Kepada seluruh dosen Universitas Bung Hatta dimohon untuk selalu membuka web LPPM UBH. TTD Ketua LPPM.
123
Oleh: Antoni., SE., ME
Email: antoni_yoga@yahoo.com


Oleh; Antoni., SE., ME
Ph.D Student Fakulti Ekonomi dan Perniagaan, UKM Malaysia


Pemulihan ekonomi Indonesia setelah lepas dari krisis ekonomi tahun 2007, ekonomi Indonesia sudah mulai bergerak mengarah kemajuan. Kemajuan tersebut terlihat kinerja makro ekonomi Indonesia 2007 seperti pertumbuhan ekonomi, neraca pembayaran dan cadangan devisa. Perbaikan kinerja tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan ekspor yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas di pasar dunia dan peningkatan aliran modal spekulatif (Mari Pangestu, 2008), Tetapi pergerakan tersebut masih dibayangi permasalahan yang timbul akibat masalah globalisasi ekonomi misalnya lemahnya dolar AS, dan Indonesia tidak akan lepas dari siklus ekonomi tersebut.

Pelemahan dolar AS dan gejolak pasar uang diperkirakan kembali menjadi kendala pertumbuhan ekonomi global termasuk ekonomi Indonesia tahun ini. Beberapa risiko tersebut akan menurunkan pendapatan ekspor dan masuknya modal bagi negara berkembang ke dalam negeri. Selain itu, juga mengurangi nilai dolar AS yang diinvestasikan di luar negeri.

Secara spesifik, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan di Asia Pasifik dan Timur akan melambat dalam dua tahun kedepan. Jika tahun 2008 hanya 9,7 persen, tahun 2009 turun menjadi 9,6 persen. Angka ini melambat dibanding tahun 2007 yang 10 persen, dengan pertumbuhan tercepat adalah China yang mencapai 11 persen.

Pemerintah tengah mempersiapkan langkah pengamanan APBN 2008 dan menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dari krisis di AS tersebut. Oleh karena itu Indonesia langkah-langkah startegis dan cepat dalam menghadapi resiko yang terjadi di belahan ekonomi dunia itu, maka Anton Gunawan (2008), Ada empat masalah serius yang dihadapi siklus ekonomi Indonesia ditahun 2008, yaitu:

Masalah pertama, adalah terjadinya tekanan inflasi yang lebih tinggi, disebabkan terbatasnya suplai, tingginya harga kebutuhan pokok dan harga energi, seperti gas, minyak dan energi lainnya. Hal ini dibuktikan kenaikan harga BBM yang tidak bersubsidi akan membawa dampak negatif terhadap kinerja sektor manufaktur yang tumbuh hanya 7% dibandingkan dengan pertumbuhan pada masa sebelum krisis ekonomi.

Masalah kedua, adalah turunnya produksi minyak dan ditambah dengan meningkatnya kebutuhan BBM bersubsidi. Kedua hal ini akan memperberat posisi fiscal pemerintah.

Masalah ketiga, adalah krisis listrik yang serius, yang sama halnya krisis listrik tahun 2007. Krisis ini terjadi akibat lambatnya pembangunan pembangkit listrik baru yang diperkirakan sebagian besar baru akan siap pada tahun 2010.



Kendala keempat, lemahnya nilai nominal mata uang, namun terjadi penguatan pada nilai rillnya seiring dengan membaiknya aktifitas ekonomi dan tingginya harga minyak di tahun depan.

Masalah dan kendala diatas akan berdampak kepada memburuknya posisi fiskal sebagai akibat daripada langkah yang diambil pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi dan harga listrik. Ini akan berkibat kepada naiknya inflasi dan Importing Inflation akibat kenaikan harga-harga komoditas di pasar dunia dan menuju kebijaksaan finansial yang ketat sehingga akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Dampak yang lebih besar terutama di sektor finansial seperti halnya tahun 2007 dimana terjadinya tight money policy, sehingga ekspor kita pada masa itu akan mengalami kendala.

