemimpinan bertajuk Chemical Engineering Leadership yang bertempat di Ruang Sidang Fakultas Teknologi Industri Kampus Proklamator III Universitas Bung Hatta.

Kegiatan yang mengangkat Wanna be a leadership who is smart, wise and friendly ini brlangsung selama dua hari pada 01-02 November 2014 dengan peserta mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2014 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta, Dr. Eng Reni Desmiarti, ST, MT.

Ketua Pelaksana Imam Mardhatillah menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai kelembagaan mahasiswa dan pentingnya berorgansiasi. Selain itu juga dalam rangka melatih soft skill para mahasiswa baru dengan pelatihan ini.

“Dengan berorgansiasi kita dapat melatih dan mengasah kemampuan yang dimilik. Organisasi itu tidak akan menganggu kuliah, tergantung teman-teman membagi waktunya, ucapnya mahasiswa angkatan 2012 ini.

Sementara itu, Ketua Himpunan Masyarakat Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta Zul Hendra menyampaikan kegiatan latihan kepemimpinan ini sebagai upaya untuk mencetak generasi-genrasi penerus kelembagaan mahasiswa di masa depan.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan muncul kader-kader baru yang akan menggantikan posisi kami. Semoga para peserta yang merupakan mahasiswa baru ini dapat mengambil manfaat dari para pemateri dan mengaplikasikannya dengan terjun berbung dengan kelembagaan mahasiswa”, tambahnya.

Materi yang disampaikan kepeda peserta berisi Pembentukan Karakter dan Kepemimpinan oleh Dr. Eng Reni Desmiarti, S.T, M.T. Dalam penyampaiannya ia mengatakan seorang pemimpin harus mampu menganalisa situasi yang dihadapi dan juga harus berpikir kritis.

“Dunia kerja membutuhkan orang orang yang berpikir kritis serta ikutilah kegiatan kegiatan mahasiswa seperti ini bukan sekedar kuliah saja. Seorang pemimpin juga harus mengenal orang yang paling dibawah dan orang yang paling diatas karena suatu saat kita butuh mereka, pemimpin akan dikenang karena kebijaksanaan, kreatifitas dan kinerjanya,” harapnya.

Kemudian materi mengenai Motivasi Organisasi dan Manajemen Waktu oleh Ir. Drs. Mulyanef, M.Sc. Ia mengatakan malas adalah hal yang menghalangi kita dalam melakukan kerja untuk itu kita perlu miliki sasaran dalam melakukan tindakan. “Dalam melakukan setiap kegiatan bukan mementingkan hasilnya saja, tapi juga memperhatikan proses yang kita lakukan untuk mendapatkan hasil yang baik,” ungkapnya Dekan Fakultas Teknologi Industri ini..

Materi menenai Manajemen Organisasi Kemahasiswaan oleh Bayu Haryanto,S.T. Dalam penyampainnya ia lebih banyak membahas seputar aplikasi manajemen organsiasi, struktur organisasi, jenis dan fungsi kelembagaan mahasiswa.

“Dalam menjalankan fungsi manajemen organisasi perlu diperhatikan planning (perencanaan), organizing (pengaturan), accounting (pelaporan), dan controlling (pengawasan) serta beberapa hal yang perlu dimiliki suatu organisasi seperti struktur organisasi, job description, rapat kerja, rapat evaluasi, rapat koordinasi, pertemuan pemimpin organisasi, penataan arsip, inventaris organisasi, dan lainnya,” ujarnya alumni jurusan Teknik Kimia ini.

Sementara itu, materi seputar Teknik Pidato, Manajemen Aksi dan Teknik Persidangan oleh Reza Pahlevi Djuani, ST. ia mengatakan Banyak tokoh di Negara kita yang pandai berpidato seperti Soekarno, Bung Hatta, SBY, Prabowo hingga Jokowi. Tidak semua orang pandai untuk berorasi didepan umum karena butuh proses dan latihan.
“Manajemen aksi merupakan bagian dari demokrasi salah satu bentuknya Demo. Demo merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan aspirasi. Demo itu boleh dilaksnakan namun tidak anarkis dan merusak fasilitas publik. Untuk permasalahan sidang sebenarnya mudah bila kita paham namun akan menjadi ribet bila tidak mengerti aturan dalam persidangan tersebut. tambah Reza yang merupakan alumni jurusan Teknik Industri ini.
Untuk materi Teknik Berkomunikasi disampaikan oleh Junialdi Kamdra. Dalam penyampaiannya, berkomunikasi menjadi bagian terpenting dalam berhubungan dengan antar individu untuk menyampaikan pesan atau maksud tertentu. Dalam berkomunikasi ada etikanya yang pelu dipahami. “Kemampuan berkomunikasi seseorang sangat menentukan siapa kita sebenarnya untuk itu perlu dilatih bagaimana berkomunikasi yang baik dan benar itu,” ujarnya.

Sedangkan untuk materi Manajemen Kesekretariatan dijelaskan oleh Novita Sari. Ia menjelaskan cara pembuatan surat menyurat, proposal kegiatan, proposal penelitian, Laporan Pertangungjawaban hingga jalur birokrasi kesekretariaan dalam suatu organsisasi kemahasiswaan.

“Membuat surat itu tidak mudah, kita perlu memahami tata cara serta ketentuan-ketentuan dalam membuat surat. Banyak orang yang duduk di kelembagaan mahasiswa yang khilaf dalam membuat surat, meskipun itu sepele tapi bagi yang mengerti kesekretariaat akan menjadi hal yang fatal,” ucap Ketua Dewan Perwakilan Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri ini. (**Ubay-Humas UBH)
model cetak jadikan PDF
Sharing:   Facebook Twitter Google Yahoo MySpace Digg Delicious Reddit StumbleUpon Furl Spurl Shadows Technorati

Halaman   <<        >>  
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2015 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.82.230.178