Jalan Maransi Mesti Diperlebar: Kampus II UBH Jl. By Pass Bisa Jadi Lokasi Evakuasi Tsunami
Selasa 20 Maret 2012 - 20:17:02

bunghatta.ac.id - Rektor Universtas Bung Hatta (UBH) Prof.Dr.Hafrijal Syandri,MS mengatakan, lahan dan gedung-gedung di kawasan kampus II UBH Jl.By Air Pacah bisa dijadikan lokasi evakuasi jika terjadi bencana tsunami.

Gedung perkuliahan dan sarana pendukung lainnya di kampus itu dibangun dengan konstruksi ramah bencana dan ramah lingkungan. Semua konstruski gedung-gedung baru di kampus II itu dirancang tahan goncangan dan kerusakan oleh gempa bumi dengan memakai material beton bertulang sesuai Standar Na

Menurut Ir.Khadavi staf pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH, konsep pembangunan ramah bencana dan lingkungan merupakan langkah awal upaya mitigasi dari sisi perancangan, dengan keterbukaan ruang dan hubungan ruang luar-dalam yang cair, teras lebar, ventilasi bersilangan, dan void berimbang.

Menurut ia Kota Padang sangat rawan danberpotensi bencana bumi, karena itu sudah seharusnya mulai dari pembangunan gedung-gedung baru harus dirancang dengan bangunan ramah bencana.

Khadavi menambahkan, untuk mengantisipasi curah hujan yang tinggi di Padang juga dibangun folder-folder dan kanal air dengan konsep terbuka, lebar dan lurus menuju ke pembuangan akhir ke sungai.

"Sedangkan untuk mengurangi dan antisipasi bencana lain seperti badai, maka ditanam pepohonan yang tahan terpaan angin kencang, sehingga bangunan kampus dan sekitarnya akan terlindungi," imbuhnya.

Jalan Maransi Mesti Diperlebar

Sementara itu pasca telah digunakannya Kampus II Universitas Bung Hatta sebagai tempat perkuliahan bagi mahasiswa baru. Kawasan Aia Pacah awalnya merupakan daerah yang lengang saat ini secara perlahan benar-benar akan berubah menjadi kota.

Hal itu akan terlihat jelas, apalagi telah dimulainya pembangunan pusat pemerintahan Kota Padang di bekas Terminal Bingkuang Aia Pacah

Saat ini otomatis hanya ada dua jalur alternantif menuju pusat pemerintahan tersebut, melalui jalur By Pass dan dari, atau melalui Jalur Siteba – Durian Ratus – Parak Rumbio - By Pass.

Jalur yang paling ramai di lewati adalah Siteba – Kurao Pagang - Jalan Maransi - By Pass. Jalan selebar 2.5 meter tersebut saat ini sangat ramai dan sempit. Beberapa buah jembatan sepanjang tersebut telah lebar, meski jalannya cukup mulus tapi sangat sempat dan rawan kecelakaan.

Zuhafni, salah seorang warga Jalan Maransi, saat dimintai pendapatnya mengatakan, pasca keberadaan kampus Universitas Bung Hatta, jalan tersebut sangat ramai, tiap hari bahkan sampai malam, belum lagi truk-truk proyek yang lalu lalang.

"Tiap hari ada saja terdengar terjadi kecelakaan, sepeda motor jatuh, mobil bergeser dan juga kemacetan," ujar Zuhafni.

"Kami setuju dan bangga, daerah kami menjadi pusat pendidikan dan pemerintahan, tapi masalah infrastruktur, terutama jalan harus dibenahi dan di perlebar, selain itu jalan Maransi ini kan juga sebagai jalur evakuasi dari ancaman bencana tsunami," ucap Zuhafni dengan tegas.(**Indrawadi-Humas Universitas Bung Hatta)


Berita ini dicetak dari Universitas Bung Hatta | UBH
http:/www.bunghatta.ac.id/berita/895/jalan-maransi-mesti-diperlebar-kampus-ii-ubh-jl-by-pass-bisa-jadi-lokasi-evakuasi-tsunami.html