Oleh karena itu perlu Indonesia untuk lebih menfokuskan kepada fiskal stimulus. Kalau faktor pertumbuhan dari ekspor akan turun, maka kita konsentrasi sumber pertumbuhan ke dalam negeri dan mendorong dorong realisasi investasi. Untuk itu perlu langkah untuk menguasai investasi dan ekspor, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Disamping itu bank sentral dalam hal ini bank Indonesia mengambil langkah kebijaksanaan moneter yang ketat, dan kepastian hukum yang selalu menghantui stabilitas dan sector finansial. Hal ini karena berkaitan dengan kondisi 'serius' menyusul pelemahan ekonomi AS. Seluruh dunia diprediksi takkan luput dari dampak pelemahan ekonomi AS. Tetapi, negara-negara berkembang masih memiliki pertumbuhan yang kuat dan bisa menggerakkan pertumbuhan dunia. Namun demiikian perekonomian negara berkembang pasti akan terkena dampaknya, sehingga melemahkan pertumbuhan ekonomi.

Artikel Ekonomi Lain
Pemberdayaan Koperasi Berbasis Agribisnis Di Daerah Pedesaan, oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 19 Januari 2010 - 12:34:04
Kelapa Sawit, Dampaknya Terhadap Percepatan Pembangunan Ekonomi Pedesaan di Daerah Riau, oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Minggu 03 Mei 2009 - 22:00:41
PENGARUH PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP EKONOMI REGIONAL DAERAH RIAU, oleh Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 09 September 2008 - 13:11:36
Dampak Ketidakpastian Globalisasi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Asean, oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:45
Penguatan Ekonomi Dalam Negeri dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Amerika Serikat, oleh Antoni., SE., ME
Rabu 23 Januari 2008 - 12:10:15
Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani di Pedesaan Daerah Riau, oleh Almasdi Syahza
Sabtu 18 Agustus 2007 - 15:12:06
Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Multiplier Effect Ekonomi Pedesaan di Riau, oleh Prof. Dr. H. Almasdi Syahza, SE., MP
Selasa 07 Agustus 2007 - 11:14:55
Pembangunan Agro Estate Kelapa Sawit Dalam Upaya Percepatan Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan, oleh Almasdi Syahza
Rabu 01 Agustus 2007 - 12:57:05
Pengembangan Kinerja Usaha Kecil Ditinjau Dari Aspek Pelatihan dan Pengalaman Kerja Pengusaha, oleh Antoni.,SE.,ME
Senin 19 Maret 2007 - 08:22:36
IRIF dan Siapkah Pemda Sumbar Menjaring Investor ?, oleh Dr.Ir.Agustedi,MS
Senin 06 November 2006 - 10:23:21
Pola Pengembangan Lokasi dan Daya Saing Kawasan Ekowisata, oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:31:32
Dampak Hutang Luar Negeri dan Variabel Makro Ekonomi Lainnya Terhadap Perekonomian Indonesia, oleh Antoni.,SE.,ME
Selasa 03 Oktober 2006 - 10:29:57
Saatnya Melepas Dollar, oleh Endri, SE.MA
Rabu 04 Mei 2005 - 07:41:11
Analisis Penentuan Keputusan Investasi: Studi Kasus Saham PT Lippo Bank Tbk (LPBN), oleh Endri, SE.MA
Sabtu 23 April 2005 - 07:46:14
Jurnal
Contact Universitas Bung Hatta
Email rektorat@bunghatta.ac.id
humas@bunghatta.ac.id
Phone 0751-7051678
Fax 0751-7055475

Online Chat

  

  

LiveZilla Live Help
Copyrights © 2014 Universitas Bung Hatta | Peta Situs | Pengelola | Kontak | Login
Dikembangkan oleh Pustikom Universitas Bung Hatta
Universitas Bung Hatta on Universitas Bung Hatta on RSS Universitas Bung Hatta on Facebook Universitas Bung Hatta on Twitter Universitas Bung Hatta on Youtube Universitas Bung Hatta on Linkedln
Alamat IP anda: 54.198.42.105